
"Selamat datang Azura. Sungguh kehormatan yang luar biasa, Ratu Kerajaan ini memenuhi undangan makan dariku." Dewi Zayya menyambut kedatangan Ratu dengan segelas anggur.
"Tentu saja aku datang, Dewi Zayya," kata Ratu menerima gelas anggur tersebut. "Semua ini demi Ezekiel," lanjut Sang Ratu di dalam hati.
"Ini kejadian sangat langka. Selama ratusan tahun menjadi Ratu, inilah pertama kalinya Yang Mulia Ratu memenuhi undangan para Dewa Dewi," gumam para peri.
"Eh, masa?" kata Ezekiel.
"Benar. Dewa dan Yang Mulia Ratu dikenal sangat membenci pesta. Tetapi saat ini, justru keduanya datang," jelas Berry sambil tersenyum menatap Sang Dewa yang rupawan.
"Patut dicatat dalam jurnal sejarah," ujar Lily.
"Aku sendiri nggak terkejut sih, mendengar kalimat itu. Karena di tahun 2025, aku juga seorang introvert ketika remaja. Dan menjadi semakin parah ketika telah bekerja," pikir Ezekiel.
"Tapi Ratu? Bukankah biasanya para bangsawan sangat menyukai pesta? Apakah Ratu juga berasal dari masa lalu seperti aku?" Ezekiel tidak bisa berhenti berpikir di tengah pesta yang meriah ini.
"Dewi Zayya, apakah kamu membawa berita baru dari luar sana?" tanya Ratu Azura.
"Tidak ada, Azura. Hanya Vale Diamante yang didiami oleh ras hobbit, kini resmi masuk ke dalam wilayah kerajaan Viersonne," sahut Dewi Zayya.
"Oh, begitu kah? Artinya kita tidak perlu membayar mahal lagi jika menginginkan berlian?" ucap Sang Ratu.
"Tidak perlu berbasa-basi, Ratu. Aku tahu tujuanmu kemari hanya demi Dewa Ezekiel," ujar Dewi Zayya.
__ADS_1
"Kenapa demi dia?" bantah Ratu Azura dengan wajah memerah.
"Aku bisa melihatnya dari pandangan matamu yang selalu mengarah ke Dewa tampan itu," ucap Dewi Zayya.
"Lagipula, bukankah aku sudah memberikan berita perjalananku melalui sebuah dokumen, Azura. Apakah kamu tidak membacanya karena sibuk mengawasi Dewa Ezekiel?" lanjut Sang Dewi lagi.
...🌟🌟🌟🌟...
"Ugh, gawat! Kenapa Dewi buruk rupa itu bisa tahu, kalau aku mencemaskan Ezekiel?" omel Ratu ketika telah kembali keVerenian Pallace.
"Tenanglah, Yang Mulia Ratu. Ini kan bulan hal buruk," ujar Rania menenangkan Sang Ratu.
"Tetapi mulai sekarang Yang Mulia Ratu harus bergerak lebih cepat, sebelum Dewa Ezekiel terkontaminasi dengan bisikan dari para Dewa Dewi dan peri cahaya," ujar Black Shade pula.
"Bukankah Yang Mulia Ratu telah menunggu Dewa Ezekiel sangat lama? Sepuluh ribu tahun bukanlah waktu yang singkat," kata Black Shade lagi.
"Tidak. Bukan sepuluh ribu tahun, melainkan lebih lama dari pada itu," sahut Sang Ratu.
Wanita yang memiliki kulit sehalus sutera itu membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah jendela kaca yang memamerkan keindahan taman dengan beragam bunga.
"Betul yang kamu katakan, Black Shade. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan Ezekiel," ucap Sang Ratu.
Pemimpin tertinggi Kerajaan Viersonne, Ratu Azura Auristella pun memerintahkan para dayang untuk melakukan sesuatu.
__ADS_1
...🌟🌟🌟🌟...
Keesokan harinya, langit masih berwarna Jingga dengan empat bola cahaya raksasa di angkasa.
"Olive, bisakah kamu mengantarku ke dapur?" pinta Ezekiel sebelum waktunya sarapan.
"Mohon ampun, Dewa. Kenapa Anda tiba-tiba ingin ke dapur? Apakah tuanku merasa pelayanan kami kurang baik selama ini? Atau ada makanan yang mengandung racun?" ucap Olive sambil bersimpuh di hadapan Ezekiel.
"Tidak ada apa pun. Kalian tidak perlu takut seperti ini. Aku hanya ingin mengajarkan resep baru untuk kalian semua. Sesuatu yang telah kupikirkan sejak lama," sahut Ezekiel meraih bahu Olive agar peri hijau tersebut kembali berdiri.
"Resep baru? Apakah ini seperti ketika tuanku menemukan formula baru di laboratorium?" tanya Olive.
"Ya, kira-kira seperti itu. Tetapi yang ini bisa di makan," kata Ezekiel.
"Baiklah, tuanku. Saya akan memberi tahu bagian dapur, agar mereka tidak terkejut," kata Olive.
"Tunggu Olive," cegah Rose. "Barusan pihak Verenian Pallace mengabari, kalau Yang Mulia Ratu menuju ke sini untuk sarapan bersama Dewa. Kita tidak perlu menyediakan apa pun selain tempat," lanjutnya.
"Kenapa Yang Mulia Ratu sarapan di sini? Bukankah hari ini Dewa ada jadwal bertemu dengan putri dan pangeran dari benua Vostrau, yang akan menempuh pendidikan di Viersonne?" kata para peri lainnya.
"Semua jadwal Dewa hari ini telah dibatalkan oleh Yang Mulia Ratu," ucap Rose.
"Ini nggak benar. Kenapa jadwalku dengan pangeran dan putri dari benua yang jauh harus dibatalkan, hanya karena sarapan dengan Ratu?" pikir Ezekiel.
__ADS_1
(Bersambung)