
“Ah, bangsat! Kenapa aku jadi sesial ini, sih? Kenapa hanya para malaikat yang nggak boleh merasakan cinta? Sementara Para Dewi bebas berbuat sesukanya seperti manusia yang gak punya akal.”
Azura menggerutu kesal, sembari mengepakkan kedua sayapnya yang mulai lemah. Dia terbang di antara rerimbunan pohon hutan hujan tropis yang lembab. Sesekali dia harus terbang lebih tinggi, untuk menghindari para hewan liar yang mengincarnya.
Bruk! Kekuatan Azura pun telah mencapai batasnya. Sayapnya tak mampu lagi digunakan untuk terbang. Dia pun terjatuh ke atas tumpukan serasah daun yang lembab. Ini sudah hari ketiga dia berada di belantara kepulauan selatan bumi, sebagai sosok Fallen Angel alias malaikat yang dihukum ke bumi.
“Siapa dia? Aromanya sangat wangi seperti malaikat, tetapi sayapnya hitam legam bagaikan iblis.”
Sayup-sayup Azura mendengar suara berbisik, yang sedang membicarakan dirinya. Sang fallen angel tersebut lantas membuka matanya. Dia melihat sekelompok manusia berpakaian khas daerah sedang mengelilinginya. Mereka semua lalu tersenyum pada Azura yang baru saja terbangun.
Ah, ternyata itu bukan manusia. Mereka adalah ras undead, yang tingkatnya berada jauh di bawah bangsa iblis. Ras undead adalah arwah para manusia jahat, yang tidak diterima oleh neraka sebelum menebus kesalahan mereka di dunia.
__ADS_1
Para undead tersebut akan terus merasa kesakitan, selama masih tinggal di bumi ini. Untuk itu, mereka ingin segera pergi ke akhirat, meski ke neraka sekali pun.
“Ka-kalian mau apa?” tanya Azura bergidik ngeri. Dia berusaha mengepakkan sayapnya, namun lagi-lagi dia gagal.
“Apakah kau malaikat yang akan membawa kami ke akhirat? Ataukah bangsa iblis yang hendak menghancurkan jiwa kami?” tanya para undead tersebut.
“Aku bukan kedua-duanya. Jadi kalian pergilah dari sini.” Azura mengusir para undead tersebut.
Sayangnya para undead tersebut tidak mematuhi perintah tersebut. Dalam keadaan terdesak, Azura pun terpaksa membuka buku sihir yang dia curi dari istana sebelum pergi, lalu membacanya kuat-kuat.
Tak disangka, terjadi ledakan asap tepat setelah Azura membaca mantra sihir tersebut. Dia juga merasakan sebuah keanehan lain di tubuhnya. Sayapnya membesar dua kali lipat. Bibirnya yang merah, berubah menjadi hitam legam. Gaunnya yang indah dan tertutup, kini berubah menjadi gaun mini yang seksi berwarna hitam.
__ADS_1
“Fa-fallen angel? Dia ternyata seorang fallen angel!” seru salah seorang undead.
“Astaga! Benar, dia fallen angel. Dia pasti bisa menyelamatkan jiwa kita yang tersesat di sini,” seru yang lainnya.
Azura merasa sedikit heran, melihat tingkah para undead tersebut. Akan tetapi, rasa takutnya perlahan mulai terkikis. Malaikat bersayap hitam tersebut pun akhirnya mengepakkan sayapnya. Kali ini dia merasakan kekuatan yang luar biasa. Bahkan lebih kuat jika dibadingkan saat dia bertugas menjadi malaikat dulu.
“Perkenalkan dirimu, wahai Nona Penyelamat. Jadikan kami sebagai kaummu,” kata para undead tersebut.
Azura tersenyum sinis. Semakin banyak energi jahat yang keluar dari jiwa para undead tersebut, maka kekuatannya semakin besar. Dengan begini, dia bisa mengembalikan lagi seluruh kekuatannya yang telah disegel oleh Mahadewa.
“Panggil aku Azura Andzelika. Mulai hari ini, aku akan menjadi pemimpin ras kalian, dan membawa kalian pulang ke akhirat dengan aman,” ucap Azura Andzelika sambil merentangkan kedua tangannya di udara.
__ADS_1
“Yang mulia Ratu Azura Andzelika. Terimalah salam hormat dari kami,” ujar para undead tersebut dengan kompak.
(Bersambung)