
Kesempurnaan memang hanya milik-Nya.
Saat semua makanan sudah terhidang di meja, satu persatu penghuni rumah mulai mendatangi meja makan
"Ka Teriii"
Suara nyaring yang akrab kudengar tak lain adalah Alea sicantik berambut ikal yang kini beranjak dewasa, adik suamiku itu memang berbeda dengan kakaknya. Alea sering main kerumah kakek saat aku masih berada dibangku kuliah, bahkan tak jarang Alea menginap dan tidur bersamaku. Aku menyayanginya seperti adikku sendiri, dia sering curhat padaku soal sekolahnya, cinta monyetnya, teman-temannya dan semua hal yang dia alami.
"Nanti temenin Alea belajar yah"
Tiba-tiba Alea menjinjitkan kakinya untuk berbisik padaku "aku mau curhat" katanya pelan.
Aku tersenyum, "oke" dengan isyarat jari.
Tak lama Sanjaya dan Luna menghampiri Teri dan Alea yang asik bercanda, Luna melewati Teri dengan pandangan tak suka, perempuan yang selalu berpakaian glamour itu seolah membandingkan antara dirinya dan Teri
"Apa bagusnya perempuan kampungan ini, kenapa papa harus menikahkan Dave dengan dia"
Teri yang sadar sedang diamati hanya bisa menundukkan kepalanya, tak berani menatap apalagi melawan sorot mata yang penuh kebencian itu.
"Nak, dimana Dave? "
__ADS_1
Teri mengangkat kepalanya, melihat ayah mertua sekaligus pamannya itu. Tapi ia tidak tahu harus menjawab apa, terakhir dia melihat Dave tadi sore saat mengantarkannya di depan kamar.
"Dia diatas yah"
karena tak ada pilihan lain Teri menjawab asal, berharap apa yang dia katakan itu benar, jika tidak dia tidak tau harus menjawab apalagi. Tidak mungkin dia bilang Aku ngga tau, kami ngga tidur sekamar. Apa yang akan dipikirkan para orang tua nanti, kondisi kakek juga pasti memburuk lagi karena shock.
"panggilah"
Teri mengangguk. Ia membawa langkahnya pelan menuju lantai atas, ragu-ragu Teri mengangkat tangannya didepan pintu tapi tak kunjung mengetuk. Apa harus aku memanggilnya? pikir Teri. Kemudian Teri menurunkan tangannya dan mengangkatnya lagi aku harus melakukannya, meski dia tidak mencintaiku tapi aku harus tetap berbakti padanya karena dia suamiku.
Tuk tuk tuk
Dengan sedikit keraguan bercampur takut, Teri memutar handel pintu kamar Dave. Pandangan Teri langsung tertuju pada sosok suaminya yang sedang berbaring di tempat tidur dengan sepatu yang masih terpasang di kaki, dan dasi yang masih membelit lehernya.
Perlahan Teri membuka satu persatu sepatu Dave, menaruhnya di rak dan membuka dasi yang membelit leher suaminya itu. Teri mengubah pandangannya menyapu setiap sudut kamar Dave.
Yang mengejutkan pandangannya tertuju pada sebuah foto berbingkai hati diatas nakas, dalam foto itu ada seorang perempuan cantik berambut lurus panjang dengan pakaian mini yang hanya menutup setengah pahanya sedang berpelukan dengan seorang lelaki yang tak lain adalah Dave. Keduanya tampak sangat serasi, Dave juga terlihat sangat bahagia difota itu.
Jangan ditanya bagaimana perasaan Teri saat ini, matanya mulai panas, cairan bening mulai terasa memenuhi kelopak matanya. Apa yang kamu tangisi Teri, bukankah kamu tidak mencintainya. Jika dia tidak bisa memberikanmu cinta setidaknya buatlah dia menjadi ladang pahalamu. Batin Teri.
"Apa dalam pernikahan tanpa cinta memang harus selalu sesakit ini ya Allah. Pertamakali memiliki hubungan dengan laki-laki mengapa langsung dapat kekecewaan bertubi-tubi"
__ADS_1
Dave menggeliat. Teri langsung menyeka air matanya dengan tangan, hampir saja foto yang dipegangnya terjatuh karena kaget.
"Mas, mas bangun"
"Mas-"
Tiba-tiba ponsel Dave berdering, panggilan masuk dari seseorang. Teri yang berada di sebelah nakas hanya diam mematung, Dave yang mendengar ponselnya berdering segera membuka mata dan mengambilnya.
Sebentar Dave melihat nama di ponselnya, kemudian memandang istrinya yang hanya diam seperti patung.
"Apa yang kau lakukan disini"
"Ayah memintaku membangunkan mas untuk makan malam. Sepertinya mas belum mandi, mandilah dulu aku tunggu dibawah"
"Tidak perlu menungguku. Pergilah"
Teri berbalik badan dan air matanya menetes seketika, mengingat perlakuan Dave. Cukup lama Teri diatas hingga saat ia turun orangtua dan adiknya sudah tidak ada disana.
Memang sudah seharusnya dalam rumah tangga jika satu terbakar maka satunya memadamkan. Ini masih belum apa-apa, seseorang dikatakan berhasil jika mampu melewati cobaan yang diberikan.
"Hallo sayang"....
__ADS_1