New World Program

New World Program
13. Goa Giannuang 2


__ADS_3

System, apakah benar disini tempatnya? Peta yang kau berikan


benar-benar membuatku bingung.


[System: ....]


[Dasar idiot. Kenapa membaca peta saja kamu


tidak bisa Lian Song.]


[Kapasitas memorimu lebih kecil dari milikku.]


Wah terimakasih atas komentar pedasmu dasar System nggak guna.


[System: aku sudah memberikanmu banyak sekali kemudahan, tapi kamunya aja yang idiot.]


A-apa katamu System!


BRRUAAGH!


Tanpa Lian Song sadari dia menabrak dinding karena keasyikan mengomeli System.


[System:...]


“Mama! Ada orang idiot yang menabrak dinding!” teriak seorang anak kecil yang menunjuk kearah Lian Song.


“Shhh! Biarkan saja anakku. Dia punya mata tapi tidak digunakan. Jangan meniru orang yang bodoh seperti itu ya anakku.” Balas mamanya memandang remeh kearah Lian Song.


[System : anak itu benar.]


Diam kau System!


“Tuan Xian?”


Tuan Xian? Ah itu Vun Nora?


“Vun Nora.” Ucap Lian Song semangat.


Wanita berambut hitam panjang itu tersenyum. “Panggil aku Nora. Ucapkan mantranya dan kemudian ikuti aku.”


“Mantra?”


“Aku sudah menuliskannya Tuan Lian.”


Lian Song membuka kertasnya dan kemudian membaca ada semacam code didalamnya. Lian Song sempat ragu namun Vun Nora juga membaca mantra yang sama.

__ADS_1


“Code: Aidjin Pembangkang. Vun Nora.”


“Code: Aidjin Pembangkang. Lian Song.”


Setelah mengucapkan mantra itu sebuah pintu ruang terbuka. Vun Nora mengajak Lian Song untuk masuk kedalamnya. Didalam ruangan itu dipenuhi dengan tawa, suara musik yang menggema, dan juga dentingan gelas yang saling beradu.


“Tempat ini hanya bisa dimasuki oleh kategori Aidjin. Seperti kita, di tempat ini kita bisa melakukan apapun yang kita mau tanpa diketahui oleh para Given, selama kita tidak menyebut namanya.” Jelas Vun Nora. “Lian Song, ayo kita ke atas sana. Aku akan memperkenalkanmu pada temanku Chung Chung.”


Setelah menaiki anak tangga yang banyak akhirnya Lian Song dan Vun Nora sampai di puncak tertinggi, disana hanya ada sedikit orang dengan hawa yang sangat tenang. Tidak terlalu banyak orang disini namun tempatnya sangat nyaman.


“Chung-Chung!” teriak Vun Nora ketika mengetahui orang yang ada disana.


Wanita yang bernama Chung-Chung ini memiliki tubuh 169 lebih tinggi dariku. Rambutnya bewarna coklat dengan mata coklat. Dia memiliki 2 ekor kucing dibelakang tubuhnya. Seperti Wana namun aku merasakan ada yang berbeda darinya. Tetapi jika dibandingkan dengan Wana aku merasakan Wana jauh lebih kuat dari wanita yang ada di hadapanku.


“Vun~ kau lama sekali.” Ucapnya sambil mengenggam tangan Vun Nora. “Ah~ ini Aidjin milik Tuan Xian?” tanyanya dan langsung melirik Lian Song dengan mata coklatnya.


“Ah~ iya. Namaku Lian Song.”


“Ayo kita bicara di dalam, Lian Song.” Kata Chung Chung dan kemudian menyeret Lian Song kedalam ruangan.


“Tidak usah tegang begitu Lian Song. Aku tidak akan melakukan apa-apa padamu. Hanya saja.... karena sesama Aidjin dan apalagi Tuanmu adalah dia.” Jelas Vun Nora.


Lian Song bingung dan hanya mendengarkan.


[System: tidak]


Wah Syukurlah.


“Tuan Lian perkenalkan aku adalah Chung Ma, dan biasanya aku dipanggil Chung-Chung. Hehe, Miawww.” Ucap Chung Chung dengan pose imut.


“Tujuan aku membawamu kesini adalah untuk membicarakan tentang pemilikmu.” Kata Vun Nora to the point dengan wajah yang sangat serius.


“Aku memiliki adik Vun Tari, yang dulunya juga merupakan Aidjin milik Tuan Xian. Dan Chung-Chung juga memiliki sahabat yang sebelumnya juga merupakan Aidjin milik Tuan Xian.”


Ada apa ini? Secara tiba-tiba? Cerita tambahan?


“...”


Melihat tidak ada respon dari Lian Song, Vun Nora melanjutkan. “Apa kau tidak penasaran kenapa mereka tidak bersama lagi dengannya?”


Mengingat dia yang suka nyosor sih pantas saja mereka kabur.


“Dia tidak kembali, dan hanya nama tanpa tubuh.” Jelas Chung-Chung yang sekarang juga memasang raut wajah sedih.


“Maksudnya?” tanya Lian Song

__ADS_1


“Mereka tewas dengan jasad yang tidak ditemukan.” Kata Chung-Chung dan Vun Nora berbarengan.


“Lalu apa hubungannya denganku?” tanya Lian Song.


“Kau merupakan Aidjin selanjutnya yang akan tewas.” Kata Chung-Chung.


“Memang ini terdengar tidak mungkin, tapi itulah yang terjadi. Dulu 10 tahun yang lalu, Tuan Xian memiliki seorang Aidjin yang bernama Shiori Hanalotus. Secara naas dia meninggal.” Kata Vun Nora. “Memang kita tidak bisa membatalkan kontrak yang sudah jadi namun, jika kau meminta serikat untuk


memutus kontrak dengan Tuanmu maka-“


“Vun Nora, untuk apa kau mengatakan hal ini padaku?” tanya Lian Song.


“Serikat mengatakan bahwa 99 Aidjin hanya tinggal nama. Dan itu semua berkaitan dengan Tuan mu. Kau adalah Aidjin yang terakhir.” Kata Chung-Chung. “Kau hanya mengatakan kepada serikat bahwa kau meminta putus dengan tuanmu, maka dia akan memberikan ramuan penghapus segel untukmu.”


“Lian, aku memang tidak berhak mengatakan ini namun sihir yang akan dibangkitkan Tuanmu adalah sihir kegelapan. Sihir pembangkit orang yang mati. Apalagi kau tidak memiliki roh yang berada ditubuhmu. Kau tidak akan bisa


menolak!” teriak Vun Nora dan kemudian menangis, “Aku tidak tahu kenapa, tapi


rasanya sangat sedih dan sangat dingin, sangat sedih dan hampa, sedih dan marah


namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak bisa melawan Given namun aku


tidak bisa melihat ada lagi yang menjadi korban.”


Chung-Chung kemudian mendekat dan membelai rambut Vun Nora yang menangis tersedu-sedu. “Sihir Vun Nora berkaitan langsung dengan Vun Tari.” Jelasnya, “Karena itu dia juga tahu. Walaupun begitu Serikat tetap tidak bisa


mendapatkan bukti keterkaitan tuanmu dan para aidjinnya yang hilang. Dan setelah semua kejadian itu, 3 tahun lamanya akhirnya dia mendapatkan satu Aidjin langka yang belum memiliki roh dan rumor buruk sebelumya yang belum jelas bangkit kembali. Vun Nora hanya ingin melindungimu Lian Song. Karena kau sangat mirip dengannya.”


“Mirip dengan siapa?” tanya Lian Song.


“Shiori. Shiori Hanalotus.”


.


.


.


......**BERSAMBUNG......


......\=\=\=......


Hallo ha, terimakasih bagi teman-teman yang sudah membaca cerita dari NWP. jangan lupa tinggalkan jejak nya berupa like, comment and vote nya supaya aku tahu bahwa teman-teman menyukai cerita aku...


STAY TOON DI NWP GUYSSSSSSSS😄🥰****

__ADS_1


__ADS_2