New World Program

New World Program
27. TOKOH BARU


__ADS_3

Dengan bangganya, “Ah... aku ingin membuat es serut dari


bongkahan es itu.” Kata Lian Song yang langsung ditatap horor oleh mereka


berdua. Karena kasur yang terbuat dari es itu adalah kasur yang merupakan item


langka yang berfungsi sebagai penyembuh paling ampuh kesayangan dari Feng Sha yang tidak boleh dirusak oleh siapapun.


‘Sepertinya bocah kecil ini akan digoreng oleh Nona Feng


Sha.’ batin mereka serempak.


"Ano... Nona sebenarnya..." gagap wanita yang memiliki sayap hitam keabu-abuan


Lian Song yang masih asyik dengan menyerut kasur es itu mendongak kearah wanita bersayap itu.


Lelaki bertanduk kambing kemudian menghela nafas lelah, "Perkenalkan namaku Gwatia Garem dan dia adalah Mera Sala Tuan. Sebenarnya..."


Dari sini Lian Song dapat memahami bahwa lelaki yang bernama Gwatia Garem memanggilnya dengan panggilan 'tuan' sedangkan wanita bersayap itu memanggilnya dengan panggilan 'nona'.


"Oh hai Garem Hai Sala." kata Lian Song dan tetap melanjutkan membuat es serut dengan sirup maple yang sebelumnya telah dibawa oleh Mera Sala. Dengan tampang tanpa dosa, Lian Song malah menyuguhkan mereka berdua es serut. "Kalian mau?" tanyanya


Dengan frustasi mereka berdua langsung menggeleng. "..Ti-tidak nona/tuan." jawab mereka berkeringat dingin.


'Bagaimana menjelaskannya ya? Nona/Tuan ini kelihatan sangat menikmatinya.' batin mereka sweatdrop


[Numa: Selamat Lian Song mendapatkan skill pembuatan penyembuh]


pembuatan penyembuh? apa itu Numa?


[Numa: Skill pembuatan Penyembuh adalah skill yang bisa membuat sebuah efek penyembuhan. Dalam hal ini karena anda memiliki skill pelindung teratai maka skill penyembuhan dapat berbentuk kelopak bunga teratai.]


Hmmm sepertinya ini bakalan sangat menyenangkan.


[Numa: Selamat berpetualang]


Kelihatannya ada yang mencurigakan.


[Numa: mungkin hanya perasaan Anda saja, Lian Song ^_^]


__________________________________________________________________


"Pelayan!!"


Suara yang sangat nyaring di malam itu membuat semua orang langsung menekuk wajah mereka dikarenakan jika Nona Feng Sha berteriak seperti itu pasti akan ada hal buruk yang akan terjadi.


"Kenapa semua sirup maple watadosia dan madu ajaib yang akan ku jual semuanya hilang?!" Bentak Feng Sha sambil melirik semua bawahannya menyelidik.


Lian Song yang baru saja datang dengan satu kaleng sirup maple watadosia yang merupakan sirup sejenis sihir yang efeknya dapat memperkuat defense dan anti sihir mendekati Feng Sha dengan tanpa dosa sambil menyendok sirup maple watadosia dari botol sihir yang sudah di mantrai dengan entengnya tanpa dosa.


"Wah... Nona ini akan tewas!" batin pelayan Feng Sha bahkan terdapat beberapa pelayan yang mulai menyuruh tukang gali kubur untuk menyiapkan Lian Song apabila dia dibunuh secara tiba-tiba.


"Nona Feng Sha? ada yang bisa aku bantu?" tanya Lian Song


Feng Sha yang melihat Lian Song yang memakan sirup maple sihir nya terdiam dengan raut wajah yang tidak bisa diprediksi.


"Yang Mulia Nona Feng Sha... mungkin waktunya kurang tepat namun Saya ingin melaporkan kepada Anda jika..." seorang Aidjin berparas sangat cantik membungkuk hormat kepada Feng Sha. Aidjin ini memiliki roh gagak sehingga dia memiliki warna sayap yang gelap. Dia bernama Gao Ming.


Feng Sha melirik sinis kepada pelayan Aidjin gagak yang ingin memberikan laporan kepadanya. "Katakan!" Ucap Feng Sha seperti menahan amarah."


Aidjin gagak, Gao Ming itu pun mengangguk dan kemudian berdiri sambil menyunggingkan sebuah senyuman yang didalamnya penuh dengan kemenangan. "Saya ingin melaporkan bahwa Aidjin Mera Sala membiarkan wanita ini alias tamu Anda untuk menghancurkan kasur penyembuhan kesayangan anda. The healing bed hancur tidak bersisa."


Dengan raut wajah yang semakin gelap Feng Sha membuka mulutnya. "Mera Sala apa itu benar?" tanya Feng Sha


Wanita yang memiliki sayap hitam keabu-abuan yang bernama Mera Sala langsung bertekuk lutut walaupun sebenarnya itu tidak benar tapi dia tetap bertekuk lutut. Mera Sala lebih memilih untuk tidak mengatakan yang sebenarnya karena dia takut Lian Song akan dibunuh oleh Feng Sha, Dengan menggigil, "Be-benar Yang Mulia. Sa-saya akan menanggung semua kesalahan Saya."


"Yang Mulia.... izinkan aku menemani Sala untuk menerima hukumannya." Gwatia Garem juga langsung bertekuk lutut dihadapan Feng Sha.


"Hmmm? kasur es?" tanya Lian Song.


mendengar pertanyaan Lian Song, Gao Ming angkat bicara dengan nada mengejek, "Kasur penyembuhan adalah kasur yang berumur jutaan tahun lamanya yang sangat langka dan tidak boleh dirusak. Anda pasti akan dihukum, mati. Begitu juga dengan dua pelayan yang tidak becus." Ucapnya sambil melirik 2 pelayan yang masih bertekuk lutut.


"Lian Song, Apa kau benar-benar menghancurkan kasur penyembuhanku?" tanya Feng Sha dengan nada yang rendah. Semua orang yang bernyawa pun langsung bergidik ngeri karena Feng Sha terkenal dengan salah satu Given yang sangat sadis dan juga salah satu Ratu yang paling ditakuti.


Lian Song tersenyum, "...ah aku bukan menghancurkannya..."


"Lalu?" tanya Feng Sha


Dengan tanpa dosa dan terlihat penuh kebanggaan milik Lian Song, "...aku memakannya."


semua orang yang berada di ruangan langsung pingsan berjamaah.

__ADS_1


"Kau apa?" tanya Feng Sha tidak percaya dan menatap Lian Song dengan tatapan horor.


Melihat Feng Sha yang tidak paham maksud dari Lian Song, dia pun mengulanginya lagi dengan lebih spesifik. "Aku memakannya dengan cara menyerutnya, karena rasanya sedikit hambar jadinya aku ingin memakannya dengan sirup maple yang diberikan oleh Garem dan Sala. Tapi setelah itu Sala dan Garem bilang bahwa sirup maple nya habis jadinya aku berinisiatif pergi ke ruangan 'ruangan pemasak' dan ternyata disana sangat banyak sirup maple dan sirup madu... hehe, jadinya aku menggunakan mereka untuk es serut ku." kata Lian Song dengan raut wajah tanpa dosa seolah-olah hal yang dilakukan Lian Song bukanlah hal yang salah.


Wana yang sedari tadi berwajah datar kemudian sekuat mungkin menahan tawanya mendengar kepolosan yang diutarakan oleh Lian Song.


Feng Sha dengan nafas yang sangat berat menahan emosi, "Jadi apa yang harus aku lakukan kepada kalian?" kata Feng Sha dengan senyuman horor terpatri di wajahnya.


Mendengar ucapan Feng Sha, Gao Ming kemudian mengeluarkan senjata pecut sambil tersenyum sumringah. 'Aku bisa menggunakan ini sebagai batu loncatan untukku, mana tahu dengan menggunakan keadaan ini aku bisa menjadi Aidjin milik Nona Feng Sha.' batin Gao Ming sambil berjalan ke arah Lian Song dan kemudian mempecut punggung Lian Song sehingga Lian Song tersungkur.


"Kenapa kau melakukan itu kepadaku?." Tanya Lian Song meringgis kesakitan. Bukannya di jawab, Gao Ming malah menjambak rambut putih Lian Song sehingga dia harus mendongak untuk melihat Gao Ming.


"Aku tidak suka melihat Aidjin penjilat sepertimu menggoda Nona Feng Sha, akan ku buat wajah cantik mu lebih cantik dari ini." Ucap Gao Ming hendak melukai wajah Lian Song.


SRAAAAAAKKKKKKK!


Semua orang yang berada di ruangan langsung menatap horor kearah Gao Ming.


"Nona? " tanya Gao Ming tatkala Feng Sha malah menjambak rambut Gao Ming dengan sangat kasar hingga tubuhnya benar-benar tertarik kebelakang akibat tarikannya yang kuat.


"Siapa yang menyuruhmu untuk melukai kekasihku?" Marah Feng Sha dengan kobaran api biru yang menyelimuti tubuhnya. Wana yang melihat Lian Song di perlakukan seperti itu juga berniat untuk memotong tangan dari Gao Ming namun dihentikan oleh Feng Sha.


"Tapi Nona! Aidjin ini sudah memakan kasur anda yang telah berumur jutaan tahun." bela Gao Ming.


Feng Sha menatap jijik ke arah Gao Ming. "Lalu?"


"Seharusnya Anda menghukum mati Aidjin itu."


Feng Sha tertawa, "Lalu kau pantas melakukannya untukku?"


Gao Ming terdiam dan kemudian berusaha melepaskan jambakkan rambutnya.


"Kau berani sekali melawanku Aidjin!" Kata Feng Sha murka dan membakar Gao Ming hidup- hidup.


Lian Song yang melihat kejadian itu berniat untuk memadamkan api namun langsung di cegah oleh Wana. Wana memberikan isyarat untuk tidak melakukan apa pun alias jangan ikut campur.


Suara amarah Gao Ming terdengar sangat memilukan. Sumpah serapah tak luput keluar dari mulut nya dikarenakan rasa sakit yang menjalar disekujur tubuhnya.


Lian Song yang tidak tega langsung berlari ke arah Feng Sha dan langsung memeluk kakinya. "Hentikan Nona Feng Sha!" kata Lian Song yang tidak berani memanggil Feng Sha hanya dengan panggilan namanya saja. "Aku yang salah, Aku mohon ampuni dia."


Feng Sha menatap Lian Song dengan tatapan dingin dan sedetik kemudian Feng Sha melenyapkan api yang membakar tubuh Gao Ming. "Lian Song, Istana ini adalah milikku, aturanku dan tidak ada yang boleh berbuat seenaknya di kastilku."


"Hmmm kalau begitu jadilah Aidjin ku." kata Feng Sha langsung sambil mengangkat wajah Lian Song lembut.


Lian Song sedikit melirik ke arah Wana meminta bantuan namun Wana hanya tersenyum lembut ke arah Lian Song.


"... Apakah aku boleh menolak?" tanya Lian Song


Seketika semua Aidjin yang berada di ruangan melongo, dikarenakan ada Aidjin yang tidak mau diambil oleh Given terkuat seperti Nona Feng Sha.


Feng Sha menghela nafas dan kemudian menatap Lian Song lembut. "Baiklah kalau begitu, karena kepolosan dirimu yang tidak disengaja dengan memakan harta berhargaku maka aku harus menghukum kalian bertiga untuk pergi ke kota YanLe yang berada di barat kota Ygdrasiel. Lian Song, kau masih berstatus Given Xian Lu, namun kondisinya adalah untuk sekarang ini dia merupakan Given sementara jadi... kau harus mengikat kontrak denganku agar aku bisa pergi bersamamu ke Kota YanLe."


Lian Song berdiri dan kemudian tersenyum ke arah Feng Sha, "Aku akan mengemban misi ini Nona Feng Sha, tapi aku tetap kepada pendirianku."


`Nona Feng Sha ditolak sebanyak 2 kali.' batin para pelayan Aidjin yang berada di ruangan tersebut tidak percaya terhadap wanita mungil dihadapannya.


"Huh... kau benar- benar keras kepala, dan beruntungnya Given sialan itu."


Feng Sha awalnya memang menyukai Xian Lu, namun saat mengetahui demi wanita yang bernama Shiori, Xian Lu tega berbuat hal keji kepada Lian Song membuat dirinya sangat marah dan juga mulai membenci Xian Lu. Dan bodohnya lagi, lelaki cantik dihadapannya tetap menunggu lelaki itu.


"Jadi... apa yang harus aku lakukan Nona Feng Sha?"


-------------‐------------------------------


[Numa: Buah Watadosia adalah buah-buahan yang sangat langka yang hanya tumbuh di kota YanLe]


Huh... aku kira Feng Sha akan menyuruhku memuntahkan semua sirup yang aku makan dan juga kasur es nya, Dan juga aku tak menyangka jika Feng Sha masih memiliki 3 lagi kasur es penyembuhan. Dia benar-benar menakutkan.


[Numa: Main Quest: Chapter 1: Kutukan Gerhana Bulan]


[Numa: accepted! ]


Hah?! masih chapter 1? jadi yang kemaren-kemaren itu yang hampir menewaskanku adalah cerita pengantar?


[Numa: A....]


[Numa: maintenence....]


Oi! Numa...!


Cih dia malah mengupgrade dirinya... dasar Numa.

__ADS_1


"Nona... anda baik-baik saja?" tanya Mera Sala yang sekarang berada di depan Lian Song menatapnya dengan mata kecoklatan miliknya.


Sekarang ini Lian Song, Gwatia Garem dan Mera Sala sedang berada di atas kereta kuda yang akan membawa mereka ke kota YanLe. Sesuai dengan perintah Feng Sha Lian Song harus membawa buah watadosia dari kota YanLe yang jaraknya sekitar 7 hari 8 malam perjalanan. Sebelum keberangkatan Lian Song, Feng Sha memberikan sebuah token emas yang berguna sebagai pengenal dan untuk memudahkan mereka untuk melintasi antar kota dengan mudahnya.


"Sala sudah kukatakan kalau Tuan Lian Song adalah seorang pria." Ucap Gwatia Garem.


"Itu tidak benar! ya kan Nona?" tanya Sala lagi


Dengan canggung, "... aku seorang pria, Sala." kata Lian Song menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Heeeeeee! tidak mungkin, aku merasakan hawa wanita darimu." Ucap Sala terkejut dan tidak percaya bahwa Aidjin yang ada dihadapannya ini berjenis kelamin laki-laki.


"Itulah kenyataannya Sala, maafkan aku."


"Garem... kenapa kau bisa mengetahuinya?"


Wajah Garem sedikit memerah dan kemudian memalingkan wajahnya dari Lian Song dan Sala yang menunggu jawabannya.


"Kenapa wajahmu memerah?" Tanya Lian Song, "Apa kau sakit?"


"Itu karena tipe roh kambing sepertiku identik dengan sihir gelap." jelas Garem


Lian Song dan Sala langsung melirik satu sama lain. "Kemudian hubungannya dengan dirimu yang tahu bahwa tuan Lian Song adalah pria apa?" tanya Sala bingung


"Aku dapat melihat tower mini." kata Garem berbisik namun masih dapat di dengar oleh Lian Song yang mulai memerah menahan malu.


"Aku tidak mendengarnya dengan jelas Garem." kata Sala.


Lian Song panik, "Sala sepertinya didepan ada padang rumput yang luas." kata Lian Song mengalihkan pembicaraan tentang dirinya.


Sala yang tertarik dengan padang rumput langsung mengeluarkan kepalanya untuk melihat padang rumput yang sangat luas, "Indahnya... anginnya juga sangat lembut. Tapi, jika anginnya seperti ini aku harap tidak akan terjadi badai."


"Badai?" beo Lian Song.


"Sala memiliki kekuatan yang bisa memprediksi cuaca Tuanku." jawab Garem.


"Padahal cuacanya sangat bagus sekali...." Kata Lian Song menyayangkan bahwa akan terdapat badai di depan yang akan menanti mereka.


Perjalanan yang dilakukan oleh mereka bertiga diisi dengan pengetahuan mendasar dari setiap roh yang diajari oleh Garem dan Sala. Garem memiliki kemampuan penglihatan iblis sedangkan Sala memiliki kemampuan pengetahuan akan bencana alam dan juga kemampuan sihir berupa code: angin.


Disaat Sala tertidur, Garem memulai pembicaraan, "Tuan, aku ingin bertanya." tanya Garem dengan raut wajah yang serius.


"Ya?"


"Apakah anda bisa memiliki 2 Given?"


Lian Song terkejut dan sedetik kemudian dia mengingat bahwa Feng Sha ingin menjadi Given miliknya.


"... aku tidak tahu akan hal itu..."


Garem menghela nafas, "Aku pernah membaca sebuah buku kuno yang mengatakan konon ada suatu kondisi tertentu yang bisa membuat Aidjin memiliki lebih dari 1 Given. Aidjin yang memiliki lebih dari 1 Given dapat membuat dirinya dan Given yang mengikat kontrak dengannya menjadi sangat kuat dan bahkan bisa menghancurkan 7 negara sekaligus."


Lian Song mendengarkan dengan seksama apa yang akan diutarakan oleh Garem.


"Namun, dikarenakan kekuatan Aidjin ini sangat berbahaya maka Aidjin yang dinamakan AlphaJin ini harus dibunuh. Oh iya, syarat untuk menjadi AlphaJin adalah memiliki lebih dari satu roh." kata Garem sambil menatap Lian Song tepat menusuk mata hijau terang milik Lian Song.


Lian Song langsung membeku tatkala Garem mengatakan bahwa Aidjin yang memiliki roh lebih dari satu harus dibunuh, Seketika dia langsung mengingat bahwa roh raja rusa yang di sembunyikan oleh Feng Sha. Lian Song melirik tangan kanan Garem yang tertutupi sarung tangan dan menyadari orang yang ada dihadapannya ini merupakan seorang Given.


"Ga-Garem kau adalah Given?" tanya Lian Song terkejut.


"Ya, lebih tepatnya aku adalah seorang Biven."


"A-ahh begitu...." kata Lian Song canggung


Aaahh sial, jika dia adalah seorang Given dan dia seperti Xian Lu maka aku mohon selamatkanlah pantatku...


Garem tertawa sambil memegang kepalanya.


"Ada apa?"


"Walaupun aku ingin sekali menjadi Given milikmu, tetap saja aku tidak cukup kuat mengalahkan Nona Feng Sha, jadi aku tidak akan bisa menyentuh pantatmu Tuan Lian Song."


"A-apa?! kau- kau bisa membaca fikiranku?"


"Hmmm, tidak juga hanya saja aku menebak isi fikiranmu kemana. karena Nona Feng Sha dan Wana merupakan pasangan Given dan Aidjin sejenis, begitu juga denganmu bukan?"


Wah..... lelaki yang ada dihadapanku benar-benar berbahaya.


.......


^^^Bersambung....^^^

__ADS_1


__ADS_2