New World Program

New World Program
15. Goa Giannuang 4


__ADS_3

Ah~ biarin aja deh, karena aku tahu, aku ada disini karena dibangkitkan dan dimasukkan ke dalam New World Program untuk membantu si pemeran utama. Namun kematian itu sendiri yang membuatku takut. Masa aku harus mati lagi?????!!!! Hah~ mumpung berada di dunia ini aku ingin menikmati hidup saja dan akan kupikirkan lagi untuk menyelamatkan nyawaku sendiri. Dan aku beruntung memiliki NPC seperti Vun Nora dan juga Chung-Chung yang mau membantuku. Sungguh dunia yang aneh. Juga Systemnya yang juga nyebelin seenak jidatnya saja.


 


[System : .... ]


 


“Code: Potret.” Kata Lian Song setelah melirik Xian Lu yang mengikutinya dari belakang.


 


“Untuk apa kau melakukan itu Shiro?” tanya Xian Lu karena tiba-tiba Lian Song melukis Xian Lu yang berjalan seperti seorang model. Sangat keren dan juga tampan.


 


“Ini akan ku simpan haha. Aku akan menunjukkan ke orang-orang wajah jelekmu suatu saat nanti.” Kata Lian Song sambil cengengesan. “Mumpung aku memiliki item ini maka aku akan menggunakannya untuk mengabadikan apapun yang membuatku terkesima sehingga aku tidak akan lupa bahwa aku pernah di dunia ini haha.”


 


Xian Lu tertegun dengan ucapan Lian Song dan bibirnya menyunggingkan sedikit senyuman jahil, “Kau sudah terbiasa dipanggil dengan nona? Nona Xian?”


 


“Nona Xian?!” sedetik kemudian Lian Song memerah karena malu dikarenakan yang dimaksudkan oleh Xian Lu dengan Nona Xian adalah sebagai istri Xian Lu. “HA?!! MANA MUNGKIN!” teriak Lian Song.


 


Xian Lu tersenyum sambil menutupi mulutnya. Dan Lian Song pun langsung menggunakan item lukis untuk mengabadikan moment ini.


 


[System: selamat Lian Song mendapatkan +100 point]


[System : skill pasil Zona Nyaman lvl 6]


[jumlah point 300]


 


Xian Lu Benar-benar keren, namun entah kenapa rasanya sesak. Aku... tidak mungkin cemburu kan? Bagaimana jika dia lebih memilih wanita bernama Shiori ini daripada aku? AHHH!!!! Aku masih normal! Tapi, bagaimana jika memang benar Xian Lu memilih Shiori?


 


.


.


.


 


Sekitar jam 9 malam, semua perlengkapan yang dikumpulkan Xian Lu sudah selesai dan mereka pun akan pergi malam ini juga. Setelah berpamitan dengan Feng Sha, Lian Song dan Xian Lu akan melakukan perjalanan selama kurang lebih 13 hari untuk sampai di Gunung Tuang Lung.


 


“Xian Lu, kenapa kita harus pergi malam-malam begini?” tanya Lian Song yang sekarang mereka sudah berada di luar Kota Ygdrasiel dengan mengendarai Modge yang dibawa oleh Xian Lu. Lian Song memegang pinggang Xian Lu agar tidak terjatuh dari motor besarnya.


 


“Kalau besok pagi akan semakin ramai, dan monster yang kuat akan habis.” Jelas Xian Lu.


 


“Ha???! Kau ingin aku melawan monster yang lebih kuat dariku? Kau mau aku mati ha?” tanya Lian Song.


 

__ADS_1


“Jika kau mati, aku pasti akan sedih Shiro.” Ucap Xian Lu dengan nada suara yang berpura-pura sedih.


 


Shiro lagi, Shiro lagi... dia sangat jarang memanggil namaku dengan Lian Song. Apa salahnya memanggilku dengan nama Lian Song. Dia memanggil namaku saja bisa di hitung dengan jari. Sial.


 


Lian Song yang asyik bergumam dalam fikirannya tatkala sangat takjub dengan pemandangan langit yang di paparkan di bingkaian indah matanya. Sangat banyak bintang yang bertaburan di malam yang bercorak hitam kebiruan, diikuti dengan garis bintang yang sangat jelas di mata Lian Song. Ditambah lagi malam hari ini benar-benar sangat terang di sinari rembulan yang merupakan bulan penuh. Gerhana Bulan.


 



“Pegangan Shiro.” Kata Xian Lu dan seketika Modge itu terbang setelah melompati tebing.


 


“Modge bisa terbang?” tanya Lian Song heran.


 


“Bisa, hanya membutuhkan Mana dan juga energi yang lainnya untuk mengaktifkannya. Kau hanya perlu membayangkannya untuk terbang. Fokus dan gunakan sihirmu.” Jelas Xian Lu.


 


Lian Song sekarang bisa dengan jelas menatap langit di hadapannya yang sangat luas.Seakan dia hidup hanya untuk menatap ruangan yang penuh dengan bintang dan seketika itu juga Lian Song membayangkan dia dan Xian Lu yang naik Modge diatas angin dengan latar belakang jutaan bintang, dan setelah itu menggunakan item sihir potret untuk mengabadikan momentnya.


 


Angin yang semilir memberikan wangi citrus yang menguar dari tubuh Xian Lu, sangat nyaman dan juga tenang. Tanpa sadar Lian Song ketiduran di punggung Xian Lu. Xian Lu tahu bahwa Lian Song sedari tadi terus menatap langit sehingga dia berinisiatif untuk membawa Modge-nya terbang sehingga Lian Song bisa melihat langit dengan lebih leluasa.


 


“Ah~ mana ku habis”. Kata Xian Lu dan seketika itu juga Modge Xian Lu menghilang dan mereka terjun bebas dari atas langit dengan posisi Lian Song yang masih ketiduran. Xian Lu memerhatikan wajah Lian Song yang terbuai mimpi dan tanpa sadar Xian Lu mencium bibir mungil Lian Song lembut tanpa adanya nafsu, namun yang ada hanya raut wajah yang tidak bisa di artikan. Xian Lu menggapai Lian Song dan kemudian menggendongnya ala pengantin.


 


 


“Aku benar-benar bodoh.” Kata Xian Lu memerhatikan Lian Song yang terlelap di pangkuannya.


 


.


.


.


 


Cirp cirp.


 


Lian Song membuka matanya karena cahaya matahari yang memaksa masuk kedalam indera penglihatannya. Mata bewarna hijau terang itu melirik kesegala arah hanya untuk menemukan dirinya bersandar di sisi pohon besar dengan kesekelilingnya hancur porak poranda, hanya pohon besar ini saja yang masih utuh.


 


“Uwaaa? Ada apa ini?” tanya Lian Song entah kepada siapa.


 


Oi System? Ada apa? Apa aku melewatkan sesuatu?


 

__ADS_1


[System: memulai flash back 4 jam yang lalu]


 


System memperlihatkan dimana Xian Lu yang ke habisan mana dan menggunakan hampir sebagian energinya hanya untuk mendarat agar Lian Song tidak terbangun. Setelah itu Xian Lu meletakkan Lian Song yang terlelap di pohon besar. Namun Xian Lu harus berhadapan dengan segerombolan Given yang beranggotakan 2 Given dengan 3 Aidjin. Pertarungan sengitpun tidak bisa dihindarkan.


 


[System: flash back 4 selesai]


 


“Padahal dia bisa membangunkanku.” Kata Lian Song. “Sekarang dimana dia?”


 


“Siapa?”


 


Suara baritone yang sering terdengar di indera pendengaran Lian Song, siapa lagi kalau bukan Xian Lu.


 


“Da-darimana saja kau?” tanya Lian Song memerhatikan tubuh Xian Lu yang toples memamerkan tanda seperti ular yang berada di bahu sebelah kanannya yang perlahan menyusut hingga mengecil, dan perlahan tato yang berbentuk ular itu membentuk kobaran api kecil di punggung tangannya. “Tanda itu hidup?”


 


“Tentu saja. Terkadang seorang given juga bisa memberikan bentuk seperti Aidjin.” Jawab Xian Lu yang sekarang sedang membakar daging besar yang didapatkan entah darimana.


 


“Sebenarnya roh milikmu apa?” tanya Lian Song yang sekarang berada di samping Xian Lu dan mengeluarkan baju dari inventory Xian Lu sehingga dia tidak memamerkan tubuh seksinya lagi yang membuatnya malu sendiri melihat tubuh seksi Xian Lu.


 


Xian Lu menerima pakaiannya sendiri, “Kau tidak bisa melihatnya sendiri?” tanya Xian Lu


 


“Tidak, aku tidak tahu rohmu seperti apa.”


 


“Jika aku memperlihatkan bentuk rohku padamu. Maka kau akan ketakutan Shiro.”


 


“Sejelek itukah? Cacing?” ledek Lian Song.


 


Xian Lu sedikit menyunggingkan senyuman, “Sepertinya aku harus memberi pelajaran pada Aidjin bodoh seperti mu. Jangan harap aku akan memperlakukanmu dengan baik setelah ini.” Seringai Xian Lu dengan wajah horor sambil menatap Lian Song.


 


 


.......


.


.


...Bersambung...


Haloha Fast upload Check!

__ADS_1


__ADS_2