New World Program

New World Program
28. TOKOH BARU part 2


__ADS_3

Aaahh sial, jika dia adalah seorang Given dan dia seperti Xian Lu maka aku mohon selamatkanlah pantatku...


Garem tertawa sambil memegang kepalanya.


"Ada apa?"


"Walaupun aku ingin sekali menjadi Given milikmu, tetap saja aku tidak cukup kuat mengalahkan Nona Feng Sha, jadi aku tidak akan bisa menyentuh pantatmu Tuan Lian Song."


"A-apa?! kau- kau bisa membaca fikiranku?"


"Hmmm, tidak juga hanya saja aku menebak isi fikiranmu kemana. karena Nona Feng Sha dan Wana juga merupakan pasangan Given dan Aidjin sejenis, begitu juga denganmu bukan?"


Wah..... lelaki yang ada dihadapanku benar-benar berbahaya.


"Tapi..." kata Garem dan mendekat ke wajah Lian Song sambil mengangkat dagunya, "... lain lagi kalau anda yang memintaku menjadi milikmu aku akan senang hati menerimanya." kata Garem dengan suara yang terdengar sedikit menggoda.


Mendengar perkataan dari Garem, Lian Song sedikit mundur dengan wajah yang sedikit merona. Melihat tingkah Lian Song yang merona karena ulahnya membuat Garem ingin menggoda Lian Song lagi.


"Tuan! didepan ada badai Tuan ...kita akan membuat perlindungan di dekat bebatuan ini Tuan." Lelaki paruh baya membuka pintu penumpang kereta sedikit kasar di karenakan badai yang sangat besar akan segera datang dan dia ingin mengingatkan penumpang lainnya agar segera keluar dari kereta namun bagi Garem hal ini merupakan momen yang menyebalkan sehingga Garem kesal ke arah lelaki itu lantaran acara menggoda Lian Song terganggu


Mendengar kesempatan ini Lian Song langsung keluar dari kereta dengan cara melompat dikarenakan keretanya lumayan tinggi, melihat beberapa Aidjin sedang merapalkan mantra untuk membuat code: perlindungan. Bentuk dari perlindungan itu membentuk sebuah rumah pondok kecil transparan namun kokoh yang bisa di tempati. Selain dari Grup Lian Song yang terdiri dari 3 orang terdapat 3 orang lagi yang tujuannya sama dengan Lian Song yaitu ke kota YanLe. ketiga orang ini merupakan sekumpulan pria yang elegan dan hanya satu dari mereka yang menggunakan pakaian bewarna putih keemasan. Tubuhnya tinggi dengan rambut panjangnya, wajahnya tampan dan ketika matanya berhadapan dengan Lian Song lelaki itu langsung tersenyum memberi penghormatan kepada Lian Song.


"Tidak biasanya ada badai saat sekarang ini... padahal aku sudah memprediksi bahwa badai akan terjadi nanti malam." kata lelaki paruh baya itu sambil mengambil semangkuk sup yang ada di hadapannya.


"Apakah hal ini adalah hal yang buruk?" tanya Lian Song.


"Hmmm, entahlah aku juga tidak terlalu tahu. Tapi badai seperti ini biasanya membawa monster mengerikan." lelaki paruh baya itu melihat Lian Song dan kemudian tersenyum ramah. "Nona, anda sepertinya sangat baru ditempat ini? apakah nona tidak tahu bahaya badai seperti ini? bukan hanya monster namun juga terdapat pergolakan mana yang akan membuatmu pusing dan juga nantinya akan hilang" jelasnya ramah.


"Anda benar tuan, saya memang merupakan pendatang baru disini dan saya ingin ke kota YanLe. Menurut Anda Tuan, apakah ada jalan tercepat untuk sampai ke kota YanLe selain mengikuti datangnya badai ini?" tanya Lian Song ramah cepat dan tepat.


"Hmmm sepertinya tidak ada Nona. Sebaiknya kita menunggu sampai badai reda saja Nona, karena sangat beresiko." jelas lelaki tersebut, "...Nona perkenalkan namaku adalah Lua Hung."


Lian Song tersenyum membalas senyuman yang di berikan oleh Lua Hung, "Perkenalkan juga nama ku adalah Lian Song Tuan Lua Hung."


"Nama yang indah Nona Lian Song, Jika aku boleh bertanya apa tujuan nona untuk pergi ke kota YanLe?" tanya Lua Hung.


Dengan sedikit tertawa Lian Song menjelaskan urusan dia ke kota YanLe adalah untuk mencari buah Maple Watadosia tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Karena dia tidak ingin ada orang lain yang menertawakan kebodohannya yang memakan obat penyembuhan dan defense dari Feng Sha.


Lua Hung kemudian tersenyum sebelum mengutarakan jawabannya dengan mengatakan bahwa Lian Song sudah berada dijalan yang benar, "Kita hanya menunggu badai ini reda dan setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan, Tetapi setahuku untuk mendapatkan buah maple watadosia itu sangatlah susah. dikarenakan aku dengar juragan pemiliknya itu adalah orang yang sombong dan juga arogan."

__ADS_1


"Benarkah? Tuan Lua?" tanya Lian Song.


"Dan konon katanya, dia hanya tertarik akan kecantikan. Dasar juragan impoten." tambah Lua Hung sambil terkekeh pelan.


Lian Song yang mendengar hal ini langsung mengangkat alisnya. "Impoten?"


"Iya Impoten. Dia adalah lelaki yang tidak bisa berdiri kau tahu." kata Lua Hung sambil mempraktekkan jari telunjuknya keatas dan kebawah.


"O-oh aku paham." kata Lian Song sedikit tersenyum garing.


"Hmmm dan aku rasa dia juga alergic dengan udang." lelaki berbaju putih yang sedari tadi mendengarkan percakapan Lian song dan Lua Hung ikut dalam percakapan sambil duduk di dekat perapian.


Lian Song sedikit terpesona melihat lelaki tampan yang berada diseberangnya dan mengetahui bahwa lelaki itu adalah seorang Given seketika Lian Song memalingkan wajahnya.


"Tuan, anda mau kepiting?" tanya Garem kepada Lian Song yang terdiam sejenak.


Lian Song menoleh dan kemudian tersenyum sambil mengambil kepiting hidup yang ukurannya sebesar kepala, "Apakah kepiting ini sudah dicuci terlebih dahulu?" tanyanya.


"Sudah tuan," kata Lua Hung cepat dikarenakan kepiting tersebut merupakan makanan yang terdapat di kereta kuda. Dan setelah mendengar pernyataan langsung dari Lua Hung, Lian Song langsung memagangnya di perapian.


"Apakah kepiting yang dibakar seperti itu enak? " tanya lelaki tampan yang belum diketahui namanya tersebut.


"Benarkah? " tanya lelaki itu lagi sambil memperhatikan Lian Song yang begitu mungil dan juga cantik.


Lian Song mendongak dan memperlihatkan matanya yang besar bewarna giok terang. "Aku akan membaginya untukmu Tuan...? a hmm... nama Anda Tuan?" tanya Lian Song sopan.


"Ah... maafkan kelancanganku Nona, namaku Zuya Zifan. Dan mereka berdua adalah Bifenku Duan Vuxeng dan Bak Nong."


Duan Vuxeng memiliki tubuh yang sedikit kecil dan juga lebih pendek dari Bak Nong. Mereka berdua bertubuh kekar dan kelihatannya kuat Duan Vuxeng memiliki senjata pedang dan sedangkan Bak Nong memiliki Saber atau pedang besar.


Lian Song memberikan anggukan sebelum dia memperkenalkan dirinya sendiri "Ah salam kenal Tuan Zuya dan Tuan Duan dan Tuan Bak. Perkenalkan namaku Lian, Lian Song." kata Lian Song memperkenalkan diri sambil tersenyum memamerkan deretan gigi rapih nan putih miliknya diikuti dengan lengkungan bibir ranum yang meminta untuk dikecup.


Sedikit terpana, "A-ah salam kenal Lian." ucap Zuya salah tingkah sambil menggaruk kepalanya canggung. Zuya melihat sekeliling, "...dimana pemilikmu?" tanya Zuya ramah.


"A-ah itu... cerita yang panjang hehe." jawab Lian Song seadanya sambil cengengesan tak jelas


Dan ini baru saja 5 hari semenjak Xian Lu dihukum di lembah kesengsaraan. Apa dia baik-baik saja ya.


Drap Drap

__ADS_1


Suara banyak langkah yang terdengar dari arah badai pasir. Semua orang yang berada disana langsung memasang tampang was was namun berbeda dengan Lian Song yang masih sibuk dengan kepiting bakarnya dan juga bumbu-bumbu masakan yang diberikan Lua Hung.


"Cih! aku tak menyangka jika badai sialan ini menghambat laju perjalananku ke kota VongCa." kata seorang wanita cantik yang dibalut dengan kain sutra bewarna merah dan tubuhnya dilengkapi dengan perhiasan bewarna emas. Wanita itu terlihat kesal dikarenakan perjalanannya yang tertunda.


Wanita yang sangat cantik ini dikawal oleh 2 Bifen besar dibelakangnya dan terdapat seseorang lagi yang dibelenggu oleh rantai . Seperti halnya seorang gembel atau budak.


Berlari tergesa-gesa, "Ah Tuan Lua....! aku tidak menyangka akan bertemu dengan Anda. Aku mohon untuk bergabung dengan Anda sampai badai reda. Bolehkah?" tanya lelaki yang sedikit bungkuk yang merupakan kusir pembawa kereta kuda lainnya yang kebetulan mencari tempat untuk berteduh.


"Kurasa begitu sebaiknya tuan Go. Mari silahkan bergabung..." ucap Tuan Lua ramah menyambut lelaki yang bernama Go.


Wanita cantik yang sedari tadi nampak kesal mulai berjalan dengan angkuhnya. "Aku tidak menyangka akan bertemu dengan rakyat jelata." ucapnya sarkas.


"???" hal ini membuat Duan dan Bak langsung melirik kearah wanita sombong tersebut dengan aura yang marah.


"Dasar sampah berani melihat Nona Mo? kalian lebih baik mati saja." kata salah satu Bifen yang dibawa oleh wanita berpakaian merah yang dipanggil Nona Mo dengan mendaratkan tendangan telak yang langsung ditangkis oleh Bak dengan tangan kirinya.


Bak menatap Bifen didepannya dengan tampang datar, "Kau juga seorang Bifen, Sampah." balas Bak tanpa mengubah ekspresinya sama sekali


"Hmm? ada apa itu? Garem?" tanya Lian Song melirik wanita cantik yang berada di belakang Bifen yang saling tatap tatapan dengan aura membunuh. Dengan berbisik, "...sst, Garem apakah semua Bifen itu selalu adu jotos?" tanya Lian Song pelan sambil menutup mulutnya sedikit.


Melihat tingkah lucu Lian Song dan juga menghirup bau wangi tubuhnya membuat wajah Garem sedikit memanas dan berdehem pelan untuk membuat junior dibawahnya kembali tidur. "Sepertinya begitu Tuan," balas Garem juga berbisik kearah telinga Lian Song tentu saja dengan sedikit modus.


[Numa: Selamat Lian Song mendapatkan +50]


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


^^^^^^Bersambung...^^^^^^


halo minna... yasashiburi daneeee


bagaimana kabarnyaaaaa


sudah sangat lama tidak lagi update T_T


tapi akhirnya ada waktu untuk update lagi minna... maafkan aku ya minna


untuk kedepannya mohon bantuannya minna


tee-hee

__ADS_1


untuk cerita2 sebelumnya akan ada perbaika berjangka minna... (dan bagi yang mau pdfnya silahkan chat aku yaaa minnaa)


__ADS_2