
Apakah aku harus memilih untuk ikut dalam membunuh Cumi Raksasa itu ya? tapi jika aku ikut... hmmm memang bisa dijadikan makanan lezat sih, namun tetap aja entah kenapa cuminya kok imut.
[Numa: Terima +10.000 point]
[Numa: menolak 0 point]
Lian Song tidak menanggapi sub quest yang terdapat di layar yang berada tepat dihadapannya seperti monitor dan lebih memilih mengabaikannya dan menghilangkan layar yang ada dihadapannya.
"Tao Rou, We Anj, Code :Skill Bifen: Tarian Banteng Tanduk diaktifkan. mengamuklah sesuka kalian" Kata Mo Xan Tuong kepada Bifen yang menyerang Bak dan satu lagi lelaki yang sedari tadi hanya diam yang dipanggil We Anj.
"Kali ini aku akan memakan makanan terlezat sedunia dengan membunuhmu Leviathan!" semangat Tao Rou.
Tao Rou dan We Anj mengeluarkan banyak sekali pedang yang berputar dibelakang mereka. Saat Tao Rou menyerang dengan pedangnya pedang-pedang itupun menyerang. begitupun juga dengan We Anj yang saat menyerang Leviathan (Cumi Raksasa) pedang yang ada dibelakangnya pun juga ikut menyerang.
WRAAAAAAUUUU
Suara yang memekakkan muncul dari Cumi Raksasa tersebut seakan-akan dia juga merasakan kesakitan dikarenakan pedang-pedang yang mengenai kulitnya, melihat hal ini Cumi Raksasa tersebut menyerang balik Tao Rou dan We Anj secara barbar dan juga dengan kekuatan yang sangat dahsyat.
"Tuan Lian Song, Sala!" teriak Garem dan berusaha melindungi mereka berdua.
"Kyaaaaaa! dia marah sekali!" teriak Sala yang memeluk tubuh Lian Song.
"Code: Pelindung Iblis." rapal Garem
Lian Song yang berada di dekat Garem tidak sengaja melihat budak dari Mo Xan Tuong yang kesusahan bertahan di tengah badai dengan tubuhnya yang terluka dimana-mana. Pelindung Iblis yang dimiliki Garem berwarna merah transparan yang dapat melindungi siapapun yang ada didalamnya dan menambah efek attack selama 10 menit.
"Tuan Lian Song, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Garem kepada Lian Song yang sedari tadi melihat lelaki berjubah kotor dan kayak gembel.
"Ada apa dengan budak itu, Tuan?" tanya Garem.
Lian Song mendongak melihat Garem dengan matanya yang menyerupai mata kambing dan terdapat tanduk kambing jantan diatas kepalanya.
Ini perasaanku saja atau Garem bertambah tinggi?
__ADS_1
[Numa; sepertinya dikarenakan sekarang Bifen Gwatia Garem memasuki fase setengah manusia, sehingga dia menjadi manusia kambing.]
A...! entah kenapa dikatakan sebagai manusia kambing membuatku sedikit tertawa. Namun tak apa sih... dikarenakan dengan Mode setengah manusia membuat Garem semakin hot. Ha? apa yang aku fikirkan?
"Tuan Lian?" tanya Garem tepat ditelinga Lian Song yang membuatnya terkejut dan reflek menjauhkan telinganya dari suara seksi milik Garem.
Di-dia sengaja.
"Bak! kita juga harus menyerangnya." kata Zuya Zifan dan mengeluarkan pedang cahaya yang muncul entah darimana. "Code: skill lightning!"
Tanpa sepatah kata Bak langsung melayangkan sabernya atau pedang besarnya kearah Leviathan dan efek yang ditimbulkan dari penyerangan Bak adalah adanya kilatan sihir petir dipedangnya. Damage yang diberikan Bak dan Zuya Zifan lebih besar daripada damage yang diberikan oleh Tao Rou dan We Anj yang membuat Bak tersenyum meledek.
"Cih!" kata Tao Rou dan bersiap untuk melancarkan aksinya lagi namun kali ini sungguh sial Cumi Raksasa tersebut malah menangkis serangan dari Tao Rou dan melemparkannya sehingga terdengar bunyi seperti tulang yang patah.
Mo Xan Tuong yang melihat salah satu Bifennya terlempar tidak berdaya malah tidak peduli dan ikut menyerangnya dengan kekuatan tarian sejuta pedang miliknya yang memberikan damage sangat besar yang membuat Cumi Raksasa tersebut mengeluarkan suara yang memekakkan lagi untuk kesekian kalinya dan kali ini Cumi Raksasa itu memgumpulkan semua energinya pada tentakelnya siap untuk menyerang Mo Xan Tuong dan Zuya Zifan.
Lian Song yang sedari tadi melihat pertarungan antara Cumi Raksasa dengan anggota Mo Xan Tuong dan anggota Zuya Zifan terdiam dikarenakan, pertarungan yang sangat epic dihadapannya seolah-olah dia sedang berada dalam sebuah game dan Cumi Raksasa adalah bossnya yang harus dikalahkan.
"Garem, aku ingin menolong lelaki itu dulu." kata Lian sambil berlari keluar dari pelindung Garem.
"Tu-tuan!" Kata Garem panik tatkala Lian Song dengan seenak jidatnya berlari begitu saja tanpa tahu bahaya yang akan datang. Sesaat Garem ingin kembali membawa Lian Song untuk tidak menjauh darinya saat itulah Cumi Raksasa itu benar-benar mengeluarkan skill Code Ultimatenya yang berdampak sangat besar yang menyebabkan garda terdepan Mo Xan Tuong dan Zuya Zifan terhempas ditambah lagi badai yang menyerang pertahanan mereka sehingga sangat mereka kewalahan untuk bertahan.
'Skill Ultimate: Code Pelindung Mutlak Tarian Lotus' kata Lian Song didalam hatinya.
Lian Song mengatupkan kedua tangannya dan memejamkan matanya seolah-olah dia sedang berdoa, dari ujung kakinya muncul tetesan air bewarna emas berkilauan, setelah air emas itu jatuh kepermukaan tanah muncullah setangkai kelopak bunga teratai bewarna keemasan
yang sangat besar, dari setangkai bunga teratai itu juga muncul daunan lebar yang juga menambah kesan bunga teratai yang terdapat di sebuah kolam yang meeah dan juga apik. Kilauan keemasannya bercahaya menyelimuti Lian Song, Garem dan juga lelaki yang berada dihadapannya yang merupakab seorang budak yang menelungkup untuk bertahan dari amukan skill ultimate milik Cumi Raksasa.
"A-apa ini? pelindung tingkat dewa?" tanya Garem melihat pelindung yang muncul berbeda dengan pelindung sebelumnya.
Budak yang berada dihadapan Lian Song terpana melihat tubuh bercahayanya dari ujung kaki sampai ujung rambutnya yang bewarna putih berkilauan seperti emas.
Lian Song membuka matanya perlahan dan mendapati lelaki budak dihadapannya menatapnya dengan warna mata yang berbeda mata kirinya bewarna merah dan mata kanannya bewarna Orange.
__ADS_1
"Ma-mata yang indah." Kata Lian Song tanpa sadar.
Lelaki yang sedari tadi memandang Lian Song langsung salah tingkah dan kemudian menutup kepalanya dengan tudung budak.
sekilas Lian Song dapat melihat warna rambutnya yang memiliki gradien Merah dan Orange. Walaupun wajahnya terdapat memar dan luka namun tidak dapat menutup bahwa dia merupakan lelaki yang tampan.
"A-ano... terimakasih sudah menolongku." katanya dengan suara yang sangat pelan dan sedikit parau.
"Apa kau tidak apa?" tanya Lian Song dan berjongkok dihadapan lelaki itu. Mengangkat tangannya dan diketahui bahwa lelaki tersebut adalah seorang Given.
Lian Song kemudian merapalkan Skill Healer yang dapat menyembuhkannya sehingga luka-luka yang ada disekujur tubuh budak itu hilang.
"Hm, sepertinya aku berhasil menggunakan Skill Heer setelah sudah beberapa lama aku tidak menggunakannya." kata Lian Song sambil tersenyum ke arah budak tersebut.
"A-anda menyembuhkanku?" tanyanya dengan suara yang hampir tidak terdengar.
"Hmm kenapa tidak? kita kan sesama manusia. Hal inilah yang dilakukan sesama manusia yaitu saling menolong." bangga Lian Song mengucapkan hal yang sedikit alay. "Oh ya, siapa namamu?" tambah Lian Song.
"Haxi Senzu." katanya sangat pelan yang mungkin hanya bisa di dengar oleh Lian Song.
Namun tiba-tiba sebuah layar dan suara Numa muncul begitu saja di pandangan Lian Song
[Numa: Selamat Lian Song menemukan tokoh baru Haxi Senju. +500 point]
[Numa: Syarat Main quest terpenuhi 1/2]
[Numa: Total point 45100]
hah? karakter baru?
......................
^^^^^^Bersambung...^^^^^^
__ADS_1