
Kemanapun mataku memandang yang terlihat oleh ku adalah keajaiban. Motor-motor besar pun juga tak kalah mengagumkan! dan seisi kota yang sangat waaah! walaupun aku hanya melihat sekilas saja karena aku sangat lapar, sekarang aku berada di sebuah restoran mewah terkesan elit dengan interior yang sangat menakjubkan tidak lupa pemandangan unik yang disajikan disini adalah wanita seksinya.
wanita-wanita berdada besar bertubuhkan aduhai siap menggoda setiap tamu yang mereka anggap tampan. Contohnya adalah lelaki yang bernama Xian Lu yang sekarang sedang duduk dihadapanku dengan dikelilingi wanita-wanita cantik yang memiliki telinga beraneka ragam. Wanita itu merayu dan menggoda Xian Lu, ingin marah tapi Xian Lu tidak mengubris mereka dan malahan hanya diam. Tapi aku yang kesel mereka berisik.
"...Cih! Berisik!"
"???"
Apa? Xian Lu mengatakan berisik?
Xian Lu menatap dingin orang-orang disekitarnya, "Kalian berisik pergilah. Bau kalian menyengat." Ucap Xian Lu dingin dan perkataannya menusuk.
Bukannya pergi, para wanita jadi-jadian itu malah berkya-kya ria dan malah pingsan.
"Pfft" ledek Lian Song menertawai para perempuan jadi-jadian itu.
Seorang wanita yang memiliki telinga bulat berjalan ke arah Lian Song dengan raut wajah yang kesal, terlihat jelas dari keriput di keningnya.
"Apanya yang lucu? ha?"
"..." Lian Song melirik wanita yang memiliki telinga bulat yang sepertinya dia memiliki roh monyet???
"Kau! Aidjin yang tidak sempurna jangan sombong!" bentaknya kesal.
"Aidjin yang tidak sempurna?" beo Lian Song.
Seketika ruangan yang semula berisik berubah menjadi tenang dengan udara yang terasa sesak dan terdapat tekanan tingkat tinggi yang membuat semua orang disana bertekuk lutut seperti menahan gravitasi bumi yang akan menenggelamkan mereka.
"Ma-maafkan a-ku. Tuan.." lemah wanita yang memiliki telinga bulat berikut dengan wanita yang lainnya. "...kami tidak akan mengganggu mu lagi." ucapnya.
Setelah mendengar penuturan wanita itu Xian Lu melepas belenggu tekanan tingkat tingginya dan semua orang bernafas lega. Wanita-wanita penggoda yang sebelumnya mendekat kearah Xian Lu kabur dengan tidak elitnya.
"Xian Lu, maksud wanita itu apa?" tanya Lian Song.
__ADS_1
Xian Lu menatap Lian Song dan kemudian tersenyum jahil, "Apa kau sedang menggodaku shiro?" Xian Lu memamerkan senyuman jahilnya yang bisa membuat siapa saja luluh dan pastinya akan membuat siapa saja hamil. (Shiro \= putih)
"Hah???!!! siapa yang mau menggoda lelaki jelek dan sadis sepertimu hah!" ucap Lian Song salting.
"Bagus kalau begitu." balas Xian Lu datar tanpa embel-embel.
tidak berselang lama makanan yang sangat mewah pun datang. Lian Song langsung terpana betapa mewah dan mahalnya makanan yang tersaji di hadapannya. Makanan mahal tidak boleh di sia-siakan!
"Selamat makan!" semangat Lian Song.
Xian Lu hanya menatap Lian Song yang makan dengan tidak elitnya. Mulutnya yang kecil belepotan disana sini.
"Xian Lu makanannya enak dan juga lembut. Ayo makanlah bersamaku." ajak Lian Song dengan mulut yang penuh makanan.
"Kau seperti hamster." ucap Xian Lu meledek. "Apakah roh mu sebenarnya adalah seekor hamster, ya?"
"Ehhhh! benarkah?" tanya Lian Song masih dengan mulutnya yang gembul seperti seekor hamster. "...tapi tak apa deh, hamster kan imut."
sebuah suara baritone mulai menginterupsi perkataan Lian Song.
"... Dan tikus sepertimu tidak bisa di sandingkan dengan slasher kuat seperti Xian Lu." tambahnya dengan melirik Xian Lu.
lelaki yang meledek Lian Song ini adalah seorang given fighter peringkat kedua yang bernama Buan He. Lelaki ini bertubuh tegap dan terdapat tato berbetuk capit di bagian tangan kanannya. Dibelakang Buan He terdapat 7 Aidjin yang kesemuanya adalah perempuan.
Xian lu melirik Buan He dengan tatapan dingin tidak mengubrisnya.
"Kepiting?" tanya Lian Song sambil melirik tanda dari Buan He.
Buan He yang mendengar Lian Song mengatakan kepiting menatap Lian Song dengan tatapan tidak suka.
"Pffft" Xian Lu tertawa mendengar ucapan polos dari Lian Song.
"Kepiting yang imut." tambah Lian Song dengan senyuman di wajahnya di tambah dengan wajah Lian Song yang belepotan makanan.
__ADS_1
Buan He menatap Lian Song dengan tatapan dingin namun terkesan cool, "...kali ini ku maafkan karena kau cantik dan imut. Tapi lain kali kau berkata tidak sopan padaku maka akan ku buat kau menyesal." ucapnya dengan penuh penekanan
Lian Song mengangguk dengan ceria sambil memamerkan senyumannya, "Uhm." setelah itu Lian Song kembali memakan makanannya tanpa terjadi apa-apa.
Brak! Buan He melempar meja makanan yang dihadapannya menyebabkan semua makanan yang di atas meja tumpah.
"Hup! untung kepiting rebusnya tidak terlempar!" Lian Song menangkap kepiting besar sesaat Buan He melempar meja.
"Kau!" geram Buan He.
Lian Song dengan mata bulatnya bewarna hijau terang melirik kepada Buan He bingung. Ada apa ya?
[System: selamat Lian Song!]
[skill pasif modal nekat telah aktif.]
[point +50]
[jumlah point 195]
Hah?? modal nekat? ada apa ya?
"Code 25. Buff!" ucap Buan He
EHHHHH????!!!!
^^^**Bersambung....^^^
......\=\=\=......
Hallo ha, terimakasih bagi teman-teman yang sudah membaca cerita dari NWP. jangan lupa tinggalkan jejak nya berupa like, comment and vote nya supaya aku tahu bahwa teman-teman menyukai cerita aku...
stay toon with NWP guys ^_^/ bye bye****
__ADS_1