New World Program

New World Program
18. Goa Giannuang 7


__ADS_3

DUARRRRR! Suara petir menyambar dan saling sahut menyahut di angkasa sana. Diikuti dengan cahaya yang bergemuruh saling menunjukkan siapa yang


paling terang.


Lian Song memperhatikan bahwa sekarang meraka berada di dalam sebuah Goa tempat mereka sebelumnya beristirahat. Goa ini hanya berisikan api unggun kecil dengan pakaian Lian Song yang dibiarkan tergantung begitu saja.


AHHHHHHH! KENAPA TUBUHKU TELANJANG?!


Lian Song memerhatikan bahwa tubuhnya hanya dibalut dengan pakaian Xian Lu yang kebesaran yang menutupi bagian bawahannya saja sedangkan bagian dadanya ditutupi dengan tangan kekar milik Xian Lu. Dan Xian Lu sendiri hanya mengenakan celana panjang. Kaki Xian Lu yang jenjangpun berada di antara dua paha Lian Song.


“Ugh! Berat juga sesak.” Kata Lian Song berusaha untuk memindahkan tangan kekar milik Xian Lu dan memastikan bagian pantatnya tidak sakit. Bukan apa-apa tapi Lian Song sangat takut jika keperawanannya keperjakaannya di gunakan oleh Xian Lu. (?)


DUARRRRR! Sekali lagi suara petir itu mengagetkan Lian Song yang langsung memeluk tangan Xian Lu yang berusaha dia singkirkan, dan Lian Song menggigil ketakutan.


“Shiro kau baik-baik saja?” tanya Xian Lu dengan suara serek khas orang baru bangun tepat di telinga Lian Song yang membuat sesuatu ditubuh Lian Song merespon.


“Ja-jangan berbicara di telingaku Xi-Xian Lu.” Kata Lian Song antara takut dan juga malu karena hanya dengan suara Xian Lu saja bisa membuat tubuhnya merespon. Lian Song menarik tangan Xian Lu untuk menutupi wajahnya.


Xian Lu bangun dengan kaki kanannya berada di tengah-tengah kaki Lian Song dan menarik tangannya dari wajah Lian Song memerhatikan wajah Lian Song yang mungil, tubuhnya sedikit bergetar ketika suara petir menyambar. “Kau takut dengan petir?”


Lian Song mendongak untuk melihat wajah Xian Lu yang berada di atasnya, melihat lekat-lekat pahatan sempurna wajah Xian Lu dengan mata bewarna Goldnya. Lian Song juga melirik bibir merah Xian Lu yang membuatnya ingin sekali


mengecap rasanya.


AHHHH APA YANG KUPIKIRKAN!


Tanpa Lian Song sadari Xian Lu sudah mulai mendekatkan wajahnya kearah Lian Song, sontak Lian Song menutup matanya.


“...”


“...”

__ADS_1


Heran karena Lian Song tidak merasakan apa-apa, dia pun membuka matanya dan melihat Xian Lu yang tersenyum usil.


“Kau! Mengerjaiku Xian Lu.” Teriak Lian Song menahan malu.


Ahhh! Rasanya mau mati saja! Apa yang aku tunggu? Xian Lu yang ingin menciumku?


“Bukannya kau sering bilang kau tidak suka aku yang selalu nyosor?” tanya Xian Lu meledek


“Ka-kau!” Lian Song pun mendorong Xian Lu yang berada di atasnya. Dan setelah itu Lian Song kabur keluar dari Goa dengan keadaan tubuh yang telanjang. Hujan yang deraspun langsung mengguyur Lian Song disertai dengan


suara petir. Lian Song langsung menggunakan code inventory dan menggunakan pakaian untuk membalut tubuh bugilnya.


Goa yang ditempati Lian Song berada di daerah yang penuh dengan bebatuan sehingga suara petir itu menjadi sangat jelas terdengar oleh Lian Song. Berkali-kali Lian Song menutup telinganya dan menunduk agar dia bisa


menghilangkan rasa takutnya dan setelah tidak terdengar lagi dia bangkit dan


berjalan menjauh.


“Shiro!” teriak Xian Lu yang mencoba mengejar Lian Song. “Ugh! Kau tidak apa-apa?” tanya Xian Lu khawatir.


DUARRRR!


Lian Song meringkuk membenamkan kepalanya diantara kakinya.


Xian Lu yang melihat hal itu lantas mendekat dan memeluk Lian Song, “...maafkan aku. Kau bisa sakit.”


Lian Song yang mendapat perlakuan itu hanya pasrah dan membiarkan Xian Lu menggendongnya di pangkuannya. Xian Lu membawa Lian Song kembali ke dalam


Goa dan kemudian melepas pakaiannya sendiri untuk dijemur biar kering. Hanya


celananya saja yang masih melekat di tubuhnya/

__ADS_1


“Dulu, waktu aku kecil... aku dan tiga adikku serta kedua orangtuaku pergi berlibur ke suatu pulau yang didalamnya terdapat beraneka bunga yang bermekaran. Kami adalah keluarga kecil yang bahagia.” Kata Lian Song memulai percakapan selagi Xian Lu mengobati luka pada kakinya. “...Kelinci-kelinci


putih itu dibiarkan saja disana berkeliaran, tanpa takut dengan manusia. Haha ayahku memasak satu atau dua kelinci itu, dan tanpa ku sadari aku memakannya. Ketika aku tahu aku memakan kelinci-kelinci imut itu aku jadi merasa sedih.”


 Xian Lu diam mendengarkan dengan seksama, dan memperhatikan tubuh Lian Song yang mengigil kedinginan. Xian Lu ingin melepas pakaian Lian Song namun dia mengurungkan niatnya karena takut dia membuat Lian Song marah lagi.


 “Dan apa kau tahu? Semuanya lenyap saat hujan itu datang. Keluarga ku dibunuh... oleh sekumpulan penjahat. Suara petir itu seakan menutup suara raungan kesakitan yang keluar dari mulut keluargaku. Aku berteriak sekencang mungkin namun... suara petir menutupi semuanya.” Lian Song menangis dan


meringkuk ketakutan ketika mendengar kilatan dan juga suara petir. “Aku


takut...”


Xian Lu langsung mendekap tubuh mungil Lian Song yang mengigil antara ketakutan dan kenangan yang pahit yang pernah dilihatnya didepan matanya dan membiarkan dia menangis di dada bidangnya. Membiarkan air mata itu mengalir dengan derasnya. Xian Lu tidak tahu harus berkata apa.


“Kau adalah lelaki yang kuat Lian Song.”


Lian Song membelalakkan matanya ketika dia mendengar Xian Lu yang akhirnya memanggil namanya. Dia merasa senang dan kemudian menatap Xian Lu. “Akhirnya kau memanggil namaku Xian Lu. Aku bahagia.” Kata Lian Song tulus sambil mengelap air matanya.


Xian Lu yang melihat Lian Song yang belepotan air mata dan wajah memerah membuat sesuatu di dalam tubuhnya bergerak ingin memangsa tubuh lemah di pangkuannya namun tetap ditahannya, karena dia tidak ingin Lian Song kabur lagi.


“Bolehkah aku...”  Xian Lu yang sedikit merona meraih dagu Lian Song dan mengecup bibirnya pelan.


^^^Bersambung^^^


Halo Ha....


Aku balik lagi guys... setelah PENSIUN wahahah


mohon maaf atas kesabarannya teman-teman... untuk kedepannya NWP akan update terus


stay toon di NWP ya guys Bye bye!

__ADS_1


__ADS_2