
"Hmm? ada apa itu? Garem?" tanya Lian Song melirik wanita cantik yang berada di belakang Bifen yang saling tatap tatapan dengan aura membunuh. Dengan berbisik, "...sst, Garem apakah semua Bifen itu selalu adu jotos?" tanya Lian Song pelan sambil menutup mulutnya sedikit.
Melihat tingkah lucu Lian Song dan juga menghirup bau wangi tubuhnya membuat wajah Garem sedikit memanas dan berdehem pelan untuk membuat junior dibawahnya kembali tidur. "Sepertinya begitu Tuan," balas Garem juga berbisik kearah telinga Lian Song tentu saja dengan sedikit modus.
Masih dengan berbisik, "Garem apa kau tidak ingin adu jotos dengan mereka?" tawar Lian Song.
"Tidak, Terima kasih." balas Garem dengan memposisikan tangannya untuk menyerah.
Bak mendorong kaki Bifen yang ada dihadapannya dan membalasnya dengan tendangan lagi yang membuat Bifen yang menyerang Bak mundur.
"Nona Mo? Mo Xan Tuong?" tanya Lua Hung tidak percaya.
Bifen yang menyerang Bak sebelumnya menanggapi angkuh perkataan Lua Hung, "Tentu saja... siapa lagi yang berani menyandang nama Mo? Given terkuat di VongCa." katanya
Dengan tergagap Lua Hung menundukkan kepalanya, "Ma-maafkan aku kalau begitu Nona Mo." kata Lua Hung sedikit gagap.
"Kenapa Tuan Lua minta maaf?" tanya Lian Song yang masih sibuk dengan kepitingnya sambil melirik wanita cantik yang sedari tadi berdiri dengan angkuhnya. "Kan Tuan Lua tidak salah." polos Lian Song.
Mendengar pernyataan ini Zuya Zifan sedikit tertawa mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya seolah-olah Lian Song sama sekali tidak takut dengan mereka.
Wanita yang bernama Mo Xan Tuong berjalan mendekati Lian Song dan secara sengaja Mo Xan Tuong mengeluarkan aura membunuhnya yang langsung direspon oleh Garem, Sala dan Zuya Zifan beserta para bifennya Bak dan Duan. Tuan Lua Hung dan juga Tuan Go sedikit tersentak dan menyingkir menjauh dari Lian Song.
Mo Xan Tuong semakin menguarkan aura pembunuhnya yang ditanggapi sangat serius oleh orang-orang yang ada disekitarnya. membuat mereka semakin was was. Namun berbeda dengan Lian Song yang masih sibuk dengan Kepiting bakarnya dan tidak ingin mau tahu dengan apa yang sedang terjadi karena kemungkinan hal ini sudah sering terjadi, kalau tidak pamer ya mau jaga image supaya tidak kelihatan lemah. Biasanya begitu.
"Hei Aidjin siapa namamu?" tanya Mo Xan Tuong kepada Lian Song.
Lian Song dengan mata besarnya menatap Mo Xan Tuong, "Lian Song, nona." katanya dengan senyuman sambil sesekali membolak balikan kepiting besarnya.
melihat hal ini Mo Xan Tuong mendecih kesal, "Apakah kepiting itu lebih menyenangkan untuk dilihat daripada menatap kecantikan wajahku Aidjin!" katanya menyombongkan diri.
"Hm," Lian Song mengangguk. "Warna kepiting yang masak akan bewarna merah seperti warna bajumu nona... dan tadaaaaa kepiting itu siap untuk dimakan." kata Lian Song tanpa tahu konsekuensi yang akan di dapatnya dari perkataannya tersebut.
"Berani-beraninya kau menyamakan kepiting dengan Nona Mo Xan Tuong. Apakah kau tidak ingin hidup a?!" teriak Bifen milik Mo Xan Tuong.
__ADS_1
"Tidak ada yang berani menantangku selama ini, dan mendapatkan pelecehan terhadap keluarga seperti ini. Sepertinya kau harus mati aidjin." kata Mo Xan Tuong kepada Lian Song.
Seketika Lian Song berdiri dan menghadap ke atas dari rumah pelindung yang terbuat dari Aidjin milik Tuan Lua Hung. Lian Song bukannya takut kepada Mo Xan Tuong namun takut dengan sesuatu yang sedari tadi mengawasi Mo Xan Tuong dikarenakan aura membunuh yang menguar ditubuhnya.
Numa?
[Numa: Ya?]
Ada apa diluar?
[Numa: sepertinya hal ini dikarenakan nona Mo Xan Tuong yang mengeluarkan aura membunuh yang mengakibatkan monster-monster yang terbawa arus badai merasa terganggu]
Kalau seperti itu sebaiknya aku menggunakan mata penghakiman karena aku juga penasaran monster apa yang merasa terganggu oleh aura membunuh yang dikeluarkan oleh wanita itu, Code:Mata Penghakiman diaktifkan.
Mata Lian Song kemudian berpendar kehijauan yang memungkin dia untuk bisa melihat menembus rumah pelindung dan dapat melihat dengan jelas di tengah badai yang datang.
Lian Song langsung membelalakkan matanya kaget.
"Kau! Aidjin." Geram Mo Xan Tuong yang merasa di acuhkan oleh Lian Song.
BRAAAAAK
Setelah Lian Song mengeluarkan skill pelindung teratainya, rumah pelindung hancur dan terlihat sesosok monster yang menghancurkannya.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Lian Song
"Code: pelindung?" heran Mo Xan Tuong dikarenakan Lian Song tidak merapalkan mantranya terlebih dahulu dan juga pelindung yang dikeluarkan Lian Song merupakan pelindung yang lebih besar dari rumah pelindung sebelumnya dan bentukan dari pelindungnya pun juga berbentuk bunga teratai transparan. Pelindung teratai yang dikeluarkan Lian Song memiliki cahaya kecil menyerupai kunang-kunang didalamnya yang berwarna hijau dan keemasan yang apabila disentuh memberikan efek penyembuhan dan juga perlindungan yang belum pernah dimiliki oleh orang lain sebelumnya. Bahkan pelindung teratai miliki Lian Song adalah pelindung yang sangat cantik.
"A-ah iya." kata Lian Song sedikit terbata-bata.
Uwaaah! aku tidak mengira jika pelindung teratai akan sebesar ini. Sejak kapan sebesar ini ya? rencana awalnya aku hanya akan melindungi wanita cantik ini tapi nyatanya aku melindungi orang-orang yang berada disekitarnya. LOL. Prioritasku hanya wanita cantik dan imut apalagi wanita ini seksi hehe.
[Numa: Selamat Lian Song berhasil mendapatkan perhatian dari Mo Xan Tuong dan Zuya Zifan +100]
__ADS_1
[Numa: total point 44600]
"Sial! Monster apa itu?" tanya Tuan Go.
"Ti-tidak mungkin. Itu... Leviathan." kata Lua Hung yang ketakutan dan terlihat sangat pucat.
"Leviathan?" beo Lian Song
[Numa: Leviathan yang terlihat merupakan monster darat yang ukuran panjangnya mencapai 1000 meter yang dan terindikasi sebagai salah satu monster yang ditakuti. Untuk sekarang Tuan Lian menemui Anak dari Leviathan Darat berjenis Cumi Raksasa.]
Mendengar kata Cumi Raksasa, Lian Song langsung ngiler karena dia ingin sekali memakannya. Menaburi cumi tersebut dengan garam kemudian direbus atau pun dipanggang. pasti rasanya bakalan nikmat
[Numa: Jangan memikirkan untuk menyantapnya Tuan Lian]
[Numa: Apakah Lian Song ingin ikut dalam membunuh Leviathan Cumi Raksasa?]
[Terima: +10.000 point]
[Menolak : 0 point]
Hmmm jika aku menerimanya maka aku akan dapat 10.000 point?
WAAAAAAAAAA
Suara lengkingan Cumi raksasa tersebut menggema dan setelah itu Cumi itu lagi menyerang pelindung teratai milik Lian Song, namun karena pelindung teratai itu tidak terlalu kuat maka timbullah keretakkan yamg terdapat pada pelindung teratai.
"Pe-pelinndungnya retak!" cemas Lua Hung.
"Kalau begitu, yang hanya bisa kita lakukan adalah membunuh monster itu dan memakannya." kata Bifen yang merupakan milik Mo Xan Tuong.
"Tao Rou, We Anj, Code :Skill Bifen: Tarian Banteng Tanduk diaktifkan. mengamuklah sesuka kalian" Kata Mo Xan Tuong kepada Bifen yang menyerang Bak dan satu lagi lelaki yang sedari tadi hanya diam yang dipanggil We Anj.
"Kali ini aku akan memakan makanan terlezat sedunia dengan membunuhmu Leviathan!" semangat Tao Rou.
__ADS_1
^^^Bersambung....^^^