New World Program

New World Program
3. Toko


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Lian Song, Xian Lu langsung menarik lagi rambut Lian Song (menjambak rambut) dan kemudian memagut bibir Lian Song.


Lian Song bisa merasakan lidah Xian Lu yang mengeksplor rongga mulutnya dengan seksama dan menghisap lidahnya brutal. Xian Lu mengeratkan pelukannya dan menekan wajah Lian Song sehingga pagutan ciuman itu semakin dalam dan semakin panas.


Lian Song memberontak dan barulah Xian Lu melepaskannya, seketika itu juga Lian Song mengambil udara sebanyak-banyaknya.


"Kau bisa membunuhku brengsek!" teriak Lian Song sambil menutup bibirnya yang belepotan saliva dan juga wajahnya yang memerah.


Tanpa merasa bersalah Xian Lu malah tersenyum dan kemudian memegang sebuah rantai yang berada di pergelangan tangannya. "Ini adalah bukti bahwa kau milikku. Lian Song." ucapnya menyerigai


"Ra-rantai?" tanya Lian Song melirik bahwa ada rantai transparan yang menghubungkan lehernya dengan pergelangan tangan Xian Lu.


"Kau milikku," Kata Xian Lu, "...oh, perlu kuingatkan lagi karena kau sekarang jadi milikku maka kau tidak boleh jauh dariku, 10 meter adalah batas yang harus kau ingat." jelasnya.


"10 meter??? tunggu! jelaskan padaku, kenapa semua wanita cantik itu mati? ketika kau membunuh lelaki itu?? dan apa itu Aidjin?? aku tidak paham." tanya Lian Song sambil mencoba melepaskan rantai yang tersambung di bagian belakang lehernya.


"Jika owner mereka mati maka Aidjin mereka juga ikut mati." jelas Xian Lu singkat padat jelas.


"Hanya itu?" tanya Lian Song.


"Ya, apa lagi yang kau inginkan?" tanyanya


Gawat! jika dia mati maka aku akan mati juga??!! kehidupan macam apa ini?


[System : Kehidupan di New World Program]


Hei System, sebenarnya apa itu Aidjin?


[System : Sub Quest Eksplorasi diterima


menyelesaikan misi +100 poin]


hah?? kenapa malah muncul sub quest?


"Hei? kenapa kau menatapku seperti itu Putih. Apa aku terlalu ganteng?" tanya Xian Lu yang sekarang wajahnya hanya berjarak 5 cm dari wajah Lian Song.


Notabennya tinggi Xian Lu adalah 190 cm sedangkan tingginya Lian Song adalah 165 cm dengan tubuh yang mungil, sehingga Xian Lu membungkukkan dirinya agar bisa melihat wajah Lian Song.


"Kenapa kau nyosor mulu sih?!" teriak Lian Song histeris tatkala Xian Lu benar-benar dekat. Tolong! aku masih normal woiiiii


"Bagus, kukira kau sudah lupa diri. Untuk pertanyaanmu terkait Aidjin kau bisa bertanya ke kota. Akan aku antar." Ucap Xian Lu dan kemudian berjalan mendahului Lian Song.


"..."


"Kau ingin ikut atau tidak?" tanya Xian Lu lagi karena Lian Song terdiam lagi.


"I-iya." jawab Lian Song dan kemudian berlari mengejar Xian Lu.

__ADS_1


Setibanya di kota, Xian Lu tiba-tiba berhenti dan menatap Lian Song dari atas kebawah.


"Apa yang kau lihat dasar mesum." Kata Lian Song sambil mendekap erat pakaiannya.


"Ayo kita ke toko baju dulu." ajak Xian Lu. Lian Song yang mendengar ajakan Xian Lu tersenyum bahagia dan kemudian berlari-lari kecil mengikuti Xian Lu.


Tidak berselang lama, akhirnya Xian Lu dan Lian Song tiba di sebuah toko yang bernama Sexy Toy.


Ha?! Sexy Toy? dimana toko bajunya?


Xian Lu langsung membuka toko itu dan masuk ke dalamnya. Melihat hal ini Lian Song bergidik ngeri dan berbalik untuk meninggalkan toko itu namun Xian Lu langsung menarik rantai pengikat yang menyebabkan Lian Song tertarik masuk kedalam toko Sexy Toy.


"Aaagh!" teriak Lian Song.


Didalam toko itu, hanya menggunakan lilin sebagai penerangannya dan di dalam toko itu terdapat lemari-lemari kosong dan diselingi oleh kaca berbagai ukuran. Dan terdapat satu set kursi yang diperuntukkan untuk tamu.


Lian Song mendekati kaca dan kemudian melihat lekat-lekat bentuk wajah, rambut putih, mata hijau terang nyaris lembut kemudian kulit yang putih tanpa noda. Lian Song membandingkan lagi tubuh yang sebelumnya dengan tubuhnya yang sekarang yang sangat jauh berbeda. Jika tubuhnya dulu memiliki postur tubuh yang kuat dan kekar, maka tubuh ini berkebalikan dengan sebelumnya dan hanya satu saja yang sama dengan tubuh di dunia nyata yaitu mata hijau terang yang dimilikinya sekarang tentu saja rambut aslinya di dunia nyata adalah bewarna hitam.


"Well well selamat datang Tuan Xian." sambut ramah seorang wanita yang lebih tinggi dari Lian Song. Wanita itu memiliki kuping seperti kucing dan juga memiliki ekor. Dan matanya bewarna coklat terang menyerupai mata kucing. Pakaian wanita itu terlihat sopan dari segi menutupi tubuhnya namun menampilkan dadanya yang besar di balik pakaian elegannya itu.


"Wana, carikan dia pakaian." kata Xian Lu dan kemudian duduk di kursi yang telah disediakan. "Wana apa dia sudah kembali?"


Wanita yang dipanggil Wana itu hanya tersenyum dan mengangguk, "Nona Feng Sha sudah ada di sini. Nona kemungkinan sedang membersihkan diri." jawabnya.


Ssshhh


seketika lilin yang ada di ruangan padam dan membuat Lian Song kaget setengah mati.


Click!


Xian Lu menjetikkan jarinya sehingga lilin yang padam kembali menyala, sekarang Lian Song dapat melihat dengan jelas seorang wanita yang sangat sexy dan sangat cantik dengan tubuh yang sangat molek berdada besar yang sekarang sedang memeluk Xian Lu dari belakang. Tidak lupa di balik rambut hitamnya yang bergelombang mencuat sepasang kuping dan juga dia memiliki 6 ekor besar yang bewarna orange yang sedang menggeliat kesana kemari.


"Aku tidak menyangka kau membawa Aidjin yang belum memiliki roh. Dia merupakan tipeku." katanya sambil membisikkan kata perkata di dekat telinga Xian Lu.


"Hormatku, Nona Feng Sha." ucap Wana sambil bertekuk lutut, dan kemudian dia bangkit sembari memegang tangan Lian Song untuk masuk ke ruangan lainnya.


Lian Song menurut dan kemudian mereka masuk ke kamar yang berseberangan dengan yang lainnya.


"Katakan padaku Xian... kenapa kau tertarik dengan wanita itu? bukankah kau bilang kau tidak tertarik dengan Aidjin?" tanya Feng Sha dan kemudian duduk di hadapan Xian Lu sembari menghidupkan api di cerutunya.


Xian Lu merogoh tas sihirnya dan kemudian melemparkan sebuah tengkorak ke arah Feng Sha. "Aku ingin ini dibayarkan dengan pakaian dan senjata untuk dia." kata Xian Lu dingin padat dan jelas.


"Kau tahu harga satu tengkorak ini berharga 10 juta gem. Kau ingin memberikannya kepada wanita itu? Kau sepertinya sedang jatuh cinta." Goda Feng Sha dan tersenyum dia menghembuskan asap dari cerutunya ke wajah Xian Lu.


"Wana! berikan yang terbaik untuk wanita Xian. Berikan dia pakaian kualitas terbaik yang kita punya!" teriak Feng Sha.


"Baik Nona." jawab Wana dari ruang yang lainnya.

__ADS_1


Tidak berselang lama, Lian Song keluar dan berjalan di belakang Wana. Lian Song menggunakan pakaian bewarna hijau muda bercampur putih dan dibagian tepinya terdapat corak bunga yang putih transparan dan memiliki efek timbul. Pakaian yang digunakan Lian Song sangat kontras dengan rambut dan juga matanya menambah kecantikan dan kepolosan darinya


"Hmmm~ wanita mu benar-benar sangat cantik. Kulit putih porselen dengan mata giok lembut. Aku menyukainya." Ucal Feng Sha dengan memutari Lian Song.


"Wa-wanita?" tanya Lian Song masih tidak percaya bagian mananya yang menyerupai wanita.


Xian Lu berjalan mendekati Lian Song dan berjalan ke belakang Lian Song, dengan sekali tarikan Xian Lu membuka pakaian Lian Song sehingga sekarang dada rata khas lelaki terlihat dengan jelas dimata Feng Sha yang menganga saking terkejutnya.


"Ka-kau lelaki???!!!!" teriak Feng Sha histeris, sedangkan Wana hanya tersenyum karena sudah terlebih dahulu tahu tentang Lian Song.


Lian Song segera menutupi dadanya yang terekspos dengan wajah yang memerah seperti tomat. Lian Song memandang Xian Lu yang tersenyum jahil ke arahnya.


Brenggsek!! Dia ini sengaja!!!


"Ehem, jadi kau seorang lelaki?" tanya Feng Sha dengan semburat merah di wajahnya.


Lian Song yang masih memukul Xian Lu teralihkan dengan pertanyaan Feng Sha dan kemudian menjawab dengan sopan, "Aku memang benar seorang lelaki."


"Jika kau tidak percaya, aku bisa menunjukkannya kepadamu." tambah Xian Lu dengan ekspresi jahil kepada Lian Song.


"Kau!!" geram Lian Song.


Dengan sekejap mata, Feng Sha sekarang sudah berada di hadapan Lian Song dan mengangkat dagu Lian Song agar menghadap kearahnya, karena tinggi Feng Sha adalah 178 cm maka Lian Song mendongak untuk menatap Feng Sha.


"Kau benar-benar sangat cantik, lelaki cantik. Jiwamu benar-benar seperti seorang wanita jika aku tidak melihat dada bidangmu. Kau adalah Aidjin langka."


"Aku tidak mengerti apa yang anda maksudkan nona." kata Lian Song pelan.


Feng Sha tertawa menampilkan gigi taringnya dan ekornya bergoyang kesana kemari. "Aku menyukaimu, siapa namamu Aidjin?" tanya nya lagi


"Lian Song."


"Nama yang bagus. Apa kemampuanmu?" tanyanya lagi.


"Kemampuan?" beo Lian Song dengan memiringkan kepalanya kekiri menambah kesan imut kepada wajahnya yang lugu.


"Feng Sha, dia ini adalah Aidjin yang bodoh, jadi jelaskan padanya tentang Aidjin."


Feng Sha melirik Xian Lu dengan ekor matanya, "hanya Aidjin?" tanya Feng Sha mengerti terhadap apa yang diharapkan Xian Lu. Xian Lu mengangguk dan kemudian duduk kembali.


Feng Sha menghembuskan asap rokoknya dan kemudian muncullah suasana baru berupa gambaran terkait apa yang akan dijelaskan oleh Feng Sha


......\=\=\=......


Bersambung....


......\=\=\=......

__ADS_1


...Hallo ha, terimakasih bagi teman-teman yang sudah membaca cerita dari NWP. jangan lupa tinggalkan jejak nya berupa like, comment and vote nya supaya aku tahu bahwa teman-teman menyukai cerita aku......


...stay toon with NWP guys ^_^/ bye bye...


__ADS_2