
“Code 25. Buff!” ucap Buan Hee dan 3 wanita Aidjin mengarahkan tangannya kedepan dengan membaca mantra yang tidak dipahami oleh Lian Song.
“Kau benar-benar unik ya Lian Song.” Sindir Xian Lu dan tertawa terbahak-bahak.
“Apa aku membuat kesalahan? Xian Lu?” bingung Lian Song.
[System: Selamat Lian Song!]
[Xian Lu mulai menyukaimu >_<]
[Point + 100]
[System: Selamat Lian Song]
[Xian Lu menambahkanmu sebagai orang yang menarik]
[point + 50]
[charisma +20]
[populer +10]
[jumlah point \= 375]
Eh??? Apa-apaan ini tiba-tiba saja aku mendapatkan banyak sekali point! Dan emoticon apa itu? Benar-benar ketinggalan jaman. Hei System apa ada sesuatu yang bisa ku beli dengan point ku?
[System: Shop]
[Skill : aktif > weapon master > orb : - 5 point]
[Lian Song untuk mengaktifkan weapon master memerlukan 5 point. Apakah kamu mau membelinya?]
Oke!
[System: Shop]
[skill Aktif: Weapon Master the orb di aktifkan]
[Lian Song apakah kamu mau mengaktifkan Code weapon?]
Dasar System sial! Cepat aktifkan saja dan buat aku kuat!
[Code 3: Fire Sword lvl 1 diaktifkan]
[code 5: Water Sword lvl 1diaktifkan]
[code 1: Wind Sword lvl 1diaktifkan]
[code 4: Earth Sword lvl 1 Diaktifkan]
[Memerlukan point sebanyak 250 point]
[Jumlah Point \= 125]
Buan He meloncat kearah Lian Song untuk melancarkan serangannya. Namun dengan seketika Xian Lu menarik tubuh Lian Song untuk menghindar.
“Apa otakmu itu benar-benar tidak bisa berfikir cepat? Jangan termenung dasar idiot!” Xian Lu kemudian memukul kepala Lian Song.
“Eh???”
“Fokus Lian Song.” Ucap Xian Lu santai dan kemudian duduk di kursi dengan santainya sambil mengeluarkan sebuah rokok dan menyelipkannya ke bibirnya tanpa menghidupkan apinya. “Aku akan melihatmu dari sini.” Tambahnya.
EH????!!!! Ada apa? Kenapa orang dihadapanku ini malah ingin menyerangku???
[System: Provokatif +25 point}
[Jumlah point : 150 point]
“Ke-kenapa tiba-tiba kau menyerangku?” tanya Lian Song gagap dan melirik Xian Lu yang hanya tersenyum jahil ke arah Lian Song
__ADS_1
“Panggil aku Tuan! Aidjin.” Ucap Buan He dan kemudian mengarahkan serangannya kembali ke arah Lian Song.
Lian Song sigap melompat dan kemudian menghindar. “Code 2.” Ucap Lian Song.
Buan He bersiap menerima serangan, namun tidak terjadi apa-apa.
[System: Code 2 tidak ada dalam list skill Lian Song. Idiot kah?]
“Hahahah, kau ingin melancarkan serangan padaku? Dasar bodoh. Seranganmu tidak akan berguna padaku!” teriak Buan He dengan menyerang lagi.
Ahhhh! Brengsek system sial. Bagaimana cara aku mengeluarkan senjataku.
[System : The Orb]
Cih! Oke.. akan aku coba lagi.
“The Orb, code 1. Wind Sword!” ucap Lian Song.
“Percuma! Tanpa arahan Tuanmu kau tidak akan bisa bertindak sesuka hatimu!”
BAMMMMM!
5 pedang berelemen angin langsung mendarat ke arah Buan He yang menyebabkan Buan He terlempar dengan bunyi yang bergemuruh.
Xian Lu yang bersiap dengan api di tangannya terkejut tatkala melihat Lian Song mengeluarkan elemen angin dan wujud dari elementnya adalah pedang angin.
“Kau!” Geram Buan He, “Code 6. Armor!” Aidjin yang berdiri dibelakang Buan He sebanyak 7 orang mengarahkan tangannya secara serentak dan kemudian dari tubuh Buan He muncul sihir yang menyelimutinya.
Aku bisa mengenainya Horeeee! Bagaimana jika aku menggunakan semuanya? Yosh akan aku coba hahahaha.
“Code 1, code 3, code 4, code 5. Skill Gabungan.” Ucap Lian Song asal.
Hahaha.. aku ingin mencobanya.
The Orb milik Lian Song bersinar dengan sangat terang dan sedetik kemudian muncul 4 elemen berbeda yang langsung mengarah ke arah Buan He dan memberikan damage yang besar pada armor Buan He.
Yeaaaa aku bisa mengeluarkannya. Dan aku tidak menyangka jika pedang-pedang elemen itu seperti roket yang mengejar musuhnya hanya dengan kendali fikiranku. Aku....
Lian Song!
Sayup-sayup Lian Song mendengar suara Xian Lu yang memanggilnya namun yang terlihat olehnya hanya kegelapan dan perlahan mata Lian Song tertutup.
...---
...
Ah! Benar-benar sejuk dan juga nyaman. Lian Song semakin mendekatkan tubuhnya kearah bantal yang dia rasa sangat sejuk dan juga nyaman untuk di peluk. Merasa nyaman dan sejuk, Lian Song mengarahkan kakinya dan kemudian menggesek-gesekkannya untuk mencari sesuatu yang sangat dingin.
Kakiku menemukan tempat yang lebih dingin. Ah... sejuknya, aku tidak ingin bangun dan ingin bermalas-malasan seperti ini.
Lian Song masih menggesek-gesekan kakinya dan kemudian dia merasakan sesuatu yang mengganjal di tempat dia menggesek kakinya. Sesuatu yang semakin keras dan semakin besar.
???
Lian Song membuka matanya dengan sangat lebar dan menemukan dirinya sedang memeluk Xian Lu dan kakinya berada di ************ Xian Lu.
“AHHHHH!!!!!!!!” Teriak Lian Song dan kemudian menjauhkan dirinya dari tubuh Xian Lu. Akibatnya tubuh Lian Song oleng dan dia langsung terjatuh dengan kepalanya yang mendarat ke lantai terlebih dahulu.
Xian Lu menatap Lian Song dengan ekspresi dingin.
“XIAN LU!!!! Kenapa kau telanjang ha??? Dan... AHHHH! KENAPA AKU JUGA TANPA BUSANA?????!!!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN XIAN LU!” teriak Lian Song dengan menutupi tubuhnya. (bagian itunya dan dadanya)
Xian Lu yang terduduk di atas kasur king size hanya melirik Lian Song tanpa sedikitpun ekspresi di wajahnya. Xian Lu memerhatikan tubuh mungil milik Lian Song. Kulit putih porselen, mata giok, rambut putih sebatas leher dan satu hal lagi ada 2 tanda di tubuh Lian Song. Satu di tengkuk leher dan yang kedua adalah di bagian punggung tepatnya berada di atas pantatnya bewarna ungu lembut.
“Oi!!! Xian Lu! Jangan menatapku seperti itu!” teriak Lian Song dan sekarang berdiri dan menunjuk Xian Lu.
“Lian Song.” Kata Xian Lu serek khas seseorang yang baru bangun.
Lian Song sedikit tertegun, “A-apa?! Seharusnya aku yang marah tahu.” Balas Lian Song dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
Xian Lu menggapai tangan Lian Song dan kemudian menariknya. Xian Lu mengarahkan tangan Lian Song ke arah kejantanannya.
Lian Song dengan wajah yang sangat merah kemudian menjauhkan tangannya yang memegang batangan orang yang dingin dan ukurannya benar-benar besar.
W.T.F!!!!!!!! Dia ini tidak normal AAHHHHHH!
“A-APA YANG KAU LAKUKAN XIAN LU!” teriak Lian Song entah kesekian kalinya.
“Berhentilah berteriak, dan bantu aku menidurkannya kembali.” Ucap Xian Lu dan kemudian menyingkirkan selimut yang membalut tubuh bagian bawahnya. “Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu. Shiro.”
“Ha???? Mana mungkin! Kau saja yang melakukannya. Kenapa harus aku?!” Lian Song kemudian berlari ke arah pintu namun rantai yang ada di lehernya menariknya kembali ke arah Xian Lu.
“Kau pikir kau bisa pergi dan meninggalkanku begitu saja?”
“KAU GILA! BIAR AKU CARIKAN WANITA UNTUKMU!”
Xian Lu menarik sedikit keras rantainya dan kemudian mencium Lian Song. “Kau ingin menggunakan bagian ini? Atau mulutmu?” tanya Xian Lu sambil meremas pantat Lian Song.
“Brengsek!” Lian Song mencoba melepaskan pegangan Xian Lu namun Xian Lu sangat kuat.
[System : Menolong Xian Lu +500 point]
[Menolak Xian Lu -10000 point]
AHHH??? Apa-apaan itu? Dan minusnya juga sangat jauh pula! Apa yang terjadi jika point yang aku punya minus?
[System: Instant Death!]
[jika point yang digunakan sudah melebihi kapasitas maka System akan langsung memblokir pilihan yang akan dipilih, namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan instant death tidak terelakkan. dan itupun juga dengan persetujuan olehmu Lian Song]
Siapa juga yang mau mati ha!!!
Oi System idiot... apa kau tidak tahu apa yang dia suruh ha? Kau tidak tahu permintaan tolong dia apa!!! Aku tidak mau memegang rudalnya dasar bren9sek!
[System: tenang, Xian Lu tidak memiliki skill rudal. Jadi kamu aman Lian Song]
-_-
Ah?! Seriously??? SYSTEM BRENGGGSEKKKK!
[...??]
“Cepat lakukan. Shiro.” Ucap Xian Lu tepat di telinga Lian Song.
Cih! Apa boleh buat.
“Aku akan menggunakan tanganku saja. Lepaskan aku.” Ucap Lian Song dan kemudian melepaskan diri dari Xian Lu.
“Tangan tidak ada dalam pilihanmu.” Xian Lu menatap Lian Song dingin.
“Berisik!” kata Lian Song dan kemudian memegang batangan Xian Lu yang notabennya sangat besar dan juga panjang.
AHHHHHHH! Tanganku ternodai.
Tapi.... miliknya benar-benar dingin seperti aku sedang memegang es batangan. Kenapa ya? Padahal dia memiliki element api.
“Kau itu lelaki, tetapi apa kau tidak pernah melakukannya sendiri? Kau benar-benar tidak handal ya.”
“Ha??? Ini pertama kalinya aku memegang milik orang lain okay! Dan jika kau tidak suka kau bisa melakukannya sendiri.”
Xian Lu menatap kesal ke arah Lian Song dan kemudian mulai mengarahkan Lian Song agar miliknya cepat tidur. Lian Song dengan wajah yang semerah tomat mengikuti instruksi yang diajarkan Xian Lu.
...---...
^^^Bersambung....^^^
......\=\=\=......
Hallo ha, terimakasih bagi teman-teman yang sudah membaca cerita dari NWP. jangan lupa tinggalkan jejak nya berupa like, comment and vote nya supaya aku tahu bahwa teman-teman menyukai cerita aku...
__ADS_1
stay toon with NWP guys ^_^/ bye bye****