
[Numa: Selamat Lian Song menemukan tokoh baru Haxi Senju. +500 point]
[Numa: Syarat Main quest terpenuhi 1/2]
[Numa: Total point 45100]
hah? karakter baru?
Raungan dan erangan kesakitan dari Cumi Raksasa mengaum sekuatnya dan sekencang-kencangnya hingga memekakkan telinga siapa saja yang berada di dekatnya.
Hmm? apakah dia menangis?
[Numa: hmmmm? benarkah?]
Aku saja tidak tahu, kenapa kau juga bertanya kepadaku Numa? tapi sepertinya begitu berdasarkan insting ku yang sangat kuat sudah kupastikan dia menangis
[Numa: jadi pilihanmu adalah?]
Numa kembali menampilkan pilihan untuk menyerang Cumi Raksasa tersebut atau menolah untuk mwnyerang.
Hmmm sepertinya aku tidak akan menyerang walaupun cuminya kelihatan lezat dan juga kurasa dia kesakitan dikarenakan banyak pedang yang menancap di tentaclenya.
[Numa: ???]
Yap dan apa yang kukatakan benar. Dengan menggunakan mata penghakiman aku dapat melihat pedang-pedang sihir yang digunakan Mo Xan Tuong masih menancap seperti duri bagi Cumi Raksasa tersebut. Aku akan mencabutnya.
[Numa; A... hmmm sepertinya scenario ini tidak ada di dalam cerita NWP. Sepertinya alur ceritanya akan berubah lagi.]
Sepertinya begitu.
Lian Song mencoba untuk meloncat seperti di dalam film atau animation 3d yang biasanya dia lihat. Namun berapa kali pun dia mencoba untuk melompat tinggi dia tetap saja tidak bisa melompat dengan tinggi ataupun terbang.
"No-na? apa yang sedang anda lakukan?" tanya Mera Sala yang melihat Lian Song melompat-lompat tidak jelas namun terlihat lucu dan sangat menggemaskan.
Lian Song menoleh dan melihat Mera Sala yang tersenyum kecil dan Garem yang juga menahan tawanya dibalik semburat merah rona wajahnya. “Hm…. Aku ingin melompat kearah Cumi Raksasa itu.”
Sala Dan Garem saling tatap-tatapan. “Hmm? Untuk apa? Leviathan itu berbahaya lo nona.” Kata Sala mengingatkan dengan pose yang manis kearah Lian Song. “Dan juga lebih baik Nona tidak berfikir untuk memakan Leviathan ini lo, walaupun sebenarnya rasnya merupakan cumi darat.” Tambah Sala.
“Ah… dia memang kelihatan lezat namun… sepertinya kakinya ketusuk pedang dan dia sangat kesakitan. Aku hanya ingin melepaskannya saja dan setelah itu aku pergi.” Kata Lian Song dengan wajahnya yang imut dimata Garem dan Sala.
“Baiklah… aku akan membantu mu untuk naik keatas tubuhnya. Tuan, silahkan gunakan kode pelindung anda jikalau nanti kita dalam bahaya.” Kata Garem akhirnya.
“Ta-Tapiii Garem, ini sangat berbahaya. Apakah kamu tidak melihat betapa besarnya tubuh nya itu? Leviathan itu saja sudah menumbangkan Nona Mo dan Tuan Zuya.” Cemas Sala. “Dan ditambah lagi badai pasir ini.”
Lian Song tersenyum, “Tenang saja, aku hanya ingin mencobanya saja. Jika dia melawan dan tidak mengindahkan kebaikan kita. Kita makan saja nanti hehehe.” Tambah Lian Song.
[Numa: Selamat Lian Song, Gwatia Garem semakin tertarik dengan mu >///< , +100 point.]
__ADS_1
“Tuan, berpeganglah padaku kalau begitu.” Kata Garem dan menadahkan kedua tangannya ala-ala pangeran di negeri dongeng.
Lian Song langsung membayangkan Garem yang menggendongnya ala pengantin yang membuatnya geli sendiri.
Numa, bagaimana cara melompat tinggi. Apakah ada semacam kode atau semacamnya?
[Numa: bukan kah dulu kamu sudah mempelajarinya?]
Ah?! Kapan?
[Numa: Aku lupa kalau otakmu susah dibawa untuk berfikir.]
Hah? Apa katamu Numa sialan. Cepat katakan saja kepadaku dari pada aku harus digendong Garem dan itu benar-benar horor.
[Numa: kenapa tidak? Di NWP semuanya bisa saja terjadi. Tapi sayangnya Garem hanya bisa dijadikan selir saja.]
Hah? Selir? Kenapa tidak ganti saja judul NWP ini dengan SWP?
[Numa: SWP?]
Selir World Program
[Numa: o… Sepertinya tidak bisa. Namun aku bisa memberikan penawaran yang bagus untukmu.]
Ke-kenapa perasaanku tidak enak ya?
Numa: tolak tawaran Gwatia Garem -1000 point]
Wait!!! Ini tidak ada dalam pilihan cerita sebelumnya! Kenapa aku harus mengorbankan pointku untuk menolaknya?!
[Numa: Hmmm. -_-]
Oi! Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?
[Numa: Pembaca biasanya suka dengan adanya interaksi yang panas.]
Ta-tapi…!
“Tuan?” tanya Garem bingung karena Lian Song hanya terdiam sambil menatap tangan Garem yang sedari tadi menunggu balasan dari Lian Song.
“Ba-baiklah.” Kata Lian Song pada akhirnya dan kemudian menggendong Lian Song seperti pengantin baru yang siap untuk di unboxing.
Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak!
[Numa: Selamat Lian Song mendapatkan +1000 point]
[Total point : 46100]
__ADS_1
Hah… baiklah, dikarenakan aku sudah melepas +10000 point untuk membunuh Cumi Raksasa itu. Namun dengan melihat estimasi pertemuan orang-orang ini aku sudah bisa pastikan bahwa akupun juga tidak bisa mengalahkannya.
[Numa: ternyata anda tidak seceroboh yang aku kira.]
Hah? Apa katamu Numa?
“Tuan… berpegang erat kepadaku ya. Karena jika kita jatuh kita bisa terseret badai.” Kata Garem tepat di telinga Lian Song.
Dengan wajah yang memerah. “A-apakah harus seperti ini?” tanyanya.
Garem tersenyum, “Hm, iya harus seperti ini.” Kata Garem yang kemudian sedikit meremas pantat Lian Song yang mengakibatkan Lian Song mendekatkan wajahnya ketekuk leher Garem.
[Numa: +100 point]
Ha? Darimana
“Tuan, Kita berangkat.” Kata Garem dan memunculkan kembali tanduk kambingnya dan juga kakinya juga berubah menjadi kaki kambing yang kokoh. Dengan sekali hentakan kakinya yang kokoh dan kuat itu membuat dia bisa meloncat sangat tinggi. “Tuan.” Kata Garem memberikan instruksinya kepada Lian Song untuk mengaktifkan codepelindung.
Mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Garem, Lian Song langsung membentuk sebuah gelembung pelindung yang membuat mereka bisa bertahan dari amukan badai .
Melihat pelindung berbentuk gelembung aneh yang muncul, Cumi raksasa itu melihat lebih dekat kearah Lian Song dan Garem yang berada di antara badai. Matanya yang besar menatap Lian Song yang berada di pangkuan Garem dengan seksama.
Wah! dia besar sekali. Dan sepertinya dia merasa teralihkan dengan gelembung yang aku buat. Hmmm jika seperti ini bagaimana jika aku menggandakan gelembung-gelembungnya sehingga dia nantinya tidak berfokus kearahku.
[Numa: Boljug]
Boljug?
[Numa: boleh juga]
oke... Codepelindung: tipe gelembung diaktifkan. Setelah Lian Song merapalkan mantranya kumpulan gelembung-gelembung nan cantik dan indah mulai bermunculan di derasnya badai.
"Wah... Tuan. Anda mampu menggadakan pelindung anda?" tanya Garem kagum melihat Lian Song yang dapat menggandakan kemampuannya.
"Semua orang juga bisa melakukan itu kok." kata Lian Song polos yang dibalas dengan senyuman geli Garem kepada Lian Song.
"Iya.... jika Anda adalah seorang Given." kata Garem sambil tersenyum dengan mata bertanda garis horizontal yang menatap Lian Song lekat.
Salah tingkah dengan ucapan Garem, Lian Song malah memilih nyengir kuda.
Lian Song berfikir bahwa Cumi Raksasa di hadapannya kelihatan senang dengan gelembung tersebut dan meletuskannya satu.
'A! hanya dengan sekali pukulan pelindungku pecah.' batin Lian Song
"Garem itu kakinya yang sakit." tunjuk Lian Song mengarahkannya ke salah satu tentacle Cumi Raksasa. "...selagi dia meletuskan semua balonku. Ayo mendekat kesana!"
"Balon?" bingung Garem dan setelah itu dia tetap melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Lian Song
__ADS_1
^^^Bersambung....^^^