
Xian Lu yang melihat Lian Song yang belepotan air mata dan wajah memerah membuat sesuatu di dalam tubuhnya bergerak ingin memangsa tubuh lemah di pangkuannya namun tetap ditahannya, karena dia tidak ingin Lian Song kabur lagi.
“Bolehkah aku...” Xian Lu yang sedikit merona meraih dagu Lian Song dan mengecup bibirnya pelan.
Lian Song yang terbuai dengan cumbuan Xian Lu juga membalasnya ragu-ragu dan sedikit bergetar. Xian Lu menidurkan Lian Song dan kembali menciumnya dengan sangat pelan, menahan agar nafsu tidak ikut di dalamnya. Xian Lu membuka kaki Lian Song dan terus menciumnya. Mengeksplorasi mulut Lian Song yang berada dibawahnya untuk mencari satu kenikmatan yang diinginkannya. Tidak lupa tangan Xian Lu melepas satu persatu pakaian Lian Song dan melemparnya ke tempat penjemuran kain. Sekarang Lian Song benar-benar bugil dihadapan Xian Lu dengan wajah yang merah menahan malu. Xian Lu menjilati tonjolan merah muda
milik Lian Song menggigit, menjilat dan menghisapnya pelan.
“Uhmmm~” Lian Song menutup mulutnya ketika dia dimanja oleh Xian Lu yang membangkit sesuatu yang berada di antara pahanya.
Xian Lu merasakan ada sesuatu yang mengenai pahanya dan dia tersenyum usil, “Lian Song kecil benar-benar jujur ya.” Katanya sambil menggigit pelan tonjolan merah muda Lian Song.
“Aghh! Kau berhenti...” Lian Song berusaha untuk menutup bagian itunya yang sudah tegak dan mengeluarkan sedikit cairan putih.
Melihat hal itu, dengan sigap Xian Lu menahan tangan Lian Song dan membiarkan kepalanya menjilat batangan mungil di hadapannya.
“AAAH!”
Xian Lu memasukkan batangan itu kemulutnya tanpa tersisa, menghisapnya seperti memakan lolipop. Memaju mundurkannya membuat Lian Song terperangah dalam kenikmatan. Xian Lu memasukkan satu jarinya kedalam lubang kenikmatan Lian Song membuat dia terperanjat kaget. Bersamaan dengan suara petir yang menyambar Lian Song mengeluarkan semuanya dimulut Xian Lu. Xian Lu menelan kepemilikan Lian Song dan menjilati sisanya yang berada di bibirnya.
Xian Lu melirik Lian Song yang pingsan dengan tubuh yang begitu mengunggah siapa saja untuk memperkosanya. Benar-benar pemandangan yang mempesona. Xian Lu memperhatikan batangannya yang juga tegang. “Sepertinya aku harus menyelesaikannya sendiri kah?”
Xian Lu memakaikan pakaiannya kepada Lian Song dan membalutnya dengan selimut tebal. Setelah itu Xian Lu keluar Goa untuk menyelesaikan sesuatu yang keras itu sendirian.
Sayup-sayup Lian Song mendengar suara burung gereja yang saling sahut menyahut seakan pagi itu adalah pagi yang dinantikan oleh mereka. Lian Song membuka matanya dan mengingat kembali apa yang terjadi semalam, dia ingin melupakannya namun seketika wajah Xian Lu yang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan membuat Lian Song sontak menepuk jidatnya keras.
“Shiro? Kau sudah bangun?”
Lian Song yang mendengar suara bariton yang memanggil namanya hanya membalikkan tubuhnya tidak ingin bertatap muka dengan Xian Lu.
“Makanlah, kita akan pergi sebentar lagi.” Kata Xian Lu dan kemudian pergi berlalu.
[System: Selamat Lian Song mendapatkan poin +5000]
[jumlah point: 20.000]
Oi System, kau tidak ingin meledekku?
[System: sepertinya moodmu sedang buruk Lian Song.]
[System: apa aku perlu memberimu semangat?]
__ADS_1
Cih! Brengsek! Aku ingin tewas saja. Kenapa aku juga nggak menolak! AAAAAKKKHHHH. Nikmat sih, tapi aku masih normal!
[System: bocah labil kah?]
Oi oi, gaul sekali bahasamu yah, system upgrade sialan.
Lian Song bangkit dari tempat tidurnya dan merasakan tubuhnya yang sudah bersih dan segar. Sepertinya Xian Lu membersihkan tubuh Lian Song selagi dia pingsan. Lian Song memakan makanan yang dibawakan oleh Xian Lu dan setelah itu dia beranjak keluar dari Goa.
Sinar terik matahari yang mulai tinggi langsung menerpa wajah manis milik Lian Song yang langsung menutup kelopak matanya. Di dekat pepohonan itu Lian Song mendapati Xian Lu yang sedang merokok dengan tenangnya. Seketika mata mereka beradu, Lian Song langsung salah tingkah.
Xian Lu yang mendapati dirinya di lihat oleh Lian Song langsung mematikan rokoknya dan berjalan kearahnya, “Kau sudah siap?” tanyanya
Lian Song mencoba untuk melupakan apa yang terjadi semalam dan kemudian mengangguk, “Tentu saja.” Kata Lian Song berpura-pura tidak terjadi apa-apa di antara mereka.
Xian Lu kembali memeriksa barang-barang yang ada di Goa dan setelah merasa semuanya tidak ada yang tertinggal mereka langsung berangkat menuju Goa Tuang Lung yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada.
Selama perjalanan yang mereka tempuh dengan cara berjalan kaki, tidak ada satupun dari mereka yang berbicara. Sedangkan Lian Song yang merasa tidak enak dengan Xian Lu lebih memilih menyibukkan diri dengan memburu monster-monster yang ada disekitar perjalanan mereka.
** [System: selamat Lian Song Rank Up 8 lvl 1]**
[System: Skill aktif terbuka.]
[Sytem Shop: - Mata penghakiman -19500 points]
[- Sensitif Sentuhan Berharga -1500 point]
[ - next]
He? Semenjak kapan aku berada pada rank 8? Gegara semalam kah? Dan muncul lagi skill aneh yang baru. System, apa aku tidak salah lihat?
[System: tidak]
Apakah mata penghakiman seperti yang aku fikirkan? Yaitu mata yang dapat melihat dan menembus apapun seperti yang ada pada novel Unlimited Magic Adventure of Maura?
[System: ???]
[system: searching info]
[System : benar, apakah Lian Song ingin membelinya?]
Hmmm, kalau di novelnya sih mata penghakiman benar-benar membantu. Aku akan membelinya. Tapi skill perisai berganda juga bisa digabungkan dengan skill yang lain. Ahh, tapi nggak apalah. System aku membeli mata penghakiman.
__ADS_1
[System: Selamat Lian Song mendapat Skill Aktif Mata Penghakiman.]
[ketentuan menggunakan mata penghakiman; mata penghakiman bisa digunakan kapan saja dengan batas waktu tertentu, terlalu lama menggunakan mata penghakiman bisa menyebabkan kebutaan.]
EH??! Jadi tidak unlimited kah?
[System: Tidak, karena ini bukan cerita Adventure Of Maura]
Cih, apakah ada obatnya kalau mengalami kebutaan?
[System: ada. Untuk sementara matamu akan dinonaktifkan]
Ah! Padahal novel itu belum selesai di update karena authornya sering malas-malasan dan gabut, akupun jadi pengen tahu kelanjutannya.
“Shiro, perhatikan langkahmu.” Xian Lu menarik tangan Lian Song yang sibuk dengan fikirannya sendiri tanpa sadar di depannya ada lubang besar yang biasanya dijadikan perangkap untuk hewan buas maupun monster.
“Ah! Maaf, haha.” Canggung Lian Song.
“Kau baik-baik saja?” tanya Xian Lu dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.
“Ah, iya.” Hening sejenak, “Xian Lu, apa kita sudah sampai di goa Tuang Lung?” tanya Lian Song.
Xian Lu mendongak dan kemudian mengarahkan padangannya kedepan, Mengikuti Xian Lu, Lian Song pun juga mengedarkan pandangannya kedepan dan benar saja tidak jauh dari tempat mereka berada sudah banyak kumpulan orang-orang yang baru saja datang dengan teleportasi ataupun terbang dengan alat transportasi mereka.
Tidak berselang lama, Xian Lu dan Lian Song pun sampai di lapangan luas dimana banyak sekali aidjin, dan familia given yang menantikan kemunculan Goa Giannuang yang berada di gunung Tuang Lung. Lian Song mengedarkan pandangannya dan mendapati Vun Nora juga si Capit juga hadir dalam event ini.
“Halo Tuan Lian.” Sapa seseorang dengan atribut tempur tidak lupa telinga kucing yang terdapat tindikan berupa sebuah lonceng kecil. Wana.
Mendengar ada suara yang sangat dirindukannya Lian Song langsung bersemangat dan melihat Wana. “Wana! Eh?! Kau terlihat keren.”
Wana tersenyum sedetik kemudian Wana menjulurkan tangannya kearah Lian Song yang langsung ditahan oleh Xian Lu. Wana masih tersenyum dengan tangannya yang berada tidak jauh dari pucuk kepala Lian Song hanya sekitar 15 cm dari kepalanya.
“Tuan Xian, bisa tolong lepaskan tanganmu.” Ucap Wana masih dengan tersenyum.
“Aku tidak suka barangku disentuh.” Ucap Xian Lu dingin.
Wana melirik Xian Lu dan sedetik kemudian langsung mencakar Xian Lu yang membuatnya langsung menarik Lian Song menjauh dari Wana. Lian Song yang tidak tahu apa yang terjadi hanya pasrah di tarik Xian Lu.
“Tuan Lian. Apakah Anda mau masuk ke Goa bersama saya?” ramah Wana.
...*****...
__ADS_1
^^^^^^BERSAMBUNG^^^^^^