
...RedOrange: Halo Ha Minna......
...Readers :"Langsung ngumpul"...
...RedOrange: ternyata setelah aku check pada part sebelumnya terdapat beberapa typo akibat perpindahan dari word kesini, jadinya lumayan ngeselin pas di baca, dan aku mohon maaf yang sebesar-besarnya wahahahaha....
...Readers: "Emang susah ya buat nggak typo gitu."...
...RedOrange: ngga susah sih, hanya saja kmren pas mindahin kesini aku ngantuk banget dan juga lumayan mager hahahaha...
...Readers: Megang obor dan spatula spongebob**...
...*RedOrange : emang diriku adalah daging item yang dibolak balik spongbob apa*...
...Readers: seraannng!...
...*RedOrange: Selamat membaca minnaaaaaa, Jurus berlari tanpa arah *KABOOOOR**...
Bagi yang menginginkan PDF nya bisa langsung DM ^_^
Chapter IV. Permata Dewa
Setelah incident dimana ditemukan 99 mayat Aidjin di temukan, Kota Ygdrasiel menjadi gempar dengan tangisan dan juga kutukan dari orang-orang yang tidak terima bahwa keluarga mereka tewas dengan sangat menyedihkan. Kaisar Han Liu banyak menerima kritikan dan masukan pedas agar orang yang bersalah dibunuh dengan cara yang lebih menyedihkan lagi atau meminta dia disiksa sampai mati.
“Namamu Lian Song?”
Lian Song perlahan membuka matanya dan menemukan dirinya berada di pinggiran danau dengan
sebuah pohon besar yang berada tepat di belakangnya. Pepohonan itu melindungi
Lian Song dari panas teriknya matahari.
Ha?! Aku tidak mati??? System??!
“Lian Song?” panggilnya lagi
Lian Song menoleh ke arah sumber suara dan menemukan Shiori yang sedang memegang harpanya
sambil tersenyum lembut ke arah Lian Song. Shiori memperlihatkan dirinya
sebagai roh kelinci putih nan anggun.
“Shiori?” tanya Lian Song dan kemudian duduk disamping Shiori.
“Hmmm.” Jawabnya, “Maukah kau mendengarkanku bernyanyi? Aku baru saja membuatnya.” Kata Shiori
dan mulai memetik nada-nada indah dari harpanya diiringi dengan suara lembut
yang keluar dari bibir ranum miliknya.
“Lagu itu... untuk Xian Lu?” tanya Lian Song setelah Shiori berhenti bernyanyi.
Shiori mengangguk, “Terimakasih.”
“Terimakasih? Untuk apa?”
Shiori menggeleng, “Lian Song, terimakasih... akhirnya aku bisa bertemu dengan Xian
Lu.”
“...”
“Kau bisa saja membunuhku kau tahu.” Ucap Shiori dengan tersenyum
“He?? Ma-maksudmu apa?”
Shiori tertawa, “Pilihan yang diberikan lelaki itu.”
Lian Song tersentak. “Darimana??”
“Aku bisa melihat masa depan, jauh sebelum kau muncul aku sudah melihat masa depanmu.”
“...” Lian Song mendengarkan dengan seksama.
“Tapi... dalam penglihatanku, aku kembali bersama dengan Xian Lu, Namun yang berada di
sisi Xian Lu bukanlah aku yang dulu. Xian Lu merasa tersakiti dengan semua
kebohongan yang dia pikul sendiri. Demi diriku. Lian Song yang berada di
penglihatanku lebih memilih membunuh diriku, setelah itu roh iblis Hyenna akan
masuk kedalam tubuhmu dan mengambil alih dirimu. Tapi walaupun begitu kau akan
selamat sedangkan lelaki itu akan tewas.
“Numa...” lirih Lian Song.
“Jadi namanya adalah Numa? Lelaki tampan yang selalu menjadi pelindungmu.” Ujar Shiori
dengan tersenyum, Shiori mengedipkan matanya, “Itu jika kau memilih apa yang
diberikan Numa untukmu. Didalam penglihatanku, dia rela mati untukmu. Saat kau
membunuhku disaat-saat terakhir, saat itulah Hyenna berhasil.”
“...”
“Aku tidak tahu darimana kau berasal, namun... aku mengetahuinya bahwa kau adalah dewa. Dan
kau dijaga oleh seorang pelindung.” Lanjut Shiori.
Ha???! Dewa apanya, aku hanya manusia biasa yang di tarik ke dunia aneh ini tahu.
“Dewa yang akan membawa Xian Lu kembali ke jalan yang benar.” Lanjut Shiori.
Membawa kejalan yang benar apanya?! Yang ada aku malah belok tahuuuu! Kemana laki-laki
sejatiku. Ahhh! Harga diriku.
“Aku yakin kau sangat mencintai Xian Lu bukan, Lian Song?” tanya Shiori tiba-tiba yang
sekarang berada dihadapan wajah Lian Song.
“A-ano Shiori.”
Shiori tersenyum, “Iya?”
“A-aku adalah seorang lelaki kau tahu.” Balas Lian Song sepelan mungkin
Shiori masih tersenyum, dan kemudian hidungnya mengeluarkan darah.
“AAAHHH! Shiori kau baik-baik saja?” tanya Lian Song panik.
Masih tersenyum, “Aku tahu.” Mengelap darah di hidungnya.
“He?!!!”
“Aku tahu.”
“-_-“
Ah Sial dia ternyata wanita seperti itu.
“Aku sebenarnya sedikit cemburu padamu, namun aku tidak bisa mengungkirinya lagi
bahwa Xian Lu lebih memilihmu. Ternyata takdir itu tidak bisa di tebak yah.”
Lian Song melihat raut wajah Shiori yang masih tersenyum kepadanya.
“Kenapa? Kau masih bisa tersenyum?, Shiori?” tanya Lian Song.
Shiori memejamkan matanya, “Ditempat inilah aku dan Xian Lu pertama kali bertemu. Aku sangat
menyesal jika roh yang dipanggil Xian Lu adalah roh jahat dari sisi hatiku yang
terdalam. Aku tidak bisa melawan sisi jahatku. Tapi, Xian Lu sudah membunuh
sisi jahatku itu. Mati di tangannya adalah hal terindah yang bisa kurasakan.”
“Shiori...”
“Saat roh aidjin yang terbunuh oleh roh jahatku, mereka bisa melihatku. Mereka ingin
marah, namun aku memberikan mereka janji bahwa akan ada satu orang yang sudah
ditakdirkan yang akan membebaskan mereka. Dan aku bilang, mohon bersabar dia
akan datang. Untuk kesekian kalinya aku menunggu dengan sabar, dan akhirnya
semua janjiku sudah lunas dengan hadirnya dirimu.”
“Kenapa hal itu bisa terjadi?”
Shiori melihat Lian Song dan memberikan harpanya yang kemudian berubah menjadi sebuah
permata. “Ini adalah permata dewa, permata ini diberikan oleh pelindungmu 12
tahun yang lalu disaat tragedi mengerikan itu terjadi.”
“Numa??!! Apa yang kau bicarakan?”
Shiori memiringkan kepalanya. “Huh... kamu tidak tahu yang sebenarnya? Numa itu adalah
roh pelindungmu.”
“Tunggu, aku tidak mengerti! Inikah yang dimaksud dengan bug itu??”
“Bage?”
“Bukan Buge tapi bug dimana terdapat kesalahan pada System atau apalah itu.” Jelas Lian Song.
“Aku tidak mengerti, namun aku merasa aku sudah pernah mengalami hal ini lagi dan lagi.”
“Apa maksudmu? Shiori.”
__ADS_1
“Seperti Dejavu, memori yang terus berulang hingga aku tidak tahu lagi apakah benar itu
penglihatanku ataukah aku hanya bermimpi.”
Ucapan Shiori menimbulkan zona merah yang kemudian berubah kembali ke tempat semula
yang berlaku dalam sekejap.
“A-apa yang terjadi.” Tanya Lian Song, sekejap wajah Shiori langsung berubah pucat seperti
dia mengingat sesuatu.
“Lian Song, lariiiii....!” setelah Shiori mengatakan hal itu cahaya putih yang sangat menyilaukan
mata muncul tiba-tiba. Sayup-sayup Lian Song mendengar, ‘Jangan percaya
padanya.’
-----
5 hari setelah kejadian penumbalan itu akhirnya Lian Song membuka matanya dan mendapati
dirinya berada di sebuah kamar yang semua dindingnya terbuat dari es, bahkan
tempat tidurnya pun juga terbuat dari es.
“Tuan Lian, Anda sudah sadar?” sebuah suara yang sangat familiar di indera pendengaran Lian
Song mengagetkannya. Dia adalah Wana.
“Wa-na?” tanya Lian Song dan langsung memegangi perutnya.
“Jangan bergerak dulu Tuan Lian, lukamu masih belum sembuh total.” Kata Wana sambil
menidurkan Lian Song kembali di atas tempat tidur es.
“Ini adalah es bukan?” tanya Lian Song.
“Iya, ini adalah alat penyembuhan Nona Feng Sha. Tuan Lian aku akan segera membawa obatmu
kesini. Berbaringlah terlebih dahulu.” Ujar Wana dan kemudian membungkuk.
Sebelum Wana pergi Lian Song memanggilnya, “Wana... bagaimana dengan Xian Lu? Dimana dia?”
tanyanya.
Wana hanya terdiam dan kemudian dengan raut jijik dia mengutarakan, “...dia akan
dieksekusi mati, 3 hari dari sekarang.”
“Apa??” kaget Lian Song.
“Aku permisi dulu Tuan Lian, selamat beristirahat.” Setelah mengatakan hal itu Wana menutup
kembali pintunya.
Ah~ kasihan sekali Xian Lu... demi kekasihnya Shiori.., Eh? Aku bermimpi bertemu dengan
Shiori, tapi apa kata-kata terakhir yang disampaikannya ya? Jangan percaya?? Kepada
siapa?
[System: Memulai...]
[System : Menghubungkan...]
[System : Error mengambil memori.]
Hah? Error? Memori?
[System: Lian Song? Aku...]
Numaaaa
[System: Selamat Lian Song, akhirnya kamu
selamat! Dan sepertinya juga berhasil mendapatkan permata dewa.]
Iya, tentu saja. Apa kau tahu aku tadi bermimpi bertemu dengan Shiori. Tapi aku tidak
ingat apa yang dibicarakannya.
[System : hal ini adalah wajar dikarenakan ini adalah sebuah program di NWP]
[System : apa yang Anda bicarakan dengannya?]
‘Aneh.’ Batin Lian Song. ‘Bukannya dia seharusnya tahu? Atau... mimpi itu adalah dunianya
Shiori?’
[System : Maaf Lian Song karena programku
belum terpulihkan semuanya jadi ada beberapa hal yang tidak bisa ku ambil. Hmm,
Hmmm aku
baik-baik saja.
[System : ^///^]
Hahaha aku merindukan emoticon mu itu dasar System.
[System: Selamat Lian Song Anda memperoleh +35000 point.]
Wow banyak sekali, terimakasih Numa.
[System: Selamat Lian Song mendapatkan
Permata Dewa +20000 point]
[System : Selamat Lian Song mendapatkan 2
roh suci, Roh Rusa sang bijaksana yang memiliki skill aktif penyembuhan tingkat
tinggi (belum terbuka), skill kebajikan pasif telah diaktifkan, skill pasif keberuntungan
ditambahkan dalam atribut roh. Atribut Roh telah dapat diakses.]
[System: Selamat Lian Song mendapatkan roh
Rubah berekor sembilan yang merupakan roh api dan hawa nafsu, memiliki elemen
api dengan ciri khas yaitu api penyucian (belum dapat diakses), skill pasif
kamuflase -25000 point. Apakah Lian Song akan membelinya, -25000 point]
HA????!!! Apa-apaan ini System sialan?? Aku baru saja mendapatkan point yang banyak dan sekarang
aku harus mengeluarkannya lagi untuk membeli skil kamuflase? Nggak mau!
[System: Skill kamuflase adalah skill
yang mampu membuat Anda menjadi orang
yang tidak memiliki kemampuan khusus dan skill ini akan tidak aktif apabila
Anda berubah ke bentuk salah satu bentuk Roh dari dua roh yang anda miliki.]
Apa untungnya? Lebih baik menjadi orang yang kuat daripada harus menjadi yang
lemah.
[System : -_-]
Apa?? Mau marah?
[System : Menolak -100000. Pilihan tidak
tersedia]
Apa-apaan
ini system sial kau seenak jidatnya menambahkannya??
[System: silahkan pilihan Anda Lian Song ^.^]
Brengsek System sialan kau pikir aku punya pilihan yang lain ha??
[System: Selamat Lian Song mendapatkan skill
pasif Kamuflase]
[System: total point 10000.]
System sialan.
[System: memperbarui...]
[System : Panggilan nama “Numa” sudah
ditambahkan]
Numa: Silahkan panggil namaku dari sekarang
Lian Song.
Lian Song malah mencibir karena Numa yang seenak jidatnya dalam mengatur pilihan yang
diberikannya kepadanya namun dalam hati Lian Song lega karena Numa baik-baik
saja.
Numa, aku senang kau kembali.
Numa: ...
__ADS_1
Ada apa? Kau mau bilang apa?
Numa: aku bahagia kamu mengkhawatirkanku Lian Song.
Untung suaramu adalah suara wanita google aku tidak akan terbayangkan jika suara lelaki yang
akan muncul di dalam jendela yang muncul di depan wajahku.
[System : Upgrade... fitur Suara ditambahkan.]
He????
Numa : bagaimana dengan sekarang??
Suara lelaki??? Numa!! Kenapa kau mengganti suaramu??
Numa: bukankah dengan suara seperti ini lebih baik?
Brengsek bisakah di unmute???
Numa: Lian Song tidak menyukainya?
“Lian Song?”
Lian Song tersentak dan kemudian barulah dia sadar bahwa Feng Sha sudah berada di
hadapannya.
“Aku sudah memanggilmu dari tadi, tapi kau sepertinya sangat asyik dengan fikiranmu. Apa yang
kau fikirkan?” Tanya Feng Sha sambil mematikan api dari cerutu miliknya.
Dengan tergagap, “Haha, tidak ada Nona Feng Sha. Maaf aku melamun.”
Feng Sha mengangguk, “Sepertinya aku tidak perlu memberikanmu item kamuflase.”
“???” bingung Lian Song.
“Aku tidak tahu kenapa namun, memang seorang ratu yang dipilih oleh roh suci itu memang
adalah orang terpilih. Namun seorang Aidjin? Ini adalah hal langka.” Jelas Feng
Sha sambil menatap Lian Song Dingin. “Dan kau bisa dengan mudahnya menguasai
kamuflase yang merupakan skill tingkat tinggi.”
“Eh? Apa itu adalah perihal hal yang salah?” tanya Lian Song bingung karena dia mendapatkan
skill ini dari Numa yang memaksanya untuk membelinya.
“Skill kamuflase adalah skill yang membutuhkan mana yang sangat besar, dan hanya bisa digunakan
satu kali dalam waktu 30 menit. Tapi, aku bahkan tidak merasakan kau
menggunakan mana. Siapa kau sebenarnya?”
“Heh?? Aku adalah Lian Song.” Balas Lian Song gugup.
Lian Song memerhatikan raut wajah Feng Sha yang memerah dan kemudian dia terduduk sambil
menangis dengan kencang, “Padahal aku membutuhkan waktu 5 tahun untuk bisa
menguasai skill kamuflase dengan hanya menggunakan mana sebanyak 10% tapi, tapi
Anda sudah bisa menguasainya huwaaaaaa! Padahal aku juga ingin menjadi ratuuuu!
Kenapaaaaaaa huwaaaaaaa!”
“....!”
“Jika yang jadi ratu adalah seorang Given aku bisa bernafas lega... tapi ini adalah
Aidjin! Aidjin itu tidak bisa menggunakan mananya sendiri! Huwaaa.” Lanjut Feng
Sha masih menangis.
“Nona Feng Sha... maafkan aku... aku tidak bermaksud.”
Feng Sha langsung mendorong tubuh Lian Song hingga kepala Lian Song terbentur bongkahan
es. “Aku tidak masalah yang menjadi ratuku adalah dirimu Lian Song, Biarkan aku
menjadi givenmu.” Katanya sambil mendekat ke arah Lian Song hendak menciumnya
namun Lian Song menahannya dengan tangannya.
“Nona Feng Sha, aku sangat berterimakasih tapi, Akuu...”
Menghela nafas, “Cih, sudah kuduga, Anda akan memilih si anjing Xian Lu.”
“Kenapa tiba-tiba berubah menjadi kata ‘Anda?’” tanya Lian Song, “Sepertinya panggil
aku seperti biasanya saja.” Tambah Lian Song dengan tersenyum.
Feng Sha yang matanya sudah sipit menyipitkan matanya dan kemudian menampilkan sebuah
cermin berukuran besar. “Hmmm, seperti inilah wujudmu dihadapanku Lian Song.” Kata
Feng Sha.
Lian Song melirik dirinya sendiri yang berada di dalam cermin yang memiliki tanduk rusa
dan berekor sembilan bewarna putih kebiruan dengan rambut putih yang panjang
menjuntai hingga betis. Lian Song memeriksa dirinya sendiri mulai dari rambutnya
sendiri namun masih seperti biasanya dan tidak terdapat ekor maupun tanduk.
“Item ini adalah item langka yang bernama cermin kebenaran. Ini adalah atribut khusus
yang aku miliki. Dengan cermin ini aku bisa mengetahui sosok sebenarnya
walaupun Anda menggunakan sihir kamuflase tingkat tinggi.”
“Walaupun begitu, Nona Feng Sha tetap panggil aku seperti biasanya saja. Karena kita
adalah teman.” Ucap Lian Song sambil tersenyum
Rona wajah Feng Sha berubah semerah tomat dan kemudian memeluk Lian Song, “Ratukuuuu.
Huwaaaa anda benar-benar ratu yang baik.”
“Ahh- tidak usah sungkan padaku Nona Feng Sha.”
“Panggil aku Feng Sha saja.” Katanya sambil memeluk Lian Song, membenamkan wajah Lian Song
dibelahan dadanya yang besar dan kenyal.
“Nona, Eh Feng Sha sesak.” Kata Lian Song.
“Ah! Maafkan aku Lian Song.” Kata Feng Sha melepaskan dekapannya.
“Aku akan mengajarkanmu untuk bisa sihir lainnya, dan untuk sementara jangan mengeluarkan
ekor sembilanmu dulu. Bagiku tidak apa, namun bagi roh rubah yang dominannya
adalah seorang Given pasti akan membunuhmu untuk mengambil roh itu secara paksa
dalam tubuhmu.”
“Me-membunuh?” kaget Lian Song horor.
“Biasanya roh suci akan memilih seorang Given dan aku tidak pernah bertemu dengan seorang
aidjin yang dipilih oleh roh suci dan yang memasukimu pun merupakan dua dari 10
roh suci.”
“Apa sebelumnya tidak ada?”
“Tentu saja tidak ada. Aidjin tidak pernah dipilih oleh roh suci karena dia tidak bisa
menghasilkan mana sendiri. Karena kau tahu, Aidjin bergantung pada Given.”
“Permisi Nona Feng Sha, dan Tuan Lian aku membawakan obat-obatan.” Kata Wana dan masuk
setelah Feng Sha mempersilahkan masuk.
“Karena hal itulah, mulai dari saat ini aku akan mengajarimu sihir dari klan rubah.”
[Numa: Selamat Lian Song, Feng Sha
menjadikan Anda sebagai keluarga +500 point]
[Numa : Main Quest permata Dewa selesai]
[Numa: Main Quest Bunga Lily diterima]
Main Quest berikutnya ya
“Jadi apa jawabanmu?” tanya Feng Sha.
“Aku menerimanya.” Balas Lian Song. “Feng Sha, bagaimana dengan Xian Lu?” tanya Lian
Song.
Raut wajah Feng Sha langsung berubah, “Dia akan dihukum mati 3 hari lagi.”
----
^^^Bersambung^^^
maafkan jika tidak bagus dalam pemindahannya ya guys,,,,
aku harap kalian menyukai NWP UwU
__ADS_1