New World Program

New World Program
22. Kenanganku Dan Dirimu


__ADS_3

Chapter ini merupakan Chapter III yang sengaja aku berikan complete wahaha selamat membaca!!!.


NWP akan dibentuk secara PDF, bagi yang berminat silahkan DM aku ^,^/


****Selamat menikmati Chapter III. Kenanganku dan Dirimu


Aku mau dibawa kemana? Tubuhku tidak bisa digerakkan, sial. Dadaku sakit seperti dihancurkan berkeping-keping. Dasar Xian Lu sialan!


BRAKK!


Lian Song dilemparkan kedalam sebuah Goa dan didalamnya terdapat semak belukar yang langsung melilit tubuh Lian Song sehingga meninggalkan bekas luka sayatan disekujur tubuhnya.


“Hahaha," suara seorang wanita sayup-sayup terdengar oleh Lian Song namun Lian Song tidak bisa melihat siapa wanita tersebut.


Code Mata Penghakiman


[System: Lian Song memasuki misi utama!]


[System : Tidak bisa menggunakan sihir.]


Ha??!! System sialan!


“Lelaki bodoh itu tidak berbuat apapun ketika aku menculiknya, Hahaha.” Suara wanita yang lainnya terdengar sambil tertawa. “99 jiwa dan 1 item langka tanpa roh. Benar-benar hadiah yang sangat berkualitas.”


Sesosok wanita berambut merah pendek sebahu dengan gigi taring yang mencuat diantara bibirnya yang dipoles dengan merah darah muncul di balik bayang-bayang. Matanya merah seakan bersinar terang dalam kegelapan menatap Lian Song yang tidak berdaya.


“Hahaha,” Tawanya, “Dia benar-benar bodoh mengira dengan 100 tumbal yang diberikan kau akan kembali kepadanya. Shiori, tuangkan minumanku.” Ucapnya


“Baik Nona Hyenna.” Jawab seorang wanita yang memiliki suara yang sangat lembut, wanita itu berjalan mendekat sehingga Lian Song bisa dengan jelas menatapnya.Wanita itu adalah wanita yang sama saat terdapat monster berkepala kerbau menyerang kota Ygdrasiel. Wanita berambut putih panjang dengan mata silver. Bahkan bulu matanyapun juga bewarna silver sungguh wanita yang sangat elok dan bahkan sangat cantik melebihi apapun yang pernah di lihat Lian Song.


Pantas saja si Xian Lu sialan lebih memilih wanita ini.


Wanita yang di panggil Shiori itu menuangkan cairan yang bewarna merah darah ke gelas wanita yang dipanggil Hyenna tersebut.


“Kau Shiori?” tanya Lian Song pada akhirnya.


Wanita yang bernama Shiori itu menatap Lian Song dengan tatapan matanya yang datar dan kemudian berjalan perlahan kearah Lian Song. Dengan satu kedipan mata, kaki panjang milik Shiori langsung menghantam dagu Lian Song dengan sangat keras.


“Hahaha, tumbal seperti mu berani-beraninya memanggil namanya.” Tawa Hyenna meledek Lian Song yang hidungnya mengeluarkan darah.


“Apa salahnya aku bertanya?” tanya Lian Song lagi.


Lagi. Shiori malah menendang perut Lian Song dan kemudian menusuk perut Lian Song dengan belati yang mengakibatkan Lian Song muntah darah.


[System : ... ]


Sial, sakit sekali.


[System : ... ]


Hei System sialan kau mau mengatakan apa? Jangan tiba-tiba muncul di hadapanku tanpa ada kata-kata. Kau pikir aku sedang apa ha??


[System: bertahanlah Lian Song]


Sial! Apa aku akan mati di tangan wanita brengsek ini ha??


Setelah Shiori puas menusuk Lian Song, dia langsung mengeluarkan sebuah teko kecil dan kemudian mengambil darah segar yang berasal dari tubuh Lian Song dan memasukkannya kedalam teko tersebut.


“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Lian Song sekarat dan terkulai lemas.


Shiori ingin menendang Lian Song lagi, namun langsung dihentikan oleh Hyenna, “Berhenti Shiori. Dia hanya bertanya, jawab saja.” Kata Hyenna yang menatap Lian Song sebagai bahan yang bisa di olokkan.


“Karena aku membencimu. Kau mengambil Xian Lu dariku.” Jawab Shiori dan menjambak rambut Lian Song. “Aku benci wajahmu yang menyerupai diriku. Aku benci matamu yang bewarna hijau, aku benci rambutmu. Aku benci semua tentangmu Aidjin tak berguna.”


“...”


“Kau tidak ingin menangis?” tanya Shiori.


 “...Untuk apa?” tanya Lian Song lagi setengah sadar.


“Semua wanita yang dibawa oleh Xian Lu akan menangis meminta hidupnya untuk di maafkan. Apa kau tidak ingin hidup?” tanya Shiori


Lian Song sedikit tertawa, “Bohong jika aku bilang aku tidak ingin hidup. Tapi tendanganmu benar-benar sakit sekali, apalagi kau sudah menusukku berulang-ulang kali. Sial! Apakah dia tahu bahwa kau masih hidup?” tanya Lian Song.


Shiori langsung menusuk perut Lian Song lagi dengan sangat dalam, “...”


“Dia ingin menghidupkanmu, karena hal itulah dia melakukan hal keji. Kasihan sekali Xian Lu yang dibayang-bayangi rasa bersalah karena kematianmu.” Jelas Lian Song sambil batuk darah.


Lagi, Shiori menikam Lian Song.


“Kau adalah tumbal terakhir, dan nonaku akan terbebas. Dan semuanya akan berakhir.


Dan aku akan menjadi kuat dan menjadi seorang given.”


“Terbebas dari apa? Kau adalah seorang Aidjin mana mungkin menjadi seorang Given?”


Shiori sedikit tertegun namun kemudian langsung menghajar wajah Lian Song, “Nonaku bisa mengabulkan semua keinginanku, aku akan menjadi Given terkuat. Aku akan menjadi kuat. Ketika nonaku terbebas, dia akan menjadi penguasa dunia ini. Dan akan membunuh semua given dan aidjin tak berguna sepertimu.” Shiori lagi menusuk Lian Song sehingga terdapat 20 belati yang bersarang di perut Lian Song hingga akhirnya Lian Song pingsan tak sadarkan diri


“Dia benar-benar lemah ya Shiori.” Ucap Hyenna yang berjalan mendekat kearah Shiori dan kemudian membelai pucuk kepalanya lembut. “Setelah aku terbebas, akan aku bunuh semua orang yang berani menyakitimu. Kita akan membuat dunia berada di bawah kakiku, bersamaan dengan itu aku tidak akan terkalahkan. Hahahaha.”


“Benar Nonaku, hanya satu persyaratan lagi.”


“Benar, hari ini adalah puncaknya. Hahaha.”


“Xian Lu... sangat menya...yangi...mu Shi..o...ri.” Ucap Lian Song dalam alam bawah sadarnya yang tanpa sadar terucap di bibirnya yang penuh dengan darah.


***


“Dimana ini?” tanya Lian Song yang sekarang berada disebuah tempat dimana langit biru membentang luas dan dibawah kakinya terdapat air bewarna biru yang sangat jernih menampilkan langit di atasnya.


“Lian Song.”


Lian Song menoleh dan mendapati seorang lelaki berambut biru gelap dengan tato garis lurus dibawah matanya.


“System?” tanya Lian Song


Lelaki yang dipanggil System itu tersenyum. “Yo!” balasnya.


“Kau seorang manusia?” tanya Lian Song lagi.


“Tidak, aku hanyalah program yang telah di update.” Ucap System


Lian Song memperhatikan tubuh System yang bagian atasnya toples. Cih mau memamerkan tubuhmu ha?


System tertawa sambil menutup mulutnya.


“Kenapa kau tertawa?” tanya Lian Song.


“Aku adalah System, apapun yang kau fikirkan aku bisa mengetahuinya.” Balasnya.


“Ah! Benar juga. Jadi namamu siapa?” tanya Lian Song.


“Kau biasanya memanggilku dengan panggilan System sialan.” Ucapnya dengan mengangkat tangan sambil memutar bola matanya.


“Ah! Maafkan aku. Hmmm, jika kau tidak mempunyai nama maka akan coba berikan satu untukmu. Hmmm kau adalah System sialan, Hmmm coba Sys.. Nama... code?”


Lian Song memerhatikan wajah tampan System dengan tato garis di bagian bawah kedua matanya, “... Numa...”


System melirik Lian Song menunggu jawaban pasti dari Lian Song.


“Aku memberimu nama Numa. Iya Numa.”


“Numa? Kenapa dengan numa??”


“Karena saat kau datang menyelamatkanku waktu itu terdapat angka-angka nol dan satu, jadi lebih baik aku memberimu nama Numa.” Jelas Lian Song


System yang diberi nama Numa terlihat begit senang dan berjalan mendekat kearah Lian Song. “Aku adalah System yang tidak seharusnya diberi nama olehmu, namun akan aku terima saranmu dengan baik Lian Song.” Jelas System dengan membelai lembut kepala Lian Song yang notabennya lebih pendek dari System dengan tinggi 190 cm yang sama dengan Xian Lu.


“A-apa yang kau lakukan System sialan.” Tanya Lian Song menghindar karena dia teringat dengan Xian Lu yang selalu membelai pucuk kepalanya.


“Oh!” System tersadar dan kemudian, “Perkenalkan namaku Numa, salam kenal Lian Song, Apa sekarang kita bisa lebih akrab?” tanya System yang memperkenalkan dirinya sebagai Numa.


Ah! Aku lupa, aku sudah memberinya nama Numa.


“Ah iya Numa, maafkan aku. Wahaha.” Kata Lian Song dengan raut wajah bersalah sekaligus sedih, “Numa apakah aku sudah mati lagi?” tanya Lian Song.


“Tidak.”


“Lalu apa yang terjadi?”


“Anda berada di dalam alam bawah sadar dimana antara penghujung kematian.”


“Jadi, aku dimasukkan kedalam dunia ini hanya untuk mati lagi?”


“...”


“Hah~ jika aku tahu akan begini, sebaiknya aku makan yang banyak dan berfoya-foya terlebih dahulu. Menjalani hidup mewah sebelum aku mati mungkin lebih baik hahahaha.” Tawa Lian Song dengan raut wajah yang dipaksakan.


“FLASH BACK 12 TAHUN YANG LALU.” Ucap Numa


“Apa?” tanya Lian Song Bingung dan setelah itu lautan yang biru berubah menjadi sebuah


tempat dimana semuanya ditutupi oleh salju. “A-apa yang terjadi?” tanya Lian Song.


“Aku membawamu flash back 12 tahun yang lalu.” Ucap Numa


[System: Error]


[System : ER----]


“Numa?”


“...”


“Numa? Apa kau baik-baik saja.”


“Tentu saja.” Ucap Numa tersenyum.


“Shiori! Ayo cepat, sebentar lagi akan ada badai.” Sebuah suara terdengar sedikit berteriak dan kemudian terdapat seorang wanita dengan telinga yang panjang seperti kelinci menembus tubuh Lian Song.

__ADS_1


“Shun, tunggu aku!” teriak seorang wanita yang kesemua tubuhnya bewarna putih, siapa lagi kalau bukan Shiori Hanalotus. Shiori bertubuh mungil dengan telinga putihnya yang sangat cantik. Kemungkinan umurnya adalah 17 tahun.


“Numa, dia adalah Shiori? Dia sangat berbeda dengan yang kulihat barusan.”


[System: Erro----]


Sekali lagi Lian Song bingung kenapa setelah notifnya muncul dan kemudian langsung hilang begitu saja. Saat Lian Song melirik kearah Numa, Numa hanya membalasnya dengan senyumannya saja.


“Ayo ikuti aku.” Ajak Numa kemudian berlari mengejar Shiori untuk masuk kesebuah gubuk kecil. Didalamnya terdapat 8 aidjin yang memiliki roh kelinci yang merupakan roh yang sangat lemah.


“Shun, apa kau mendapatkan obatnya?” tanya seorang aidjin dengan membisikkannya ke telinga Shun.


“Shuwa, aku sudah mendapatkannya tenang saja,” balas Shun dengan membisikannya ke telinga Aidjin yang bernama Shuwa.


“Shun, Shiori selamat datang. Bagaimana latihan kalian?” tanya seorang wanita yang sudah tua dan tersenyum ramah ke arah Shun dan Shiori yang baru saja tiba di rumah. Dia adalah ibu dari Shiori yang bernama Shaoka Hanalotus


“Ibu~ tentu saja! Aku ini adalah anak yang kuat.” Balas Shun bahagia.


“Bagaimana denganmu Shiori?” tanya Shaoka sambil menatap lembut anaknya Shiori.


“Aku masih gagal ibu...” ucap Shiori dengan menunduk.


“Shiori, mendekatlah ke ibu.” Ucapnya dan kemudian Shaoka membelai pucuk kepalanya dengan lembut. “Kelak kamu juga akan berhasil nak. Seperti kakak-kakakmu.” Ujarnya dan kemudian batuk-batuk.


“Ibu!” sontak mereka semua panik dan kemudian Shuwa memberikan obat yang telah dibawa Shun dan meminumkannya kepada Ibunya.


“KELUAR KAU AIDJIN SIALAN!” sebuah suara memanggil dibalik gubuk kecil itu. Diikuti dengan suara dan langkah kaki yang lainnya


“A-ada apa itu?” tanya Shaoka dan berusaha untuk bangkit.


“Shun! Apa kau lupa menghapus jejak kakimu?” tanya Shuwa kepada Shun.


“Su-sudah, saljunya.”


“Cih Sialan!” umpat Shuwa.


Shaoka yang ingin keluar rumah ditahan oleh Shuwa dan kemudian Shuwa pergi keluar rumah diikuti dengan Shun, dan Shiori. Sedangkan yang lainnya menunggu di dalam rumah merawat Shaoka.


“KALIAN PARA AIDJIN SIALAN, KEMBALIKAN OBAT-OBATANKU.” Teriak seorang lelaki bertubuh gembul dengan perhiasan pernak-pernik di tangannya, “DASAR PENCURI BUSUK!”


“Lelaki itu merupakan biven dari familia Ming. Nan Hong” Jelas Numa mengarahkan pandangannya kearah lelaki gembul tersebut.


“Kita bunuh saja mereka Tuan!” ucap salah seorang lainnya.


“Itu benar, mereka sudah mencuri dari kita.” Kata lelaki yang lainnya.


“Itu tidak benar! Aku sudah membayarnya.” Jawab Shun.


“Uangmu saja tidak bisa membeli obat kami! Dasar pencuri.” Teriaknya.


“Kau yang telah mengambil uang kami!” teriak Shun tidak mau kalah.


Shuwa menghela nafas, “Kami akan menggantinya, tunggulah beberapa hari. Panen kami sedang terhambat karena terdapat salju.”


“Sayangnya aku tidak mau menunggu.” Jawab Nan Hong dan kemudian mengarahkan Aidjinnya yang merupakan roh lebah untuk menghancurkan gubuk itu dan meracuni aidjin yang berada di dalam gubuk tersebut.


“TIDAK!!!” teriak Shun dan Shuwa berbarengan.


“Apa yang kau lakukan brengsek!!” teriak Shun dan menendang aidjin lebah itu untuk berhenti menyebarkan racun keseluruh rumahnya, namun nihil kaki Shun langsung dipotong oleh Nan Hong yang merupakan seorang Biven dari familia Ming.


“IBUUUU!” Teriak Shuwa yang juga marah, “SHUNNNN!” kaget Shuwa ketika mendapati kaki kanan Shun sudah terpotong.


Dengan arahan Nan Hong, Shuwa pun di bunuh dengan cara digorok lehernya hingga putus. Dan Shun yang kemudian di makan oleh Aidjin dengan roh Bainca yang merupakan roh harimau.


 Shiori yang melihat apa yang terjadi kepada saudaranya hanya tertunduk lesu dan ketakutan.


“Yang satunya ini benar-benar cantik dibandingkan dengan yang lainnya. Kita bunuh atau di jual?” tanya lelaki yang lain.


Nan Hong menjambak rambut Shiori dan memerhatikan matanya yang bewarna putih terlihat ketakutan yang mengeluarkan air mata. “Bawa dia!”


Setelah itu scene berubah dimana Shiori dijadikan pelacur oleh Nan Hong. Hidupnya seakan berada di neraka dimana dia menjadi Aidjin milik Nan Hong. Hidupnya seakan-akan berada di neraka. Pada suatu saat Shiori sedang berada di sebuah danau dengan sebuah harpa kecil ditangannya. Shiori bernyanyi dengan nada yang sangat


sedih namun terkesan sangat rindu dengan seseorang.


“Kau selalu saja bernyanyi dengan suara sedih.” Suara baritone namun terkesan lebih kekanakkan terdengar sesaat setelah Shiori berhenti bernyanyi.


Shiori kaget dan mencari arah sumber suaranya.


“Aku diatas.” Ucap lelaki itu.


Dia adalah Xian Lu dengan umur 18 tahun. Dia terlihat gagah dengan pakaian tempurnya yang bewarna hitam selaras dengan rambutnya yang urak-urakkan.


“Se-sejak kapan kau berada disana?” tanya Shiori.


“Sejak pagi mungkin.” Ucap Xian Lu enteng dan kemudian melompat turun dan duduk disamping Shiori.


“Kau!”


“Oi! Nyanyikan aku lagu yang lainnya.” Suruh Xian Lu dan kemudian memposisikan dirinya untuk tidur lagi di samping Shiori.


Shiori awalnya diam namun setelah itu dia bernyanyi lagi untuk Xian Lu dengan lirik yang sama yang melambangkan kesedihan dan ingin bertemu dengan seseorang.


Setelah selesai menyanyikan lagu tersebut, Shiori terdiam dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan Xian Lu yang tertidur. Begitu setiap harinya Xian Lu akan datang untuk mendengarkan Shiori bernyanyi. Hingga akhirnya Shiori terbiasa dengan keberadaan Xian Lu. Mereka semakin akrab dan semakin dekat.


Keesokan harinya Xian Lu sudah menunggu Shiori untuk mendengarnya bernyayi lagi namun dia tidak datang. Begitupun dengan hari-hari lainnya. Xian Lu tidak menemukan keberadaan Shiori. Sehingga Xian Lu menanyakan kepada serikat keberadaan Shiori dimana nama Shiori sekarang sudah tidak terikat dengan Nan Hong. Hingga


akhirnya Xian Lu hanya bisa menunggu kedatangan Shiori.


Setelah 1 bulan lamanya akhirnya Shiori muncul dengan tubuh yang memar dan pakaian yang compang-camping meminta pertolongan disepanjang jalan. Namun bukannya di tolong dia mala dilecehkan dan dilempar dengan batu dan diperlakukan dengan tidak  manusiawi oleh para given yang lalu lalang. Hingga Xian Lu datang dan menyelematkannya. Xian Lu membawanya kesebuah penginapan dan membelikannya baju yang layak.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Xian Lu.


“Bawa aku bersamamu.” Jawab Shiori dengan mata yang berkaca-kaca. “Aku sudah tidak sanggup lagi!” racau Shiori.


 Xian Lu menatap wajah cantik Shiori yang babak belur dan kemudian menyuruhnya untuk


beristirahat.


Keesokan harinya, wajah Shiori sudah kembali seperti semula karena di obati oleh Xian Lu.


“Kau sudah sadar?” tanya Xian Lu yang sedang membawa nampan berisi makanan. “Makan lah.” Ucapnya


Shiori menatap nampan berisi makanan itu dan langsung melahapnya dengan lahap.


Xian Lu yang menatapnya hanya tertawa, “Aku tidak akan memakan makananmu, makanlah dengan santai semuanya untukmu.” Tambahnya.


“Namamu?” tanya Shiori pada akhirnya.


“Namaku Lu, Xian Lu.” Jawabnya. “Akhirnya kau mau menanyakan namaku.” Tambahnya tertawa.


“Shiori. Shiori Hanalotus.” Jawab Shiori setelah menelan makanannya dengan susah payah.


“Nama yang bagus.” Jawab Xian Lu dan membersihkan wajah Shiori yang belepotan.


Setelah pertemuan singkat itu, Xian Lu selalu bersama Shiori mengajarkan Shiori berbagai hal


mulai dari bertarung dan menggunakan sihir. Dan pada akhirnya mereka berdua menjalin sebuah kontrak yaitu menjadi Aidjin milik Xian Lu seutuhnya. Xian Lu selalu bersama dengan Shiori melakukan banyak hal hingga setelah 2 tahun kebersamaan mereka keluarga Xian Lu dan keluarga Ming memiliki pertikaian dimana Nan Hong menuduh Xian Lu sudah mencuri Aidjin miliknya yang merupakan sampah dan pelacur dari keluarga Ming.


Keluarga Xian Lu marah besar dan menyuruh Xian Lu untuk memutuskan kontrak dengan Shiori yang ditolak mentah-mentah oleh Xian Lu. Keluarga Xian Lu dari awal juga tidak menyetujui bahwa Xian Lu memilih Aidjin lemah dan hanya akan menjadi beban bagi Xian Lu. Walaupun begitu dia tetap memilih Shiori dan membawanya kabur bersamanya.


“Xian Lu, kau akan pergi meninggalkan klanmu?” tanya Shiori yang berada di pangkuan Xian Lu.


“Benar, aku akan meninggalkan keluargaku demi dirimu, Shiori. Aku akan menjagamu dan selalu disisimu.” Ucap Xian Lu lembut.


Shiori mendekatkan wajahnya kearah Xian Lu hendak menciumnya saat itulah Lian Song langsung memalingkan wajahnya, menutup matanya dan telinganya dari suara yang dikeluarkan dari Shiori yang mendesah nikmat akibat dari pergulatan mereka. Numa yang menyadari itu langsung merubah suasananya sehingga sekarang Numa memperlihatkan dimana Nan Hong beserta para Aidjinnya mengepung kediaman Xian Lu.


Shiori yang terpojok dihadapkan dengan membunuh dirinya sendiri atau membunuh Xian Lu yang terikat tidak berdaya.


“Aku mencintaimu Xian Lu, tetaplah hidup.” Ucap Shiori sambil tersenyum dan kemudian membelah perutnya sendiri.


Melihat hal mengerikan yang berada di hadapannya, Xian Lu berubah menjadi seekor naga dengan sirip bewarna hitam gelap dengan matanya bewarna emas dengan tubuhnya yang mengeluarkan api. Saat itulah Xian Lu membunuh Nan Hong beserta dengan orang-orang yang telah mengepung dan memakan mereka seutuhnya.


Setelah tidak ada lagi Given maupun Aidjin yang tersisa disana Xian Lu mendekat kearah Shiori dan menciumnya.


“Aku akan selalu berada disisimu Shiori.” Kata Xian Lu dan kemudian sebuah roh kecil muncul dihadapannya dia merupakan roh iblis yang memiliki bentuk seperti kelelawar.


“Kasihan sekali. Hahahaha” tawanya


Xian Lu yang masih bersedih marah dan menebas kelelawar itu, namun bisa dihindarinya dengan mudah.


“Aku bisa menghidupkan roh kelinci milikmu kau tahu? Nasibnya benar-benar malang.” Tambahnya lagi


“Siapa kau?” tanya Xian Lu dingin


“Hmmm, Hyenna. Nama ku adalah Hyenna. Haahaha.” Ucap kelelawar itu.


“Kau tahu setiap 20 tahun sekali akan terdapat Goa gaib yang berada di gunung Tuang Lung, akan terbuka.”


 “...”


“Jika kau ingin kekasihmu bangkit kembali, aku bisa membantumu. Hahaha.”


 “Jangan banyak bicara, apa maumu?”


 “99 Aidjin dan 1 Aidjin langka akan muncul 10 tahun dari sekarang. Dan kupastikan 1 aidjin langka itu juga sedang melihatku sekarang.” Ucap Hyenna dan langsung melirik Lian Song yang langsung dihalangi oleh Numa sehingga tubuh Numa menjadi penghalang bagi Lian Song.


‘Dia mengetahuiku?’ batin Lian Song.


“Hmm, aku rasa dia sudah kabur.” Tambah Hyenna


“Jangan bercanda! Brengsek! Iblis sialan.” Marah Xian Lu


“Hahahaha, 99 Aidjin dan 1 Aidjin langka. Bawakan mereka untukku dan setelah itu di Goa Giannuang Tuang Lung aku akan menunggumu sambil mengembalikan roh kelinci kesayanganmu. Aku hanya menawarkannya kepadamu. Kau terima kau yang beruntung, kau tolak kau yang rugi. Hahahahah.” Setelah mengatakan hal itu Hyenna menghilang meninggalkan Xian Lu yang masih memeluk Shiori di dekapannya.


Pada akhirnya Xian Lu membawa satu Aidjin yang sudah mengikat kontrak dengannya dan memberikannya kepada Hyenna untuk dihisap energinya dan kemudian dibawa pergi oleh Hyenna dan begitu seterusnya hingga akhirnya Numa membawa Lian Song kembali ketempat semula dimana hamparan langit biru yang sangat luas terbentang dengan indahnya.


“Numa... jadi.”


“Iya, itulah yang terjadi. Secara tidak langsung Xian Lu sudah mengikat kontrak dengan iblis. Untuk membangkitkan Shiori.” Jelas Numa

__ADS_1


 **


[System : Error...]**


[sy9-uuw4 sdyfiskg]


“Numa?? Apa yang terjadi?” tanya Lian Song


“Sekarang pergilah, Lian Song. Aku akan menunggumu.” Jawab Numa dan kemudian lautan biru tersebut berubah menjadi zona merah dan Lian Song langsung terbangun tatkala tubuhnya ditusuk oleh sebuah pedang besar bewarna putih dengan belati-belati yang masih tertancap di perutnya.


“Aggggghhhh!” teriak Lian Song kesakitan. Tatkala tangan dan kakinya juga terikat dengan belukar yang berduri yang mengiris pergelangan tangan dan kakinya perlahan.


Disana Lian Song melihat banyak sekali Aidjin yang sudah tewas tertusuk belati dan juga pedang besar di perut mereka. Mata Lian Song terbelalak ketika dia mendapati terdapat Xian Lu berada disana sedang bersama Hyenna dan dihadapannya terdapat Shiori yang terbaring.


‘Code: Mata penghakiman’ Batin Lian Song dan melihat bahwa di hadapan Lian Song memang merupakan Shiori yang asli namun Shiori yang dihadapan Xian Lu merupakan roh jahat dari Shiori yang asli.


Sial Shiori berpura-pura kah? Tapi dari awalnya Shiori memang sudah meninggal namun yang ada dihadapannya juga merupakan Shiori yang merupakan sisi dari rohnya yang jahat. Sehingga Shiori yang berada dihadapan Xian Lu merupakan sisi jahat dari Shiori, sisi Shiori yang mendapati perlakuan buruk dari para Given jahat.


“Xian Lu. Pada akhirnya Shiori-mu yang berharga akan bangkit. Seperti janjiku sebelumnya.” Ucap Hyenna.


“Xian... Lu...” kata Lian Song dengan sisa penghabisan nafasnya.


[System : Error---- menggunakan skill pembentukan pedang untuk melepaskan diri dari belenggu mendapatkan point sebesar +25000]


 [System : Error---- Pilihan tidak tersedia ---


Instant dea---Error]


Xian Lu melirik Lian Song dengan tatapan dingin.


“Akhirnya... kau melihatku...” ucap Lian Song tersenyum.


Xian Lu memalingkan wajahnya dan kemudian menatap Shiori. Sedang Hyenna malah tersenyum dan kemudian tertawa.


 “HAHAHA, PILIHAN YANG TEPAT XIAN LU.”


 “...sudah kuduga... kau... akan... memilih...nya...”


‘code pembentukan seribu pedang, code inventory Ramuan putus, Code inventory Xian Lu wajah jelek Xian Lu,’ rapal Lian Song di dalam hatinya. Kemudian ribuan pedang muncul memutus belukar yang memerangkapnya alhasil Lian Song terjatuh tepat di hadapan Xian Lu dan kemudian Lian Song langsung meminum ramuan putus dan langsung mendekap wajah Xian Lu yang kaget dan meminumkan cairan putus itu kepada Xian Lu.


“APAAAA YANG KAU LAKUKAN AIDJIN BODOH!” teriak Hyenna Kaget karena dengan banyaknya belati dan pedang besar yang menembus tubuhnya dia masih bisa menggunakan mana dan melepaskan dirinya.


Tanpa sengaja Xian Lu meminum cairan itu sehingga Lian Song dan dirinya tidak terikat kontrak namun walaupun begitu Lian Song tetap merupakan tumbal terakhir yang akan diserahkan kepada Hyenna.


[System: Errorr---- membunuh Shiori yang


terbaring +15000. Errorr.]


Numa... kau melakukan ini untukku? Terimakasih. Tapi karena kau tidak memberikan pilihan yang lain maka aku tidak akan menerimanya. Pilihanku sudah bulat.


[System: Errorr—Lian Song!]


 Aku tahu pilihanmu pun juga akan membuatmu terhapus bukan? System errorr milikmu, aku sudah mengetahuinya. Setiap kali jalan yang kau berikan berbeda dengan program sesungguhnya maka kau akan Errorr, aku takut kehilanganmu Numa.


 [System: Lian Song Anda bicara apa? Pilihanmu adalah membunuh Shiori. Aku mohon.]


“Xian ... Lu... Hiduplah ... ber... baha... gia... lah.” Ucap Lian Song dengan segenap kekuatannya.


“Percuma kau memutus kontrakmu dengan Xian Lu. Kau tetap akan menjadi syarat terakhir untuk membangkitkan Shiori.” Ucap Hyenna dan menarik Lian Song kembali ketempatnya.


Dengan hentakan yang keras membuat inventory milik Xian Lu terbuka lebar dengan mengeluarkan hasil potret Xian Lu dimana didalamnya terdapat berbagai hasil potret Xian Lu dan juga Lian Song dari berbagai tempat dengan posisi berbeda.


“Apa-apaan ini? Lukisan jelek ini.” Kata Hyenna hendak membakar seluruh hasil lukisan yang terbang melayang di hadapannya.


Salah satu lukisan dimana Xian Lu dan Lian Song berada di atas Modge di balut dengan hamparan bintang melintas di hadapan Xian Lu, begitu juga dengan lukisan Lian Song yang sedang berlarian menghindar dari serangan monster yang sengaja diambil oleh Xian Lu, terdapat juga lukisan dimana Xian Lu sedang tertidur dibawah pohon besar, Xian Lu yang sedang memancing dan potret Xian Lu dan juga Lian Song yang sedang terduduk bersama sambil tertawa di balut dengan api unggun. Ini adalah momen-momen dimana kenangan-kenangan indah itu bersarang, lukisan ini adalah bukti nyata keberadaan Lian Song dan Xian Lu pernah menghabiskan waktu bersama.


Xian Lu teringat dengan ucapan Lian Song, ‘Ini akan ku simpan haha. Aku akan menunjukkan ke orang-orang wajah jelekmu suatu saat nanti.” Kata Lian Song sambil cengengesan. “Mumpung aku memiliki item ini maka aku akan menggunakannya untuk mengabadikan apapun yang membuatku terkesima sehingga aku tidak akan lupa bahwa aku pernah di dunia ini haha.’


“Xian Lu? Kau harus ingat, penantianmu tidak akan terbuang sia-sia. Shiori akan kembali kepadamu.” Senyum Hyenna membisikkan kata-katanya bagaikan mantra kepada Xian Lu. “Teteskan darahmu kepada Shiori dan dia milikmu.”


Xian Lu kemudian mengulurkan tangannya untuk memberikan darahnya kepada Shiori dan melihat kearah Lian Song yang sekarat dan masih menatap Xian Lu dengan wajah yang menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya. Pada akhirnya Xian Lu berteriak, “Kenapa kau masih saja tersenyum Bodoh!” teriaknya.


Namun Lian Song tidak bisa mendengar lagi karena sudah banyak kehabisan darah.


 Numa?


 Lian Song kembali melihat System Numa yang menangis di dalam zona merah.


 Apa aku yang membuat zona merah ini menyala?


 ...


 Numa maafkan aku, sepertinya aku...


***


 Xian Lu yang mengetahui bahwa nyawa Lian Song diambang batas malah membunuh Shiori.


“AAAAH!!!!!” teriak Hyenna kaget tatkala Xian Lu malah berniat menikam jantung Shiori.


Shiori yang berpura-pura mati langsung bangkit dan melompat menghindar.


“Shiori kau sudah bangkit?” tanya Xian Lu dengan penuh tanda tanya dan juga terdapat pergolakan batin dengan tatapan dingin Shiori.


“Aidjinmu sudah mengetahuinya dan dia malah tidak memberitahukannya kepadamu. Sepertinya dia sudah merelakanmu.” Ucap Hyenna tiba-tiba.


“Shiori bunuhlah lelaki bodoh itu, dan ambil darahnya.” Suruh Hyenna.


“Baik Nona.” Jawabnya dan kemudian Shiori langsung melawan Xian Lu.


“Kau bukan Shiori.”


“Uhmm, dia memang Shiori. Namun Shiori dari kisah sedihnya yang mengutuk para Given dan Biven. Jadi itu memang dia.” Balas Hyenna dengan santainya.


Xian Lu marah bukan main dan mengejar Hyenna namun selalu dihadang oleh Shiori, “Kau bilang kau akan selalu disisiku, Xian Lu.” Ucapnya


Xian Lu mundur dan kembali mengejar Hyenna namun terus-terusan dihadang oleh Shiori.


“Shiori, kau sudah tewas 10 tahun yang lalu. Maafkan aku. Seharusnya aku melindungimu, seharusnya aku berada disisimu. Maafkan aku.” Ucap Xian Lu pada akhirnya dan kemudian berubah bentuk menjadi naga hitam dan mengigit Shiori dan kemudian melemparnya.


“Wah-wah tak kusangka kau akan memperlihatkan bentukmu yang buruk rupa itu naga hitam.” Ucap Hyenna dan berubah menjadi bentuk iblis dengan sayap yang menyerupai kelelawar dengan  seluruh tubuh yang bewarna merah darah, terdapat tanduk kambing dibagian kepalanya. Dan tubuhnya lebih besar dari tubuh sebelumnya. “Jika aku memakanmu, maka aku akan menjadi yang terkuat. Hahahaha.” Tawanya dengan suara berganda seperti perpaduan antara wanita dan pria.


Pertarungan sengitpun tidak bisa dihindari antara Xian Lu yang berwujud naga dengan Hyenna yang merupak seorang iblis.


“Code 001: Api suci Lighthouse!” rapal sebuah suara yang terdengar familiar oleh Xian Lu yaitu Feng Sha.


“Code 5: Cakaran Angin Badai!” teriak Wana yang juga ikut menyerang Hyenna.


Xian Lu pun tidak tinggal diam dan kemudian dia juga menyerang dengan nafas api dan es miliknya sehingga terciptalah sihir jenis baru Qualdrom.


“Brengsek!” Teriak Hyenna yang terdesak. Dia juga melancarkan serangan untuk menghadang sihir yang diberikan Xian Lu dan yang lainnya namun dia tidak sanggup, pada akhirnya Hyenna langsung kabur.


“Wana!” Teriak Feng Sha.


Wana yang mengetahuinya langsung mengejar Hyenna diikuti dengan Feng


Sha yang juga mengejarnya. Feng Sha melirik Lian Song yang terikat tak berdaya


dan nampak sangat marah namun dia harus mementingkan misinya terlebih dahulu


yaitu membunuh iblis.


Xian Lu kembali kewujudnya dan menurunkan Lian Song dengan hati-hati. Xian Lu memberikan tanda kontrak lagi kepada Lian Song namun tanda kontrak tidak bisa dibentuk karena kontraknya telah terputus oleh Lian Song sebelumnya. Xian Lu mengeluarkan sihir penyembuhan namun luka yang diderita Lian Song tidak bisa disembuhkan. Pedang dan belasan belati yang menancap ditubuhnya sudah membuatnya kehabisan darah. Lian Song menderita dengan sungguh tragis karena keegoisan dan kebimbangan Xian Lu.


“Maafkan aku Lian Song.... Maafkan aku... Aku ingin kau kembali Lian Song... Maafkan aku...” racau Xian Lu. “Benar juga darahku, aku akan menghidupkanmu kembali...” kata Xian Lu dan mengiris tangannya sendiri dan kemudian menghisapnya untuk diberikan kepada Lian Song namun belum sempat Xian Lu memberikannya kepada Lian Song, muncul 2 orang wanita Aidjin yang menghempaskan Xian Lu sehingga di terdorong kedinding.


Xian Lu mengenal dua orang itu yaitu, Vun Tari dan Keaya Ho berikut dengan 97 aidjin yang lainnya yang kemudian menolong Lian Song dengan mencabut belasan belati tersebut dan juga satu pedang besar yang menancap dan menembus tubuh Lian Song.


“Darahmu adalah darah kotor Xian Lu.” Ucap Vun Tari Dingin.


Xian Lu yang mendengar itu hanya bisa menangis. Dan menyesali perbuatanya selama ini kepada para aidjin miliknya dan wanita-wanita yang dia temui sebelumnya.


“Tangisanmu tidak berharga.” Ucap Vun Tari selanjutnya dan membelakangi Xian Lu. Setelah itu para roh Aidjin menunduk memberikan hormat kepada Lian Song yang sekarang sudah terbebas dari belati dan pedang besar. Pada saat itulah muncul roh seekor rusa jantan berbarengan dengan roh seekor rubah betina berekor sembilan yang wujudnya bewarna biru berkilauan dan transparan


Roh rusa jantan dengan tanduk besarnya menunduk kearah Lian Song begitupun dengan roh rubah betina berekor sembilan yang menangis melihat Lian Song. Kedua roh suci tersebut kemudian memutari tubuh Lian Song yang mengakibatkan Lian Song terbang mengikuti arahan dari dua roh tersebut. Dan pada akhirnya roh rusa jantan masuk kedalam tubuh Lian Song berbarengan dengan Roh rubah berekor sembilan.


Penggabungan dua roh suci membuat semua orang tersentak karena terlahir raja dan ratu secara berbarengan. Semua Given merinding takut akan terlahirnya raja dan ratu. Para roh yang berada di sekitaran Giannuang bertekuk lutut menyambut raja dan ratu yang baru.


Feng Sha yang berhasil menangkap Hyenna tersentak dan bergidik ngeri.


“Nona?”


“Sang Ratu sudah muncul.” Ucap Feng Sha.


Di lain sisi, Lian Song yang telah dirasuki oleh dua roh suci memiliki wujud yang lain yaitu berambut panjang bewarna putih dengan tanduk rusa dan memiliki ekor 9 bewarna putih kebiruan dan memiliki aura yang sangat lembut. Dan Lian Song memiliki telinga yang runcing karena mengikuti roh rusa.


Para 99 roh Aidjin kemudian membungkuk ke arah Lian Song dan kemudian menghilang. Sebelum Vun Tari pergi dia berpesan kepada Xian Lu, “Aku tidak bisa membencimu Xian Lu begitupun dengan Aidjin yang lain, karena kami mati bukan karenamu. Jadi kembalikan kami kepada keluarga kami. Vun Nora pasti akan menangis melihatku.” Ucapnya sambil tersenyum dan kemudian mengecup dahi Lian Song dan kemudian menghilang bersama dengan yang lainnya.


“Fwoshhh...” Feng Sha menghembuskan asap rokoknya, “Tidak kusangka para roh itu malah mengampunimu Xian Lu.” Ucap Feng Sha yang tiba-tiba saja berada di dekat Xian Lu. “Ternyata memang benar, roh yang baik akan merasuki manusia yang baik. dan 99 roh ini merupakan roh yang berhati baik. Sungguh beruntung sekali ya.” Dan kemudian Feng Sha menendang Xian Lu dengan sangat keras.


Xian Lu hanya pasrah menerima perlakuan dari Feng Sha.


“Kau tahu Xian Lu, bocah cantik ini sekarang merupakan Aidjin terkuat dimana terdapat dua roh di dalam tubuhnya. Dia akan segera menjadi incaran. Roh rusa yang merupakan roh yang paling bijaksana selain dari roh naga yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Dan dia juga adalah ratuku sang ratu kecantikan.”


“Jika kau membunuhnya, aku akan membunuhmu Feng Sha.” Kata Xian Lu dan bangkit.


Feng Sha menatap Xian Lu dengan Marah dan kemudian mengeluarkan 6 ekor rubahnya yang bewarna orange dan kemudian menyerang Xian Lu. Kali ini Xian Lu bertahan dari serangan Feng Sha. Feng Sha mengarahkan serangannya kearah Lian Song yang langsung dilindungi oleh Xian Lu, akibatnya Xian Lu mendapatkan luka yang sangat serius. Dan ternyata Feng Sha sengaja mengarahkan serangannya kearah Lian Song untuk melihat seberapa bersalahnya Xian Lu. Dan saat Feng Sha tahu Xian Lu melindungi Lian Song dia langsung mengeluarkan energinya ke tingkat yang lebih tinggi untuk menghajar Xian Lu.


“Lian Song akan berada dibawah naunganku. Dan untuk saat ini aku akan menyembunyikan salah satu rohnya yaitu roh rusa. Sehingga untuk sekarang ini dia hanya memiliki roh rubah.” Jelas Feng Sha.


“Apa kau bisa melakukannya?” tanya Xian Lu.


“Cih! Kau akan berurusan dengan serikat Xian Lu. Ku harapkan kau selamat.” Ucap Feng Sha dan kemudian menghilang membawa Lian Song di pangkuannya.


***


^^^Bersambung^^^


__ADS_1


hah ngeditnya lama syekaliiiii


Stay Toon di NWP guys


__ADS_2