
DI KANTOR PERMATA WL GRUB
Senyuman lebar terpancar dari wajah bima, dia sangat senang sekali melihat ekspresi cleo yang ketakutan dalam kepolosan nya.
"kenapa aku merasa bahagia ketika mengingat nya?. " guman Bima dalam hati nya
Di kantor bima hanya bisa tersenyum-senyum memikirkan cleo dengan tingkah polos nya.
Berbeda dengan cleo yang berada di kamar
Yang merasakan kesedihan yang mendalam. Ia merasa diri nya sudah tidak lagi layak hidup, tangis nya pecah dan tidak bisa di bendung lagi.
"hiks,,, hiks,,, maaf kan aku tuhan, aku tidak layak lagi hidup, hiks,,, hiks,,,. "
Tangis cleo pecah karna dia sudah berjanji pada diri nya untuk tidak menikah sebelum adik-adik nya tamat sekolah dan membuat keluarga nya bahagia.
Namun pikiran sudah tercampur dengan keputuasahan nya sehingga dia berpikir untuk bunuh diri.
"ibu bapak, aku mintak maaf aku tidak bisa membuat kalian bahagia dan lebih baik aku mati dari pada membuat kalian malu dan kecewa." teriak Cleo sambil menjabak rambut nya
Perlahan-lahan cleo mulai bangkit berdiri dan berjalan untuk mencari benda yang bisa di gunakan untuk melukai dirinya.
Tidak lama ia mendapat sebuah pisau silet yang terbungkus dalam kertas, perlahan-lahan ia membuka kertas tersebut sambil menangis.
"hiks,,, hiks,,. Tuhan aku serangkan keluarga ku ke dalam tangan mu, aku tidak peduli yang lain di dunia ini cukup keluarga ku." guman Cleo sambil berjalan ke kamar mandi.
Tiba di bathup ia pun menidurkan diri dekat bathup tersebut sambil mengoreskan ke urat nadi nya.
"ahh,,, hiks,, hiks,,,." tangis Cleo pecah sejadi-jadinya.
Darah cleo mulai membanjiri lantai tersebut dan perlahan-lahan cleo mulai lemas dan tidak sadarkan diri.
Di kantor bima merasa sangat ingin bertemu dengan cleo tetapi ia enggan untuk menelepon nya, karna merasa rindu tak kunjung sembuh ia pun bergegas pulang untuk melihat istri polos nya.
Di dalam perjalanan bima hanya bisa tersenyum lucu memikirkan tingkah cleo yang manis dan lucu.
"aku belum siap untuk semua ini mister." guman Bima dalam hati sambil tersenyum
Ia pun menikmati perjalanan dengan senyum yang tidak mengkerut.
__ADS_1
Tidak lama tibalah ia di rumah nya.
Ia langsung berjalan menuju kamar dengan jalan elegan nya agar terlihat gagah.
Tapi sebelum ia masuk ke kamar ia di panggil oleh oppa dari bawah.
"bim kamu kok cepet banget pulang nya?." sahut Oppa.
"ada berkas yang harus di ambil pa." sahut Bima sambil masuk ke kamar
Di dalam kamar, bima tidak melihat cleo ia pun berpikir mungkin dia sedang di dapur.
Bima pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Tiba bima masuk ke dalam kamar mandi dia sontak kaget melihat darah yang mengalir sampai depan pintu. Ia pun mengikuti darah tersebut sampai ujung nya.
Bima pun langsung mendekati cleo dan memanggil cleo dengan cemas
"jangan bodo cleo, kamu bangun cleo, aku tidak suka kamu begini." teriak Bima
Tanpa pikir panjang bima langsung membawa cleo kerumah sakit
Tiba di dalam mobil bima terus memanggil nama cleo dan menggegam tangan cleo dengan erat dan menutup luka gores nya dengan sarung tangan nya.
"kamu kenapa gila gini cleo. Pak cepat sedikit tabrak saja jika mereka menutupi jalan kita." teriak Bima
Perjalanan yang macet membuat bima semakin gelisah ia pun terus menggegam tangan cleo dengan erat.
Tidak lama tiba lah mereka di rumah sakit keluarga bima
"dokter,,, tolong siapa pun." teriak Bima sambil menggedong cleo
Tidak lama langsung suster datang membawa tandu (alat untuk membawa pasien).
Langsung cleo di bawah ke UGD untuk di periksa
"bapak tidak bisa masuk, harap tunggu di luar." kata Suster tersebut
Bima merasa gelisah ia tidak bisa diam, ia terus mondar mandiri di depan ruang UGD.
__ADS_1
Keusilan nya membuat cleo ingin bunuh diri.
"apa yang sudah aku lakukan, dia sangat bodoh." teriak bima
Tidak lama oppa dan oma datang dan melihat bima yang sedang gelisah di depan pintu UGD, langsung oma dan oppa menghampiri bima
"ada apa ini bima?." Tanyak Oppa
"cleo oppa dia mau bunuh diri." jawab Bima
"apa,,, jadi bagaimana keadaan dia sekarang, kenapa bisa begini, apa yang sudah kamu lakukan bima sehingga cleo mau bunuh diri?. Jawab bima jawab oma?. " teriak Oma
"aku tidak tau oma, aku datang dia sudah berlumuran darah." jawab Bima
"sudah-sudah kita tunggu saja hasil nya bagaimana dan semoga saja cleo selamat." kata Oppa sebagai penengah
Mereka pun menunggu hampir 2 jam, tidak lama dokter pun keluar.
"bagaimana dok apa dia baik-baik saja?." tanyak Bima cemas
"persentase nya ini sedikit sekali untuk bisa selamat, karna darah nya banyak sekali keluar itu yang membuat jantung nya lemah. walaupun kami sudah mendonorkan darah pada nya itu hanya membuat dia bertahan sedikit lebih lama." jawab Dokter tersebut
"maksud dokter apa, dia tidak ada harapan lagi hidup?." tanyak Bima
"kemukinan nya seperti itu pak." jawab Dokter tersebut
"ohhh,,,, tuhan jangan sekarang. " kata Oma melemas sambil terduduk.
"jika kalian mempunyai sebuah keyakinan mintalah kepada keyakinan kalian untuk memberi keselamatan untuk dia." ujar Dokter tersebut
**Maaf kan saya telat menguploud
Semoga pembaca terhibur
Trimakasih atas waktunya
#lisakuylah
#bacadariawalbiarpaham
__ADS_1
#iloveyouall**