
Bima berdiri dan mengangkat cleo ke dalam kamar. Dengan lembut bima meletakan cleo ke tempat tidur. Bima mengecup kening cleo dan pipi kemudian bibir merah cleo. Cukup lama mereka berciuman, setelah itu bima membuka baju nya dan terlihatlah dengan jelas dimata cleo bentuk indah dari tubuh bima. Dada yang kekar serta perut yang memliki enam kotak-kotak.
Cleo yang mendapati hal itu mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Bima mulai beraksi dari mencium hingga membuat cleo mendesah dengan hebat.
Ketika bima memasukan junior nya, cleo mencambak rambut bima karena sakit yang dia rasakan. Pertama-tama cleo merasakan sakit tapi kelamaan ia mulai aktif dan menerima semua yang dilakukan oleh bima pada nya. di tubuh mereka sudah tidak ada sehelai benang sedikit pun. Mereka sudah melihat satu sama lain tubuh mereka.
Cukup lama mereka bertempur hinggga jam sudah menunjukkan 3 pagi. Merekapun menyudahi permainan mereka yang sangat menguras tenaga mereka berdua dan malam itu adalah pertama nya mereka melakukan hubungan intim seumur hidup. Bima menyelimuti cleo yang terlihat sangat kelelahan, kemudian bima mencium pipi cleo. “aku sangat mencintai mu cleo aurora.” Kata Bima kepada cleo yang sudah terlelap, kemudian bima memeluk cleo.
Di pagi hari di hotel
Oma dan oppa sedang berada di dalam kamar mereka, sedang bersiap-siap turun untuk sarapan bersama dengan keluarga cleo. “tak coba telepon mereka, apa mereka sudah membuat waldemar baru untuk kita apa belum?.” Ujar Oma
“ide yang sangat brilliant.” Sambung Oppa sambil mengambil handphone nya yang berada di atas meja
DI DALAM VILA
Sebuah handphone menggangu tidur kedua insane yang baru saja berbulan madu. Mereka berdua bangun dari tidur nya karena suara nada dering yang cukup kuat.
Bima mengambil handphone nya di meja samping nya. cleo melihat di panggilan dari handpnone bima yaitu Oppa. Bima yang sedang kesmaraan dengan cleo ingin mengerjai cleo pada saat itu.
Bima mematihkan sambungan nya dan pura-pura mengangkat telepon nya.
“hallo oppa.” Jawab Bima bohong
__ADS_1
“apa bulan madu nya, sangat lancar sekali oppa tapi Dibadan ku sekarang sudah banyak sekali luka seperti cakaran dan sangat perih sekali oppa.” Ujar Bima sambil memasang wajah manyakinkan sedangkan cleo menyuruh bima untuk jangan melanjutkan percakan nya dengan oppa karena ia sangat malu, tapi bima masih melanjutkan percakapan bohong nya karena suka dengan wajah cleo yang sedang malu.
“cleo sangat agresif sekali oppa semalem, hingga aku tidak dapat tidur dengan nyenyak semaleman. Apa Oppa ingin ngomong pada cleo?.” Kata Bima sambil melirik cleo yang sedang memohon agar tidak memberikan nya kepada nya. di saat itu pipi cleo sangat merah menahan malu.
Bima yang melihat permohonan cleo langsung meminta cleo untuk mencium pipi bima. Bima menunjuk pipi nya sebagi tanda permintaan. Cleo yang melihat langsung mencium pipi bima dengan cepat tapi bima meminta pipi sebelah nya. cleo dengan cepat melakukan apa yang di perintahkan oleh bima dan akhirnya bima menunjuk ke bibir nya yang langsung membuat cleo menggeleng kepala nya, isyarat tidak mau.
“oohh apa cleo ya oppa, ini di…” jawab gantung Bima yang di karenakan bibir cleo yang sudah berada di bibir bima. Bima yang mendapati hal itu membuat junior waldemar bangkit dan langsung saja bima melempar ponsel nya dan langsung menyabung ronde kedua bersama cleo.
Di seberang sana oma dan oppa diam memandang satu sama yang lain. “bagaimana tak?, di angkat?.” Tanyak Oma
“di rijek neng.” Jawab Oppa dengan senang
“serius?. Puji tuhan. Berarti kita akan segera punya cicit.” Teriak Oma sambil joget-joget
“kau ini. Siapa yang punya anak kau yang buat nama nya.” balas Oppa
“ya tapikan aku nenek nya, berarti aku berhak donk memberi nama nya.” ujar Oma yang tidak ingin mengalah
“dasar ni nenek-nenek bukan nya tau diri sama umur. Biarkan saja mereka yang buat nama untuk anak nya .” balas Oppa
“kau juga akik-akik. Bilang saja kalau iri pada ku kan. Kau sel..” jawab gantung Oma karena mulut nya yang sudah di tutup oleh tangan oppa
“diem. Kau ini selalu saja mengoceh tanpa batas waktu. Apa kau tidak ingat umur itu berapa sekarang haa?.” Ujar Oppa yang sedang kesal dengan oma
__ADS_1
“ehhmm.. ehh,,,.” Suara dekapan Oma
“banyak-banyak lah bertobat neng. Patuhi suami mu ini yang tampan ini agar kau akan selamat.” Ujar Oppa
Begitulah mereka ketika menyatakan kasih sayang nya satu sama lain, tidak tau turun dari mana tapi mereka merasa nyaman akan hal itu.
Di sisi lain keluarga cleo sedang Bersiap-siap di kamar mereka.
"buk cakra suka banget disini, cakra gak mau pulang buk. " ujar Cakra sambil melihat jendela kaca
" kalau kamu tinggal di sini siapa yang bantu bapak dan ibu di rumah?, dan juga clara?. " tanyak Ibu nya sambil menyisir rambut nya
Cakra hanya diam memandang ke luar jendela itu. Sedangkan clara sedang sibuk menonton tv besar di ruang depan. Cakra berpaling ke arah clara yang sedang tersenyum melihat karton di televisi.
" dear clara adik ku yang tersayang, senyum mu membuat aku tidak ingin berpaling dari mu. Maafkan abang mu ini jika ingin pergi meninggalkan mu pada akhirnya." guman Cakra dalam hati nya
Cakra adalah seorang anak laki-laki yang berpikiran optimis. Walaupun umur nya masih Belia tapi pemikiran cukup dewasa dalam berwawasan. Ia sangat menyayangi keluarga nya itu, pergi nya cleo dari rumah membuat ia menjadi pengganti cleo. Cakra yang harus membantu ibu dan bapak nya di ladang dan juga membantu mengurus adik nya yang kecil. Semua itu ia lakukan.
Dari situ ia belajar, ia ingin menjadi orang pintar yang berkerja dengan akal bukan otot. Ia ingin dapat membahagiakan keluarga nya dengan akal nya.
Ibu dan ayah nya sudah sangat tua, tidak seharusnya mereka berkerja dengan sangat lelah. Keriput di wajah nya yang sudah menghiasi wajah lesu mereka dan kulit yang kering karena setiap hari harus berteman dengan panas nya matahari serta badan yang sudah sedikit membungkuk akibat kerja terlalu berat. Membuat siapapun anak menjadi iba.
Itulah yang di rasakan cakra dan cleo yang sudah mengerti tentang keras nya hidup.
__ADS_1