
Di pusat perbelanjaan
“cleo coba kamu pakai jaket ini.” Pintah Bima
Cleo memakai jaket itu dan melihat diri nya di cermin. Ia sangat menyukai jaket itu karna nyaman dan sangat cantik jika di pasangkan dengan tubuhnya.
“apa kamu suka?.”
“tidak. Saya lebih suka memakai barang-barang yang ringan.” Bohong Cleo karena tau harga jaket itu sangat mahal
“mbak tolong ini di bungkus ya sama itu sepasang dan semua yang di sana di buat satu paket saja ya mbak.” Pintah Bima pada pegawai di sana
“mister itu terlalu berlebihan dan untuk apa semua itu jika tidak terpakai?.” Tanyak Cleo
“ya terserah untuk apa. Kamu itu istri saya jadi mulailah biasakan diri untuk hal seperti ini.”
“kita bisa membeli barang yang lebih bermanfaat dari pada barang seperti ini.”
“jadi kamu mau barang apa?.”
Cleo hanya diam. Karna dia sendiri tidak tau mau barang apa yang bermanfaat untuk nya
“tuh. Kamu saja gak tau. Sudah semua nya sudah saya persiapkan untuk masa depan kita. Jadi jangan takut akan hari esok dan seterus nya.”
“apa lagi untuk waldemar junior kita ini.” Ujar Bima sambil mengelus perut cleo
“ihh... mister. Malu tau di lihatin banyak orang.”
“CUP.” Satu ciuman mendarat di pipi cleo yang langsung membuat wajah cleo memerah
“mister.” Teriak Cleo sambil mencubit perut bima
“auww… kamu kalau gemes sama aku jangan gitu donk. Di tempat tidur aja kan lebih asik” canda Bima
Cleo yang mendengar hal itu langsung pergi duluan meninggalkan bima . ketika cleo sedang memilih barang di sana tidak sengaja ia menginjak sepatu seorang pria.
“sorry-sorry sir.” Ujar Cleo
“its ok. Am fine.” Balas pria itu
“mister alex?.” Kata Cleo
“hallo hay. What are you doing in here?. Eehmm maksud saya apa yang sedang kamu lakukan di sini?.” Tanyak Alex
“saya sedang mencari oleh-oleh untuk kembali ke indonesia. Anda sendiri.” Tanyak balik Cleo
“ehhmm. Sama dengan mu karna besok saya kembali ke Indonesia makanya saya mencari oleh-oleh untuk keluarga saya.”
“berarti semalem mungkin kita bertemu di pusat wisata itu ya mister?.”
“ya itu. Saya melihat kamu berada di pertunjukkan sesuatu tapi ketika saya lihat lagi kamu sudah tidak ada.”
__ADS_1
“ya itu benar. Saya kemarin itu memang melihat pertunjukan tapi karna saya kehilangan orang saya pergi dari sana.”
“apa kamu ke mari dengan seorang?.”
“iya.”
“dengan siapa?. Keluarga?.”
“iya dengan keluarga saya.”
“jadi keluarga kamu dimana?. Kok tidak kelihatan?.”
Cleo mencari-cari bima di sekeliling nya tapi tidak ketemu.
“apa kamu ingin minum kopi dengan saya seperti kita di Indonesia?.” Tanyak Alex
“emhh.. nampaknya tidak bisa sekarang mister. Lain kali saja.” Balas Cleo
“come on. Udah lama banget lo kita tidak berjumpa.”
Ketika sedang bernegosiasi bima muncul di hadapan kedua manusia itu.
“ehhmm..” suara Bima
“ini siapa?.” Tanyak Alex
“kenalin mister suami saya.” Ujar Cleo yang membuat Alex terkejut
“oh gue Alexander mahotra. Salam kenal ya bro.”
“iya. Tapi gue sama istri gue duluan duluh ya. Soalnya masih banyak urusan.”
“sure. See you bro cleo.” Kata Alex sambil pergi duluan dari hadapan cleo dan bima
Bima hanya diam menatap cleo seperti tatapan mata mengintimidasi seseorang.berbeda dengan cleo yang tidak merasa bersalah dengan keadaan. Cleo berjalan duluan sambil menarik tangan bima. Di sepanjang perjalanan wajah bima cemberut seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Cleo sedang memilih aksesoris di sana sedangkan bima hanya diam sambil memegang barang belanjaan cleo. Wajah bima semakin cemberut ketika ia melihat cleo tertawa kepada pedagang di sana. Ia menggerakkan kepala dan tangan nya seperti merenggangkan otot-otot nya yang kaku supaya siap untuk bertempur dengan pedagang itu.
“kamu kenapa mister.” Tanyak Cleo
“ehhm. Tidak hanya sedikit pegel-pegel saja.” Jawab Bima ssambil menaikkan satu alis nya
“sini biar saya bantu bawakan.” Kata Cleo menawarkan bantuan
“tidak usah. Lebih baik kita segera pergi soalnya saya sangat lapar.”
“ohh. Baiklah.”
Cleo berjalan sambil menggandeng lengan bima. Mereka berjalan mencari tempat makanan yang sesuai dengan selera mereka. Bima mencari tempat makan biasa ia kunjungi ketika ia sedang meeting dengan client nya.
Bima membawa cleo ke sebuah resto terkenal di daerah itu. Ketika tiba di sana begitu banyak orang yang mengantri untuk makan di sana. Cleo yang sedang melihat pemandangan itu langsung ciut karena harus menahan rasa lapar nya
__ADS_1
Bima menarik tangan cleo ke dalam kitchen itu. Semua yang berada di sana menghormati bima. Cleo yang melihat itu hanya bisa senyum kepada mereka. Seorang kepala dapur menuntun mereka ke sebuah ruangan dan di sana bima dan cleo duduk untuk menunggu pesanan datang.
“bagaimana anda bisa seenak nya masuk ke mari?.”
“ini salah satu punya waldemar. Sudah berdiri 25 tahun.”
“wah lama sekali. Itu aku masih di dalam kandungan. Ehh belum deng. Belum di buat lagi.” Ujar Cleo keceplosan berbicara
“kamu ini. Semakin kamari semakin vulgar saja bicara nya.”
“apa kamu mau melakukan nya sekarang?.” Tanyak Bima pada cleo
“aduh. Saya lapar berat.” Bohong Cleo mencari alasan
Nima hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu cleo. Bima kembali berpikir tentang alex yang tiba-tiba muncul di sini. Itu seperti mustahil jika itu hanya sebuah kebetulan tapi bagaimana juga ia dapat tau mereka ada di sini.
“cleo.bagaimana kamu bisa bertemu dengan alex di sana tadi?.”
“ehhm. Tadi saya tidak sengaja menginjak kaki nya ketika saya sedang melihat-lihat aksesoris di toko itu.”
“apa kamu memberitahukan lokasi kita sekarang pada nya?.”
“tidak. Semalem itu ia mengirim saya pesan. Bahwa ia melihat saya di sebuah wisata dan ketika saya ingin memhubungi nya anda malah menarik saya ke atas tempat tidur.”
“untung lah saya menarik mu waktu itu jadi ia tidak terus mengganggu mu.”
“apa anda tidak suka melihat nya?.”
“tidak terlalu.”
“mister alesx cukup baik jika di jadikan tempat untuk sharing. Baru kali ini saya dapat teman pria yang asik di ajak berbicara.” Ujar Cleo tanpa memperdulikan persaan bima yang sedang ingin meledakan kepala si alex
“hemm. Mari kita ganti topic pembicaraan." ujar Bima yang sudah berubah sikap
"baiklah. Apa anda sedang marah mister?. " tidak aku hanya sedang lapar." jawab singkat Bima
"sabar ya perut bentar lagi makanan nya dateng. " ujar Cleo sambil merasa perut bima
Bima hanya geleng-geleng melihat tingkah cleo seperti anak-anak itu.
"cleo. Apa kamu kenal dengan ayu?." tanyak Bima
"ayu siapa?. "tanyak Cleo
"ayu kembang desa di kampung mu itu."
"oh iya. Kenapa dia. Apa anda jatuh cinta kepada nya?. "tanyak Cleo
" ck. Lumayan. " jawab Bima keceplosan
"oh. Apa....?." teriak Cleo
__ADS_1