
Sadar nya cleo membuat semuanya dapat bernafas lega terutama bima. Rasa bersalah yang dulu menghatuinya sekarang berubah menjadi rasa syukur. Melihat keadaan cleo yang semakin hari membaik membuat senyum kecil terukir di wajah bima.
Hari demi hari bima selalu menjaga dan merawat cleo dengan ekspresi cold nya membuat siapa saja deg-gedan disaat bersama dengannya. Hal itulah yang selalu dirasakan oleh cleo disaat berdua bersama bima seminggu di rumah sakit.
PAGI HARI DI RUMAH SAKIT WALDEMAR GRUB
Bima yang Semaleman kerja membuat dia harus tidur kemalaman dan bangun kesiangan. Cleo yang melihat bima tidur dengan kedinginan merasa iba dengan bima, cleo pun berinisiatif untuk memberikan selimutnya untuk bima.
Perlahan-lahan cleo turun dari tempat tidurnya dengan hati-hati dikarenakan iya membawa infusnya. Cleo berjalan pelan-pelan mendekati bima dan menyelimuti nya dengan hati-hati, sesekali ia kesusahan menyelimuti nya dikarenakan tangan cleo yang masih sakit.
Tidak lama cleo dapat menyelesaikan nya, setelah itu dia merapikan berkas-berkas dan leptop bima yang Ada di meja bima dengan rapi.
Karena suntuk diruangan terus menerus cleo pun berinisiatif untuk mencari angin diluar.
Sebenarnya cleo ingin sekali Pamit ke bima tapi tidak tega membangunkan bima yang tampak begitu lelah.
Cleo akhirnya memutuskan keluar sendiri untuk mencari angin. Cleo berjalan menelusuri lorong demi lorong dan mengikuti dena jalan yang menunjukkan arah yang ditujuh.
Dan tidak lama cleo tiba di taman yang begitu luas dan indah di lengkapi dengan air terjun kecil dan taman anak bermain. Cleo pun langsung mengambil tempat yang nyaman untuk di dudukin. Langsung saja tanpa segan-segan cleo menghirup udara di pagi hari di taman dengan penuh semangat dan penuh kebahagiaan.
"huff,,,, nikmat nya ciptaan mu tuhan, trimakasih atas kebaikan mu yang telah engkau berikan kepada hamba mu ini. Kata Cleo sambil tersenyum
Rasa senang yang terpancar dari wajah cleo membuat seseorang memperhatikan nya dari jauh, karna begitu natural sekali wajah yang terpancar dari cleo di tambah lagi suasana mendung. Angin yang bertiup dengan santai membuat bunga-bunga di atas cleo jatuh dengan indah dan membuat cleo semakin elok di pandang.
Cleo yang sedang menikmati udara pagi yang sejuk di kejutkan dengan kehadiran seorang pria tampan, alis tebal, tinggi dan putih bersih memakai jas coklat. (tenang masih gantengan bima)
"hai,,,?" kata Pria tersebut
"kamu?." kata Cleo terkejut
"apa boleh saya duduk di sini?." kata pria tersebut dengan kalimat yang masih minim (khas orang yang baru belajar bahasa indonesia)
"boleh, silakan mister." kata Cleo sambil menggeser dirinya.
"apa kamu sakit?"
"Iya,seminggu yang lalu saya kecelakaan dan mengakibatkan tangan saya terluka dan harus di jahit." kata Cleo bohong
"saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa mu."
"trimakasih, apakah ada yang sakit mister? Mengapa anda disini?. "
" paman saya lagi chek up jadi saya yang menemaninya. By the way Trimakasih banyak kamu sudah membantu saya tempo hari dan ini uang yang saya pinjam kemarin." kata Pria tersebut sambil memberikan amplop tebal kepada cleo.
"tidak usah mister, saya iklas membantu anda." kata Cleo sambil menolak uang tersebut.
__ADS_1
"baiklah, saya pastikan saya akan membalas kebaikan anda tempo hari." kata pria tersebut
"dengan senang hati saya akan menerima nya mister." kata Cleo dengan tersenyum
"saya hampir lupa kita belum sempat kenalan.
Nama saya Alexander william, panggil saja saya Alex." kata Alex sambil berkenalan
"cleo, cleo aurora nama saya, maaf mister tangan saya sedang sakit." kata Cleo sambil melirik tangan nya
"maaf saya lupa, sebentar ada bunga di rambut kamu." kata Alex sambil mengambil bunga di rambut cleo
"trimakasih mister." kata Cleo dengan polos
"sama-sama, by the way boleh saya mintak no wa kamu, kamu jangan pikir yang Macem-macem. Saya hanya ingin berteman dengan kamu." kata Alex
"boleh mister, 08,,,."
"apa yang sedang kamu lakukan disini?." teriak Bima membuat cleo terkejut batin
"mister, saya hanya cari angin dan jalan-jalan pagi saja." jawab polos cleo sambil berdiri
"sudah Ayok balik ke kamar mu sekarang." kata Bima sambil merangkul pinggang cleo dengan lembut
"tapi teman saya bagaimana mister?." tanyak Cleo polos sambil melirik ke belakang
Alex hanya diam dan mengerti apa maksud bima, dia hanya melihat punggung cleo hingga menghilang. Baru Alex balik ke ruangan paman nya.
Sementara bima di ruangan cleo hanya bisa cemberut sambil memainkan handphone nya. Tidak biasanya wajah bima seperti itu membuat cleo menjadi takut.
"mister,,,?." panggil cleo
"ehhem,,,. " kata bima singkat tanpa memandang cleo
"apa mister marah?." tanyak cleo
"ehhem,,,. "
" saya tadi ingin membangunkan mister, tapi mister tidur nya nyenyak sekali, saya takut ganggu mister." kata Cleo dengan polos
"ehhem,,,. "
"terus saya keluar dan duduk di taman, tiba-tiba mister bule itu datengin saya dan ingin bertrimakasih karna saya sudah menolong nya tempo hari. Mister itu tadi Hamble banget,,." kata Cleo terputus
"sudah, jangan di lanjutkan dan jangan panggil dia Mister. Cukup saya saja yang boleh kamu panggil Mister." kata bima dengan tegas
__ADS_1
"baik mister. " kata Cleo dengan polos
Flashback
Tidak lama bima bangun dari tidur nyenyak nya di Karena kan alarm nya berbunyi.
Dia terbangun dan melihat sekeliling nya yang hanya ada kasur cleo tanpa manusia nya.
Sontak kaget melihat hal tersebut langsung bima mengecek toilet, tapi tidak Ada sama sekali. Langsung bima keluar mencari cleo
"suster,,, apa kamu melihat wanita yang di kamar VVIP yang bersama saya kemarin, apa kamu melihat nya?." tanyak Bima dengan khawatir
"saya tadi melihat nya berjalan sendiri menuju taman pak." kata suster tersebut
"trimakasih." jawab singkat bima
Langsung saja bima mendatangin taman yang di tunjuk cleo. Dengan berlari bima mendapati cleo dengan seorang laki-laki.
Bima hanya melihat dari balik pohon dan mendengar semua percakapan mereka
"disini rupanya kamu, saya khawatir dengan kamu, mala kamu asikan sama laki-laki lain." kata bima sambil ngomong sendiri
"senyuman apa itu, tidak pernah dia tersenyum manis seperti itu di depan ku dan Masih tampanan aku, otot ku lebih besar dari nya." kata bima sambil melihat otot dan tubuhnya
"dan apa-apaan itu dia menyentuh rambut lembut cleo dengan seenak jidat bapak nya.
Dan kamu cleo membiarkannya." kata Bima sambil meremas daun-daun pohon di situ.
Bima pun memotret lelaki tersebut dan mengirim nya ke pada tj untuk di selidikin siapa manusia berbadan satu bermata dua tersebut.
"dan sekarang apa, kamu mau memberikan No wa mu kepada nya, ini tidak bisa di biarin. Lama-lama melunjak lu ya alis tebal." kata bima sambil mendatangin cleo
Di ruangan cleo
"kamu harus tau, sikap dingin ku ini adalah jurus meluluhkan hati para wanita, tapi kamu tidak pernah mengerti cleo. Kamu kenapa polos sekali." guman Bima dalem hati sambil melirik cleo.
***Trimakasih sudah membaca cerita saya
Bantu vote ya
Maaf atas keterlambatan upload nya
#lisakuylah*
#bacadariawalbiarpaham
__ADS_1
#iloveyouall**