
Rasa takut yang di miliki cleo saat hamil adalah hal yang wajar mengingat bahwa kania adalah gadis pertama yang singgah di hati bima dan mungkin dapat kembali ke pelukan sang empuny tapi semua itu di tepis bima jauh-jauh dari pikiran cleo.
Ketika semua nya sudah selesai di rumah sakit akhir nya cleo dan bima memutuskan untuk kembali ke kediaman keluarga waldemar. Mereka ingin memberikan kejutan kepada oma dan oppa.
Di dalam ruang tamu sepasang lansia sedang bermain PS5 dengan serius sambil berteriak-riak. “pergi kau siluman.” Ujar Oma sambil berkutik dengan stik nya
“ooh tidak bisa. Aku duluan neng." Ujar Oppa sambil berkutik stik nya
“kau ku smack down juga kau gondrong.” Ujar Oma sedikit kesal dengan game nya
“petak, segitiga , bulat .BUUM.” teriak Oppa menang dalam game nya
“kau botak pakek guna-guna kau kan makan nya menang terus. Jujur kau.” Ujar Oma sambil mengepal kan tangan nya kearah oppa
“apa nya neng memang pintar aku main kau tunduh pulak aku main pakek guna-guna.” Jawab Oppa sambil waswas kepada oma
“gak ada itu semua. Jujur kau botak jangan sampek ku sisir rambut kepala mu ini.” Ancam Oma sambil melirik kearah kepalah oppa
“lucu kau neng makin tua makin rabun mata mu yang gak kau tengok kepala ku udah botak plontos gini yang mana mau kau sisir haaa?.” Tanyak Oppa sambil melirik oma
“iya juga ya. Jadi kenapa lah kau pintar kali main game ini kenapa aku kalah-kalah terus?.” Tanyak Oma sambil melototkan mata nya kepada kepada Oppa
“ya kayak mana mau ku bilang. Kalau begok ku bilang marah kau walau pun itu asli nya.” jawab Oppa pelan sambil melilirik arah lain
“apaa..” teriak Oma sambil melotot
“bukan begitu loh neng ku bilang. Mungkin karna belum sering kali kau main game ini.”
Ujar Oppa sambil mengelus kepala oma dengan tatapan menahan amarah nya
Oma memincingkan mata nya kepada oppa seperti isyarat mengitrogarsi lawan nya. oppa hanya tersenyum sejuta watt kepada oma.
Ketika mereka di perjalanan menuju rumah tiba-tiba cleo ingin pergi mengunjungi kak surip
“mister apakah kita boleh pergi ke rumah mbok sumi. aku mau mengunjungi kak surip dan aku juga belum sempat ziarah ke tempat mbok sumi.” Ujar Cleo pada bima yang sedang menyetir
“cleo apa tidak sebaik nya kamu...” jawab Bima sambil melihat kearah cleo yang sedang memelaskan wajah nya
“baiklah tapi kita gak bisa lama-lama ya karna mengingat keadaan mu sekarang sedang lemah.’ Sambung Bima
__ADS_1
“makasih mister.” Jawab Cleo dan memalinkang wajah nya kearah kaca
“mbok kenapa mbok pergi secepat ini ketika cleo ingin membahagiankan mu dan tuhan kenapa engakau mengambilnya dari ku secepat ini. Aku sangat sayang padanya dia seperti ibu bagi ku.” guman Cleo dalam hati nya dan tidak terasah air mata nya sudah jatuh menetes membasahi pipi nya.
Di Rumah Mbok Sumi
Di kediaman mbok sumi semua orang sudah padah pulang hanya tinggal beberapa orang saja yang disana yang sedang berbincang-bincang. Cleo masuk kedalam rumah itu. Rumah hangat yang berubah menjadi dingin karna kepergian dari pemilik rumah tersebut.
Cleo berpelukan kepada kak surip yang tadi menghampiri nya. tangis mereka pecah dan tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka karna mungkin tidak ada lagi kata yang bisa mewakili perasaan mereka saat ini.
“kak apa kakak bisa menemani cleo ke tempat peristrirahatan terakhir mbok sumi?.” Tanyak Cleo sambil melepaskan pelukan nya
“tentu boleh nyo kau juga bagian dari keluarga ini.” Jawab Surip
Di Pemakaman Umum
“mbok maafkan cleo yang tidak bisa menjaga mbok di saat sakit dan menemani di detik-detik terakhir mbok. Jadi sekarang apalah yang ku berikan pada mu semua kesempatan itu sudah hilang setelah kepergian mu mbok.” Ujar Cleo sambil menangis sambil tangan nya mengelus batu nisa mbok sumi
Surep akhirnya mendekati cleo dan mengelus punggung cleo dan memberikan sebuah surat dari mbok sumi.
“ini adalah surat dari mbok sumi untuk mu yo. Kamu bisa membaca nya nanti dan aku tidak tau apa isi dari surat itu tapi yang pasti itu dari mbok sumi untuk mu.” ujar Surep sambil memberikan surat itu kepada cleo
Di Kediaman waldemar
“aduh dari mana si cucu-cucu kesayangan oma ini kenapa baru pulang sekarang? Apa kalian belum puas selama di paris semalam?.” Ledek Oma
“huss neng. Mulut mu itu kok bener.” Sambung Oppa sambil tertawa
Cleo hanya pasang wajah malu-malu untuk menutupi rasa kepedihan nya tapi ketika melihat kelakuan oma dan oppa kesedihan cleo bisa terobati sedikit
“kami baru pulang dari melayat oma.” Ujar Bima sambil menarik bangku untuk cleo
Sontak sepasang lansia itu langsung terdiam dari tawa nya dan langsung menatap intens kepada bima seolah siapa yang meninggal dunia
“saudara plus orang tua buat cleo oma.” Sambung Bima
“are you oke cleo.” Tanyak Oppa pada cleo
“I am fine.” Jawab Cleo sambil tersenyum
__ADS_1
“yang sabar ya sayang. Semua nya pasti akan kembali pada yang maha kuasa dan jangan marah pada tuhan karena recana Ia pasti yang terbaik.” Ujar Oppa menguatkan cleo
“iya oppa.” Sambung Cleo sambil tersenyum
“ya sudah mari kita makan karna hari sudah semakin pagi.” Ujar Oppa
“malam tak.” Sambung Oma
“oh iya lupa neng.”
Mereka pun makan malam sambil berbingcang-bincang tentang kegiatan mereka dan juga tentang perkejaan. Sedangkan cleo hanya mendengarkan sambil tersenyum sesekali karna ulah oma dan oppa.
Dan ketika sudah siap makan malam mereka berkumpul di ruang tamu untuk memberika kejutan kepada oma dan oppa.
“oma oppa?.” Panggil Bima dengan serius
“iya kenapa bim?.” Jawab Oma
“oma dan oppa jangan marah ya ini adalah berita yang sangat uhh.” Ujar Bima sambil memijat kening nya seperti orang yang sedang stress
“kenapa cleo bim. Apa yang terjadi sama cleo.” Tanyak Oma sambil melirik cleo yang hanya nunduk diam
“cleo oma. Cleo hamil anak bima.” Sambung Bima sambil tersenyum
“astaga kau bikin aku hampir gagal ginjal bima.” Ujar Oma sambil tersenyum
“benarkah nak kamu hamil?.” Tanyak Oppa dengan senyuman yang mengembang di pipi nya
“iya benar Oppa.” Jawab Cleo
“sini sayang duduk dekat kami nak” pinta Oma sambil menepuk sofa di samping nya
Cleo pun menghampiri kedua lansia itu yang sedang bahagia mendengar kabar bahagia itu membuat hati cleo bahagia karna ia dan anak nya diterima dengan baik di keluarga itu. Cleo pun duduk di tengah-tengah oma dan oppa. Oma yang sangat bahagia itu terus menciumi cleo karna terharu sedangkan oppa mengelus rambut cleo yang sedang terurai.
“terimakasih yang tuhan atas berkat mu pada kami. Sehat-sehat kamu ya sayang dan anak mu
"kamu tau cleo kami sangat bahagia mendengar kabar ini. " ujar Opaa
" kami adalah anugerah terindah yang diberikan tuhan pada ku cleo. Aku mencintaimu. " guman Bima sambil melihat cleo tersenyum bahagia bersama oma dan Oppa
__ADS_1