
Surat ke sepuluh untuk wanita istimewah
Apa kabar?. Aku sangat merindukan mu. sudah seminggu kita tidak berbincang. Apa kamu sedang sibuk?. Tolong beri aku petunjuk agar aku tidak gelisah seperti ini. Ayu jika aku ada salah dengan mu tolong beri tau aku, jangan menghilang seperti ini. Aku merindukan mu
Dari TJ WELSAH
Surat ke sebelas untuk wanita istimewah
Apa kabar?. Ini sudah dua minggu kamu tidak ada kabar sama sekali. Apa kamu sudah menikah?, aku harap itu cuman ilusi ku saja. Tapi kalau memang ia aku akan terluka untuk kedua kali nya. tolong jangan biarkan itu terjadi. Ayu apa kau masih hidup. Jangan buat aku gila seperti ini. Tolong balas surat ku.
Dari TJ WELSAH
Surat ke dua belas untuk wanita istimewah
Apa kabar?. Mungkin dugaan ku benar selama ini kamu sudah menikah dan tidak ingin berhubungan dengan ku. ahhh aku harap aku cuman mimpi sekarang. Kamu di mana?. Ini sudah sebulan kamu tidak memberi kabar pada ku. Tolong beri aku penjelasan agar aku bisa hidup tenang di disini. Ayu aku sangat merindukan mu
Dari TJ WELSAH
Ayu yang sedang membaca surat itu hanya bisa senyum-senyum sendiri melihat tingkah TJ yang seters memikirkan diri nya. “dasar pria bodoh. Awas saja aku akan menjewer kuping mu jika ini hanya tulisan.” Guman ayu sambil merapikan surat-surat nya
Dua minggu kemudian ayu tiba di Jakarta. Karna ia beasiswa ia mendapatkan asrama, bebas memilih untuk tinggal di asrama atau tidak. Karna ayu kekurangan dana mau tidak mau ia harus mengambil asrama itu. Karna kegiatan belajar mengajar di lakukan dua hari lagi ayu pun ingin menghampiri TJ yang hampir dua bulan kurang tidak memberi kabar untuk TJ. Dengan semangat ayu pergi mencari gedung tertingi di Jakarta. Dengan kepitaran nya ia dapat menemukan apartement TJ. Ayu adalah wanita yang dapat menafsirkan tujuan hanya dengan pendengaran dan logika. Ayu masuk ke apartement berkerlas itu seperti layak nya orang kota yang tidak norak akan kemegahan apartement itu. Semua mata menuju pada ayu. Dengan dress selutut di balut dengan blazer membuat ia menjadi sangat dewasa dan anggun di tambah kaki putih mulus nya.
__ADS_1
Ia mulai masuk lift dan pergi ke lantai paling atas. Ia menunggu sekitar 10 menit untuk tiba di lantai VVIP apartement itu. Sebari ia menunggu ia sembari bersolek di cermin nya memastikan apa make up tidak berlebihan. Tidak lama pintu lift terbuka dan ayu keluar dan memasuki ruangan itu. Di sana ada sebuah tempat ruang untuk menunggu. Di sana kita dapat melihat pemadangan kota Jakarta dan sebuah pergunungan yang cukup jauh. Membuat ayu menjadi yakin bahwa ini adalah tempat yang ia tujuh.
Ayu menarik napas nya panjang dan menghepaskan nya dengan kuat. Dengan pasti ayu mendekati pintu nomor satu dan menekan tombol pintu itu. Dengan senyum kegembiraan ia memandang pintu itu. Tidak lama seorang wanita cantik membuka pintu itu. Wanita yang hanya menggunakan kimono dengan wambut tergerai memandang ayu dengan tatapan tanda Tanya
“kamu siapa?.” Tanyak wanita itu dengan lembut
Belum sempat ayu menjawab seorang pria berteriak memanggil perempuan kimono itu.
“sayang siapa?.” Teriak Laki-laki itu sambil menghampiri mereka berdua
“CUP.” Cium pria itu di leher perempuan itu yang sedang memandang ayu, tapi ketika pria itu melihat ke arah ayu ia langsung diam dan melepaskan pelukan nya.
Ayu yang melihat TJ hanya menggunakan boxer dan bertelajang dada hanya bisa tersenyum sambil menahan air mata nya yang sudah jatuh.
“ayu..” ujar Tj
Ayu hanya tersenyum tidak membalas panggilan dari TJ.
TJ hanya diam dan mulai berjalan mendekati ayu yang sedang menangis sambil tersenyum.
“ayu aku bisa jelasin semua ini sama kamu. Tolong jangan pergi. Aku sangat merindukan mu.” ujar Tj sambil memegang tangan ayu
“kenapa kau takut seperti itu?. Kita kan hanya teman, tidak lebih.” Balas Ayu dengan tegar
“ayu, tolong jangan seperti ini. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan.”
“sayang kamu kenal dia. Apa dia sodara mu atau adik mu?.” tanyak Perempuan itu
“maaf, saya bukan siapa-siapa tuan TJ jadi anda tidak usah takut. Maaf saya masih ada urusan lagi. Permisi.” Sambung Ayu yang bergegas pergi meninggalkan merekra berdua
__ADS_1
Ayu bergergas masuk ke lift itu tapi ketika ayu masuk TJ juga masuk ke dalam lift itu hanya dengan menggunakan boxer. Ia mulai menarik tangan ayu tapi ayu hanya diam dan tidak bergerak.
“ayu. Aku sangat merindukan mu. kenapa selama ini kau tidak ada kabar dan datang dengan situasi seperti ini?.” Tanyak TJ yang terus gelisah
Ayu hanya diam sambil melihat ke arah pintu lift. “apa kau marah?. Apa kau tau aku sangat meridukan mu selama ini dan aku selalu menunggu kabar dari mu?.” tanyak TJ
Ayu hanya diam sambil menahan air mata nya yang sebentar lagi akan menyusul untuk jatuh.
“ayu jawab. Apa aku hanya sebuah patung bagi mu?. harus nya aku yang marah pada mu. kemana kau selama ini tidak ada kabar?.” Tanyak TJ
Karna tidak ada balasan dari ayu akhir nya TJ ke lepas kendali dan mencium ayu dengan paksa. Ciumana panas itu membuat ayu semakin marah kepada TJ. Ayu berusaha untuk menghindar tapi tetap saja TJ lebih cepat dan lebih kuat. Akhirnya ayu diam dan tidak melawan lagi. TJ yang mendapati hal itu seketika berhenti dan melihat wajah ayu yang sudah basah karna air mata nya.
“apa kau sudah puas?.” Tanyak sinis Ayu
“belum.” Jawab TJ sambil mencoba mencium ayu lagi tapi ayu lebih dulu mendorong TJ dan langsung menampar nya dengan keras.
“apa kau tidak punya malu?. “ tanyak Ayu
“untuk apa aku malu. Aku mencintai mu dan kau juga mencintai ku kan?.” Tanyak TJ balik
Satu tamparan lagi untuk TJ. “jangan bilang cinta pada ku karna bagi ku cinta mu hanya berhenti di bibir. Dan trimakasih sudah membuktikan nya itu pada ku. dan tolong jangan muncul di depan ku lagi karna aku sudah muak melihat mu sekarang. Oh iya terimakasih atas 12 surat yang tercipta dar ilusi mu yang tertulis dari tangan bukan dari hati." ujar Ayu sambil bergegas pergi ke luar dari lift itu
TJ hanya diam menatap ayu yang sedang sembari pergi dari hadapan nya. ketika pintu lift menutup seorang masuk ke dalam memberikan sebuah blazer wana abu-abu kepada TJ. “jangan permalukan dirimu hanya karna kebodohan mu sendiri.” ujar ayu beranjak pergi meinggalkan TJ sendiri di dalam lift itu.
Senyuman terlukis di wajah Tj. Sebuah kesempatan ada diri nya. Dengan cepat Tj kembali ke apartement nya.
Sedangkan ayu berjalan pergi ke toilet untuk merapikan rambut nya. Dengan sekuat tenaga ia menahan rasa sakit di dalam hati nya. Kesesakan di dalam dada yang belum pernah ia rasakan selama ini.
Di dalam kamar nya Tj menelepon seseorang
__ADS_1
"hallo. Saya punya tugas untuk kamu. " ujar Tj di telepon