NIKAH KONTRAK WITH THE COLD MAN

NIKAH KONTRAK WITH THE COLD MAN
EKSLUSIF 3


__ADS_3

     Setelah cleo tiba di depan pintu Cleo


membuka pintu tersebut dan mendapati bima yang sedanng berjalan dengan langkah


yang begitu melas khas orang yang sedang sakit. Langsung cleo pergi meletakan


bubur tersebut ke meja dan langsung menghampiri bima yang hampir saja jatuh


karena kurangnya kesimbangan , secepat kilat cleo menahan badan bima yang


hampir saja jatuh dengan sekuat tenaga ia membopong bima ke tempat tidur.


            “apa yang sedang anda cari?” tanyak


Cleo


     Bima hanya diam tak mejawab pertanyaan


cleo, muka nya pucat, bibir yang biasa merah muda berubah menjadi putih dan


pecah-pecah. Cleo mengecek keadan bima dengan menyetuh kening dan leher nya


dengan punggung tangan nya. “Badan anda begitu panas deman anda tinggi sekali”.


Kata Cleo yang sambil mengambil bubur yang ia buat


            “saya tidak selerah makan, saya


ingin istirahat.”


            “anda harus makan, buka mulut anda


atau saya paksa?.” Paksa cleo sambil menyulangi  bima seperti anak kecil


     Bima bersikukuh tetap tidak membuka mulut


nya dan menggelengkan kepala nya yang berisyarat tidak mau makan. Cleo kesal


dengan prilaku bima yang sangat susah sekali untuk membuka mulut untuk dapat


menerima makanan.


            “kenapa anda begitu susah sekali


untuk makan. Kalau anda tidak makan kapan anda akan sembuh? Apa anda ingin


sakit terus . kalau anda tidak bisa dengan cara baik-baik maafkan saya. Saya


akan memakai cara kekerasanh.


     Dengan lagak yang menyakinkan cleo


meletakan bubur tersebut di atas meja dan membunyikan semua jari-jari nya


hingga leher nya seperti orang yang akan bertarung. Bima yang mleihat cleo


hanya bisa ternganga dan melebarkan mata nya yang tak percaya apa yang akan


cleo lakukan untuk dirinya.


     Cleo mengambil bubur tesebut “Maafkan saya


mister”. Dengan berani cleo memaksa membuka mulut bima dengan tangan nya dan


memasukkan sesendok bubur tersebut ke mulut bima dengan lembut. Aneh nya bima


menerima tanpa ada pembrotakan dari nya. Ekpresinya tetap sama, sorot matanya


menatap cleo tidak percaya apa yang sudah ia lakukan.


            “enakan mister?” kata Cleo sambil


menyulangi bima


     Bima hanya bisa diam dan memakan bubur yang


diberi cleo hingga habis dan ia merasa bubur itu cepat sekali habis nya

__ADS_1


seakan-akan bubur itu belum nyampek ke lambungnya. “dan sekarang waktunya anda


minum obat.” Kata Cleo menyodorkan sebuah pil kepada bima


            “saya tidak suka obat. Lebih baik


saya di suntik dari pada minum obat.” Kata Bima


            “mau saya paksa apa gimana?.” Tanyak


Cleo sambil menaikan satu alis nya


“Saya tidak tau cara minum obat


bagaimana, dulu waktu kecil oma memberiku obat dan aku menelan nya tapi tidak


sampai tenggorokan aku memutahkan nya sekaligus semua makanan yang baru aku


makan.” Jawab Bima


            “mungkin kau salah teknik meminum


obat. Sini biar aku ajarin,pertama  buka


mulut mu, ulurkan lidah mu. setelah itu dorong dengan air.” Suruh Cleo


Dan


pada akhirnya bima behasil melakukan nya tanpa memuntahkannya. Cleo memasukkan


obat tersebut di ujung dekat tenggorokan bima seingga iya tinggal menelan tanpa


merasakan pahit nya obat tersebut


            “anda tau kenapa anda pas itu memuntahkannya?


Karna anda menaruh obat tersebut di tengah lidah anda yang menyebabkan penyecap


anda merasakan pahit nya obat tersebut dan ketika anda merasakan itu ada


kesulitan untuk menelan nya dan pada akhirnya anda memuntahkan nya.”


saja tidak pernah berpikiran seperti itu.” Balas Bima


            “karena troma mu mebuat mu tidak


ingin mencobanya dan ingin melupakannya.”


            “mungkin bisa dibilang seperti itu.


Trimakasih sudah merawat saya walaupun dengan cara memaksa.”


            “lebih baik seperti itu dari pada


anda lama tersiksa dengan demam anda.”


Bima


hanya senyum simpul melihat kelakuan cleo yang merawat bima dengan cara ektrem


dan itu adalah pengalaman dia di rawat dengan pemaksaan tapi bodoh nya iya


menerima semua yang cleo lakukan.


`                       ****


     Di malam hari yang sunyi di sebuah LOTENG


tingkat satu cleo duduk di bangku berbahan rotan yang menjulang panjang seperti


tempat tidur. Ia duduk disitu sambil merengangkan kaki nya. Kesunyian yang ia


rasakan membawa nya kedalamam sebuah memori . Sebuah perkampungan yang hijau,


rumah yang sederhana dan terdengar seorang tertawa-tawa dengan bahagia. Ia


mengenali wajah itu wajah yang selalu membuat dia bahagia dan semangat

__ADS_1


menghadapi masalah hidup nya dia adalah clara dan cakra yang sedang bermain


dengan dirinya di sebuah rumah sederhana yang beralas semen dan pondasi yang


terbuat dari kayu papan. Terdapat tiga orang yang sedang tertawa dengan penuh


kebahgian, cakra dan clara menggelitik cleo hingga ia terguling-guling di


lantai. Walaupun ia sudah mintak ampun mereka masih saja melanjutkan aksinya.


Air


mata mulai keluar dan membasahi pipi cleo ia membuka matanya dan menatap langit


yang gelap awan yang merah yang tampaknya akan hujan.


“jarak yang membuat kita terpisah


tapi kita tetap memandang langit yang sama. Aku tanpa kalian aku hanya manusia


kehilangan arah.” Guman Cleo dalam hati nya


     Tidak


terah tetesan air hujan sudah turun dari langit bergegaslah cleo masuk ke dalam


dan menutup pintu iya yang berbahan kaca serta menutup gorden nya. Cleo berjalan


mendekati sofa nya ia hendak tidur tapi langkah nya terhenti ketika iya


mendengar suara bima yang sedang menggigau


            “ma,, pa,, jangan tinggalkan bima


sendirian. Bima takut di sini sendirian. Bima janji tidak akan nakal tapi


jangan tinggalkan bima ma.. pa…”


     Cleo menghampiri bima dan mengelap kening


nya yang berkeringat dengan tisu dan meletakkan punggung tangannya di kening


bima dan lehernya. Tubuhnya begitu dingin seperti es précis seperti diri nya


awal jumpa enam bulan yang lalu. baju nya basah oleh keringat nya cleo tidak


tau harus bagaimana “membangunkan nya bukanlah ide yang baik tapi tapi jika


tidak ganti baju mungkin besok demam nya makin tinggi dan ia akan lebih lama


lagi tersiksa oleh demam nya;”


      Dengan keberanian nya cleo menggantikan


baju bima yang basah tapi untung lah baju nya kemeja tidur bukan kaos.


Perlahan-lahan cloe membuka baju bima dan mendapati tubuh kekaar nya yang putih


mulus dan lekuk tubuh yang berbentuk membuat siapa saja salting melihat nya.


Cleo yang mendapati hal seperti itu langsung menyipitkan wajahnya dan


memalingkan wajah nya sembari membuka baju bma. Setelah baju nya sudah lepas ia


mengopres tubuh bima dengan air hangat agar tubuh nya hangat. Wajah cleo


memerah dan mata nya di sipitkan nya untuk tidak dapat melihat tubuh kekar


bima. “hambah hanya menolong orang tuhan, hambah harap ini tidak dosa.” Guman


cleo dalam hatinya


       Setelah


siap memakaikan baju untuk bima cleo duduk di bawah tempar tidur sambil menggenggam


tangan bima yang dingin, sesekali ia menggosok tangan bima dengan tangan nya. Jam

__ADS_1


sudah menunjukkan 02:18 dini hari. Kantuk nya pun tidak bisa ia tahan lagi dan


pada akhirnya ia tertidur.


__ADS_2