
Setelah cleo tiba di depan pintu Cleo
membuka pintu tersebut dan mendapati bima yang sedanng berjalan dengan langkah
yang begitu melas khas orang yang sedang sakit. Langsung cleo pergi meletakan
bubur tersebut ke meja dan langsung menghampiri bima yang hampir saja jatuh
karena kurangnya kesimbangan , secepat kilat cleo menahan badan bima yang
hampir saja jatuh dengan sekuat tenaga ia membopong bima ke tempat tidur.
“apa yang sedang anda cari?” tanyak
Cleo
Bima hanya diam tak mejawab pertanyaan
cleo, muka nya pucat, bibir yang biasa merah muda berubah menjadi putih dan
pecah-pecah. Cleo mengecek keadan bima dengan menyetuh kening dan leher nya
dengan punggung tangan nya. “Badan anda begitu panas deman anda tinggi sekali”.
Kata Cleo yang sambil mengambil bubur yang ia buat
“saya tidak selerah makan, saya
ingin istirahat.”
“anda harus makan, buka mulut anda
atau saya paksa?.” Paksa cleo sambil menyulangi bima seperti anak kecil
Bima bersikukuh tetap tidak membuka mulut
nya dan menggelengkan kepala nya yang berisyarat tidak mau makan. Cleo kesal
dengan prilaku bima yang sangat susah sekali untuk membuka mulut untuk dapat
menerima makanan.
“kenapa anda begitu susah sekali
untuk makan. Kalau anda tidak makan kapan anda akan sembuh? Apa anda ingin
sakit terus . kalau anda tidak bisa dengan cara baik-baik maafkan saya. Saya
akan memakai cara kekerasanh.
Dengan lagak yang menyakinkan cleo
meletakan bubur tersebut di atas meja dan membunyikan semua jari-jari nya
hingga leher nya seperti orang yang akan bertarung. Bima yang mleihat cleo
hanya bisa ternganga dan melebarkan mata nya yang tak percaya apa yang akan
cleo lakukan untuk dirinya.
Cleo mengambil bubur tesebut “Maafkan saya
mister”. Dengan berani cleo memaksa membuka mulut bima dengan tangan nya dan
memasukkan sesendok bubur tersebut ke mulut bima dengan lembut. Aneh nya bima
menerima tanpa ada pembrotakan dari nya. Ekpresinya tetap sama, sorot matanya
menatap cleo tidak percaya apa yang sudah ia lakukan.
“enakan mister?” kata Cleo sambil
menyulangi bima
Bima hanya bisa diam dan memakan bubur yang
diberi cleo hingga habis dan ia merasa bubur itu cepat sekali habis nya
__ADS_1
seakan-akan bubur itu belum nyampek ke lambungnya. “dan sekarang waktunya anda
minum obat.” Kata Cleo menyodorkan sebuah pil kepada bima
“saya tidak suka obat. Lebih baik
saya di suntik dari pada minum obat.” Kata Bima
“mau saya paksa apa gimana?.” Tanyak
Cleo sambil menaikan satu alis nya
“Saya tidak tau cara minum obat
bagaimana, dulu waktu kecil oma memberiku obat dan aku menelan nya tapi tidak
sampai tenggorokan aku memutahkan nya sekaligus semua makanan yang baru aku
makan.” Jawab Bima
“mungkin kau salah teknik meminum
obat. Sini biar aku ajarin,pertama buka
mulut mu, ulurkan lidah mu. setelah itu dorong dengan air.” Suruh Cleo
Dan
pada akhirnya bima behasil melakukan nya tanpa memuntahkannya. Cleo memasukkan
obat tersebut di ujung dekat tenggorokan bima seingga iya tinggal menelan tanpa
merasakan pahit nya obat tersebut
“anda tau kenapa anda pas itu memuntahkannya?
Karna anda menaruh obat tersebut di tengah lidah anda yang menyebabkan penyecap
anda merasakan pahit nya obat tersebut dan ketika anda merasakan itu ada
kesulitan untuk menelan nya dan pada akhirnya anda memuntahkan nya.”
saja tidak pernah berpikiran seperti itu.” Balas Bima
“karena troma mu mebuat mu tidak
ingin mencobanya dan ingin melupakannya.”
“mungkin bisa dibilang seperti itu.
Trimakasih sudah merawat saya walaupun dengan cara memaksa.”
“lebih baik seperti itu dari pada
anda lama tersiksa dengan demam anda.”
Bima
hanya senyum simpul melihat kelakuan cleo yang merawat bima dengan cara ektrem
dan itu adalah pengalaman dia di rawat dengan pemaksaan tapi bodoh nya iya
menerima semua yang cleo lakukan.
` ****
Di malam hari yang sunyi di sebuah LOTENG
tingkat satu cleo duduk di bangku berbahan rotan yang menjulang panjang seperti
tempat tidur. Ia duduk disitu sambil merengangkan kaki nya. Kesunyian yang ia
rasakan membawa nya kedalamam sebuah memori . Sebuah perkampungan yang hijau,
rumah yang sederhana dan terdengar seorang tertawa-tawa dengan bahagia. Ia
mengenali wajah itu wajah yang selalu membuat dia bahagia dan semangat
__ADS_1
menghadapi masalah hidup nya dia adalah clara dan cakra yang sedang bermain
dengan dirinya di sebuah rumah sederhana yang beralas semen dan pondasi yang
terbuat dari kayu papan. Terdapat tiga orang yang sedang tertawa dengan penuh
kebahgian, cakra dan clara menggelitik cleo hingga ia terguling-guling di
lantai. Walaupun ia sudah mintak ampun mereka masih saja melanjutkan aksinya.
Air
mata mulai keluar dan membasahi pipi cleo ia membuka matanya dan menatap langit
yang gelap awan yang merah yang tampaknya akan hujan.
“jarak yang membuat kita terpisah
tapi kita tetap memandang langit yang sama. Aku tanpa kalian aku hanya manusia
kehilangan arah.” Guman Cleo dalam hati nya
Tidak
terah tetesan air hujan sudah turun dari langit bergegaslah cleo masuk ke dalam
dan menutup pintu iya yang berbahan kaca serta menutup gorden nya. Cleo berjalan
mendekati sofa nya ia hendak tidur tapi langkah nya terhenti ketika iya
mendengar suara bima yang sedang menggigau
“ma,, pa,, jangan tinggalkan bima
sendirian. Bima takut di sini sendirian. Bima janji tidak akan nakal tapi
jangan tinggalkan bima ma.. pa…”
Cleo menghampiri bima dan mengelap kening
nya yang berkeringat dengan tisu dan meletakkan punggung tangannya di kening
bima dan lehernya. Tubuhnya begitu dingin seperti es précis seperti diri nya
awal jumpa enam bulan yang lalu. baju nya basah oleh keringat nya cleo tidak
tau harus bagaimana “membangunkan nya bukanlah ide yang baik tapi tapi jika
tidak ganti baju mungkin besok demam nya makin tinggi dan ia akan lebih lama
lagi tersiksa oleh demam nya;”
Dengan keberanian nya cleo menggantikan
baju bima yang basah tapi untung lah baju nya kemeja tidur bukan kaos.
Perlahan-lahan cloe membuka baju bima dan mendapati tubuh kekaar nya yang putih
mulus dan lekuk tubuh yang berbentuk membuat siapa saja salting melihat nya.
Cleo yang mendapati hal seperti itu langsung menyipitkan wajahnya dan
memalingkan wajah nya sembari membuka baju bma. Setelah baju nya sudah lepas ia
mengopres tubuh bima dengan air hangat agar tubuh nya hangat. Wajah cleo
memerah dan mata nya di sipitkan nya untuk tidak dapat melihat tubuh kekar
bima. “hambah hanya menolong orang tuhan, hambah harap ini tidak dosa.” Guman
cleo dalam hatinya
Setelah
siap memakaikan baju untuk bima cleo duduk di bawah tempar tidur sambil menggenggam
tangan bima yang dingin, sesekali ia menggosok tangan bima dengan tangan nya. Jam
__ADS_1
sudah menunjukkan 02:18 dini hari. Kantuk nya pun tidak bisa ia tahan lagi dan
pada akhirnya ia tertidur.