
DI KAMAR OPPA DAN OMA
Kedua insane yang baru saja merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang kedua 23 tahun, sedang sibuk menyusun rencana. Mereka tampak sangat serius sambil memegang tab satu-satu di tangan mereka dan sesekali berbicara untuk mendapatkan saran dan masukan dalam diskusi mereka.
“bagaimana di kota ini saja kita letakkan mereka tak?.” Tanyak Oma pada oppa sambil menunjukkan tab nya
“kalau menurut ku jangan neng di sana sangat ramai, kota di sana kurang stategis.” Jawab Oppa
“bagaimana kalau di kota ini, kota ini tidak terlalu padat dan di sana pemandangan nya juga bagus. Banyak yang bilang kota ini kota surga.” Tanyak Oppa
“boleh juga tak.” Jawab Oma setujuh
“kalau kota ini yang kita pilih berarti Kita turun disini lalu mereka lanjut ke kota ini neng. Nanti kita atur supaya mereka tidak curiga neng.” Ujar Oppa sambil tersenyum kepada oma
“oke jadi sudah deal ya tak.” kata Oma
“demi cicit.” Ujar mereka dengan serentak sambil tertawa
Pagi hari nya mereka berkumpul di depan hotel untuk menunggu jemputan ke bandara. Tidak terlalu lama mereka menunggu dan sebuah bus VIP sudah tiba dengan waktu yang sudah di janjikan.
Mereka naik satu persatu tapi untuk hal ini bima harus menerima keyataaan karna cleo duduk bersama keluarga nya di depan, karna yang meminta adik kesayangan nya mana mungkin cleo menolak nya, apa lagi ia sangat merindukan keluarga nya yang sudah hampir enam bulan tidak bertemu dan hal ini adalah salah satu dari rencana dari oma dan oppa.
Di perjalan menuju bandara internasional di butuhkan waktu sekitar 1 jam setengah. mereka keluarga cleo bernyanyi bersama untuk menghidari kebosanan dalam perjalan mereka. Sementara itu oma dan oppa duduk di tengah sambil bermesraan sedangkan bima duduk di belakang sendiri dengan wajah yang sedikit masam.
“kak pas itu clara menang kontes nyanyi di sekolah lo kak terus dapet hadiah bingkisan jajanan.” Kata Clara dengan senang
“oh ya… terus jajan untuk kakak mana?.” Tanyak Cleo iseng
“ya sudah abis lah kak, ini ni bang cakra paling banyak makan kak.” Jawab Clara sambil melirik cakra dengan tatapan kesal
“haa hmm… clara bukan nya itu sudah kamu kasih ke abang.” Tanyak Cakra membalas tatapan clara
“iya tapi kan setidaknya abang makan seadanya donk jangann semua.” Jawab Clara membelah diri
“sudah-sudah nanti kita belik bingkisan yang banyak terus makan nya bareng-bareng.”ujar Cleo meredahkan debat adik nya
“yeah.” Teriak mereka berdua dengan senang sambil cas
Cleo yang mendapati hal aneh di kedua adik membuat ia teringat sesuatu. “ohh jadi kalian ikutin trik kakak.” Tanyak Cleo sambil menaikkan alis nya Satu
“haa? Hmm.” Jawab mereka dengan gugup
“karena kalian sudah membohongi kakak kalian harus di hukum.” Ujar Cleo sambil melirik kedua adik nya dengan tatapan berbeda
“gelitikin kalian sampai kalian minta maaf.” Sambung Cleo sambil menggelitik kedua adik nya
“ahhh… ampun kak, kak rangga yang ajarin clara kak.” Teriak Clara
__ADS_1
“ahh.. clara yang ajakin kak.” Teriak cakra kegelian
Orang-orang yang di dalam mobil itu tersnyum melihat mereka yang tertawa dengan bahagia sama dengna bima yang tersenyum simpul melihat cleo bahagia dengan adik-adik nya.
“kamu pantas bahagia.” Guman Bima dalam hati nya.
Tidak lama mereka tiba di sebuah bandara di kota itu, mereka turun dari bus itu satu persatu. Setelah itu mereka masuk ke bandara itu dari jalan khusus karna bima adalah salah satu inverstor di bandara tersebut.
Mereka berjalan mengikuti pengawal bima. Keluarga cleo yang baru menginjak bandara tercengang melihat besar nya bandara tersebut di tambah pesawat yang sedang berhenti di luar sana.
Tiba mereka di sebuah jet pribadi milik keluarga waldemar. Pesawat yang khusus di pakai bima untuk berpergian ke luar negeri. Di saat itu rencana oma dan oppa beraksi kembali lagi.
“ibu bapak duduk dekat cleo saja biar disini biar clara dan cakra bersama kami.” Pinta Oma pada orang tua cleo
“baik oma.” Jawab sopan Ibu cleo
Bima yang mendengar hal itu hanya diam dan memasang wajah masam. Berbeda dengan cleo yang saat itu sangat senang dapat duduk dekat orang tua nya yang paling ia rindukan. Rindu di saat ia tidur di peluk oleh kedua orang tua nya itu.
mereka duduk dengan perintah dari oma dan oppa. Pesawat mulain lepas landas. Semua yang ada di dalam pesawat itu mulai menegang kecuali keluaga waldemar yang sudah biasa naik pesawat. Tidak lama pesawat sudah stabil di atas udara. Cakra dan clara melihat pemandangan dari luar jendela, mereka berdua sangat takjub melihat indah nya pemandangan dari atas pesawat.
“kak lihat itu kak, laut nya gede banget.” Kata Clara kepada cakra
“iya dek, itu juga gunung di sana tinggi banget.” Sambung Cakra menunjukan sebuah gunung
Oma dan oppa melihat mereka tersenyum karena mereka sangat mirip dengan mereka pada waktu masih kecil. Mereka yang kegirangan mendapati pemandangan dari atas pesawat.
“oma sama oppa sering naik pesawat ya?.” Tanyak Cakra
“tidak terlalu sering.” Jawab Oma
“kalau oma dan oppa mau naik pesawat lagi ajak kita lagi ya oma oppa.” Pinta Cakra
“hore kita lebih sering naik pesawat.” Teriak Cakra dan clara bahagia
Mendengar rebut-ribut ibu nya cleo langsung meloto melihat cakra dan clara auto mereka berdua diam karena sudah dapat sinyal.
“kalau kalian suka naik pesawat kenapa kalian tidak jadi pilot saja?.” Tanyak Oppa
“emang boleh oppa?.” Tanyak cakra dengan serius
“ya boleh donk. Semua nya berhak menjadi pilot asalkan belajar dulu. Jika sudah pintar baru bisa bawak pesawat."
“oohh.. cakra mau oppa, jadi pilot.” Sambung Cakra dengan antusias
“bagus kalau gitu. Berarti mulai dari sekarang kamu harus rajin belajar.” Sambung Oma
“iya oma pasti.” Jawab Cakra dengan semangat
“kak emang pilot itu apa?.” Tanyak Clara dengan lugu
__ADS_1
“pilot itu supir pesawat kayak angkot dekat rumah kita.” Jawab Cakra
“oohhh…”
bima yang mendengar percakan mereka tersenyum sungging medengar kepolosan adik-adik dari cleo. Karena tidak ada lagi percakapan yang terdengar akhirnya bima memakai headphone di telinga nya. Semua yang ada di dalam pesawat itu diam, mungkin mereka cukup lelah dan pada akhirnya diam.
“kamu apa kabar ndok?.” Tanyak ibu nya
“baik buk. Maaf ya buk cleo belum bisa memberikan yang terbaik untuk ibu dan bapak.” Jawab Cleo dengan rasa bersalah
“kamu sehat saja sekarang ndok sudah buat ibu dan bapak bahagia, jadi berhentilah mintak maaf.” Jawab Ibu nya cleo sambil mengelus rambut anak nya itu
“jadi ibu dan bapak tidak marah dengan status ku sekarang?.” Tanyak Cleo
“melihat mu gemuk sekarang sudah membuat kami sadar bahwa kamu bahagia dan kebahagianan mu yang kami inginkan ndok.” Jawab Bapak nya
“iya ndok, melihat bima yang berani datang ke rumah dan menjelaskan semua nya ke pada kami sudah membuat kami percaya bahwa ia adalah pria yang baik dan pantas untuk mu ndok.” Sambung Ibu nya
“iya itu. Bagaimana mas bima bisa kerumah kita buk?.” Tanyak Cleo penasara
“iya ibu tidak tau juga ndok tapi yang pasti dia datang siang kerumah kita bersama seketaris nya.” Jawab Ibu nya cleo
“terus apa yang mas bima lakukan setelah itu?.” Tanyak Cleo panasaran
“dia datang dan memperkenalkan diri nya dengan sopan pada saat itu. Setelah itu ia memberitahukan maksudnya kedatangan nya kemari.” Sambung Bapak nya
“dia datang ke sana untuk meminta izin.” Sambung Bapak nya lagi
“mintak izin apa pak?.” Tanyak Cleo heran
“mintak izin untuk menikahi mu.” jawab Bapak nya
“terus respon bapak dan ibu bagaiman?.” Tanyak Cleo
“awalnya kami terkejut dan tidak mengizinkan nya karena umur mu yang masih sangat belia untuk sebuah pernikahan tapi ketika ia serius kepada mu, maka ibu dan bapak merestui kalian.” Jawab Ibu nya
Cleo memandang heran kepada bima yang sedang tertidur dengan headphone nya dengan lelap. Di benak cleo apa ini nyata apa tidak. “aku di persunting oleh pria tampan dan kaya, dan aku gadis yang di persunting oleh nya hanya seorang wantia kampung yang jauh dari wanita yang suka padanya.” Guman Cleo dalam hati nya sambil melihat kea rah bima
“cleo..? ndok..?.” panggill Bapak dan ibu nya cleo
“haa iya buk pak. Ada apa?.” Jawab Cleo gang guk
“apa kamu mencintai nya ?.” tanyak bapak nya
__ADS_1
“entahlah pak. Apa aku layak mempunyai
perasaan ini untuk nya.” Jawab Cleo