
Dengan teratur minum obat dan makan perlahan bima sudah mulai sembuh dan dapat kembali
berktivitas sepeprti biasa nya. Ia mulai kerja kembali walaupun dari rumah karna takut kondisi nya
tiba-tiba drob lagi. Walaupun ia berkerja hanya mengecek berkas yang di kirim
oleh seketaris TJ cleo tetap memantau bima untuk berjaga-jaga agar kejadian
sebelumnya tidak terulang kembali. Cleo yang sedang sibuk mengotak-atik leptop
bima dengan serius tidak menyadari bahwa bima dari jauh memperhatikan cleo
dengan seksama tapi tatapan bima buyar ketika telepon genggam dari cleo berbunyi.
“tring… tring…”
“hallo alex. Apa kabar?.” Tanyak
Cleo dengan lembut
“baik sekali, kamu bagaimana?.” Jawab
Alex
“puji tuhan sehat”
“ehm.. kamu lagi free gak? Aku mau ajakin kamu dinner malam ini di tempat biasa.” Tanyak Alex
“dinner ya… gimana ya aku..” tidak sempat cleo melanjutkan ucapan nya suara batuk bima dari sebarang sana
terdengar keras di kuping cleo yang membuat nya khawartir.
“Nampak nya hari ini tidak bisa. Lain kali saja ya soalnya aku sedang merawat seseorang. Maaf” kata Cleo sambil
mematikan telepon nya
Cleo langsung menghampiri ruang kerja bima yang hanya di batasi oleh dinding kaca transparan “apa anda baik-baik saja?.” Tanyak Cleo khawatir
“tenggorokan saya sedikit gatal dan sakit.” Jawab Bima dengan ekpresi menyakinkan
“tunggu sebentar saya akan buatkan kamu jahe hangat agar rasa gatal dan sakit di tenggorokan anda dapat berkurang.” Kata Cleo sambil bergegas pergi kebawah
15 menit berlalu akhirnya cleo datang membawa segelas teh jahe hangat untuk bima.
Sebelum ia memberikan kepada bima ia menghembus air jahe tersebut agar tidak
terlalu panas “ ini minum lah
pelan-pelan ini tidak terlalu panas.” Kata Cleo sambil menyodorkan gelas
tersebut
Pelan-pelan tapi pasti bima meminum air jahe tersebut hingga habis kemudian cleo meletakan
gelas tersebut ke meja. “ apa tenggorokan anda masih sakit?.” Tanyak Cleo
sambil memegang leher bima dengan lembut. “sedikit lebih baik dari sebelumnya.”
Jawab Bima
__ADS_1
“tapi badan anda hangat walaupun tidak terlalu panas, sebentar.” Kata cleo sambil pergi mengmabil sesuatu dari
tas nya dengan cepat ia kembali membawa sebotol minyak angin kecil
“apa itu?.” Tanyak Bima polos
“ini minyak angin yang selalu saya pakai ketika saya sedang sakit atau pun pegal-pegal. Biasa nya si ini sangat
manjur tapi itu tergantung pada siapa yang memakainya.” Jawab Cleo sambil
membaluri minyak tersebut ke leher bima
“maksudnya?.” Tanyak Bima sambil menaikan kedua alis nya
“ya biasa nya saya memakai ini langsung sembuh, tapi jika orang yang tidak cocok bisa saja gatal-gatal atau
mungkin penyakit nya tambah parah.” Gurau Cleo
Mata bima terbelalak mendengar perkatan cleo “ apa kamu ingin membunuh saya secara
perlahan?.” Tanyak Bima
“Saya hanya bencanda jangan terlalu serius nanti betulan terjadi. Sudah ah saya mau mandi dulu.” Jawab Cleo
sambil pergi meninggalkan bima
Hari ini ia datang bulan sangat deras sekali begitu banyak cairan yang keluar
membuat ia risih dan harus berganti tiap penuh dan harus berjaga-jaga agar
tidak tembus. Badan yang tadi lengket berubah menajdi segar dan harum. “kenapa
berbeda di rumah yang masih batangan yang kalau di pakek sering
terbang-terbang. Hahaha cleo-cleo kampungan banget si kamu.” Guman Cleo sambil
keluar dari kamar mandi.
Cleo keluar dengan kimono nya yang pink yang menampakan dada putih nya yang mulus.
Ia berjalan menuju ruang pakaiannya atau lemarinya. Ketika ia masuk ia
mendapati bima berjalan membawa handuk nya dengan jalan masih sempoyongan
menuju kamar mandi. “ anda mau ngapain?.” Tanyak Cleo menahan tangan bima
“saya ingin mandi badan saya sudah sangat lengket.” Jawab Bima dengan melas
Cleo memegang kening dan leher bima untuk mengecek keadannya. Badanya sedikit panas dan bibir nya sedikit pucat “jangan mandi, ayok ikut aku.” Kata cleo sambil menarik tangan bima menuju tempat tidur dan menyuruh nya untuk
duduk di sana sedankan cleo pergi
mengambil baskom berisi air hangat yang sudah di campur dengan conditioner dan
handuk kecil. “buka baju mu.” pinta Cleo. Bima menurut saja apa yang dikatakan oleh cleo. Dengan pelan ia membuka baju nya yang terkancing
Cleo mulai membersihkan mulai dari wajah, tangan, badan hingga dada bidang nya bima .
Entah keberanian dari mana yang membuat
__ADS_1
dia dapat melakukan itu semua tanpa
canggung. Dengan telaten cleo membersihkan tubuh bima dengan bersih dan harum.
Setelah itu ia memakaikan baju untuk bima yang telah ia ambil, sebuah baju
tidur abuh-abuh lengan panjang berbahan katun bermotif kotak-kotak kecil
terkesan seperti baby cute. Tidak sampai disitu saja ia juga menyisir rambut
halus bima dan menambahkan sedikit vitamin pada rambut nya. “selesai… sekarang
anda sudah Nampak sedikit mudah.” Kata cleo dengan senyum manis nya sambil
meninggalkan bima tapi tiba-tiba tangan nya di tarik oleh bima membuat cleo
duduk di kasur
“apa yang sedang anda lakukan.” Tanyak Cleo dengan raut wajah merona nya
“aku hanya demam biasa, aku bisa melakukan semuanya. Tapi kamu menganggap aku seolah manusia yang sudah sekarat yang tidak bisa berbuat apa-apai. Kamu kenapa?.” Tanyak Bima
Cleomenggit bibir bawah nya sambil menatap bima dengan tatapan gelisah “apa saya
salah merawat anda yang sedang sakit?.” Jawab polos Cleo
Mereka hanya diam satu sama lain, mata mereka beradu jatung mereka memburu dan bibir
mereka ingin menyatu tapi semua nya sirna ketika ketukan pintu terdengar di
telinga mereka membuat mereka sadar dan langsung jaga jarak. “non, tuan makan
malam nya sudah siap.” Panggil bi Irah
“iya bi nanti kami turun.” Teriak Cleo sambil berdiri
“ehm.. saya ganti baju dulu, anda duluan saja..” pinta Cleo sambil pergi meninggalkan bima dengan gaya coldnya.
Didalam ruangan pakaianya, napasnya tidak beraturan jantung nya berdetak dengan
kencang “ slow cleo jangan terlalu panic santai, tarik napas dalam-dalam
keluarkan tarik lagi keluarkan. Husshhh cleo jangan buat dia merasa bersalah
lagi dengan kejadian tempo hari yang membuat dia canggung pada mu. Buat
detik-detik terakhir kamu di sini sebaik mungkin. Kamu harus membalas kebaikan
nya dengan cara mu melakukan nya selayak nya seorang istri. kamu bisa cleo.”
Guman Cleo sambil menggegam tangan nya layak nya seorang yang sedang
bersemangat.
****
Makan malam yang sedikit senyap tidak ada tawa, canda yang ada hanya suara piring dan
sendok yang sedang beradu. Bima hanya diam, cleo juga diam sambil menikmati makanan nya dengan santai seperti tidak terjadi sesuatu masalah. Sesekali bima melirik cleo dengan penuh tanda Tanya.
__ADS_1