NIKAH KONTRAK WITH THE COLD MAN

NIKAH KONTRAK WITH THE COLD MAN
EKSLUSIF 5


__ADS_3

Dengan teratur minum obat dan makan perlahan bima sudah mulai sembuh dan dapat kembali


berktivitas sepeprti biasa nya. Ia mulai kerja kembali  walaupun dari rumah karna takut kondisi nya


tiba-tiba drob lagi. Walaupun ia berkerja hanya mengecek berkas yang di kirim


oleh seketaris TJ cleo tetap memantau bima untuk berjaga-jaga agar kejadian


sebelumnya tidak terulang kembali. Cleo yang sedang sibuk mengotak-atik leptop


bima dengan serius tidak menyadari bahwa bima dari jauh memperhatikan cleo


dengan seksama tapi tatapan bima buyar ketika telepon  genggam dari cleo berbunyi.


“tring… tring…”


“hallo alex. Apa kabar?.” Tanyak


Cleo dengan lembut


“baik sekali, kamu bagaimana?.” Jawab


Alex


“puji tuhan sehat”


“ehm.. kamu lagi free gak? Aku mau ajakin kamu dinner malam ini di tempat biasa.” Tanyak Alex


“dinner ya… gimana ya aku..” tidak sempat cleo melanjutkan ucapan nya suara batuk bima dari sebarang sana


terdengar keras di kuping cleo yang membuat nya khawartir.


“Nampak nya hari ini tidak bisa. Lain kali saja ya soalnya aku sedang merawat seseorang. Maaf” kata Cleo sambil


mematikan telepon nya


Cleo langsung menghampiri ruang kerja bima yang hanya di batasi oleh dinding kaca transparan “apa anda baik-baik saja?.” Tanyak Cleo khawatir


“tenggorokan saya sedikit gatal dan sakit.” Jawab Bima dengan ekpresi menyakinkan


“tunggu sebentar saya akan buatkan kamu jahe hangat  agar rasa gatal dan sakit di tenggorokan anda dapat berkurang.” Kata Cleo sambil bergegas pergi kebawah


15 menit berlalu akhirnya cleo datang membawa segelas teh jahe hangat untuk bima.


Sebelum ia memberikan kepada bima ia menghembus air jahe tersebut agar tidak


terlalu panas “ ini minum  lah


pelan-pelan ini tidak terlalu panas.” Kata Cleo sambil menyodorkan gelas


tersebut


Pelan-pelan tapi pasti bima meminum air jahe tersebut hingga habis kemudian cleo meletakan


gelas tersebut ke meja. “ apa tenggorokan anda masih sakit?.” Tanyak Cleo


sambil memegang leher bima dengan lembut. “sedikit lebih baik dari sebelumnya.”


Jawab Bima

__ADS_1


“tapi badan anda hangat walaupun tidak terlalu panas, sebentar.” Kata cleo sambil pergi mengmabil sesuatu dari


tas nya dengan cepat ia kembali membawa sebotol minyak angin kecil


 “apa itu?.” Tanyak Bima polos


“ini minyak angin yang selalu saya pakai ketika saya sedang sakit atau pun pegal-pegal. Biasa nya si ini sangat


manjur tapi itu tergantung pada siapa yang memakainya.” Jawab Cleo sambil


membaluri  minyak tersebut ke leher bima


“maksudnya?.” Tanyak Bima sambil menaikan kedua alis nya


“ya biasa nya saya memakai ini langsung sembuh, tapi jika orang yang tidak cocok bisa saja gatal-gatal atau


mungkin penyakit nya tambah parah.” Gurau Cleo


Mata bima terbelalak mendengar perkatan cleo “ apa kamu ingin membunuh saya secara


perlahan?.” Tanyak Bima


“Saya hanya bencanda jangan terlalu serius nanti betulan terjadi. Sudah ah saya mau mandi dulu.” Jawab Cleo


sambil pergi meninggalkan bima


Hari ini ia datang bulan sangat deras sekali begitu banyak cairan yang keluar


membuat ia risih dan harus berganti tiap penuh dan harus berjaga-jaga agar


tidak tembus. Badan yang tadi lengket berubah menajdi segar dan harum. “kenapa


berbeda di rumah yang masih batangan yang kalau di pakek sering


terbang-terbang. Hahaha cleo-cleo kampungan banget si kamu.” Guman Cleo sambil


keluar dari kamar mandi.


Cleo keluar dengan kimono nya yang pink yang menampakan dada putih nya yang mulus.


Ia berjalan menuju ruang pakaiannya atau lemarinya. Ketika ia masuk ia


mendapati bima berjalan membawa handuk nya dengan jalan masih sempoyongan


menuju kamar mandi. “ anda mau ngapain?.” Tanyak Cleo menahan tangan bima


“saya ingin mandi badan saya sudah sangat lengket.” Jawab Bima dengan melas


Cleo memegang kening dan leher bima untuk mengecek keadannya. Badanya  sedikit panas dan bibir nya sedikit pucat “jangan mandi, ayok ikut aku.” Kata cleo sambil menarik tangan bima menuju  tempat tidur dan menyuruh nya untuk


duduk  di sana sedankan cleo pergi


mengambil baskom berisi air hangat yang sudah di campur dengan conditioner dan


handuk kecil. “buka baju mu.” pinta Cleo.  Bima menurut saja apa yang dikatakan oleh cleo. Dengan pelan ia membuka baju nya yang terkancing


Cleo mulai membersihkan mulai dari wajah, tangan, badan hingga dada bidang nya bima .


Entah keberanian dari  mana yang membuat

__ADS_1


dia  dapat melakukan itu semua tanpa


canggung. Dengan telaten cleo membersihkan tubuh bima dengan bersih dan harum.


Setelah itu ia memakaikan baju untuk bima yang telah ia ambil, sebuah baju


tidur abuh-abuh lengan panjang berbahan katun bermotif kotak-kotak kecil


terkesan seperti baby cute. Tidak sampai disitu saja ia juga menyisir rambut


halus bima dan menambahkan sedikit vitamin pada rambut nya. “selesai… sekarang


anda sudah Nampak sedikit mudah.” Kata cleo dengan senyum manis nya sambil


meninggalkan bima tapi tiba-tiba tangan nya di tarik oleh bima membuat cleo


duduk di kasur


“apa yang sedang anda lakukan.” Tanyak Cleo dengan raut wajah merona nya


“aku hanya demam biasa, aku bisa melakukan semuanya. Tapi kamu menganggap aku seolah manusia yang sudah sekarat yang tidak bisa berbuat apa-apai. Kamu kenapa?.” Tanyak Bima


Cleomenggit bibir bawah nya sambil menatap bima dengan tatapan gelisah “apa saya


salah merawat anda yang sedang sakit?.” Jawab polos Cleo


Mereka hanya diam satu sama lain, mata mereka beradu jatung mereka memburu dan bibir


mereka ingin menyatu tapi semua nya sirna ketika ketukan pintu terdengar di


telinga mereka membuat mereka sadar dan langsung jaga jarak. “non, tuan makan


malam nya sudah siap.” Panggil bi Irah


“iya bi nanti kami turun.” Teriak Cleo sambil berdiri


“ehm..  saya ganti baju dulu, anda duluan saja..” pinta Cleo sambil pergi meninggalkan bima dengan gaya coldnya.


Didalam ruangan pakaianya, napasnya tidak beraturan jantung nya berdetak dengan


kencang “ slow cleo jangan terlalu panic santai, tarik napas dalam-dalam


keluarkan tarik lagi keluarkan. Husshhh cleo jangan buat dia merasa bersalah


lagi dengan kejadian tempo hari yang membuat dia canggung pada mu. Buat


detik-detik terakhir kamu di sini sebaik mungkin. Kamu harus membalas kebaikan


nya dengan cara mu melakukan nya selayak nya seorang istri. kamu bisa cleo.”


Guman Cleo sambil menggegam tangan nya layak nya seorang yang sedang


bersemangat.


****


Makan malam yang sedikit senyap tidak ada tawa, canda yang ada hanya suara piring dan


sendok yang sedang beradu. Bima hanya diam, cleo juga diam sambil  menikmati makanan nya dengan santai seperti tidak terjadi sesuatu masalah. Sesekali bima melirik cleo dengan penuh tanda Tanya.

__ADS_1


__ADS_2