NIKAH KONTRAK WITH THE COLD MAN

NIKAH KONTRAK WITH THE COLD MAN
EKSKLUSIF 8


__ADS_3

Malam semakin larut dingin menerpa tubuh mereka dengan hembusan nya menusuk ke dalam kulit mereka. Selimut yang mereka pakai tidak membuat mereka puas dengan kehangatan hingga pada kesempatan mereka bertemu dan memeluk tubuh satu sama lain yang membuat mereka lebih hangat dari sebelum nya. Rasa nyaman yang sedang meraka rasakan satu sama lain. Tidak ada yang nama nya takut, malu, canggung dan lain sebagainya semua bersatu menjadi kehangatan yang tidak ada taranya. Mungkin mereka tidak tau jika saat ini mereka saling berbelukan walaupun mereka saat ini saling membutuhkan satu sama lain.


Berbeda dari seberang sana kedua lansia sedang berlomba mengisi TTS dari Koran yang mereka bawah dari rumah. Mereka sangat serius saat ini karna jika kalah mereka harus mejalankan hukuman yang sangat berat dari lawan nya. Mereka duduk saling membelakangi satu sama lain. Tidak ada handphone, tidak ada televise dan alat semancam nya yang dapat membocorkan jawaban dari TTS mereka. Tidak di ragukan lagi dalam hal ini oppa lah juaranya walaupun jawabanya agak nyeleh dari pada oma yang terlalu terpaku dalam jawaban yang benar dan terus mencari hingga waktu nya habis


   “hewan yang besar nama nya? Lima kata menurun kata pertama nya G?.” baca Oppa sambil meainkan pensil nya di kuping


   “hewan yang besar nama nya ? lima kata menurun kata pertama nya G? sudah pasti gajah.” Guman Oma sambil menjawab pertanyaan tersebut


Mereka begitu serius menjawab pertanyaan-pertanyaan di TTS tersebut sampai pada akhirnya alaram mereka berbunyi untuk mengakhiri permainan tersebut.” Finish… marih kita jawab bersama pertanyaan nya neng.” Suruh Oppa sambil berbalik menghadap oma


    “aku belum siap lagi.” Jawab melas Oma


   “gak ada cerita.” Jawab Oppa menantang


Merekapun membahas semua jawaban meraka dengan serius. Oppa dapat menjawab semua pertanyaan sedangkan oma hanya seperampat nya karna memang pengetahun oma tentang hal umum sudah mengilang satu persatu dikarenakan factor umur.


   “apa-apaan ini jawaban mu tak kok nyeleh semua? Hewan yang besar namanya? GEMUK?.” Tanyak Oma bingung

__ADS_1


    “iya bener kan gemuk. Gak mungkinkan gudanil?.” Jawab Oppa sambil menahan tawa nya


Oma hanya mengeleng-geleng kepala mendengar penjelasan dari oppa. “temannya nobita? Tujuh angkah mendatar huruf pertama S? SEDIKIT.” Baca Oma sambil menaikan kedua alisnya


    “aahh…. Curang lu tak kalau kayak gini dari tadi aku uda menang duluan.” Rengek Oma


    “kan betul lo neng cobak aja hitung teman nya nobita. Paling mentok doraemon.” Jawab Oppa santuy


     “ahhh… ini apa lagi ni “parah penjuang melawan penjajah dengan senjata? BIKINSENDIRI. Ahh.. tak harusnya kan bambu runcing tak?.” Tanyak Oma


    “kan bamboo runcing harus di buat dulu baru digunakan neng. Kalau enggak kayak mana di gunakan.” Jawab oppa sambil menguyah keripik di samping nya


     “kau mau apa tak, jangan yang aneh-aneh lah tak  gitu kau sama aku udah berani kau sama aku haa…?” tanyak Oma ngegas


      “haaa…. Udah jangan banyak omong.” Jawab Oppa sambil mendudukan oma di meja rias


 

__ADS_1


\*\*\*\*


Mata cleo mulai terbuka dikarenakan ada yang tidak nyaman dari tidur nya. Hembusan napas yang hangat menerpa wajah nya dan badan yang sedikit berat untuk bergerak menyebabkan ia terbangun dari tidur nya. Matanya perlahan-lahan terbuka melihat keadaan apa yang sedang terjadi kepada dirinya. Kata yang pertama ia ucapkan ketika mata nya terbuka dengan jelas adalah “ tampan” kata yang keluar tanpa paksaan melainkan keluar dikarenakan kekaguman cleo pada bima yang masih tidur dengan nyenyak. Wajah yang sedu seakan ia tertidur dengan mimpi yang begitu indah. Mata nya yang tertutup  dengan rapat serta bibir nya menyatu tanpa ada yang keluar dari sela bibirnya membuat kalangan hawa tidak ingin melepaskan pandangan nya dari bima.


Tidak lama cleo tersadar dari lamunannya di karenakan alarm nya yang berbunyi apa yang sedang kau pikirkan cleo jangan terlalu berhayal  tinggi cepat bangun lakukan tugas mu sebagai istri.” Guman Cleo dalam hati nya. Pelan-pelan cleo melepaskan pelukan bima yang pada tubuh cleo. Setelah ia terbebas dari bima ia mulai berdoa terlebih dahulu rutinitas yang wajib ia lakukan setelah bangun tidur setelah itu ia mulai merapikan bagian tempat tidur nya dan menyelimuti bima yang sedang merasa kedinginan sambil mengecek keadaan bima dengan memegang kening serta lehernya dan puji tuhan bima sudah lebih baikan tubuh nya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Mandi pagi adalah hal yang wajib cleo lakukan karna membuat ia lebih segar tidak seperti manusia umumnya yang sedikit takut mandi pagi dikarenakan air yang begitu dingin.


Hari ini cleo megerjakan tugas nya sebagai seorang istri pada umumnya dari membersihkan kamar hingga ruang kerja bima, menyiapakan perlengkapan kerja bima dari aksesoris seperti jam tangan, dasi dan sebagainya dan pakaian bima dari luar hingga dalem. Semua cleo siapakan dengan rapi dan mecing pada pakaianya. Setelah siap cleo melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 05:50 segera cleo membangunkan bima yang masih terlelap dalam mimipi nya.


   “mas bima bangun udah pagi. Katanya semalem mau kerja hari ini nanti telat?.” Kata Cleo sambil membangunkan bima


     “iya iya.” Jawab bima sambil bangun dari tidur nya


            “itu pakaian nya udah aku siapin dekat meja lemari kita. Mandi dulu sana mas.” Pinta Cleo


Bima yang mendengar di panggil mas langsung melek seketika mendengar panggilan dari cleo yang penuh dengaan ketulusan. Bima hanya tersenyum ketika ia mendengar kata tersebut yang telah di tinggal oleh cleo ke kamar mandi.


Dengan semangat bima bangun dan sedikit pemanasan sendi-sendi otot-otot nya rutinitas yang selalu ia lakukan agar tubuh nya tetap bugar. “mas bim itu air hangat nya sudah saya siapkan. Mas bim mau minum kopi apa the atau yang lain?.” Tanyak cleo

__ADS_1


            “air hangat saja.” Jawab singkat bima sambil berjalan menuju kamar mandi


Cleo merapikan tempat tidur bima dan setelah itu ia langsung menyiapkan air hangat untuk bima dari dispenser yang ada di kamar mereka tersebut. Tidak lama bima keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya yang membuat kalangan hawa ingin menjerit menyaksikan nya. Dengan badan yang atletis di sertai kulit mulus nya yang berbentuk dan rambut basah yang acak-acakan terpadu menjadi satu membuat ia seperti model profesional. Cleo yang melihat bima dengan keadaan seperti itu membuat ia menutupi kekaguman nya dengan hanya melirik setelah itu dia mencari kesibukan lain tapi sebelum ia pergi ia bilang kepada bima terlebih dahulu bahwa baju nya ada di atas meja dekat lemari pakaian. Bima yang mendapai cleo seperti langsung pergi ke lemari pakaian nya.


__ADS_2