
Di sore hari di jerman dua orang lansia sedang bermain catur dengan serius di temani dengan setoples keripik, dua kopi hitam dan sebuah tempung hitam yang sudah di campur air hingga mengental. Mereka sangat suka bermain catur di saat mereka sedang tidak ada kerjaan. Ya walaupun kita tau mereka tidak ada kerjaan selain bergulat dalam mulut. Disini yang selalu menjadi korban adalah oppa. Begitu banyak coroten-coretan hitam yang sudah membentang indah di wajah keriput nya dengan raut wajah yang tampak serius agar dapat mengalahkan lawan nya.
“aku dengar-dengar dari bik ira cleo dan bima semenjak kita pergi mereka lebih sering di dalam kamar?.” Kata Oma sambil memainkan catur nya
“biarkan saja, mungkin mereka sedang melakukan hal yang sama seperti kita sekarang.” Sambung Oppa serius dengan catur nya
“aku tidak pernah membanyakan jika mereka melakukan hal yang sama seperti yang kita lakukan sekarang ini.” Sambung Oma sambil memainkan pion nya
“memang nya kenapa si neng. Mungkin mereka tahap observasi.” Jawab Oppa tanpa melirik oma
“ya piker lah tak. Kalau mereka terus main seperti kita kapan mereka akan mencetak cicit untuk kita dan mungkin jika kau mati nanti duluan kau tidak akan melihat cicit mu.” sambung Oma sambil memakan peluncur oppa dengan kuda
Oppa hanya diam dan menatap oma dengan tatapan tanda Tanya sambil menaikan kedua alisnya. “apa kau ingin aku mati duluan? apa kau tidak akan sedih jika aku tidak ada?.” Tanyak Oppa sambil menatap oma yang sedang focus dengan catur nya
“wadauw… bukan itu maksud ku lo tak. Oke gini jika nanti mereka tetap bemain seperti kita sampai mati pun kita tidak dapat menimbang cicit tak.” Jawab Oma sambil menatap oppa
“benar juga sin eng. Jadi apa yang harus kita lakukan.?” Tanyak Oppa
“mungkin kita harus bertidak cepat sebelum terlambat.” Jawab Oma sambil kembali serius ke catur nya
“iya neng. Itu harus dan sangat harus.” Jawab Oppa
“skakmat…” kata Oma sambil memainkan castle nya
__ADS_1
“haaa…. Ahhh curang lu neng.” Seru Oppa kesal
“ahhh curang-curang emang tebing?. Sini muka mu. dimana ya aku sarok sudah penuh semua lagi. Ohh disini masih ada.” Guman oma sambil mencoret di area bibir tebal oppa
“bonengg……..” teriak Oppa kesal
****
Di malam yang sudah sangat larut kedua insane yang sedang curhat satu sama lain yang tidak ingat waktu sudah menunjukkan angka 12:06 wib dan mereka masih asik bercerita dari masa lalu hingga hal yang mereka sukai. Tawa dan senyuman semua nya di tunjukan mereka satu sama lain tidak ada lagi yang di tutupin dari mereka seakan-akan beban di kedua bahu mereka hilang untuk sementara.
“anda harus tau mister dahulu aku sangat suka bermain sepeda. Pertama kali aku naik sepeda kaki ku belum nyampek tapi aku tetep saja keukeuh untuk menaiki nya dan ketika aku sudah dapat menyeimbangin nya dan menjalankan nya aku hanyut dalam kegembiran hingga aku tidak sadar di depan sana ada turuna yang cukup tinggi. Hahhahha.” Tawa Cleo berhenti melanjutkan cerita nya
“terus apa yang terjadi?.” Tanyak Bima kepo
“ahh…. Serius? kenapa tidak menggunakan rem?.” Tanyak Bima bingung
“ahhh…. Sepeda kami dulu di kampung berbeda dengan sepeda orang yang di kota lebih greget gitu lebih menantang. Jika kami ingin berhenti kami tidak mengunakan rem tangan tapi rem kaki jadi kalau ingin rem tinggal letakan kaki kita di ban belakang dan otomatis sepeda akan berhenti dan karna aku tidak menggunakan sendal jadi aku tidak bisa memberhentikannya” Jawab Cleo sambil tertawa
“waoaw….. sedikit menantang ya. Seru sekali masa kecil mu.” kata Bima sambil tersenyum simpul
“dan anda tau mister sepeda kami mempunyai suara seperti motor-motor pembalap seperti rossi lo.” Kata Cleo dengan bangga
“haa..? kok bisa. Bagaimana?.”
__ADS_1
“botol. Jadi kami meletakan botol dekat ban belakang nya dan otomatis ban akan mengeluarkan suara keras seperti motor. Hahaha..” jawab Cleo sambil tertawa sumria
Bima hanya bisa geleng-geleng dan tersenyum dengan raut tidak menyakah dengan keunikan dari cleo yang bisa-bisa nya hidup dengan banyaknya cerita masa kecilnya yang unik berbeda jauh dengan bima yang hanya diam dan menyediri dari dunia luar.
“udah malam ni, kita tidur yuk.” Kata Bima
“ayuk..” jawab Cleo sambil berdiri membantu bima bangkit
Cleo menutun bima berjalan sambil menutup pintu koridor nya. Sampai pada tempat tidur cleo membantu menyelimuti bima dan setelah selesai cleo bergegas menuju sofa nya tapi keburu tangan nya di pegang oleh bima
“ada apa?.’” Tanyak Cleo
“tidurlah di sini bersama ku.” Jawab Bima sambil memukul pelan kasur nya
“ta ta pi..?” jawab gangguk Cleo
“katanya ingin menjadi layak nya seorang istri.” Sambung Bima sambil menaikan kedua alisnya
“baiklah.” Jawab Cleo sambil bergegas menuju kasur bima
Jantung dan napas adalah dua hal yang berbeda tapi mempunyai tujuan yang sama. Tapi malam ini jatung nya berdetak lebih kencang dan nafas nya memburu seperti mereka sudah janjian untuk membuat ini. Cleo hanya mentap langit-langit kamarnya dengan tatapan minta pertolongan pada tuhan agar ia tidak melakukan hal yang dapat merugikan nya. “kenapa kalian begitu kompak membuat ku gemetaran dan semakin membuat ku degdegan.” Guman Cleo dalam hatinya. Kegelisaannya membuatnaya susah untuk memejamkan matanya. “apa yang ku ucapkan itu sudah benar atau akan membawa ku kedalam penyesalan?.” Guman Cleo dalam hati sambil menggigit bibir bawah nya
Suara dengusan napas yang teratur terdengar di telinga cleo yang pelan-pelan melirik bima yang sudah lelap dalam tidurnya dan cleo memutar badan nya ke samping menghadap bima. Cleo yang mendapati bima yang sudah tidur dengan nyenyak memperhatikan bentuk wajah yang hampir mendekati sempurna karna kita tau kesempurnaan hanya milik tuhan yang maha esa semata. Wajah putih mulus, Hidung mancung yang tak berkomedo, bulu mata yang lentik, kumis tipis nya dan bibir yang cukup berisi berwarna merah menyatuh membentuk wajah tampan bima. Spontan cleo mengecek keadaan bima dengan memegang kening bima dan leher nya. “puji tuhan sudah mendingan, suhu badan nya sudah cukup normal.” Guman Cleo sambil tersenyum simpul
__ADS_1
Sebelum cleo menutup mata cleo terbangun karna ia lupa belum berdoa sebelum tidur hal yang paling wajib setiap hari ia lakukan sebelum tidur.” Tuhan yang baik trimakasih atas berkat yang telah kau berikan pada hambah dan orang-orang yang hambah sayangin. Trimakasih sudah membantu melewati hari ini dengan baik dan hambah bersyukur atas segala yang telah kau berikan pada hamba dalam bentuk apa pun. Hambah sangat sayang pada mu. amin.” kata Cleo dalam doa nya