
Pintu ruang utama terbuka. Suara hasil obrolan Widi dan Gendis semakin jelas. Dengan cepat Shanti menuju ruang tengah untuk menyambut mereka.
"Shanti sendiri aja datangnya?" tanya Gendis yang lebih cepat menyapa.
"Eh iya mbak, Bang Topan sudah pulang kemarin soalnya," jawab Shanti.
Mau tidak mau, Shanti harus menjawab pertanyaan yang Gendis ajukan. Walau ia tidak senang dengan pertanyaan itu. Niatan Shanti menyambut mereka adalah ingin pamer pada mereka bahwa telah ia tunaikan janji mengolah rendang untuk mereka.
"Kak Widi, kita makan sekarang atau nanti," tanya Wynne pada Widi sambil ia membawa panci keramik berisi rendang ke meja makan.
"Sekarang saja, udah lapar kakak soalnya," jawab Widi.
"Mbak Gendis tolongin Wynne ya," pinta Wynne.
Sengaja Wynne minta Gendis untuk bantu dirinya. Wynne ingin Shanti istirahat dan dapat bicara dengan Widi sebagai yang dituakan geng siap glamor. Dugaan Wynne tak salah. Selagi ia dan Gendis menyiapkan makan, Widi terlihat antusias cerita tentang perkembangan yang terjadi. Ditutup dengan pertanyaan kemungkinan Shanti tetap tinggal bersama mereka.
Shanti mengutarakan kesulitan keuangan yang dialaminya. Shanti mengaku sejak Mus Topan tahu dirinya membeli rumah secara diam-diam, terjadi perubahan sikap pada suaminya. Shanti merasa Mus Topan menjadi sedikit acuh pada keuangannya.
Yang dikhawatirkan Shanti adalah Mus Topan punya pikiran bahwa dirinya memanfaatkan kekayaan Mus Topan. Serta akan berusaha menguasai. Shanti sangat khawatir Mus Topan yang jauh darinya akan mudah mengikuti kemauan Siti Rukayah.
Sempat juga Shanti meminta Widi membantu dalam mempertahankan rumah miliknya jika keadaan keuangannya terus memburuk. Namun, Widi selalu meminta Shanti tetap berprasangka baik pada suaminya. Yang membuat Shanti lega adalah kesediaan Widi membantu dalam mempertahankan aset yang ia miliki.
"Wuih keren, beef steak Padang ini mah!" seru Widi seolah-olah ingin menyentak perasaan Shanti dari kegundahan hatinya.
"Iya juga ya Kak Widi ya, rendangnya nggak kering dan gede-gede. Tapi saya coba sausnya, … ya rasa rendang," komentar Gendis. "Mana pake kentang, keren lah ini."
"Kalau belum kering betul namanya kalio mbak," jawab Shanti coba menerangkan pada Gendis.
"Pinter banget Shanti bikin kombinasi buat Kak Widi. Tahu banget Kak Widi-nya lagi bosen makan nasi," papar Gendis yang sangat dekat dengan Widi akhir-akhir ini.
Gendis hampir selesai merampungkan program pendidikan kenotariatan. Ia diminta Widi menjadi asistennya mengelola usaha distribusi oli milik Tony, pasangan Widi. Sebelumnya ia merupakan karyawan notaris rekanan bank tempat Liske dulu bekerja.
__ADS_1
Gendis terpaksa berhenti kerja sejak mantan suaminya selalu meneror dirinya, bahkan sempat mendatangi kantornya. Gendis ingin pisah dari suaminya yang seorang pelaku kekerasan dalam rumah tangga. Status pernikahannya masih dalam proses cerai. Agak terhambat akibat suaminya tidak pernah datang ke pengadilan.
"Bukan ide Shan-shan, tapi Wynne karena beras nggak cukup buat kita berempat." sela Shanti yang tidak mau menerima pujian yang salah alamat dari Gendis.
"Haha.., ketahuan sekarang. Makanya Wyn kalau kakak bilang beli ya dibeli," ujar Widi dengan mata mendelik pada Wynne.
"Maaf ya kak, Wynne udah rencana beli nanti malam habis pulang dari sanggar," ujar Wynne. "Ngasih ide kentang bukannya dapat pujian eh malah kena damprat."
Wynne memang sangat patuh pada Widi. Ia sangat berhutang budi pada Widi. Enam tahun ia telah bersama Widi. Lebih lama dibanding anggota geng siap glamor lainnya.
Di awal perkenalan Wynne menjadi SPG bagi produk oli dengan perusahaan Tony sebagai agen tunggal pemegang merek. Tony ingin fokus di wilayah timur, maka pemasaran wilayah barat diberikan pada Widi. Karena butuh teman Widi minta izin Tony agar boleh mengajak Wynne sebagai teman tinggalnya.
Sebelumnya Widi dan Wynne tinggal di rumah kontrakan dekat gudang oli. Apartemen yang mereka tempati saat ini merupakan tempat pelatihan sekaligus tempat menginap bagi karyawan dari luar kota. Tony memiliki dua apartemen di gedung ini hasil ia bekerja sebagai direktur penjualan oli asal Italia untuk wilayah Asia Pasifik.
Wynne dimasukkan kursus sekretaris dan pengembangan diri oleh Widi. Harapan Widi, Wynne dapat mengikuti jejaknya. Shanti mengenal Wynne karena mereka kursus ditempat yang sama. Faktor ekonomi membuat mereka kerap kali bertemu sebagai SPG. Telah banyak kegiatan berbagai event pameran dan promosi produk yang telah mereka ikuti.
Shanti memutuskan keluar dari rumah bibinya. akibat berselisih, Rose cemburu pada Shanti karena suaminya sangat perhatian pada keponakannya. Tak tahan dicurigai maka Shanti memilih kost sendiri. Wynne tahu kesulitan Shanti setelah tinggal sendiri dalam hal biaya hidup. Wynne pun menawarkan untuk tinggal bersama mereka.
Cuma merica dan garam saja kak, yang penting matangnya sempurna," jawab Shanti. "Lagian kentang yang ada bagus banget mutunya."
"Akyu yang beli kentangnya lho," ujar Wynne.
"Shan kerjaan sama Tante Risna gimana kelanjutannya?" Kembali Widi bertanya tanpa menanggapi informasi yang diberikan Wynne perihal kentang.
"Lanjut sepertinya kak, kalau bang Topan sih udah kasih izin." jawab Shanti. "Itu juga karena Shan-shan minta pengertian dia soal kondisi kak Liske."
"Lu sih Wyn nggak mau lagi, coba kalau lu mau, nggak pusing-pusing amat tuh Tante Risna cari pengganti Kak Liske," ujar Shanti.
"Nggak kuat gue Shan, kalau gagalnya. Belum lagi kudu belajarnya. Ampun.. nggak lagi-lagi dah gue." jawab Wynne yang sepertinya keluar dari lubuk hati yang paling dalam. "Enakan jadi instruktur aerobik kemana-mana dah."
"Udahan dulu yuk ngomongin kerjaan. Ini enak nih. Serius," kata Gendis sambil sedikit menahan tawa akibat gaya bicara Wynne tadi.
__ADS_1
**
Lady escort atau escort girls banyak sangkaan buruk pada profesi ini. Rata-rata orang beranggapan pekerjaan mudah dan terkesan rendah. Namun, jika memang seperti itu mengapa Wynne yang tidak kalah cantik dan menarik dibanding dirinya merasa kepayahan dalam melaksanakan profesi ini.
Shanti berhasil mengembangkan konsep dan teori yang diberikan mentor-nya, Tante Risna yakni bakat. Sesuatu yang tidak dimiliki oleh Wynne. Bakat akan membantu seseorang menjadi profesional yaitu melakukan pekerjaan penuh kesadaran, kecintaan, dan tanpa ragu terhadap profesi yang dijalaninya.
Shanti yakin pekerjaannya sangat menjunjung tinggi kehormatan. Dalam lakukan pekerjaan Shanti selalu berada di lingkungan terhormat. Tidak pernah Shanti melakukan pekerjaan ditempat yang memiliki konotasi negatif.
Demikian pula dengan para klien, mereka butuh pihak yang netral, dapat dipercaya oleh kedua belah pihak dalam menjaga fairness, menghilangkan kecurigaan hingga ketegangan dalam mengambil keputusan. Setiap kesepakatan bisnis selalu berdasarkan kelayakan bisnis itu sendiri. Seorang lady escort tidak dapat merubah kelayakan bisnis. Namun, dapat membantu para klien temukan perimbangan di antara kelayakan bisnis.
..
Potongan kentang, tumis kacang panjang serta sambal hijau goreng membuat seimbang rasa rendang yang begitu berat. Widi sangat puas, ia pun menyatakan bahwa tidak menyesal makan siang pulang ke rumah. Terbongkar rahasia bahwa Wynne yang menelpon Widi agar segera pulang.
"Wyn tanggung jawab Wyn, gara-gara kamu kayaknya kakak nggak balik lagi ke workshop," ujar Widi.
"Lho kok Wynne, Shanti lah kalau mau ada yang mau dijadiin tumbal. Secara, dia kan yang masak," protes Wynne.
"Ya udah sih kak, nggak apa-apa. Kan bosnya juga Kak Widi," jawab Shanti sambil mengumpulkan piring kotor untuk dibawa ke dapur kotor. "Tuh Mbak Gendis juga nggak keberatan kok."
"Kalau Gendis mah jangan ditanya, setuju aja dia mah kalau nggak ke workshop lagi." ujar Widi.
"Lagian katanya Kak Widi mau ngasih Shanti uang dan kado hasil pengasih tamu kawinan kemarin?" ujar Gendis sambil berjalan menuju dapur kotor.
"Mantap mbak, sekali ngomong kok langsung makjleb gitu ya." ujar Wynne. "Artinya emang udah rencana Kak Widi ini nggak balik lagi ya,
hahay …!"
"Payah Mbak Gendis ini, bongkar rahasia melulu!" Pekik Widi. "Wis angel angel!"
Widi memiliki kelebihan faktor usia maupun tingkat sosial dibanding Gendis. Namun, ia tetap menghargai Gendis. Maka untuk memberi contoh bagi para juniornya, di depan Shanti dan Wynne ia menyebut nama gendis dengan menggunakan kata mbak diawal.
__ADS_1
**