
Widi menolak tawaran untuk tidur di kamar Shanti. Ia lebih memilih kamar yang ada dibawah. Ia beralasan kamar suami istri tidak baik digunakan orang lain. Namun, mereka semua bersepakat tidak akan biarkan Widi tidur sendiri. Sebagai solusi mereka sepakat memilih tidur di ruang tengah.
Sebelum tidur mereka berkelakar tentang foto pernikahan Shanti. Ada saja yang mereka komentari. Terutama Wynne yang paling jago mencela penampilan para tamu yang hadir di pesta itu. Bahkan kadang terjadi saling cela di antara mereka sendiri.
Mendadak Shanti teringat bahwa Sarjono juga pernah melihat album foto itu. Bahkan Sarjono yang kembalikan kartu akses apartemen padanya. Kartu akses sempat terselip pada album foto. Kartu akses yang sempat jadi sebab pertengkaran Mus Topan dan dirinya.
Jangan-jangan Sarjono tahu keberadaan Gendis dari kartu akses. Mungkin saja ia tahu dari Bang topan bahwa ia pernah tinggal satu apartemen dengan Gendis. Pemakaian kostum panitia pada foto pernikahan jelas sebagai bukti bahwa ia terkait dekat dengan Gendis Sepertinya Sarjono dapat simpulkan semua dengan tepat. Begitulah pemikiran Shanti dalam hati.
Setelah mantapkan diri. Hasil analisa ini Shanti utarakan pada geng siap glamor. Gendis sangat kenal dengan pola pikir Sarjono pun segera aminkan kronologi yang Shanti coba susun.
"Nggak nyangka ya orang cerdas dan jago design gini punya obsesi tertentu ke mbak Gendis," ujar Wynne.
Omongan Wynne menimbulkan reaksi dari Shanti yang merasa kena sindir. "Jadi yang hebat Sarjono atau Mbak Gendis?" tanya Shanti.
Jawaban Wynne adalah mbak Gendis. Adapun hanya Gendis terdiam mendengar pertanyaan Shanti. Pertanyaan Shanti ini sudah pernah dijawab oleh Tante Risna. Kala itu Shanti sedang lakukan konsultasi.
Jawaban yang benar adalah siapa yang bisa manfaatkan obsesi yang ia miliki dengan cara dan tujuan untuk kebaikan. Atau orang yang mampu mengarahkan pasangannya yang memiliki obsesi untuk lakukan kebaikan. Shanti ingat selalu pada jawaban itu.
...**...
Shanti mohon maaf pada geng siap glamor. Atas kecerobohan dirinya dan ketidaktahuan Mus Topan. Widi sebagai yang dituakan tak pernah persoalkan kecerobohan Shanti dalam menyimpan kartu akses. Demikian pula dengan yang lainnya. Namun, Widi akan pakai analisa Shanti sebagai bahan masukan bagi Pak Silo.
Pendapat Widi ini disetujui mereka semua. Mereka menaruh harapan pada Pak Silo akan cepat memecahkan masalah mereka. Namun, semua rencana masih ada kendala. Mampukah mereka hadirkan Sarjono untuk diinterogasi.
Gendis sempat menanggapi tentang mampu atau tidaknya menghadirkan Sarjono. Tapi hanya ditanggapi ringan oleh Wynne. Shanti miliki rasa tertarik membahasnya.
"Udah tenang aja, anggota Pak Silo akan bereskan semua," ujar Wynne.
"Zalzulli M Abbas itu?" tanya Gendis
"Zalzul siapa!" tanya Shanti
"Mantan anak buah Pak Silo di kesatuan. Sama sama mantan polisi. Tuh pacarnya Wynne." ujar Gendis.
"Wyn, pacar lu tuwir juga gitu?" tanya Shanti. "Mau nyaingin gua?"
"Masih muda woi, dia pensiun dini!" jawab Wynne
"Pensiun atau dipecat?" tanya Shanti sambil menggoda Wynne.
"Nggak tahu, yang pasti mantan aja dia mah," tutur Wynne. "Pokoknya dia pasti bisa, sesuai dengan keahliannya."
"Ahli apa dia?" tanya Shanti antusias.
Shanti terpaksa bertanya hal ini. Soalnya sejak ia putuskan pisah rumah, jarang ia interaksi dengan sahabatnya itu. Shanti jadi kurang tahu perkembangan geng siap glamor. Termasuk Wynne yang kabarnya telah memiliki pacar seorang ninja.
"Ninja yang didaerah puncak itu?" tanya Widi
__ADS_1
"Itu sih penjaga villa!" jawab Wynne
"Nggak, beneran ada yang masuk berita tv itu!" ungkap Widi
"Kamp pelatihan ******* itu mah. Makin ngaco aja Kak Widi ini," teriak Wynne.
Shanti tersenyum. Senang sekali rasanya bisa melihat Widi ceria kembali. Memang lebih cocok Widi gembira dibanding harus bersusah hati.
"Pokoknya Bang Julian pasti berhasil tangkap itu orang," ujar Wynne.
"Zalzulli jadi Julian. Suka maksa kamu ya Wyn," ujar Gendis sambil tertawa kecil.
"Mending daripada Sarjono. Kalau nyampe kampung Wynne udah jadi sarjana dia!" ejek Wynne pada Gendis.
"Sudah sudah malam woi, tidur!" teriak Shanti meniru aksen Wynne. "Nanti dimarahin tetangga baru nyaho."
"Kalau nyampe kedengaran ke sebelah artinya kerja Sarjono nggak bener," ujar Wynne sambil mengetuk-ngetuk dinding.
Gendis mengerti tujuan perkataan Wynne. Dalam hati Gendis mengakui kehebatan Sarjono dalam profesinya. Namun, tidak ada manusia yang sempurna. Termasuk dirinya. Tidak sempurna dalam berkorban jika dilihat dari sudut pandang Sarjono.
**
Shanti putuskan untuk tetap menjaga Mus Topan di rumah sakit. Bukan ia tidak peduli dengan nasib geng siap glamor. Namun, ia rasa merawat Mus Topan lebih penting. Terlebih dari hasil analisa pribadi Shanti yakin bahwa Mus Topan sama sekali tidak bersalah. Harapannya apabila ia merawat Mus Topan maka dosa yang timbul akibat tuduhannya akan dapat terkikis.
"Nah ini orangnya datang," ujar Siti Rukayah.
"Ada apa ini mbak?" tanya Shanti.
Saya inginnya pindah ke rumah sakit milik dokter Anggi. ujar Siti Rukayah. "Tapi bang haji tidak setuju. Kalau kamu gimana?"
"Kalau Shan-shan ikut Bang Topan," ujar Shanti cepat.
"Disana VVIP-nya boleh 2 sampai 3 orang penunggu. Jadi kalau Fatma dan Rizki datang bisa kumpul semua. Ngerti," ungkap Siti Rukayah.
"dr. Gun tidak praktik di sana mbak. Kalau pindah ganti dokter lagi. Repot!" jawab Shanti.
"Kata drg. Anggi kita bisa kalau mau konsul kesini," jawab Siti Rukayah. "Tinggal difasilitasi."
"Banyak repotnya Siti," potong Mus Topan
"Bang haji nggak mau Fatma bisa kumpul disini hari libur ya?" balas Siti Rukayah. "Takut keganggu gitu!"
"Bukan begitu Siti, ngerepotin anak-anak," jawab Mus Topan.
"Abang mau disini biar dekat sama gundik yang satu ini. Dan tidak terganggu anak anak ya kan!" ujar Siti Rukayah dengan keluarkan tuduhan khas miliknya.
"Siti, jangan sembarang ngomong kamu." bentak Mus Topan.
__ADS_1
"Begini saja bang, jika abang tidak mau pindah lebih baik kita pulang dan abang berobat jalan di kampung." jawab Siti Rukayah.
"Tapi mbak Bang Topan harus menjalani terapi sampai selesai," ujar Shanti menimpali.
"Sudah Shan, hari ini kita konsul ke dr. Gun. Bicara tentang pengobatan lanjutan di kampung. Titik!" jawab Siti Rukayah mulai meninggikan suaranya.
Mus Topan selaku kepala keluarga lebih memilih diam. Pulang ke kampung dan berobat jalan merupakan opsi sempurna baginya. Sudah terlalu lama ia tinggalkan bisnisnya. Belum lagi pabrik yang akan segera rampung. Baginya tidak adil jika harus mengandalkan Rizki semata.
Benar saja pagi itu mereka lakukan konsul menyeluruh tentang terapi yang harus Mus Topan jalani. Beruntung dr. Gun setuju mengingat perkembangan kesehatan Mus Topan sangat baik. dr. Gun memberikan beberapa referensi rumah sakit dan dokter kenalannya yang ada disekitar kampung.
Besok menjadi jadwal kepulangan Mus Topan. Hati Shanti jadi risau. Mengingat kondisi Mus Topan yang telah berubah. Ia bertanya apakah bisa suaminya itu datang mengunjungi dirinya lagi.
Menjelang malam, selepas melakukan rutinitas malam Shanti dikejutkan dengan dua kabar gembira. Kedua kabar tersebut memiliki kaitan dengan Mus Topan. Maka Shanti putuskan untuk berbagi cerita pada suaminya itu.
"Bang ada kabar gembira ini bang," ujar Shanti.
"Kabar apaan," tanya Mus Topan.
"Sarjono sudah ngaku bahwa dia sudah manfaatkan abang." jawab Shanti. "Ini nih bang videonya, baru aja dikirim Wynne."
"Kok bisa," tanya Mus Topan terheran.
Shanti menceritakan apa yang geng siap glamor lakukan. Beruntung Shanti ikuti setiap rencana yang mereka susun tadi malam. Jadi dengan mudah ia menjawab pertanyaan Mus Topan tentang proses interogasi terhadap Sarjono.
"Gila, itu beneran ninja?" tanya Mus Topan mengomentari tentang Zalzulli M Abbas yang merupakan teman dekat Wynne.
"Kata si Wynne sih begitu," jawab Shanti.
"Hebat banget ya nangkap orang kayak nangkap ayam aja," ujar Mus Topan penuh gurau.
"Ini bang berita yang satu lagi," ujar Shanti sambil ia tunjukkan dua pesan singkat dari Rizki.
Pesan pertama berisikan : Selamat ya Tante". Adapun pesan kedua berupa pesan terusan yang berbunyi: "Proposal restruktur dan novasi koperasi sawit serta unit fabrikasi pada prinsipnya telah disetujui Bank Amanat. Selanjutnya akan diadakan proses inisiasi dengan pihak Mus Topan dan atau yang mewakili dengan asset management unit dan remedial division head di kantor pusat Bank Amanat."
"Mantap Pak Harry dan Pak Abdi, mereka itu orang-orang baik Shan," ujar Mus Topan.
Ucapan Mus Topan menandakan bahwa ia sangat rendah hati Makin bangga Shanti pada suaminya itu. Mus Topan katakan Harry dan Abdi merupakan orang baik. Sedangkan Mus Topan sendirilah yang jadi inspirasi bagi mereka berdua.
"Shan, kamu harus bantu mereka sampai berhasil ya," pinta Mus Topan.
"Kan ada abang?" ujar Shanti memotong perkataan Mus Topan.
"Sepertinya Abang akan kesulitan dengan fisik abang," ujar Mus Topan. "Tapi kita lihat saja nanti."
Malam itu merupakan malam terakhir bagi Shanti untuk merawat Mus Topan. Dengan sengaja mereka berdua minta pada Siti Rukayah untuk beristirahat malam ini. Dengan alasan Siti Rukayah akan lakukan perjalanan jauh. Besok jam sepuluh pagi Mus Topan akan pulang dan menjalani perawatan lanjutan di kampungnya.
***
__ADS_1