
...~Happy Reading~...
.........
"Mati kau kepar*t!!"
SRAKKKKK-
Tunggu, aku mendengar suara pertarungan, apa terjadi sesuatu? Anak itu tak mungkin menghajar kepala koki kan? pikirku kaget sambil melirik dari balik pintu. "Apa kau baik-baik saja!?" tanya Ellios kaget. "Ah, yah, saya baik-baik saja" balas Halley sambil terduduk kaget.
Kesempatan, dengan cepat aku berlari keluar, melihat situasi yang baru saja terjadi. "Tuan, kau terlalu gegabah dalam bertindak" ku dengar suara seseorang yang terdengar tak asing lagi bagiku. Bleszynski!? Ia baru saja menahan serangan Wethleys!? Bagaimana bisa? teriak ku kaget dalam hati. "Hi...hiih!!" kepala koki langsung berlari ke arah lain, berusaha kabur untuk yang kedua kalinya.
"Kau terlambat sekali, jika saja, kau muncul lebih awal. Aku jadi, tak harus menghabiskan tenaga ku hanya untuk menangkap pak tua itu" balas Wethleys kesal sambil menaruh kembali pedangnya.
Bleszynski mulai tertawa ceria. "Hahaha! Mengapa kalian mencari kepala koki, bukankah kalian semua harus pergi ke tempat lain?" tanyanya ceria. Sejenak, mata kami berdua bertemu, "Eh, ada nona muda! Hai, Charlotte!" sapa nya ceria sambil mengangkat tubuhku.
"He..hei! bukan begitu caranya mengangkat tubuh anak kecil!" teriak Wethleys kesal sambil memukul tangan Bleszynski dengan cepat. Wajar, saja anak laki-laki itu marah, Bleszynski mengangkat tanganku seperti boneka. Jika, saja aku tidak sadar, mungkin tangan ku sudah patah sekarang.
"Ah, sungguh?" ucap Bleszynski santai. "Sudahlah, aku harus pergi menangkap nya, hei, tabib! Ikut aku!" teriak Wethleys singkat sambil berlari pergi dari sini. "Ah, baik tuan!" teriak Ellios singkat sambil berlari bersama Wethleys.
"Halley, jika kau tak keberatan, tolong periksa kamar kepala koki, mungkin saja dia menyembunyikan sesuatu!" teriak Ellios dari kejauhan.
"Ah, baiklah..."
Bleszynski hanya menatap diam, sembari memasang wajah tak paham. "Mereka kenapa sih, sudah tahu jelas kamar ini tidak ada apa-apanya dibandingkan acara hari ini" ucapnya santai. "Nona.. ah, tuan muda!" Bleszynski mulai membalikkan tubuhnya, kemudian tertawa kecil. "Hehe, hai Halley!" balasnya ceria.
Hum, sepertinya mereka sudah cukup kenal satu sama lain. Bagaimana tidak, Halley tahu jika Bleszynski adalah seorang pangeran mahkota dari negeri jauh dan berpura-pura menjadi pengawal pribadi Wethleys.
"Bagaimana situasi mu? Tadi aku dengar ada suara pukulan, apa kau di pukul oleh kepala koki?" tanya Bleszynski sambil mendatangi Halley.
"Ah, tidak tuan, hanya sedikit dorongan saja, ngomong-ngomong mengapa tuan datang kemari? Apa terjadi sesuatu?" tanya Halley singkat. Bleszynski memasang wajah berpikir, sepertinya ia berusaha untuk menceritakan sesuatu. Tapi, di tahan olehnya.
"Hum, sesungguhnya tidak, tapi, yang aku tahu, terjadi sesuatu"
"Ah, apa mungkin kepala pelayan tak memberitahu para tamu jika ada racun di dalam masakan para koki?"
"Apa?" Bleszynski memasang wajah tak paham. Ah, ternyata begitu, pantas saja tak ada kericuhan lain di sini. Jika, lara bangsawan tahu jika masakan yang mereka makan itu adalah racun. Bisa saja, mereka akan marah besar dan hal ini akan terdengar hingga ke para rakyat kerajaan barat. Bisa saja, akan timbul rumor buruk dari sini.
Ternyata, orang yang di panggil kepala pelayan itu sangat berbakat dalam mengendalikan situasi. Bagaimana bisa ia dapat merubah semua masakan itu tanpa ketahuan sedikitpun? pikirku terdiam.
__ADS_1
Hum, kalau begitu, bisa dikatakan Alex berada di situasi yang cukup baik. Biasanya, dalam kasus seperti ini, orang yang menjadi pelaku tak segan-segan untuk di hukum mati di hadapan semua orang. Dan yah, aku dapat berkata, jika, kami mendapat sedikit waktu luang untuk membuktikan Alex tak bersalah dengan bukti yang cukup.
Tapi, jika kertas pembayaran itu sungguh-sungguh telah kepala koki hancurkan. Percuma saja, Alex tetap harus dikorbankan. Karena, di kejadian ini, selalu harus ada yang berkorban untuk dijadikan contoh untuk para pekerja lain.
Hah, kepala ku jadi semakin sakit setelah memikirkan hal ini untuk kedua kalinya. "Jadi, maksud mu, koki cokelat itu sedang di tahan dan kalian berusaha untuk membantunya untuk keluar dari sana?" tanya Bleszynski singkat setelah mendengar penjelasan dari Halley. "Yah, dia teman ku, terlebih lagi, ia memiliki adik perempuan yang juga berkerja di sini..."
Bleszynski kembali memasang wajah berpikir, sembari mengerakkan kakinya di atas lantai. "Jadi, begitu yah... pantas saja hidangan nya berubah sekali, ketika aku makan untuk yang kedua kalinya" ucap Bleszynski sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Hah, makan untuk kedua kalinya? Kau makan berapa kali, sial*n!?
"Kalau begitu, kalian cari saja kertas bukti pembayaran" balas Bleszynski ceria.
.........
Kau kira, kami ini sedang apa, hah? tanyaku dalam hati sambil menatap tak senang ke arahnya. "Haha, benar bukan? Kita hanya perlu mencari kertasnya saja!" lanjutnya lagi ceria, sambil tertawa canggung ke arahku. Sepertinya, ia paham jelas mengapa aku menatap tak senang kearahnya.
"Haha, yah, tapi kepala koki itu menentang ucapan kami, berkata jika kertas bukti pembayaran itu hilang"
"Kalau begitu, kita hanya perlu mencarinya!" teriak Bleszynski ceria.
.........
Sungguh? Kau kira, untuk apa kami datang kemari, hah? pikirku kesal. "Haha, yah, kita hanya perlu mencarinya, apa tuan berniat untuk membantu?" tanya Halley singkat sambil berjalan masuk kedalam ruangan yang kacau itu. "Tentu saja, aku ini sangat berbakat dalam mencari benda yang hilang~" ucap Bleszynski senang, mengikuti Halley dari belakang.
"Apa seorang kepala koki bersikap tak beretika seperti ini, jika negeri ku- Ah, tidak juga. Sepertinya, orang-orang itu sama saja yah" sahut Bleszynski sambil melihat-lihat ke arah sekeliling. Kau mau membantu kami atau tidak anak kepar*t, berhenti mengoceh dan cari kertas itu sekarang juga tekan ku dalam hati.
Anak laki-laki itu mulai menatap diam ke arahku, "Hei, Halley, apa Charlotte tak menyukai ku? Sepertinya, ia berusaha untuk mengatakan sesuatu padaku"
Hah, apa lagi itu, apa kau sedang menuduhku!? Kau yang seharusnya sadar, jika kau yang banyak bicara dan tak pernah sekalipun menolong. "Haha, tidak, nona pasti hanya sedikit tertarik pada tuan, mungkin nona muda sedang mencoba untuk dekat dengan tuan..."
Heh!? Apa lagi itu Halley, padahal kau tahu jelas tatapan tak suka seperti apa yang sedang aku pasang ini. Aku tak menyukai anak menyebalkan ini. Dia berbeda jauh dengan Bleszynski yang ku kenal. Yah, meskipun, saat dimana kami pertama kali kami bertemu dia sedikit mirip.
Tapi, tetap saja, aku tak menyukai anak ini!
Dia jauh lebih menyebalkan dibandingkan Felix yang selalu bertingkah seperti tunangan ku. "Heeh~ Jadi, nona cantik ini sedang terpikat dengan ketampanan ku yah~?" ucapnya sambil tersenyum kecil. Hah, aku dapat melihat wajah senang mu itu. Berhenti bertingkah keren di hadapan Halley ataupun aku.
Aku tahu, kau hanya berakting saja tekan ku dalam hati.
Bleszynski hanya melakukan tugas kecil saja, hanya berputar-putar di ruangan ini sambil melihat ke arah ruangan ini dengan seksama. Suaranya jauh lebih berisik dibandingkan suara kericuhan yang ku dengar tadi di ruang dapur.
"Yah, aku cukup suka memakan cokelat buatannya, lagipula, cokelat sangat jarang di taruh di dalam acara-acara penting. Jadi, aku cukup sulit untuk mencarinya, meskipun aku bisa"
__ADS_1
"Haha, cokelat buatan Alex memang terkenal dengan rasa manisnya. Apa tuan sangat menyukai makanan manis seperti nona Charlotte dan tuan Felix?" tanya Halley ceria.
"Tidak, tidak, aku tidak sesuka itu, tapi aku juga tak membencinya. Aku hanya memakannya ketika ingin"
"Ahh, kalau begitu tuan memiliki selera makan yang cukup mirip dengan para bangsawan di sini"
"Haha, bukankah Halley juga begitu, apa kau menyukai makanan manis?"
.........
Serius, diamlah, aku lelah mendengar suara mu itu pikir ku dalam hati. Lalu, mengapa pula anak ini selalu membawa tubuhku ke dalam pangkuannya di mana-mana. Menyebalkan sekali, rasanya, terus melihat bayangannya dari balik jendela kaca. Karena, ia terus berjalan ke arah sana, lalu berpose dengan gaya anak tampan.
Astaga, apa dia tak dapat melihat dengan benar? Ia menjadi semakin sangat keras kepala sejak Halley berkata aku sedikit tertariknya. Sebegitu, percaya dirinya kah dia? pikir ku kesal.
"Haha, masakan ku sangat enak bukan?"
Huh.
"Hei, ayolah, aku yang memasak sushi ini, apa kau tak dapat memberikan sedikit pujian padaku?"
Aku terdiam, awalnya aku tak ingin mengingatnya, tapi, ini sudah sangat lama sejak kami berdua bertemu. Wajah percaya diri dengan sifat keras kepala. Ha- Haha, ini sifat Felix, teman ku di kehidupan nyata ku.
SRAKK- SRIINGGG-!!
"Kerja yang benar, anak kecil!"
"Baik, pak!!"
Sekarang aku jadi sedikit penasaran, setelah dijuluki sebagai anak yang paling beruntung di sekolah, apa ia juga akan seberuntung itu di sini? Sudah berapa kali, ia lolos dari masa-masa sulit sebelumnya. Aku jadi ingin tahu, peran seperti apa yang sedang ia perjuangkan itu.
"Eun Jin, jika, suatu saat nanti terjadi sesuatu di antara kita berdua..."
"Kau harus tetap bertahan hidup. Jangan terluka, kau mengerti?"
Hah. Baiklah, aku akan menunggu saat dimana kita bertemu nanti. Ingat, kau yang berkata seperti itu padaku. Buktikan padaku, jika kau memang bisa bertahan seperti ku, Felix.
"Semuanya, ketua memanggil kita! Cepat berkumpul!"
"Ah, baiklah!!"
__ADS_1
...Bersambung......