
...~Happy Reading~...
.........
"Bleszynski!"
Huh? Kami berdua mulai ke arah belakang.
"Cepat bersembunyi! Aku melihat seseorang datang kemari!" perintah Wethleys sambil memasang wajah serius. "Hah?"
"Aku bilang cepat, kau mau ketahuan sekarang?" tanya Wethleys singkat.
Bleszynski mulai menganggukkan kepalanya, akhirnya bersembunyi di balik semak-semak.
Tak lama, muncul seorang perempuan dengan pakaian gurun, aku tak tahu itu siapa. "Aku dengar, ada seorang anak berkulit gelap datang kemari, dimana dia" tanyanya sambil mendatangi Wethleys.
"Apa maksudmu, jika kau ingin mencari seseorang, pergilah ke ruang tamu" singkat Wethleys.
"Hum, baiklah..." Ku lihat, sebuah pedang khas milik orang Mesir kuno, gila, aku sedikit kaget melihat itu. Apa Bleszynski ketahuan telah kabur? Lalu, perempuan itu di kirim untuk me jemput nya? pikir ku terdiam. "Hi..hiih! itu pelatih ku..." ucap Bleszynski berkeringat dingin.
Heh, jadi itu pelatih Bleszynski? Aku baru tahu, gurunya, seorang perempuan. Terlebih lagi, wajahnya galak sekali. "Ngomong-ngomong, aku dengar kau memerintahkan para prajurit untuk tidak membiarkan orang asing keluar atau pun masuk ke kediaman ini bukan?"
"Ya, ada sedikit masalah di sini, seseorang mencuri surat milik ku" balas Wethleys singkat.
"Jika, kau tak keberatan. Orang itu sedang bersembunyi sekarang..."
Tap... tapp...
Perempuan itu mulai berjalan pergi dari sana. Meninggalkan Wethleys dengan wajah keheranan. "Haah?" sahut kebingungan. Tak lama, setelah perempuan itu pergi. Bleszynski mulai berjalan keluar dari semak-semak. "Fiuh, nasib baik, jika saja aku ketahuan tadi. Aku rasa, akan langsung di seret oleh guru ku"
"Jadi, perempuan itu pelatih mu?" tanya Wethleys singkat. "Yah, bisa di katakan begitu, aku rasa, ayahanda sudah tahu aku kabur, menyebalkan sekali..." gerutu Bleszynski singkat. Ayahanda, panggilan macam apa itu pikirku terdiam.
"Kalau begitu, kau harus segera bersembunyi bukan?"
"Tidak, aku ingin membantu, jika guruku sudah berkata seperti itu. Aku rasa, dia merasakan sihir dari penyusup itu"
"Dia masih berada di sini, aku tahu, Bleszynski" Potong Wethleys cepat.
DRAPP- DRAPPP-
"Tuan muda Wethleys!" Terdengar teriakan Halley dari ujung koridor, membawa sesuatu pada tangan kanannya.
"Aku telah, mendapatkan izin dari kepala pelayan, kita bisa menangkap kepala koki sekarang, hamba juga telah mendapatkan salinan dari kertas bukti pembayaran itu!" lanjut Halley ceria. Wah, terdengar seperti kemenangan gila. "Dari mana, kau mendapatkan itu semua?" tanya Wethleys kebingungan.
"Kertas salinan ini aku dapatkan dari berkas kepala pelayan, juga yang satu ini, katanya ia mendapatkannya dari sih pengantar bahan pangan"
"Lalu, bagaimana dengan penyusup itu, apa sudah ada tanda-tanda ia muncul kembali?"
"Huh?"
"Ah, benar juga, bagaimana dengan pria berambut pirang itu?" tanya Bleszynski tiba-tiba.
"Pria berambut pirang?" Wethleys memasang wajah kebingungan.
"Ah, apa maksud tuan, Ellios? Sejauh, ini hamba belum menemuinya... hamba rasa terjadi se-"
DRUAKKK-!!
Baru saja, berbicara mengenainya. Pria itu muncul sambil membawa kepala koki pada tangan kanannya, pakaiannya terlihat sangat kacau. Terlebih lagi, ada bekas luka pada mata kanannya. "Astaga, Ellios!"
"Ha..hah... aku mendapatkannya..."
BRUAKKKK-
__ADS_1
Ia mulai menurunkan tubuh sih kepala koki di atas lantai. "Hei, apa yang terjadi padamu!?" teriak Bleszynski kaget. "Aku di jebak olehnya, ketika aku pergi bersama anak berambut merah itu-"
Tepat pada saat itu juga, Ellios menoleh kearah Wethleys. "Hei, kau, mengapa kau masih berada di sini!?" teriak Ellios kaget sambil menarik sihirnya.
TAPS-
Wethleys mengangkat tangannya. "Berhenti bercanda, aku tak bersama mu sebelumnya" sahut Wethleys singkat.
"Hei, apa kau sadar, kau baru saja melukai mataku" Ellios memasang wajah tak senang.
"Tidak, sejauh ini aku bersama Bleszynski juga Charlotte. Terlebih lagi, aku gegabah seperti mu yang akan tertipu oleh seorang penyusup"
"Apa?"
Bleszynski mulai menganggukkan kepalanya. "Yang kau temui itu adalah penyusup, lalu, orang yang sedang berdiri di hadapanmu ini adalah Wethleys, putra Gartreny"
"A..apa!? Putra Gartreny!?" teriak Ellios kaget sambil menjatuhkan senjatanya.
"Ya, aku adalah putra Gartreny, karena itulah berhenti bertingkah kasar padaku" sahut Wethleys tak senang.
Woah, bagaimana bisa ia bertingkah kasar seperti itu. Meskipun, aku tahu ayahnya sangat berkontribusi besar terhadap perang kerajaan sebelumnya. Tapi, tetap saja jangan bertingkah seperti itu, kepar*t. Kau lupa, siapa yang sedang berada di dekat mu ini.
"Astaga, aku sangat mengidolakan ayahmu, apa beliau juga berada di sini!?" tanya Ellios ceria. "Hum... bukankah sebagian besar bangsawan berada di sini?" tanya Wethleys kebingungan. "Astaga, jadi begitu yah! Kalau begitu, aku harus pergi sekarang dan meminta tanda tangan yang sangat banyak!"
DREKK-
Halley langsung menarik ujung kerah pakaian Ellios. "Itu ide yang buruk, dengan kondisi seperti ini, para bangsawan akan curiga mengapa kau terluka seperti ini" ucap Halley singkat. "Terlebih lagi, kau harus menjelaskan pada kami apa yang sesungguhnya telah terjadi"
Ellios menoleh kearah belakang, ia kemudian mulai mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Awalnya, kami berdua mengejar sih kepala koki, tapi, tanpa aku sadari, ia menyerang ku tiba-tiba. Lalu, terjadi pertarungan di sana. Melihat kami sedang sibuk, kepala koki berniat untuk kabur, tapi aku sempat kaget. Anak itu berhasil menghentikan langkah kaki pria itu dengan mudahnya"
"Menggunakan sihirnya?" tanya Wethleys singkat.
"Yah, lalu, akhirnya, pertarungan itu berlanjut, dan tentu ia kaget karena serangan tiba-tiba ku, jadi sihir itu terpaksa ia tarik kembali untuk menahan ku"
Ellios mulai mengangkat ujung rambutnya, menunjukkan bekas luka yang cukup parah. "A..apa... apa matamu baik-baik saja?" tanya Halley khawatir. "Haha, tenang saja, serangannya tak sempat mengenai ku, hanya salah kepala ku jadi terluka pada sekarang"
Aku terdiam, pertarungan yang baru saja aku lewati itu sangat tak masuk akal. Seorang tabib melawan seorang penyihir yang tak akan segan-segan untuk membunuhnya.
Pria ini, dia memiliki semangat yang terlalu besar. Jika, saja ia tak menghindari serangan itu dengan cepat. Mungkin saja, ia akan sungguh-sungguh kehilangan salah satu penglihatannya pikirku terdiam.
"Awalnya, aku mengira, ia akan langsung membunuhku, tak aku kira, sebuah keberuntungan terjadi, ada beberapa prajurit sedang berpatroli ke arah sana, jadi, ia terpaksa kabur"
"Itu karena kami, Tuan muda Wethleys memerintahkan semua prajurit untuk menjaga gerbang juga kediaman Marquez" ucap Bleszynski singkat. "Heeh, sungguh!?" teriak Ellios kaget. "Berterima kasihlah padaku, kau nyaris akan mati jika bukan karena diriku" sahut Wethleys dengan nada datar, seperti tidak memperdulikan apa yang baru saja terjadi.
Meskipun, kata-kata Wethleys terdengar menyebalkan saat ini. Tapi, apa yang ia katakan itu benar. Jika, para prajurit itu tak muncul di sana. Ellios akan sungguh-sungguh berada dalam bahaya besar. Tak hanya terluka parah, ia juga bisa kehilangan nyawanya sendiri.
"Haha, kalau begitu, saya sangat-sangat berterima kasih banyak atas bantuan anda, tuan muda Wethleys" sahut Ellios sambil memberikan hormat kepadanya.
"Baiklah, Bleszynski, ikut aku, aku ingin membawa koki ini kepada prajurit untuk di interogasi"
"Pe..percuma saja! Kalian tak memiliki bukti!" teriak kepala koki kaget. "Kau nyaris saja akan mati, apa tak ada rasa terima kasih yang ingin kau tunjukkan pada kami?" tanya Wethleys singkat.
"Ka..kau-"
Ellios menolah kearahnya. Dengan cepat, pria tua itu terdiam, mengingat kejadian yang baru saja terjadi tadi. Benar, seharusnya ia sadar apa yang telah ia lakukan saat ini. Jika, bukan karena Ellios, bisa saja pak tua ini akan mati bersama kasus kejahatannya juga.
"I..ini... tapi, tapi ini bukanlah kesalahan saya!" teriaknya marah.
"Aku telah mendapatkan perintah langsung dari kepala pelayan, juga, salinan kertas pembayaran" ucap Halley singkat.
"Apa!?" kepala koki mulai berteriak kaget.
__ADS_1
"Ba.. bagaimana bisa!?" teriaknya lagi.
Semua orang mendiamkannya. Tapi, Halley tahu jelas, apa yang harus ia lakukan. Sebagai, seorang pelayan pribadi, posisi Halley sangat tinggi di kediaman Marquez. "Aku memiliki hak untuk mendapatkan salinannya. Mau yang asli atau tidak, jika ada tanda tangan anda, sama saja, itu sebuah kejahatan"
DEG-
"Tidak!! Ini bukanlah kesalahan saya!"
Mendengar teriakan sih kepala koki, beberapa ksatria mulai datang kemari. "Tidak, hamba mohon! Ampuni hamba mu ini, tuan!"
"Pengampunan mu telah ku minta dari awal, jika kau ingin ini semua berakhir, akuilah kesalahan mu itu!" teriak Wethleys marah.
"Atau kau akan terus menderita hingga mati!"
Halley menoleh kearah para prajurit, ia mulai membuka suara. "Atas persetujuan dari kepala pelayan, saya, Halley Lucth memerintahkan kalian untuk menangkap kepala koki atas kasus percobaan pembunuhan massal!" perintah Halley sambil menunjuk ke arahnya.
"TIDAKKKKKKKKKKK!!"
TAKS-!!
"Haah... pion ini terlalu kotor untuk ku gunakan terus..."
"Akan lebih bagus, jika ia musnah saja..."
Dratak... Dratak!!
"Hamba bersungguh-sungguh ini bukanlah kesalahan hamba, sa..saya hanya di jebak saja!" teriaknya lagi.
Hum, ia bersikeras keras sekali ingin keluar dari situasi ini. Wethleys mulai melangkah beberapa langkah. "Aku tak mengerti, apa sulitnya bagimu untuk mengakui sesuatu"
CRIIIII... TAKSSS-!!
Hum, suara kembang api? pikir ku terdiam sambil melirik ke arah samping. Tengah hari seperti ini, apa terdengar masuk akal untuk memainkannya? pikirku terdiam. Tunggu-
Tunggu, sebentar.
Aku baru saja ingat, ini bukan zaman di dimana aku masih tinggal dulu.
SRINGGGG-
"Katakan padaku, apa yang kau rencanakan!" teriak Wethleys kaget.
"Tuan, kau ingin dengar sesuatu dariku, sesungguhnya, alasan mengapa racun itu berada di sini karena..."
DUARRRRRRRRRRR-
Tepat pada saat itu juga, terjadi sebuah ledakan yang sangat besar di ujung kediaman Marquez. "Kyaaa!" Halley berteriak kaget mendengar ledakan besar itu.
Boom! Boom!!
"Cepat semuanya, bunuh mereka!!"
Wethleys mulai memasang wajah tak percaya, tak kami duga, di dekat kami ada beberapa bahan ledakan yang mulai ikut meledak.
TSK... TSK-
"Semuanya... cepat menjauh dari tempat ini!" teriak Bleszynski kaget sambil berlari menjauh dari sana.
"Kami para rakyat jelata tidak suka dengan cara kalian para bangsawan berbicara" lanjut kepala koki memasang tawa kecil.
"Kau-"
"Apa kau sudah tak memiliki akal sehat!?" teriak Wethleys tak senang.
__ADS_1
BLGARRRR-
...Bersambung......