
...~Happy Reading~...
.........
Sesungguhnya, dimana titik kesalahan ini berawal? pikirku dalam hati.
"Halley, belakang mu?" teriak Ellios, dengan sigap Halley langsung membalikkan tubuhnya, menahan ujung pedang tajam itu mengunakan sapu taman. "Tidak lagi!!" teriak mereka marah.
Nasib baik, aku berhasil bersembunyi dibalik meja taman ini. Saat ini terjadi kekacauan dimana-mana, jujur aku tak suka hal ini. Kakiku sempat terluka karena dorongan ledakan sebelumnya.
Tapi, setidaknya, saat ini Wethleys memiliki rencana terbaik, ia akan menangkap kepala koki. Halley juga Ellios akan mengalahkan para pemberontak lainnya. Meskipun, aku tak mendengar langsung perintahnya itu. Tapi, aku tahu jelas apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
"Halley!" teriak Wethleys cepat dari kejauhan.
Tanpa basa-basi, perempuan berpakaian pelayan itu langsung melempar ujung sapunya ke arah pembunuh bayaran yang terlihat mulai menumpuk di sekitar sana.
BRUAKKKK-!!
Terasa seperti sedang bermain bola biliar, Halley terlihat begitu pandai dalam membaca situasi.
"Ti..tidak mungkin... bagaimana bisa mereka mengalahkan semua pembunuh bayaran milikku?!" teriak kepala koki tak senang.
Dari kejauhan, terlihat beberapa orang mulai berlari ke arah sini, sepertinya itu para bala bantuan yang dikirimkan pihak kerajaan pikirku terdiam. "Hum, apa itu bala bantuan?" bisik Bleszynski kecil, ia terlihat memegangi ujung kepalanya, tapi-
"Chk, aku harus kabur!" gerutunya sembari berlari ke arah belakang.
"Hei, mau kemana kau!" teriak Wethleys marah.
BRAKKKK-!!
Dengan cepat, semua orang itu langsung menghalangi Wethleys yang hendak mengejar kepala pelayan. "Bajing*n!!" teriaknya lagi, mulai melawan para kerumunan itu.
"Aku tak akan membiarkan kalian kabur!"
SRINGGGG-
Huh? Entah bagaimana, tepat saat itu juga, seseorang berlari dari belakang, mengangkat cepat tubuhku, lalu melompat ke arah mereka. Sembari memasang senyum senang, anak itu mulai memutarkan tubuhnya seperti angin, mulai mendorong cepat semua orang-orang di sana. Membuat Wethleys langsung berlari lurus ke arah kepala koki bersama pedang tajam pada ujung tangannya.
"Haha!!" terdengar tawa senang yang terdengar tak asing lagi ku.
Bleszynski?! teriakku kaget dalam hati. Bu.. bukankah dia sedang terluka di ujung sana?! teriakku kaget, tak percaya dengan yang baru saja terjadi.
"Mati kalian semua!" teriaknya senang.
"Tuan muda!" terdengar teriakan Halley dari belakang, berlari ke arah kami, bersama Ellios di belakang yang sedang melawan para pemberontak yang mulai berkumpul di sini.
Seperti, mereka semua hendak kabur setelah tahu ada bala bantuan di sini. Tak bisa di biarkan!
"Enyahlah kau dari hadapanku, kepala koki!" teriak Wethleys, sembari mengayun-ayunkan ujung pedangnya. "Huh-"
PRANGGG-!!
Tidak mungkin, serangan itu berhasil di tangkis untuk yang kedua kalinya?! pikirku ku kaget dalam hati. Terlihat, sosok berjubah dengan kain tipis itu, mulai mengayun-ayunkan ujung pedangnya. Ini bukan orang biasa pikirku terdiam.
"Se... semuanya, cepat pergi dari tempat ini!" teriak para pemberontak ketakutan.
"Tak akan kami biarkan!" teriak para ksatria.
"Chk-"
Mereka semua telah terkepung, terasa seperti senjata makan tuan, inilah yang terjadi jika tak memikirkan rencana secara matang. Aku tahu, awalnya, racun ini dibawa kemari untuk membuat semua tamu kesakitan, agar lebih mudah untuk disingkirkan.
Sayang sekali, aku menjadi pemicu pertama yang berhasil membuat asal mula racun itu berasal.
Kepala koki mulai mengigit kuat ujung bibirnya, lalu menatap marah ke arah kami, terlebih lagi-
"Ingat, jika kau tak membunuh anak itu, persetujuan kita tak akan berakhir."
Ia sedang berada di posisi yang sangat terpojok.
Tuk... tuk...
__ADS_1
"Waktu mu 30 menit lagi, pak tua..."
"Aku tak bisa melakukan ini, berikan aku kesempatan untuk melawan mereka."
Terdengar suara dingin itu tak membalas ucapan kepala koki. Tapi, orang yang sedang ia ajak bicara ini, kembali mengetuk-ngetuk sesuatu dari kejauhan.
"Kau mau apa?"
Kepala koki mulai tersenyum licik, di saat-saat para pemberontak sedang bertarung, ia kembali menemukan jalan keluar lainnya. Padahal, ia nyaris sekali akan tertangkap oleh kami.
"Aku ingin..."
.........
Orang ini, dia bukan lawan yang bisa di anggap remeh. Dari semua belas luka itu, aku yakin, dia sering di kirimkan untuk tugas membunuh pikirku terdiam. "Wethleys, biarkan aku saja yang-"
"Tidak, Bleszynski. Orang ini... lawan ku." tekan Wethleys serius.
DEG-?!
Sosok berjubah itu mulai mengangkat sedikit kepalanya, terlihat jelas mata hijau dengan senyum licik terlintas pada ujung bibirnya.
Aku terdiam, pandangan mengerikan itu, ini... apa orang ini...
"Hoi... manusia-manusia rendah, apa kau mau bermain-main sejenak dengan ku?"
SRAKKKKK-!?
Tanpa rasa ragu sedikit pun, anak laki-laki itu langsung membunuh semua orang di dekatnya, meskipun itu adalah rekan timnya sendiri.
Walau, mereka dibayar oleh orang yang sama, aku rasa tujuan anak ini berbeda.
Usianya yang terbilang sangat muda ini, tak masuk akal memiliki sihir sekuat ini pikirku terdiam tak percaya.
"...Aku ingin mereka yang berada di sana, akan terkutuk, hingga 7 keturunan mereka."
SRAKKKKK-?!!
"... kutukan?"
"Yah, berikan mereka nasib yang buruk, sama dengan kami para rakyat jelata!" teriak kepala koki senang.
"..."
Suara itu kembali terdiam.
"Kau berkata, kau akan mengabulkan keinginan ku, cepat, buat mereka semua mati!" teriaknya marah.
"Kau keras kepala sekali."
SRAHHHH-
Tepat saat itu juga, berdiri sesosok berjubah hitam dihadapan kepala koki, perlahan-lahan mulai memiringkan sedikit kepalanya.
"Kau siapa, hah? Memerintah diriku."
DEG.
Sadar dengan siapa yang sedang ia ajak bicara ini, seketika pria tua itu langsung tersungkur ketakutan di atas lantai.
"Ma..maafkan hamba, i..ini... ini karena..."
Tap... tap...
"Ha.. hamba, sangat ketakutan sekali tadi, jadi hamba tak dapat mengendalikan cara berpikir hamba, ma.. maafkan..."
SRINGGGG-
Sembari, melangkah ke arahnya, sosok bayangan itu mulai mengayun-ayunkan ujung pedangnya.
"Waktumu telah habis." ucapnya dingin.
__ADS_1
"Ti..tidak maafkan hamba... Hamba tak berniat untuk..."
SRAKKKKK-!?
Dengan cepat, bercak kemerahan itu langsung mengelilingi ujung dinding kediaman Marquez bersama rasa tangis ketakutan dari kepala koki.
"Menjijikkan sekali."
.........
SR... PRANGGG!!
Terlihat jelas, Wethleys kembali menahan serangan tiba-tiba itu dengan wajah kaget, ia tak akan mengira anak itu akan langsung menyerangnya. "Ka..kalian semua, cepat kabur dari tempat ini!" teriak Wethleys serius bercampur rasa kaget. "Dia memiliki tujuan lain!" teriaknya lagi.
Baru saja berbicara, orang itu menatap serius ke arah ku. Tidak lagi... pikirku terdiam dalam hati.
"Hihi..."
SRAKKKKK-!?
"Tak akan aku biarkan hal itu terjadi!" teriak Ellios cepat, sembari menarik cepat tubuh anak itu, lalu melemparkannya ke arah dinding.
BRUAKKKK-
"Seharusnya, itu sudah cukup untuk membuatnya-"
"Ellios!!" Terdengar teriakan ketakutan Halley, melihat sosok berjubah di belakang tubuh Ellios, sedang melompat tinggi di atas tubuhnya. "Huh?"
"Haha!!"
DUARRRRRRRRRRR-!!
Wethleys yang melihat hal itu langsung memasang wajah tak senang, mulai melempar sihirnya dan membuat tubuh anak itu tersegel di dalam Manna nya.
DEG-
"Ti..tidak mungkin, bagaimana bi..bisa..."
Seharusnya, anak itu sudah tak dapat bergerak sesukanya lagi, tapi dengan gerakan kesakitan, anak itu menoleh ke arah belakang, kembali memasang senyum mengerikan kepada Wethleys. Membuat anak itu terdiam ketakutan dengan hal yang sedang ia temui ini.
"Tidak, i..ini... ini bukan manusia, ini..."
"HAHAHAHA!!"
"...Ini iblis"
SRAKKKKK-!!
"Haha, mati, mati kalian semua!!"
BRUAKKKK-!!
"Kyaa!"
"Halley!!" dengan cepat, Bleszynski langsung menangkap tubuh Halley yang sedang terdorong cepat itu. "Khaak-!"
Baru saja, terdorong di ujung dinding, tubuh Bleszynski langsung diangkat ke atas langit-langit dengan cekikan menyakitkan itu, anak laki-laki itu mulai kehilangan kesadaran dirinya.
"Tu..tuan muda!"
BLGARRRR-
Tidak, tidak...
"Ukh...." Bleszynski mulai menggerak-gerakkan ujung kakinya, berusaha untuk keluar dari genggaman sihir anak itu. Anak laki-laki bersafir hijau terang itu perlahan-lahan mulai menatap ke arahku ku.
"Ja..jangan..." gerutu Bleszynski marah.
Anak itu kembali menoleh kearah Bleszynski, memasang senyum mengerikan.
"A..aku katakan hentikan..."
__ADS_1
...Bersambung......