Olympic Participants

Olympic Participants
Tak semudah yang kau kira.


__ADS_3

...~Happy Reading~...


.........


"Maju, anak kecil." Tekannya singkat, memasang senyum kecil di ujung bibirnya.


Tidak lagi, apa yang sedang kau pikirkan?! Ini sungguh-sungguh tak masuk akal.


Sesungguhnya, aku sudah tak menyukai perempuan ini sejak pertama kali aku bertemu dengannya. Cara berpikirnya terlalu gegabah, apa ia tak bisa berpikir jernih. Lima penyihir dengan sihir gelap melawan satu kstaria? Apa itu masuk akal?! Yah, meskipun, dirinya termasuk golongan ksatria tingkat tinggi, sekaligus pembimbing langsung Bleszynski yang juga seorang pangeran mahkota.


Tapi, tetap saja itu mencari masalah tanpa tujuan!!


Para penyihir itu mulai saling menoleh satu sama lain, perlahan-lahan mulai tertawa kecil mendengar ucapan tiba-tiba perempuan ini.


"Haha, kau kira dapat mengalahkan kami semua?"


"Dasar makhluk menyedihkan, enyahlah dari hadapanku!!"


Dengan cepat, perempuan itu langsung menundukkan kepalanya, menghindari tendangan tiba-tiba itu, bersamaan dengan wajah yakinnya, ia menarik cepat ujung pegangan rantainya. Melempar cepat tubuh penyihir itu ke arah bawah.


BRAKKKKKKK-


"Bagaimana bisa?!"


Woahhh, dia baru saja menghindari serangan itu hanya dengan satu gerakan saja?


Mengejutkan sekali.


"Kalian kira, siapa aku ini? Aku adalah Cecilia, pelatih para bangsawan juga adik perempuan raja!!"


SRAKKKKK-


Cecilia? Aku tak pernah mendengar nama ini sebelumnya. Mungkinkah, ia memanglah hanya salah seorang dari tokoh pembantu yang tak diketahui keberadaannya? Sejauh ini, aku hanya tahu, Bleszynski dilatih oleh salah seorang ksatria terbaik di negerinya. Tapi, melihat orang ini... aku rasa, ada bagian cerita yang aku lewatkan.


Tunggu, sejenak-


Adik perempuan raja?


..."A.. apa? Ta..tak mungkin, bukankah kau sedang berada di penjara bawah tanah?!"...


Perempuan itu mulai tersenyum kecil.


"Hah. Ternyata, ada juga yang tahu mengenai diriku. Tapi, itu bukanlah diriku yang dulu!!"


SRAKKKKK-!!


Dengan tawa senang, perempuan itu mulai berlari ke arah depan, bersamaan dengan sihir tiba-tiba dari para penyihir yang kaget dengan gerakan tiba-tiba Cecilia.


"Semuanya, cepat menghindar darinya! Ini jebakan!!"


"Heh. Tak semudah itu."


BRUAKKKKK-


Tanpa rasa takut sama sekali, dengan cepat, perempuan itu langsung melempar tendangan bebas ke arah wajah anak kecil itu. "Kau yang asli bukan, rasakan ini!"


He... heeh-?! Bagaimana bisa dia melakukan serangan balik secepat itu? Padahal, jelas-jelas sekali ia baru saja melempar tendangan bebas. Tapi, ia berhasil melempar tendangan lainnya?


BRUAKKKKK-!!


Dengan cepat, anak itu langsung terlempar ke arah atas, bersama luka sakit yang baru saja ia terima. Karena hal itu, ia tak dapat melihat situasi sekitarnya.


"Perempuan ini menyebalkan sekali."


SRAHHHH-!!


Seketika, anak laki-laki bersafir hijau itu langsung terbang di atas langit-langit, mulai menarik cepat sesuatu dari ujung asap gelap yang terus mengelilingi tubuhnya.


"Rasakan ini, makhluk rendahan!!"


BLGARRRR-


Hugh-


Aku yang salah lihat atau sihir itu yang memang sedang mengarah ke arah sini?


"Tidak!" Perempuan itu langsung berteriak kaget, dengan cepat mulai berlari ke arah sini.


Tidak lagi, aku rasa, aku memang harus bertindak kali ini. Aku dengar, ada cara lain mengaktifkan sihir dari tubuh para penguna sihir. Selain dengan menunggu waktu, aku bisa mengunakan rasa takut juga tekad ku untuk terus hidup.

__ADS_1


Perlahan-lahan, aku mulai mengangkat kedua tanganku.


Sama dengan para tokoh penting lainnya.


Mereka menjadi sangat kuat karena ingin melindungi semua orang yang mereka sayangi atau berusaha untuk terus bertahan hidup di tengah rasa sakit. Sekarang, aku hanya perlu mengumpulkan semua rasa sakit yang ia terima selama ini.


Aku juga tak ingin mati di sini! Aku, Eun Jin, sudah bersumpah untuk kembali! Jika, memang aku harus menyelesaikan semua derita Charlotte di sini. Maka, akan aku pastikan, semua kebahagiaan yang seharusnya di terima olehnya, akan aku capai dengan kedua tanganku!!


SREKK... TAK-!!


"Haha, apa yang sedang dilakukan anak kecil itu. Akhirnya, selesai juga tugas ku."


Anak laki-laki itu mulai berjalan pergi dari sini, bersama tarikan tangannya untuk menarik kembali asap gelap lainnya, bergabung kembali dengan tubuhnya.


"Rasakan itu."


Takk... takk...


Tidak, aku tidak dapat mengaktifkan sihir nya. Ini ... ini terdengar begitu konyol, apa yang aku harapkan. Perlahan-lahan, aku rasa panas dari perapian yang sedang meluncur ke arah sini. Aku terdiam, kedua mataku mulai menatap kesal ke arah bawah. Aku tak mungkin bisa mengaktifkan sihir ku. Terlalu lemah, tubuh yang lemah ini mungkin saja tak akan pernah bisa mengaktifkan sihirnya, bahkan saat waktunya telah tiba. Hanya akan ada rasa sakit lainnya.


BLGARRRR-!!


Hugh-


Mengapa... aku tak merasakan apapun?


"Ohok... hok..."


Dengan cepat, aku mulai mengangkat kepalaku, menatap tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Berdiri sesosok anak laki-laki yang sudah tak asing bagiku. Perlahan-lahan, mulai terjatuh dengan tangan yang sudah terluka cukup parah karena sihir tadi.


Siapa? Mungkinkah Wethleys?


"Dasar anak menyebalkan ini..."


Ah, tidak. Orang ini...


"Bleszynski!!"


Ku dengar teriakan kencang Cecilia, yang dengan cepat menahan tubuh Bleszynski sebelum akan membentur kuat atap kediaman Marquez.


Dari kejauhan, terlihat Wethleys juga Ellios mulai berlari ke arah sini, memasang wajah kaget.


"Dasar anak payah ini..." Perempuan itu mulai mengernyitkan ujung dahinya, memasang wajah kesal. "Hei, kau, kau seorang tabib, bukan? Cepat berikan sihir mu, anak ini sedang terluka parah!"


Dengan cepat, Ellios langsung memasang wajah kaget dengan ucapan tiba-tiba Cecilia, tapi ia perlahan-lahan mulai menganggukkan kepalanya. "Baiklah, aku mengerti!"


Ugh... me.. mengapa anak ini melindungi ku?


Bukankah sudah terlihat sekali, aku yang dengan sendirinya berniat untuk berdiri di sana.


Menerima semua rasa sakit itu.


Mengapa kini ia yang... terluka?


"Ohok! Hok...!"


"Ah, dia sudah sadar!" teriak Ellios cepat.


"A..apa yang baru saja terjadi?" tanya Bleszynski pelan, suaranya nyaris saja tak akan ku dengar, jika saja jarak kami tak terlalu jauh.


"Dasar anak payah, mengapa kau tiba-tiba berdiri di depan sana tanpa mengunakan sihirmu?!"


Apa? Ia sama sekali tak mengunakan sihirnya?


"Ah, itu ..."


Hum? Anak laki-laki itu menatap diam ke arahku, tapi, perlahan-lahan ia mulai tertawa kecil.


"Haha, entahlah, aku baru tersadar tadi, aku kaget karena ada bola api mengarah ke arah sini, hehe..."


BUAKKKKKKK-!!


Dengan cepat, Cecilia langsung memukul kepala Bleszynski, memasang wajah marah.


"Khooekk-!!"


"A.. apa anda baik-baik saja-?!" teriak Ellios kaget. "Guru, mengapa anda memukuli diriku lagi!!" Teriak Bleszynski marah.


"Itu hukuman mu, karena bertindak gegabah."

__ADS_1


"Huhu, ini menyakitkan sekali..."


"Berhenti mengoceh, cepat turun dari sini, tempat ini sungguh-sungguh berantakan. Apa semua pesta di kerajaan barat selalu seperti ini?!"


HAPPS-!!


Dengan cepat, perempuan itu langsung melompat ke bawah dengan wajah kesal. Kami semua hanya dapat tertawa paksa mendengar ucapannya. "Haha, aku rasa juga begitu..." sahut Ellios singkat.


"Wohouu!! Saat-saat menyelamatkan para wanita cantik ku!!" Ucap Bleszynski ceria sembari berdiri cepat dari duduknya itu.


"Hei... hei, kau baru saja terluka parah. Aku rasa, anda harus-"


KRAKKKKKK-?!


"Khakkk-!!"


"Ini sakit sekali!!" teriak Bleszynski cepat, memasang wajah kesakitan.


Pftt- Haha, dasar anak kecil, sudah jelas-jelas sekali ia baru saja terluka parah.


"Ha..haha.."


Dengan cepat, semua orang mulai menatap diam ke arah ku.


"Hahaha, kau payah sekayih, haha!!"


"Apa... apa dia baru saja tertawa?" Tanya Wethleys singkat.


"Astaga, nona muda, baru saja tertawa! Ini sungguh-sungguh hari yang paling beruntung bagiku!!" teriak Ellios senang, perlahan-lahan mulai ikut tertawa kecil.


"Haha, sudah ku katakan, aku akan menyelamatkan para wanita cantik ku, lihat, Charlotte saja mengakuinya, haha!!"


BUAKKKKKKK-


Dengan cepat, aku langsung memukuli ujung tubuhnya, memasang wajah kesal. Enak saja, aku tidak pernah ingin bertemu dengan orang menyebalkan seperti mu setelah ini!! teriakku marah dalam hati.


"Huk..."


"Hah. Rasakan itu, jika saja Felix berada di sini, bisa saja kau dihajar hingga sekarat olehnya." sahut Wethleys singkat, berusaha untuk membantu Ellios untuk membawa tubuh Bleszynski.


"Huhu, pukulan nya sakit sekali..."


Wethleys hanya memasang wajah datar, tak memperdulikan temannya itu. Perlahan-lahan, mulai meraih ujung tubuhku. "Ayo kita pergi, semua orang pasti berada di dekat sini.


HAPPSSS-!!


"Jangan terlalu tinggi, aku bisa terluka ketika jatuh nanti!!"


KRAKKKKK-!!


"Khoek..."


Baru saja sampai di lantai bawah, Bleszynski langsung tersungkur kesakitan lagi, mulai menyentuh ujung kedua kakinya yang terus sudah retak itu. "Huhu... ayahanda, anak mu terluka... huehhhhhhh...."


PLAKKKKK-!!


"Berhenti mengoceh, cepat, kau harus ikut dengan ku untuk pulang sekarang!!" Teriak Cecilia cepat.


Melihat hal itu, Ellios langsung menyela ucapannya. "Ah, maaf, ku rasa, ia harus beristirahat untuk beberapa hari, terlebih lagi, kakinya..."


"Akhh, hentikan guru, ini menyakitkan!!" Jerit Bleszynski kesakitan. E..ehh... kakinya sungguh-sungguh patah yah? sahut ku dalam hati, memasang wajah tak percaya.


"Nona muda!!"


Ku dengar teriakan, seseorang dari ujung lorong, terlihat seorang perempuan berpakaian rapi, dengan luka cukup parah pada ujung kepalanya itu mulai berlari ke arah sini. Ah, Halley!! teriakku ceria dalam hati. "Astaga, apa kalian semua baik-baik saja! Maafkan, aku tidak terlalu banyak membantu ka-"


SRAHHHH-


Terlihat jelas, Halley langsung menghentikan kedua langkah kakinya, memasang wajah kaget dengan sosok yang baru saja ia lihat ini.


"E..eh? Cecilia?"


Tak hanya Halley, perempuan di dekat ku ini pun ikut memasang wajah tak percaya. "Woah, Halley?"


Hah?


Apa lagi ini?


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2