Olympic Participants

Olympic Participants
Permata.


__ADS_3

...~Happy Reading~...


.........


"Kau keras kepala sekali, kepala koki..."


Tap... tap ...


"Ti..tidak, ha..hamba mohon ampun!!"


SRAKKKKK- !


"A..apa?"


Dengan cepat, sosok berjubah hitam itu langsung menarik kembali ujung pedangnya dari tubuh ksatria itu. Menatap tak senang ke arah kepala koki.


BRAK-


Kaget dengan serangan tiba-tiba itu, kepala koki langsung tersungkur ketakutan, ia mengira akan mati tadi. "Hu..huh..."


DEG-?!!


Baru saja, tersadar dari pikirannya, sosok berjubah itu langsung mengarahkan ujung pedang itu ke arah wajah pria tua itu. Kembali, membuka suara.


"Dimana kertasnya, berikan padaku."


Sembari, gemetaran, pria itu mulai mencari-cari sesuatu dari pakaiannya.


BLTAKKKK-


Dari kejauhan, terlihat jelas, sebuah lemparan sihir tertuju cepat ke arah mereka. Nasib baik, sosok berjubah itu langsung melempar serangan balik, membuat sihir itu mengarah ke arah tepian dinding.


KR... KRETT...


"B..brrrr.... A..apa itu mereka?" ucap kepala koki ketakutan. Sosok berjubah itu mulai mengangkat sedikit kepalanya, memasang wajah tak senang.


"Tidak, ini bukan perbuatan mereka." ucapnya dingin.


"Berikan kertas itu padaku."


SRAHHHH-


Terlihat jelas, sesosok perempuan dengan rambut ikat satu berdiri bersama panci masak pada tangan kanannya, mulai melempar tubuh orang-orang asing, yang sepertinya juga salah seorang pemberontak ke arah atas lantai.


DEG-?!!


"A..anda, bukankah anda adik dari pria yang dipenjara itu?!" teriak kepala koki kaget.


"Berhenti berbicara, berikan kertas itu padaku!!" teriaknya lagi, berlari ke arah mereka bersama lemparan sihir yang kuat.


BRUARRRRR-?!!


Huh?! Apa yang baru saja terjadi? teriakku kaget sembari menoleh ke arah reruntuhan bangunan yang letaknya tak jauh dari kami berdua. "He..hei aku merasakan sihir yang aneh di sini, apa terjadi sesuatu?!" teriak Bleszynski kaget.


SRAKKKKK-


Baru saja memikirkan hal lain, anak itu langsung melompat ke arah kami bersama belati tajam pada tangan kanannya. "Huwohh!"


Nasib baik, Bleszynski dapat membaca pergerakan itu dengan sangat baik. "Haah, kau kira, kau akan terus menang, aku ini adalah pa-"


"Ah, maksud ku, aku adalah pengawal pribadi seorang pangeran, jangan remehkan aku!" teriak Bleszynski ceria, sembari melempar cepat tubuh anak itu ke arah langit-langit atap kediaman Marquez.


BRUAKKKK-!!


"Wo...houuu!!"


TAKS-


Dengan cepat, Bleszynski langsung melompat tinggi ke atas atap baja ini, mulai mengayun-ayunkan ujung pipa besinya itu.


SRAKK-


Dengan cepat, Bleszynski mulai tersenyum kecil, menatap remeh ke arah lawannya itu.


"Belati melawan pipa besi, aku penasaran siapa yang akan menang!!" teriaknya lagi, sambil berlari ke arah anak itu. "Chk-"


SRAKKKKK-

__ADS_1


Gi..gila, aku melihat pertarungan ini secara langsung. Memang sesuai dengan alur novel, Bleszynski memiliki kemampuan bertarung yang sangat besar. Padahal, awalnya, aku kira ia hanyalah anak kecil yang senang bermain-main saja. Tapi, siapa yang akan mengira, ia berbeda sekali dari perkiraan ku selama ini.


Bahkan, ketika ia sedang membawa ku bersamanya. Ia terlihat tak kesulitan sedikitpun untuk melawan anak itu.


"Huh?" Terlihat Bleszynski mulai memiringkan wajahnya sedikit, tapi ia kembali tersenyum kecil. "Anak itu berada di sini yah?" ucapnya senang.


PRANGGG-


Dengan cepat, kedua anak laki-laki itu mulai melompat ke arah belakang, berusaha untuk menghindari serangan tiba-tiba tadi. "Terima ini!!" Lanjut Bleszynski sembari berlari ke arahnya.


PRANGGG-!!


Huh, mengapa tiba-tiba sekali? pikirku terdiam, memasang wajah keheranan dengan tingkah aneh Bleszynski yang terbilang terlalu gegabah.


Meskipun, Bleszynski memiliki cara bertarung yang sangat berantakan, tapi, kali ini, ia terlihat begitu gegabah dalam memutuskan tindakan.


Apa... apa dia memiliki rencana lain?


SR.. SRAK...


Seakan-akan sedang menunjukkan kekuatan di antara mereka, dapat aku rasakan percikan sihir dimana-mana.


DEG.


Tunggu, sihir ini...


BRAKKK-


Tepat saat itu juga, muncul seseorang dari bawah atap, melempar kepalan tangan yang sangat kuat.


DEG.


Anak itu tak dapat menghindari serangan itu karena kaget, mulai terlempar cepat ke arah langit. Dan dalam hitungan detik, sosok bersafir kemerahan itu mulai tersenyum senang. "Hah, tertipu juga kau!" teriaknya cepat.


Tak mungkin, jadi anak ini... dia berpura-pura pingsan tadi? pikirku kaget dalam hati.


Mungkinkah ini sudah direncanakan oleh mereka?


"Kerja bagus Wethleys, aku yakin kau tak sepenuh tak sadarkan diri tadi!" balas Bleszynski ceria. "Hah, tentu saja!"


OHOK... OHOOK-!!


Anak itu mulai berdiri dari tempatnya terjatuh, perlahan-lahan mulai menyentuh kuat tubuhnya yang kesakitan. "A..apa?"


SRAK-


Terlihat jelas, Wethleys mulai mengangkat tangannya, menunjukkan sesuatu yang berkilau-kilau. Anak laki-laki itu mulai memasang wajah tak percaya.


"Ta..tak mungkin, apa dia mengambilnya saat bertarung dengan ku tadi?" ucapnya dalam hati, memasang wajah syok.


"Hah, kau curang sekali."


KR... KREKKKT-!!


Hanya dengan satu gerakan, Wethleys mulai merusak permata pada tali kalung tersebut.


"Akhh-!!" Anak laki-laki itu mulai berteriak kesakitan bersama retakan permata itu, tersungkur bersama bercak darah yang mulai mengalir cepat dari ujung bibirnya.


Tak mungkin, bagaimana mereka tahu titik kelemahan anak itu? Aku tak menyadari hal itu sedari tadi. Tunggu, apa itu saat...


Hah, kini aku sadar mengapa Bleszynski sempat tersenyum kecil tadi. Jadi, dia sadar jika anak ini memiliki pusat sihir di tempat lain selain tubuhnya sendiri?


Karena, hanya orang-orang penting seperti para bangsawan lah yang mampu mengendalikan sihir sebesar itu. Hal itu pun hanya dapat dilakukan ketika sudah mencapai usia dewasa di kerajaan barat.


KRETAKKK-!!


"AKHHHHHH-!!'


Dapat ku dengar teriakan kencang dari bawah sini, anak itu mulai mengeluarkan bayang-bayang gelap dari tubuhnya. Tapi-


DEG-


"Ka.. kalian, aku akan membunuh kalian semua!!"


A..apa ini ...


Dengan cepat, sebuah sihir kuat mulai mengelilingi tubuh kami, terbang bersama-sama rasa murka itu sendiri.

__ADS_1


Tak mungkin, siapa anak ini. Mengapa ia memiliki energi yang besar sekali, terlebih lagi.


"AKHHH-!!"


Huh?


Terlihat jelas, Wethleys berteriak kesakitan, sebuah manna pada tangannya mulai mengalir cepat ke bawah. Bleszynski mulai memasang wajah kaget, tapi ia kembali sadar dengan apa yang sesungguhnya telah terjadi.


Dengan cepat, langsung membuang permata pada tangannya itu. "Ini sihir gelap!" sahut Bleszynski cepat. "A..aku tahu... kita dalam masalah, aku akan membawa anak itu keluar dari tempat ini..." ucap Wethleys kesakitan.


"Apa?!"


DEG.


Jadi, anak ini pengguna sihir gelap? Pantas saja, ia terlihat sama sekali tak memiliki titik kelemahan sedari tadi awal mereka bertarung. Terlebih lagi, permata itu.


Aku rasa, ini perbuatannya.


TAKS-?!!


"Haha, ternyata anak itu sadar. Ini terlalu cepat dibandingkan dugaan ku."


Terlihat jelas, seorang pria dengan safir kehijauan mulai tertawa senang menatap diam ke arah tumpukan permata indahnya.


DRE.. DREK...


"Kakak, aku membawakan mu kain bersih, apa tubuhmu masih terluka parah?"


.........


Chk, ternyata tebakan dari awal itu sudah benar. Mengapa aku jadi ragu sekali tadi? pikirku kesal dalam hati.


Ini bukanlah hal yang dapat kami selesaikan dengan mudah.


"ARGHHHHH-?!!"


Dengan cepat, anak itu mulai terbang menuju ke arah kami, melihat itu Wethleys langsung menarik cepat ujung pedangnya. "Tak akan aku biarkan!" teriaknya cepat.


TRAKKK-


"Apa?!"


Terlihat jelas, tepat pada saat itu juga sebuah tarikan rantai juga sihir mulai mengelilingi tubuh anak kecil itu. Kami bertiga mulai memasang wajah kaget. "Ce..cepat... panggil bala bantuan kemari..." gerutu Ellios kesakitan.


Ellios?! teriak ku kaget dalam hati.


Wethleys mulai menoleh ke arah Bleszynski,


"Kau yang harus pergi, ia tak akan tahan dengan sihir gelap anak itu." tekan Wethleys serius.


Tatapan matanya terdengar sedang mengancam Bleszynski. Sepertinya, aku tahu siapa orang yang sedang dimaksud oleh Wethleys.


"Tidak, mengapa aku harus membawa guruku kemari!" teriak Bleszynski marah.


"Cepat atau kita semua di sini akan mati!!" teriak Wethleys lagi.


Apa yang diucapkan Wethleys ada benar, kami semua yang berada di sini, belum tentu dapat mengehentikan anak ini dengan cara yang baik. Bisa saja, kami justru akan membawa kekacauan lainnya di sini.


Lagipula, jika orang lain tahu, seorang pengguna sihir gelap berada di sini. Hanya akan membawa kekhawatiran untuk para rakyat kerajaan. Karena, jika sudah ada satu penyihir gelap yang bertingkah. Artinya, akan ada kekacauan lainnya yang akan datang.


"Kau tak ingin itu terjadi, bukan?"


"Ukhh..."


Anak laki-laki itu mulai menunjukkan gigi taringnya, memasang wajah kesal.


"Chk, baiklah, aku akan mencari guru ku." tekannya kesal, sembari berlari keluar dari sana, mulai memeluk erat tubuhku.


Kau sudah membuat keputusan yang baik, Bleszynski pikirku dalam hati.


"Hei, hei, tak perlu berusaha payah mencari diriku, aku sudah berada di sini."


DEG-?!!


Tunggu, bukankah suara ini milik...


"Pelatih, sejak kapan kau berada di sini?!!"

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2