
...~Happy Reading~...
.........
Perkenalkan nama ku, Park Eun Jin. Gadis dengan julukan anak Taekwondo di abad pertengahan. Oh, jangan lupa dengan julukan ku sebagai pengawal pribadi para malaikat pencabut nyawa. Di sekolah ku dulu, kami memiliki anak-anak nakal yang biasanya cari gara-gara dengan adik kelas.
Dan yah...
Aku yang menghukum mereka semua.
Dan lagipula, rata-rata dari anak nakal itu berasal dari angkatan kami. Tak terkecuali, Felix, dia suka menganggu anak-anak di sana. Tidak seburuk itu, mereka hanya ingin bercanda ria dengan adik kelas. Tapi, yah...
Caranya saja yang terlalu jahat.
Banyak adik kelas ku yang berlari sambil menangis ke arah ku. Lalu, ada segerombolan anak-anak pembasmi penjahat, kami biasanya di panggil para pengawal pribadi malaikat pencabut nyawa. Sedangkan, malaikat pencabut nyawa itu tertuju pada guru killer kami.
Bu Ha Raa.
Kami yang tergabung dengan kelompok aman ini, selalu di jadikan tanda peringatan kedua setelah kelompok anak-anak geng sekolah.
Geng sekolah satu ini berisikan 12 geng, ada banyak macam dan ciri khasnya. Di mulai dari, cara berpakaiannya, gaya berbicara, ataupun tingkat rangking di sekolah.
Felix termasuk anak geng, mungkin karena dia suka melakukan hal-hal bodoh, dia menjadi anak yang teramat populer di sekolah. Lalu, ada satu anak yang sama gilanya dengan Felix.
Namanya-
Ah, aku lupa.
.........
"Nona muda Charlotte- Coba katakan Ahh~"
Dengan cepat, aku mulai memakan cokelat-cokelat keluaran baru itu. Hum! Rasanya enak sekali pikir ku kaget. "Haha, manis bukan! Aku yakin, nona muda pasti akan sangat menyukainya!" Ucap Halley sambil tertawa kecil. Uhm, yah rasanya tidak seburuk itu sih ucap ku dalam hati.
Ngomong-ngomong, sampai di mana aku?
Ah, benar. Para anak geng. Sesungguhnya, kehidupan pertama ku tidak seburuk itu. Hanya saja, aku yang suka marah-marah di masa itu. Memukuli para anak geng, bertengkar, belajar, pergi ke tempat Judo, rumah sakit...
Ibu.
Bagaimana kondisi ibu sekarang?
Sejenak aku terdiam, mengingat masa-masa ku dulu. Wah, aku masih ingat, aku belum menghabiskan semua sarapan ku tadi pagi. Huhu, aku lupa, aku tidak memakan camilan yang ku beli di supermarket malam itu. Benar juga yah, aku masih belum mengerjakan tugas ku hari itu.
Tak lama lagi, kami akan segera ikut ujian kenaikan kelas. Aku lupa.
"Nona~! Coba makan kue satu ini!"
"Nyam." Dengan malasnya aku mulai memakan kue coklat yang penuh dengan aneka rasa di dalamnya. Buah anggur. Sudah lama, aku tak memakannya sahut ku dalam hati. Sudahlah, aku malas memikirkan masa lalu ku itu, lebih baik aku fokus saja sekarang. Dengan lahap, aku mulai mencoba semua cemilan yang di bawakan para pelayan tadi pagi.
Manis.
Makanan manis seperti ini...
Aku tidak suka.
"Nya! Wuah! Wah!" Ucap ku sambil menatap ke arah Halley. Nampak, Halley terdiam sejenak, lalu ia tertawa kecil sambil berdiri dari sofa. "Nona, mau saya bawakan hidangan lainnya?" Tanyanya sambil membuka pintu kamar.
"Kalau begitu, hamba pamit sejenak yah, nona pasti sudah bosan makan makanan manis seperti ini, haha"
He..hei! Jangan tinggalkan aku! Aku juga mau ikut! Pikir ku kesal. Aku belum pernah berkeliling di tempat ini! Bawa aku ikut bersama mu juga! Teriak ku dalam hati kesal. "Hu! Huah! HUWAHHH!!" Teriak ku marah. Ah, dia sudah pergi. Ugh, terlambat sudah. Dia sudah pergi. Kalau begini, buat apa aku makan dari tadi.
Sesungguhnya, rencana awal ku, memakan semua camilan ini, lalu membuatnya membawakan ku hidangan lain.
Ku kira, dia akan mengajakku berkeliling, sambil membawakan ku hidangan lain. Tapi, di luar dugaan. Halley justru pergi, tanpa mengajak ku. Dan yah, aku tak pernah sekalipun, pergi melangkah dari tempat membosankan ini. Dengan kesalnya, aku mulai melempar mainan wortel di dekat ku. Memangnya, aku ini kelinci apa!? Menyebalkan sekali! Teriak ku dalam hati.
Seminggu, sudah seminggu aku di situasi ini. Sesungguhnya, mau sampai kapan!? Aku masih harus kembali! Aku masih harus memakan semua camilan dan mengerjakan tugas sekolah ku! Tiba, di tempat olimpiade saja belum! Tapi, lihat.
Aku sudah terlanjur mati karena insiden tidak masuk akal itu.
Dan yang lebih gilanya, kini aku terjebak di situasi ini.
Bukan hanya ku, tapi bertiga.
Aku, Felix dan anak laki-laki itu. Kami bertiga masuk ke dalam novel yang sekarang-sekarang ini sedang populer. Judul novel nya.
Aku tak ingat.
Biasanya, aku memanggilnya dengan sebutan novel gila. Karena, alur ceritanya yang tidak masuk akal. Ngomong-ngomong, kapan Halley akan kembali? Kenapa dia sangat lama sekali? Pikir ku heran sambil menatap ke arah pintu.
PRANGGG!!!
Huh!? Su...suara apa itu!? pikir ku kaget sambil menatap ke arah jendela. Ah, jendelanya pecah. Ada apa ini? Pikir ku heran sambil berusaha turun dari kursi.
"Sudah ku katakan bukan! Berhentilah, bersikap kurang ajar! Masih bagus, ku bawakan makanan mahal!"
Ah, ada yang bertengkar. "A..ah, maafkan aku ibu kepala..."
Hum, aku mulai melihat pintu kamar ini mulai terbuka sedikit. Ah, ternyata Halley habis di marahi yah? Dengan cepat, aku mulai merangkak ke arahnya.
__ADS_1
"Nona! Ba.. bagaimana bisa anda turun dari kursi setinggi itu!"
Dengan cepat, aku mulai menunjuk ke arah jendela. Aku yakin, ada maksud tertentu dari kaca pecah ini. Batu! Benar, aku melihat batu kerikil terus di lemparkan ke arah sini. Tak aneh, sedari tadi aku terus mendengar suara berisik ketika akan sarapan tadi. Halley mulai mengangkat tubuh ku ke dalam pangkuan nya, nampak pula wajahnya terlihat sedikit khawatir. Ia mulai melangkah pergi menuju kaca jendela.
Wah...
Baru kali ini aku melihat cahaya matahari sedekat ini...
Pohon besar ini, memang cukup menghalangi ku. Tapi-
Astaga, apa ini sungguh-sungguh tempat di mana aku tinggal sekarang?! teriak ku dalam hati.
"Tidak mungkin, kaca jendelanya pecah, bagaimana bisa hal mengerikan ini terjadi!?" Teriak Halley kaget, lalu meletakkan ku di ujung sudut jendela. Dengan terdiam, aku menatap taman besar ini. Keren.
Aku tak pernah tahu, akan ada tempat seperti ini sebelumnya.
DRAPP... DRAPP...
Lihatlah, tempat ini. Rasanya, seperti sedang berada di tempat fantasi dongeng saja.
"Huh!"
Hum? Siapa itu?
Ku lihat seseorang sedang melangkah keluar dari balik bayang-bayang pohon. Sesosok anak laki-laki dengan rambut merah terang, sedang menatap tajam ke arah sini, lebih tepatnya ke arahku. Hum? Mengapa ia menatapi ku seperti itu? pikir ku heran.
Anak itu mulai melangkahkan kakinya di dekat ujung jendela ku, sembari menatap diam kearahnya, aku mulai mendengar teriakkan tiba-tiba nya.
"Hei, kau yang di sana!"
"Apa kau mau menikah dengan ku!!"
.........
Hah? Apa katanya tadi? Menikah?
Nampak, anak kecil itu terus berteriak dari ujung sana.
"Astaga, tuan muda! Ternyata, anda di sini! kami sudah berkeliling kemana-mana untuk mencari anda seharian ini, tuan muda..." terlihat jelas para pelayan mulai berlari ke arah anak laki-laki itu dengan wajah khawatir.
"Hei! Aku menyukai mu! Jadilah, istri ku!!"
Hah? Hah? HAH??
Dengan cepat, aku kembali memasang wajah marah dengan ala yang sedang ku dengar ini
Apa maksudmu anak kecil?!
Siapa anak laki-laki itu? Dia baru saja, di panggil dengan sebutan tuan muda, bukan? Apa dia putra dari salah seorang bangsawan di sini? pikir ku terdiam heran. "Hei! Aku menyukai mu!" Teriaknya lagi.
Chk, aku ini masih balita. Apa dia tak punya otak? Pikir ku kesal. "Huh!" Dengan cepat aku langsung memberikan tatapan benci ke arahnya, lalu kembali menatap ke arah lain.
Menyebalkan sekali gerutu ku kesal.
BLGAAARRRR!!
"Haha! Sepertinya, tuan imut kita baru saja di tolak mentah-mentah oleh nona muda!!" Rayu para pelayan.
"Hu..huhu! Jahat! Jahat! Berhentilah memanggilku imut!" teriaknya marah sambil memukuli para pelayan. Haha, apa lagi itu!? pikir ku sambil tertawa kecil. Rambut merah dengan wajah kesal...
Hum? Kenapa terdengar tidak asing yah? Pikir ku terdiam.
"Nona! Ternyata-!!"
Ku dengar langkah kaki Halley mulai mendatangi ku.
"Tuan besar Gartreny datang kemari!" Teriak nya senang. Hah? Apa lagi ini? pikir ku heran. Tunggu, Gartreny? Jangan katakan pada ku, jika anak laki-laki itu...
Dengan cepat, aku mulai menatap ke arah luar jendela. Dia masih terus memukuli para pelayan.
Wajah marahnya itu memang tidak asing bagiku.
Dia...
Aku tak ingat namanya.
Apa dia tokoh tambahan? Yah, aku sering sih mendengar kisah Gartreny. Dia anak laki-laki yang sangat keras kepala. Tapi, tak ada bagian, di mana Gartreny jatuh hati pada seorang gadis bangsawan bernama Charlotte.
Apa karena ini di masa kecilnya?
Hum, setidaknya aku tahu bagaimana rupa putra Gartreny. Apa dia suka makan makanan manis? Melihat tingkah laku nya itu. Mungkin, aku bisa berkenalan dengannya di lain waktu. Dia terlihat tidak seburuk itu, keluarga Gartreny datang kemari, bukan?
Apa untuk menemui ayah Charlotte?
Tapi, untuk apa? pikir ku terdiam.
Ah, ngomong-ngomong tadi Halley datang kemari bukan? Ada di mana di...
Hum? Sudah pergi? Dia datang kemari hanya untuk mengatakan itu? Aneh, aku tak terlalu mengenal Gartreny. Tapi, sepertinya hubungan keluarga Gartreny dengan Marquez tidak seburuk itu. Mungkinkah mereka bertemu di medan perang?
__ADS_1
Chk, tapi mau bagaimana juga. Aku tetap tak menyukai caranya berbicara ataupun tingkah lakunya. Ia terlihat terlalu muda untuk bergaul dengan ku yang sudah berusia remaja ini. Yah, meskipun saat ini aku terjebak di tubuh anak kecil.
.........
Apa dia kenalan ku dulu?! teriak ku kaget dalam hati. "Haha, Tuan muda bisa saja, haha!" Sahut Halley sambil tertawa kecil. "Habis, dia terlihat membenci ku, huh!" Ucap nya sambil memasang wajah cemberut. "Haha! Tidak kok! Nona Charlotte pasti menyukai Tuan muda!" Rayu Halley sambil tertawa kecil, lalu membawakan anak laki-laki cemilan.
"Apa Charlotte menyukai makanan manis?" Tanya nya terdiam.
Haha, benar bukan, dia suka makan makanan manis! Bukan tipe ku sekali teriak ku dalam hati. "Wah! Tuan muda tahu dari mana!?" Sahut Halley kaget.
.........
Halley itu bodoh atau bagaimana? pikir ku terdiam. "Ah, aku hanya asal bicara saja" Sahutnya sambil turun dari sofa. "Wah, tuan muda Louis memang berbakat yah!" Ucap Halley sambil membawakan ku camilan. Louis? Namanya, Louis? Kenapa namanya sama persis dengan pria bajing*n itu yah? pikir ku terdiam. "Nama ku Felix! Bukan Louis!!" Teriaknya marah.
Hah?
Namanya sama dengan Felix, teman ku di kehidupan sebelumnya. Tunggu, apa jangan-jangan anak ini sungguh-sungguh Felix yang ku kenal!? teriak ku dalam hati kaget. Ah, tapi, Felix tak pernah bertindak konyol seperti itu.
Tapi, siapa yang tahu kan?!
Aku sering membaca revisi novel yang berisi kisah seorang gadis yang masuk ke dalam dunia novel karena ia memiliki nama yang sama dengan sang tokoh utama ataupun karakter penting di novel. Tapi yah, tak jarang dari mereka menjadi seorang tokoh antagonis ataupun tokoh pembantu.
Tapi, apa benar dia Felix, teman ku!? pikir ku terdiam.
"Haha, kalau begitu maafkan sikap saya tuan muda, tapi saya hanya bergurau saja..."
Dengan cepat, aku menatap tajam ke arah anak laki-laki yang usianya tidak berbeda jauh dengan ku itu. Tapi...
Sifatnya sedikit berbeda. Terlebih lagi, tadi dia berteriak di luar sana. "Hum?"
Nampak, kedua mata kami bertemu sejenak. Seketika, aku menoleh ke arah lain. Astaga, anak satu ini gila nya bukan main pikir ku terdiam sambil mencoba memakan camilan manis yang sudah sering ku cicipi setiap harinya.
Melihat hal itu, Halley tersadar sesuatu, mungkin saja anak laki-laki dihadapan ku ini juga ingin memakan camilan manis itu bersamaku.
"Tuan muda suka makanan manis, yah? Jika, tuan ingin. Hamba akan bawakan untuk Tuan juga..."
Nampak, anak laki-laki itu langsung menatap kaget ke arah Halley, sembari memasang tawa canggung, ia mulai menolak bantuan Halley.
"Haha, tidak, jika ayah sampai tahu aku memakan camilan manis terlalu banyak, bisa-bisa aku di marahi ayah hingga malam nanti" Balas nya singkat. Hum, ternyata dia anak yang lumayan penakut yah. Tawanya saja sudah terdengar canggung seperti itu.
Tapi, setidaknya dia tahu sopan santun. Bahasanya tersusun sekali. Apa dia sudah belajar tata Krama? pikir ku terdiam.
"Ah, benar juga yah!" Teriak Halley kaget.
Nampak, aku dan Felix (bukan teman ku) menatap ke arah Halley. "Ah, maaf tuan, saya baru ingat ada urusan di bawah, apa tuan bisa menjaga nona Charlott-"
"Bisa!!"
Halley saja belum menyelesaikan pembicaraannya, tapi lihat anak kurang ajar itu. Dia sudah main membalasnya. Chk, ku tarik kata-kata ku. Dia tidak tahu tata Krama pikir ku kesal. Dengan cepat, Halley langsung menundukkan kepalanya dan pamit pergi sejenak.
Drapp... drapp...
Wuah, bagaimana bisa Halley pergi begitu saja. Mempercayakan diriku kepada anak tidak waras ini? pikir ku kesal. "Hei, kenapa kasur ini susah sekali untuk di buka?"
Hah!? Ba.. bagaimana bisa anak itu sudah ada di sini!? Bukankah tadi dia baru saja duduk di sana!? pikir ku kaget. "Ah, kau kaget yah?"
Tidak, aku sama sekali tidak kaget, anak kecil sahut ku kesal.
Bawakan saja aku cemilan lainnya! teriak ku marah sambil menunjuk ke arah meja makan ku. "Woah, kau sangat aktif yah Charlotte, aku suka semangat mu!!" Teriaknya singkat sambil terus mengotak-atik kasur ku. Hei! Ambilkan cemilan ku!! pikir ku kesal.
Bawakan.Aku.Cemilan.Nya.Sial*n.
KREKKKT!!
Hah? Su..suara apa tadi? pikir ku terdiam.
"Ah, maaf, kau kaget lagi yah? Tadi aku mematahkan salah satu bagian kasur mu" Ucapnya singkat sambil memasang wajah datar. Hei! Kau baru saja mematahkan bagian kasur ku!? Bagaimana bisa kau berbicara santai seperti itu!? Teriak ku kesal dalam hati.
"Huh! Huwah! HUWAHH!" Teriak ku marah sambil terus memukuli badannya. "Haha, maaf-maaf, aku bukan berniat begitu, tapi setidaknya, sekarang kau bisa turun bukan?"
Drek... druakk...
Hum, ternyata dia berusaha membuka penghalang kasur ini yah. Yah, ternyata dia tidak seburuk i-
BRAKKKK!!!
Ku tarik kata-kata ku.
"E..eh!? Ke.. kenapa bisa rusak begini!?" Teriak Felix sambil memasang wajah kaget. "Halley! Halley! Kasurnya rusak sendiri!" Teriaknya nya sambil memasang wajah kesal. Hoi, kau yang merusak kasur ku. Kenapa malah main tuduh kasur kesayangan ku, hah? pikir ku kesal.
"Halley! Kau ada di mana!" Teriaknya lagi.
Astaga, anak ini bodoh atau apa? Halley sedang ada urusan di tempat lain. "Halley!!"
Jika, saja aku seusia dengannya, aku yakin, aku sudah main pukul kepalanya atau badannya. Wajahnya saja yang galak, sekali ada masalah. Cengeng nya bukan main.
"HALLEYYYYYY!!!"
Dasar bocah pikir ku kesal.
__ADS_1
...Bersambung......