Olympic Participants

Olympic Participants
(2) Bayangan itu tetaplah sama.


__ADS_3

...~Happy Reading~...


.........


"Semuanya... cepat menjauh dari tempat ini!" teriak Bleszynski kaget sembari melompat ke arah depan.


BLGAAARR-


Dengan cepat, ku rasakan dentuman keras dari belakang sana. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ini tidak sesuai dengan perkiraan ku salam ini. Aku kira, kehidupan ku akan terdengar lebih membosankan di sini pikirku terdiam tak percaya.


"Haha!!"


Ternyata, aku salah besar.


"Kau nyaris saja akan membunuh kami!" teriak Wethleys marah. Mengapa aku terus mengalami kejadian-kejadian tak masuk akal seperti ini.


"Charlotte..."


"Dia gadis terbaik yang pernah aku temui selama ini..."


TAKSS-!!


"Tentu saja, aku akan mengujinya..."


Aku bahkan belum sempat berpikir dengan jernih sejak tadi siang. Baru saja aku keracunan, sekarang apa? Apa aku akan terbakar hidup-hidup karena ledakan itu? pikirku ku tak senang.


"Kyaa!!" terdengar teriak Halley dari belakang.


Dengan cepat, Bleszynski mulai membalikkan tubuhnya. Huh.


"Lepaskan aku!" teriak Halley marah.


"Mati kau!!" teriak orang itu sembari mengangkat tinggi-tinggi pisau tajamnya itu.


"Tidak!!"


SRAKKKKK-


Tepat pada saat itu juga aku melihat sebuah bercak kemerahan mulai mengenai dasar lantai. Aku terdiam, tak dapat berkata-kata.


"We... Wethleys?!" teriak Bleszynski kaget.


SRINGGGG-


Dengan cepat, anak laki-laki itu langsung menarik ujung pedangnya, memasang wajah tak senang. "Kau merencanakan ini semua?" tanyanya dingin sembari menatap tajam kearah kepala koki.


"Hi..hiih... Ti..tidak!!"


"Berhenti bercanda!!" teriak Wethleys marah.


"Kau nyaris saja akan membunuh kami tadi, apanya yang bukan rencana mu!" teriak Wethleys marah. Tanpa kami ketahui, muncul seseorang lagi dari balik tubuh Wethleys membawa balok kayu besar pada tangannya. Terlihat, kepala koki mulai tersenyum senang melihat itu.


"Haha... yah... ini bukan kesalahan ku, tuan muda, percayalah pada hamba mu ini..."


"Kau bukan orang kepercayaan ku, berhenti bercanda."


SRAKKKKK-


"Wethleys, tidak, seseorang berada di-!!"


BLGAAARR-

__ADS_1


Dengan cepat, Ellios langsung mengunakan sihirnya, berusaha sebaik mungkin untuk melindungi Wethleys dari serangan itu. Anak laki-laki berambut merah itu hanya menoleh kearah belakang sejenak, tapi ia sama sekali tak terlihat kaget dengan hal tersebut.


"Ini sudah berakhir, kepala koki, kau membuat ku kecewa" ucap Ellios singkat sembari menatap tajam kearahnya. Woah, tatapan kesal itu, baru kali ini aku melihatnya setelah waktu yang sangat lama.


"Chk, berhenti bersikap seolah-olah kau akan terus hidup setelah ini, kediaman ini telah ku kepung dengan banyak pembunuh bayaran!" teriak kepala koki marah.


"Kalian semua akan mati bersama ku, jikapun aku akan mati hari ini!" teriaknya lagi.


Mati? Kau bilang, akan mati bersama? pikirku sembari memiringkan kepalaku sedikit. woah, pria kepar*t satu ini, kau saja belum tahu pasti seperti apa rasanya mati. Berani-beraninya mengajak kami semua mati bersamamu pikirku kesal.


"Halley, apa kau baik-baik saja?" tanya Bleszynski khawatir sembari membantu perempuan itu untuk berdiri. Wajahnya terlihat masih syok, tapi ia berusaha sebaik mungkin untuk terlihat baik-baik saja. "Haha, ya, hamba baik-baik saja..." ucap Halley ramah.


Sudah cukup, dia menganggu Halley tadi, aku tak bisa memaafkan hal ini. Bleszynski juga terluka karena melindungi ku tadi dari ledakan tadi. Bahkan, Felix keracunan sebelumnya. Sudah cukup banyak kekacauan yang kami terima hari ini.


"Huwoh!!" terdengar teriakan pada pemberontak sembari berlari ke arah kami.


"Ah, mereka lagi!" ucap Bleszynski geram, lalu memasang kuda-kuda.


"Haha, yah, akhirnya, para warga ku datang juga!" teriak kepala koki senang.


"Kau, apa kau bisa membawa Halley juga yang lain ke tempat yang aman?" tanya Wethleys sembari menoleh ke arah Ellios. Pria berambut pirang keemasan itu mulai terdiam, tapi, ia kembali menganggukkan kepalanya.


"Yah, tuan, akan saya pastikan mereka berada di tempat yang aman"


Dengan cepat, Ellios langsung berlari ke arah kami, menarik cepat sihirnya. Berbeda dengan, Wethleys mulai mengerakkan lehernya ke kiri juga ke kanan, seakan-akan sedang mempersiapkan dirinya sebelum melakukan sesuatu.


Terlihat para penjahat itu mulai mengepung kami semua, tapi Ellios terlihat begitu tenang, lalu menoleh ke arah Wethleys yang perlahan mulai menarik ujung pedangnya.


"Haha, kini, kau akan mati anak kecil!" ejek kepala koki sombong.


"Bos, kami sudah melumpuhkan para ksatria di sini, kita pasti akan menang!"


"Haha, yah, ngomong-ngomong, aku punya sedikit hadiah, siapapun yang berhasil memenggal kepala mereka semua, akan ku berikan hadiah yang sangat ma-"


"Menarik."


SRAAAHHH-!!


Tepat pada saat itu juga, terasa jelas asa sebuah manna yang cukup besar mulai berterbangan di dekat kami. Aku mulai, membalikkan tubuhku. Gila, Wethleys baru saja mengunakan sihirnya, dia sedang tidak bermain-main.


"Aku juga ingin memenggal kepala mu sekali saja."


TAPS-


"Hei, aku juga ingin bermain hari ini!" teriak Bleszynski bersemangat. Hah, apa?! teriakku kaget sembari menatap heran ke arah anak laki-laki yang sedang memeluk tubuhku ini.


"Haha, bisa apa kau anak kecil?" ejek para penjahat itu dengan nada mengejek. "Hum, aku rasa, aku bisa begini!!"


BUAKSSS-!!


Tanpa aba-aba, Bleszynski langsung menendang wajah pria itu dengan kakinya. Seakan-akan, sedang berada di telah latihan, ia terlihat tidak takut sama sekali.


BUAKSSS-


Tubuh pria itu langsung terjatuh di atas lantai, membuat semua orang di dekat kami, mulai melangkah mundur. "Haha, takut yah, pak tua?" ejek Bleszynski ceria. "Ka..kau.. mengapa serangan anak ini kuat sekali..." ucap pria itu kesakitan sembari berdiri dari atas lantai. Terlihat, mereka semua mulai melirik satu sama lain, memasang wajah ragu untuk melawan kami.


Bagaimana tidak, saat ini, kami berada di posisi yang cukup baik. Terlebih lagi, Bleszynski, dia memiliki kemampuan bertarung dan bertahan yang sangat baik.


Kepala koki mulai memasang wajah kesal.


"Cepat, kenapa masih berdiam diri saja, cepat serang mereka!!" teriak kepala koki marah, sembari mendorong cepat tubuh orang di samping itu.

__ADS_1


Dengan cepat, para penjahat itu langsung berlari ke arah kami semua. "Huh, ayo kita selesaikan ini semua, orang-orang tak berguna!!" teriak Wethleys sembari tertawa senang.


"Hum... Tapi, gadis itu tak bisa ku uji sekarang. Mungkin, di kesempatan lain saja."


TAKSSS-!!


.........


"Haha, lawan aku jika kau bisa!" teriak Bleszynski ceria, mulai menghindari semua serangan itu dengan mudahnya. "Chk, terima serangan ini anak kecil!" teriak perempuan cantik di dekat kami. "Astaga, kau cantik sekali!" ucap Bleszynski terpesona. Hoi, apa yang sedang kau lakukan?! teriakku marah dalam hati. Dengan cepat, aku langsung menundukkan kepalaku. Sebelum, pukulan itu akan mengenai kepalaku.


BUAKKKKKKK-


"Hoeekk-!!"


"Tuan muda!!" Dengan cepat, Halley langsung memasang wajah kaget, berlari ke arah kami. "Astaga, tuan muda, apa kau baik-baik saja?!" teriak Halley khawatir.


"Haha... kau cantik sekali, malaikat ku..."


Apa yang sedang kau bicarakan ini Bleszynski, ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan hal ini pikirku sembari memukul cepat ujung kepala ku.


"Ti..tidak, tuan muda, kau terluka!" teriak Halley kaget.


Tap... tap...


"Mati kau, pelayan rendahan!" teriak perempuan itu marah.


Dengan cepat, Halley langsung membalikkan tubuhnya, melempar tendangan bebas yang langsung menabrak cepat wajah perempuan itu.


WHAATT-?!!!!!


Dengan cepat, aku berteriak kaget, tak percaya dengan apa yang baru saja ku lihat tadi.


"U..uh... sakit sekali"


"Terima ini, perempuan jahat!" teriak Halley marah sambil berlari cepat, lalu melompat sangat tinggi ke arahnya.


"Hah, apa?"


BUAKKKKKKK-!!


"Halley, apa kau baik-baik saja!!" teriak Ellios dari kejauhan dengan wajah khawatir.


"Ciuh- Dasar perempuan ****!!" teriak Halley marah sembari memasang wajah kesal.


"A...ah..." Terlihat Ellios memasang wajah syok mendengar ucapan yang baru saja ia dengan dari Halley. Tak sadar dengan situasi, terlihat orang lain mengunakan kesempatan ini untuk menyerang Ellios. "Ellios, belakang mu!" teriak Halley cepat sembari meraih sapu taman di dekatnya.


"Apa?!"


SRAKKKKK-!!


Dengan bar-bar nya, Halley langsung melempar sapu itu ke arah sana.


BUAKKK-!!


Gila, tepat sasaran! teriak ku kaget. "Ah, terima kasih Halley!" teriak Ellios sembari mengangguk-anggukkan kepalanya berkali-kali.


"Haha, yah!"


BUAKKKKKKK-!!


Sembari tertawa ceria, Halley langsung menghajar orang yang sedang berdiri dibelakangnya.

__ADS_1


Astaga, se..sejak kapan Halley ku yang ramah itu menjadi seperti ini?!!! teriak ku tak senang dalam hati.


...Bersambung......


__ADS_2