Olympic Participants

Olympic Participants
Percikan api.


__ADS_3

...~Happy Reading~...


.........


"He.. hentikan-" Sahut Bleszynski serius.


"Ha-" Anak itu mulai tertawa kecil, melangkah ke arah ku sembari mencekik kuat leher Bleszynski. "A... aku katakan... hentikan."


Aku terdiam, tak dapat berkata-kata apa-apa, tapi kedua kaki ku terus melangkah mundur. Mau bagaimana juga, aku tak akan mati di sini. Pasti, ada yang dapat aku lakukan saat ini sahutku lagi.


"O..ohok... tak akan aku biarkan..."


SRAHHHH-


Dengan cepat, sebuah api besar terlempar kuat ke arah kami, membuat anak itu langsung melompat menghindari serangan itu. Melihat kesempatan itu, Bleszynski langsung melepaskan tubuhnya dari cekikan itu, lalu melempat tubuh anak itu ke arah perapian.


BATSSS-


"A..aku berhasil!" teriak Bleszynski senang.


"Ti...tidak mungkin..." berbeda dengan reaksi Bleszynski yang terlihat senang. Wethleys memasang wajah tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. "Huh?" Bleszynski mulai menoleh ke arah depan.


DEG.


"A..apa...?"


"K..khukk... hu..huhu..."


Apa yang telah terjadi? pikirku terdiam, memasang wajah heran, mulai melangkah kecil ke arah depan. Dan dapat ku lihat dengan kedua mataku, tak mungkin! teriak ku kaget dalam hati.


"Huhu... kau kira, dapat mengalahkan ku hanya dengan sihir level rendah seperti ini?"


Ba.. bagaimana bisa dia menahan serangan itu hanya dengan salah satu tangannya?! teriak ku lagi. Sadar dengan apa yang terjadi, Bleszynski langsung menarik tubuhku dan berlari dari sana.


"Wethleys, lindungi aku, dia menginc-"


SRAHHHH-


Baru saja berbicara sejenak, anak itu sudah berlari ke arah kami, bersama sihir yang baru saja ia tahan itu. Mustahil, apa dia baru saja hendak melempar sihir itu pada kami?! teriak ku kaget.


SRINGGGG-


"Tidak!!" teriak Wethleys cepat, langsung berdiri di hadapan kami, memasang dinding pelindung.


BATSS-


"W.. Wethleys..."


"Hok... ohok..."


DEG-


Ku lihat tetesan darah mulai mengenai ujung lantai. Aku terdiam, tapi orang itu manis mengejar kami. "Pergi... ohook-!!"


"Wethleys, berpegangan dengan ku, aku pasti akan menolong mu, jadi-"


"Aku bilang pergi!!" teriak Wethleys serius, menatap tajam ke arah Bleszynski.


Anak ini, dia sedang tak bermain-main.


BUAKK- BUAKKKKKKK-!!


"Haha, mau sampai kapan kalian bersembunyi di sana!" teriak anak berjubah itu dari balik dinding pelindung.


Bleszynski mulai melangkah mundur, memasang wajah ragu. Aku yakin, anak ini sadar, temannya ini sedang berada di posisi yang sangat sekarat.


"Cepatlah, aku tak akan bisa menahan serangannya lebih lama lagi!" teriaknya cepat.


"Chk, kau kira aku ini bodoh!" bentak Bleszynski marah. "Kau yang bodoh!" teriak Wethleys lagi.


Astaga, kalian berdua masih sempat-sempatnya bertengkar? sahutku dalam hati. Kalau begini terus, kita kabur saja bersama, kenapa susah sekali sih?! teriakku marah dala. hati.

__ADS_1


BUAKKKKKKK-


"Apa?!" teriak Wethleys kaget, sembari menoleh ke arah depan.


Terlihat jelas, pelindung ini langsung hancur berkeping-keping karena pukulan anak itu.


Tanpa basa-basi, sebuah tendangan cepat mengarah ke arah kami bertiga. Tapi, Wethleys langsung menahannya. "Akhh, kau memang payah sekali!" teriak Wethleys marah.


"Khiiak-"


Melihat Wethleys menahan tendangan bebas itu, Bleszynski kembali beraksi dengan tinju pada tangannya. Kali ini, aku yakin sekali mengapa Wethleys bersikeras meminta Bleszynski untuk pergi. Anak ini... dia keras kepala sekali pikirku tak senang.


"Hoii!"


BUAKKKKKKK-


"Hah?"


Tunggu, mengapa kini tubuh Wethleys yang-


"Khooekk-"


Dengan cepat, Bleszynski langsung memukul wajah Wethleys karena tarikan tiba-tiba anak itu. Membuat posisi anak berambut merah itu mengantikan posisinya. "Tidak!" teriak Bleszynski kaget, sembari menatap kaget ke arah tangannya.


Ia baru saja memukul orang yang salah.


"Ke..kepar*t, mengapa kau memukuli ku!" teriak Wethleys marah. Dengan cepat, ia langsung melempar pukulan bebas ke arah kami. Kyaa, jangan aku! teriakku cepat dalam hati sambil menundukkan kepalaku.


BUAKKKKKKK-


"Ohook-"


Sesuai tebakan ku, Wethleys tidak sedang bercanda tadi. Ia sedang marah besar karena pukulan Bleszynski sebelumnya. "Mengapa kau memukuli diriku!" teriak Bleszynski marah.


"Kau yang memukul wajah ku, bajing*n!!"


SRAHHHH-


Dengan cepat, aku mulai berteriak, berusaha untuk memberitahu mereka berdua. "Chithuu!!" teriak ku cepat sembari menunjuk ke arah sana. Tapi, mereka berdua masih terus berdebat. Astaga, ini bukan arena debat, ini tempat bertarung. Kepar*t, aku tak mau mati di sini teriakku kesal, mulai mengarahkan tangan ku ke kanan berulang-kali.


PLAKKKKK-


Eh?


Tanpa sengaja, tanganku itu justru memukul wajah Wethleys yang sedang berdiri di dekat ku.


"Apa yang sedang kau lakukan, Charlotte." tekan Wethleys kesal.


"Lihat, dia saja setuju!"


BUAKKKKKKK-


Baru saja berbicara, anak berjubah itu sudah melompat tinggi ke arah kami. "Kyaaaaaa-!!" teriak ku cepat, tak memperdulikan wajah marah Wethleys.


Bleszynski yang mengikuti arah tanganku, kini sadar apa yang sesungguhnya sedang terjadi.


"Wethleys, menjauh!" teriak Bleszynski, mendorong cepat tubuh Wethleys ke arah belakang.


BUAKK-


"Kepar*t, apa yang sedang kau lakukan!?" teriaknya marah.


"Heh, kau kira kau akan menang hanya dengan tendangan seperti itu?!" sahut Bleszynski sembari tersenyum kecil.


HAPP-


Dengan cepat, ia melompat tinggi lalu menahan serangan anak itu hanya dengan salah satu kakinya. "Apa?" ucap Wethleys kaget sembari menatap ke arah atas.


"Terima ini, anak kecil."


BRUAKKKK-

__ADS_1


Hanya dengan satu arah tendangan, tanpa basa-basi, Bleszynski langsung mengarahkan tendangan nya ke arah bawah, membuat tubuh anak itu terjatuh tepat di atas lantai. Dan kali ini, Bleszynski tak sembarang mengunakan cara bertarung.


BRAK-


"Kesempatan!" sahut Wethleys cepat, mulai mengarahkan pedangnya ke arah sana.


"Hiakkk-"


Tepat pada saat itu juga, Bleszynski mulai berlari ke arah sana bersama tendangan keduanya, membuat ku sadar ini ide yang buruk.


Tidak, jika kalian bertarung bersama seperti ini bisa-bisa...


Dengan cepat, anak itu langsung melompat tinggi menjauh dari sana. "Apa?!" teriak mereka berdua kaget.


BRAKKKK-


Dan.


Untuk yang kedua kalinya, kini tubuh Wethleys terlempar ke arah dinding dengan sangat kuat, nasib baik pedang miliknya tak mengenai kami berdua.


SR..SRAK...


Wethleys mulai memegangi ujung lengannya yang kesakitan.


"We.. Wethleys, maafkan aku, aku tak bermaksud begitu!" teriak Bleszynski cepat, memasang wajah ketakutan.


"Chk-" Terlihat jelas, Wethleys menatap kesal ke arah kami berdua, kembali meraih ujung pedangnya. Sepertinya, ia sadar jika Bleszynski memang akan menyerang anak itu bersamaan dengannya. Tapi, ini bukanlah film-film action dimana kita dapat menyerang satu orang secara bersama seperti itu.


Dan aku sadar, sebelum akan terkena serangan Bleszynski, Wethleys melempar ujung pedangnya ke arah lantai untuk tak melukai kami berdua.


"Kau berdiam diri saja di sana."


"Anak ini milik ku." tekan Wethleys serius.


BRUAKKKK-


"Khooekk-"


Baru saja melangkah beberapa langkah, tubuh Wethleys kembali terlempar ke arah langit-langit karena pukulan tiba-tiba anak berjubah itu. "We... Wethleys!!"


Ha..haha... dengan ini, aku resmikan, Wethleys adalah karakter novel yang paling tak beruntung di sini pikirku singkat sembari tertawa kaku dalam hati.


BRAKKK-


"Aku tarik kata-kata ku, serang anak itu, khoek..."


Hah, dia kembali tak sadarkan diri? Sahutku kaget dalam hati. Cepat sekali, padahal dia baru saja bangun dari pingsannya itu.


"Hei, mengapa kau tidur, ini bukanlah waktu yang tepat!!" teriak Bleszynski marah.


SRAHHHH-


"Huh?"


BRAKKK-


Nasib baik, Bleszynski sadar dengan serangan tiba-tiba itu. "Tidak lagi, aku akan mengakhiri ini semua!" ucapnya serius, mulai menarik cepat meja besi yang letaknya tak jauh dari kami berdua.


KR...KRETEKKK-!!


Tak... tak mungkin, dia baru saja mematahkan tiang besi itu hanya dengan salah satu tangannya?!


"Kau mau pakai cara kasar bukan? Akan aku pastikan kepala ku akan rusak setelah ini..."


Hah, apa?


"Maksudku, kepala mu akan rusak setelah ini." sahut Bleszynski lagi.


Astaga, masih sempat-sempatnya anak ini salah merangkai kata-kata. Aku rasa, setelah ini dia harus lebih banyak mempelajari ilmu pengetahuan dasar, dibandingkan menghabiskan semua waktunya untuk bertengkar dengan orang-orang di desa.


...Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2