
...~Happy Reading~...
.........
"Apa?! Jadi, kau bekerja sebagai seorang pelayan di tempat mengerikan ini?!" teriak Cecilia cepat, tak mempercayai ucapan Halley.
Melihat reaksi tak percaya perempuan itu, Halley mulai tertawa kecil, wajahnya terlihat sedikit canggung. "Haha, yah... aku memang bekerja di sini... kau tahu, aku memang ingin bekerja di kediaman bangsawan Marquez sejak awal..." balas Halley singkat.
BRAKKK-!!
Dengan cepat, perempuan itu langsung memukul pegangan kursi di dekatnya.
"Bagaimana bisa?! Kau putri keluarga Lutch, seharusnya sekarang kau sedang berkeliling di desa atau mungkin mencari pria tampan!" teriaknya marah.
Heh, sejak kapan mereka berdua menjadi dekat seperti ini? Aku baru tahu, Halley memiliki kenalan penting seperti Cecilia.
"Khooekk-!!"
"Hei, berhenti mengikat talinya terlalu kencang, bisa-bisa aku akan lumpuh setelah ini!" teriak Bleszynski cepat. "Ahh, maafkan saya, tapi jika saya tidak melakukannya, bisa-bisa Anda tak dapat berdiri dengan tegak nanti" balas Ellios kaget.
"Huhu... ini menyakitkan sekali..."
Yah, setelah kejadian tadi, hampir kami semua di kirim ke taman di tekat kediaman Marquez.
Sesungguhnya, kerusakan di sini tak seburuk yang ku duga kemarin. Hanya area di dekat kami juga ruang tamu lah yang paling kacau. Itu karena, hampir separuh pemberontak berada di dekat area kawasan kami berada.
Lalu, sisanya pergi membuat kekacauan di tempat ini.
Wethleys sempat melawan cukup banyak pembunuh bayaran sebelumnya. Tapi, ia terluka parah setelahnya. Karena salah seorang dari mereka adalah penguna sihir gelap. Dan yah, karena anak itu muncul, kerusakan di sana jadi tambah kacau.
Nasib baik, sepertinya tuan Marquez tidak terlalu memikirkan hal ini. Jika saja, ia bertindak lebih jauh. Ku rasa, akan terjadi kekacauan besar lainnya.
"Tuan muda, silahkan diminum obat herbal, kondisi tuan muda sedang tidak stabil"
Ku lihat, anak laki-laki berambut merah itu hanya memasang wajah lesu. "Ah, yah, terima kasih banyak" balasnya singkat sambil meriah gelas minuman yang berisikan minuman penambah energi. Sesungguhnya, aku sedikit penasaran, mengapa ia begitu bertekad untuk menangkap makhluk tadi.
Padahal, awalnya ia berniat untuk membunuh anak itu. Apa itu pengaruh dari ucapan langsung Cecilia yang memintanya untuk tak membunuh anak itu?
"Hei, hei, aku dengar di gerbang kanan terjadi kekacauan yang sangat besar!"
"Ah, yah, aku juga mendengar hal itu dari para pelayan ku. Hampir semua orang di sana tak ada yang selamat"
Hum, apa yang sedang mereka bicarakan?
Dengan cepat, aku menoleh ke arah belakang, menatap diam ke arah para bangsawan yang sedang berbisik-bisik di dekat sudut taman.
.........
"Benar, aku kehilangan salah seorang ksatria terbaik ku, ini semua karena tuan Marquez. Ia tak mampu mengurusi hal ini dengan cepat"
"Hei, bukankah pihak kerajaan sudah mengirimkan pasukan bantuan?"
"Ku rasa, raja tak mengirimkan pasukan terbaiknya. Ku dengar, itu hanya sekumpulan ksatria di bimbingan pelatihan saja. Ku rasa, raja berniat untuk mempermalukan tuan Marquez"
Hum, pantas saja. Saat para ksatria itu datang, mereka terlihat ragu sekali untuk maju melawan anak kecil tadi. Padahal, hanya satu pengguna sihir gelap saja. Tapi, mereka sama sekali tak bernai untuk maju. Kami jadi kesulitan untuk melawan karenanya.
.........
"Haha, menyedihkan sekali. Sepertinya, keluarga bangsawan Marquez akan hancur karena kerusakan ini. Raja sudah membuang mereka, haha!!"
__ADS_1
DEG-
Dengan cepat, aku langsung menatap kesal ke arah sana. Berani-beraninya mereka menghina gelar bangsawan ku. Meskipun, aku sama sekali tak pernah menemui ayah dari anak ini. Tapi, tetap saja. Darah keluarga bangsawan Marquez masih mengalir di dalam pembuluh darahku.
Sembari turun dari dudukku, aku mulai melangkah marah ke arah sana.
"Hei, dasay meyebay-"
PLAKKKKK-!!
Hugh? Baru saja, aku hendak berteriak marah. Aku lihat, seorang perempuan berparas cantik datang entah darimana asalnya, langsung menampar wajah orang yang baru saja menghina tuan Marquez. Sembari memasang wajah marah, ia mulai berteriak keras di sana.
"Berani-beraninya, kau menghina kakak ku, jaga ucapan mu!" teriaknya cepat, sembari menampar salah seorang yang lainnya.
Siapa lagi perempuan ini?
"Astaga, itu nona muda Zenith, saya harus menghentikan kekacauan ini" Dengan cepat, Halley beranjak dari duduknya, berlari ke arah sana sembari memasang wajah kaget. "No... nona, tolong tenangkan diri anda"
"Jangan ganggu aku, dasar pelayan!"
BUAKKKKKKK-!!
"Kyaa!!"
"Astaga, Halley!!" Teriak Cecilia cepat sambil berlari ke arah kemari.
"Dasar makhluk rendahan, berani-beraninya kau mengejek kakak ku, mati kau, sial*n!"
Terlihat jelas, perempuan itu langsung meraih pegangan kursi besi di dekatnya, hendak melemparkannya ke arah mereka.
HAPPS-!!
Terlihat jelas, seseorang melangkah kakinya ke arah sini, menahan cepat tubuh Halley sebelum akan terjatuh. "Zenith..."
"Enyahlah kalian!!"
BRAKKKK-
"Huh?" Dengan cepat, perempuan itu langsung menoleh ke arah belakang. Tangannya baru saja ditahan oleh sesuatu.
"Hentikan Zenith, tuan Marquez tak akan senang mendengar hal ini."
Pria itu menatap dengan datar ke arahnya, tapi perempuan itu semakin marah setelah tahu siapa yang baru saja mengehentikan langkahnya. "Apa yang sedang kau lakukan?!" teriaknya marah.
TREKK-!!
Perempuan itu terus mengerakkan tangannya, berniat untuk menarik kembali kursi tersebut.
Tapi, tangannya sama sekali tak dapat melakukan hal itu. Seakan-akan, ada sesuatu yang kuat sedang menahan kursi tersebut.
"Chk, mengapa kau terus saja menggangu ku!"
BRUAKKKK-!!
Dengan cepat, perempuan itu langsung melempar kursi tersebut kearahnya, pria itu hanya menahan kursi itu dengan mudahnya.
Sembari, menatap kesal ke arahnya, perempuan itu mulai membuka suara.
"Huh, nasib baik, kali ini tuan Vermillion ingin menyelamatkan kalian. Jika, tidak-"
__ADS_1
"Tamat sudah hidup kalian." tekannya serius, sembari menatap ke arah para bangsawan yang sedang tersungkur ketakutan di dekatnya.
"Hugh-!" Dengan cepat, perempuan itu kembali melangkahkan kedua kakinya dari sana bersama dengan para pelayannya. "Cepat bawakan aku minuman, aku sangat haus!" teriaknya marah.
Srak...
Sembari menghela nafas panjang, pria itu mulai meletakkan kursi itu ke tempatnya semula.
Tapi, ia masih memberikan tatapan tak senang, aku sadar, ia sedang menahan amarahnya tadi.
"Haduhh, nyaris sekali tadi..."
"Aku heran sekali, mengapa perempuan mengerikan itu masih berada di sini!"
Pria itu mulai melangkah kedua kakinya, membantu para bangsawan tadi untuk berdiri. Melihat hal tersebut, mereka mulai bertingkah seperti mereka adalah korban.
"Aduh, terima kasih banyak tuan, jika saja tak ada anda mungkin kami sudah terluka parah, haha..."
"Haha, yah, benar sekali, tuan muda..."
Belum selesai berbicara, pria itu langsung memberikan tatapan dingin, sepertinya mereka salah mengira. Ia sama sekali tak berniat untuk membantu ataupun melindungi mereka sejak dari awal. Ia hanya tak ingin melihat kekacauan lainnya setelah kejadian sebelumnya.
"Kalian."
"Jika, kalian mengulangi kejadian ini lagi, aku tak akan segan-segan." tekannya serius.
DEGG-
Dengan cepat, mereka semua langsung terdiam ketakutan mendengar kata-katanya tadi.
"Ba.. baik, tuan muda Vermillion..."
Sembari menatap dingin ke arah mereka, pria itu mulai melepaskan uluran tangannya.
"Haha, baiklah kalau begitu, tuan-tuan sekali sudah boleh pergi dari sini, saya masih ada urusan di sini..." ucapnya pelan.
"Ya... yah, tuan muda. Kami permisi terlebih dahulu..."
Woahh, aku tak salah lihat kan? Ia baru saja mengusir para bangsawan itu.
Aku tahu, ini terdengar sedikit kurang baik. Tapi, aku ingin sekali perempuan tadi melempar kursi besi itu ke arah mereka. Sayang sekali, hal itu tidak dapat ku lihat sendiri. Padahal, akan sayang menyenangkan sekali rasanya jika aku melihat sekumpulan para bangsawan itu dipukuli oleh perempuan tadi.
Sembari memasang wajah sedih, aku mulai berlari ke arah Halley yang sedang terpaku kaget itu. "Hayyeh!!"
"Ah, nona muda, anda pasti kaget, maafkan Halley yah" ucapnya singkat sambil meraih tubuhku dengan wajah ketakutan. Sepertinya, ia kaget karena kejadian tadi. Aku sempat melihat tubuhnya di dorong oleh perempuan tadi.
"Hehe, tydak apa-apa!!" balasku ceria.
"Halley, apa kau baik-baik saja?" tanya Cecilia khawatir. "Ah, aku baik-baik saja..."
"Astaga, kau membuat ku khawatir. Mengapa kau pergi ke sana tanpa berpikir panjang. Bagaimana jika kau terluka?" Halley hanya dapat memasang tawa kecil, sepertinya ia tak merasa ada yang salah tadi, karena ia hanya terdorong sejenak saja. "Hehe, tenanglah, aku tidak terluka sama sekali" balasnya pelan.
"Kau ini, seharusnya jika ada kejadian seperti, kau meminta bantuan padaku..." Baru saja, hendak berjalan pergi dari sana. Ku dengar suara langkah kaki mulai mengarah ke arah kami. Sepertinya, aku tahu, siapa orang ini.
Tap... tapp...
"Astaga, kalian pasti kaget. Maafkan saya atas sikap nona Zenith sebelumnya..."
Huh? Jadi dugaan ku benar?
__ADS_1
"Apa anda baik-baik saja, nona muda?"
...Bersambung......