
...~Happy Reading~...
.........
Cahaya langit yang terus mengenai badan ku. Tanpa hentinya membuat kepala ku memikirkan sesuatu. Alur ceritanya berubah atau memang ini hanya masa-masa sebelum itu terjadi?
Di dalam pangkuan Halley, aku hanya dapat terdiam memikirkan itu. Setiap lorong yang kami lewati, selalu menjadi pertanda untuk ku. Aku terus memikirkan masalah baru yang bahkan belum pasti akan terjadi.
Wethleys hanya terus berjalan mengikuti kami.
Melihat semua para pelayan yang terlihat begitu sibuk. Kami sedang berada di kawasan para pelayan bekerja. Beberapa dari mereka memberikan hormat kepada kami. Aku hanya dapat memasang tawa kecil. Mereka semua terlihat begitu sibuk, tapi masih sempat-sempatnya bertengkar mengenai taplak meja.
Tapi, ketika kami bertiga mulai melewati seseorang. Aku menyadari sesuatu.
Tunggu, apa aku salah lihat? Pikir ku terdiam sambil melihat ke arah belakang. "Halley..." ucap ku sambil menarik pakaiannya. Nampak, Halley menatap ke arah ku.
"Ci..apa!"
Aku harus memastikan siapa orang yang baru saja kami lewati. Dengan cepat, aku mulai menunjuk ke arah belakang. Halley pun mengikuti arah yang ku tunjuk. Seorang pria yang berpakaian rapi dengan jubah ksatria nya.
"Ah, bukankah itu Cross?" Tutur Halley.
"Hah, Cross ada di sini?" Nampak Wethleys memasang wajah keheranan. "Bukankah dia seharusnya ada di perbatasan?" Dengan cepat, pria itu menyadari kehadiran kami. "Cross, apa yang sedang kau lakukan di sini, apa terjadi sesuatu di perbatasan?" Tanya Wethleys singkat. "Ah, tidak. Aku hanya di minta kembali oleh kaisar" Balasnya singkat.
"Kembali? Bukankah kau-"
"Cross, ketua mencari mu!" Teriak beberapa pelayan dari kejauhan. "Ah, aku harus pergi, aku harap kalian semua menikmati pestanya" balasnya singkat sambil berjalan pergi dari sini.
"Ada yang salah, Halley, apa kau mendengar rumor dari daerah perbatasan?" tanya Wethleys sambil menatap ke arah kami. "Aku tidak mendengar apapun, hanya rumor-rumor kecil saja" Balas Halley singkat. Hum, kenapa anak kecil ini tahu banyak sekali masalah kerajaan?
Apa dia sering datang ke istana? Pikir ku lagi.
"Halley, ini cokelat nya! Kau minta buatan ku, bukan?" Baru saja, aku ingin memikirkan hal itu. Sudah tercium bau khas yang sering aku hirup sekarang-sekarang. Cokelat keluaran baru! Teriak ku senang dalam hati.
"Cokelat?" Nampak, Wethleys memasang wajah heran.
"Haha, apa tuan muda ingin mencobanya? Ini cokelat kesukaan nona Charlotte" balas Halley sambil memasang tawa kecil. Berikan cokelat ku sekarang juga! Aku tidak mau membagikannya dengan Felix! Bisa-bisa aku tidak kebagian jatah lagi pikir ku marah.
"Astaga, nona muda sangat menyukainya yah! Saya sangat terharu!" ucap pria itu senang. "Hum! Ca...Chu mauw... Cang.. chini!!" teriak ku senang.
Dengan cepat, pria itu pergi dari sini, lalu kembali sambil membawa sekantong penuh cokelat buatannya. Wu..Wuah, banyak sekali! teriak ku dalam hati. "Ambillah semua cokelat ini nona Charlotte! Saya sangat terharu dengan wajah senang nona ketika memakan cokelat buatan saya" Ucapnya senang sambil memasang wajah terharu.
"Hehe, ma'acih!" teriak ku senang.
Kami bertiga pun, mulai berbincang sejenak dengan koki muda itu. Usianya tidak berbeda jauh dengan Halley. Dan jika ku lihat-lihat, sepertinya hubungan mereka cukup bagus.
Sedari tadi, aku dapat mendengar tawa kecil di antara mereka berdua. Woah, apa mereka sungguh-sungguh hanya sebatas teman biasa saja? pikir ku terdiam. Aku yang mulai merasa bosan dengan percakapan orang dewasa ini mulai melihat ke sekeliling tempat ini. Wethleys sedang asik mencicipi satu persatu hidangan di sini.
Heh, apa yang sedang dia lakukan. Wajahnya terlihat begitu senang ketika memakan satu persatu hidangan tersebut. Haha, ketahuan juga kau anak kecil. Kau tak jauh berbeda dengan adik laki-laki mu. Kalian berdua menyukai makanan manis.
__ADS_1
Tunggu, sebentar. Bukankah itu hidangan yang sangat pahit dan tidak enak itu? pikir ku terdiam. Ti..tidak, di..dia memakannya! teriak ku kaget dalam hati. Masih teringat jelas bagaimana rasa pahit yang tiada hentinya itu mulai membuat indra perasa ku kesakitan untuk sehari penuh. Bahkan, semua camilan manis yang ku makan hari itu tidak memiliki efek sedikitpun untuk mengurangi rasa pahit itu pikir ku terdiam ketakutan.
Hum? Dia terlihat biasa saja. Sejenak, dia sedikit memasang wajah heran, lalu mendatangi kami sambil membawa piring hidangan tersebut. "Hey, Halley, hidangan apa ini? Aku belum pernah merasakan rasa ini sebelumnya" potong Wethleys singkat.
"Ah, tuan, anda sedang mencoba masakan di sini yah?" Tanya Halley kaget. Hah, kau terlalu sibuk bercanda ria, Halley. Kau membiarkan tuan bangsawan ini sendirian mencoba semua masakan di sini. "Yah, aku sedikit bosan menunggu kalian berbincang-bincang, jadi ku putuskan untuk mencicipi masakan di sini" balas Wethleys singkat.
"Ah, kalau begitu, maafkan saya telah membuat tuan menunggu dari tadi" Nampak, Halley mulai memasang wajah bersalah. "Tidak apa-apa, lagipula kau sudah sering menolong ku untuk beberapa hari ini. Jadi, apa nama hidangan ini?" Serius, kenapa orang ini menanyakan nama makanan yang tak enak itu pikir ku tak senang.
"Hah, tuan mencicipi masakan itu!?" Terlihat jelas, pria berpakaian rapi itu memasang wajah kaget. "Hum, jadi apa nama masakan ini?" Tanya Wethleys singkat. He..hei, apa kau tidak terlalu memaksa diri. Jangan katakan kau suka hidangan pahit itu ucap ku dalam hati sambil memasang tawa canggung.
"Sesungguhnya, aku kurang tahu masakan ku, adik perempuan ku selalu membicarakan itu" Ungkapnya sambil memasang wajah datar. "Haha, bukankah kau harus senang dengan masakan buatan Riana?" ucap Halley sambil memasang tawa kecil. "Hah, aku sangat-sangat tidak suka caranya memasak. Dia terlalu monoton, bahkan rasa masakannya terlalu pahit untuk ku"
Woah, benar! Benar sekali, koki cokelat! Aku sangat-sangat tidak menyukai masakan pahitnya itu. Tunggu, jadi hidangan ini masakan adik perempuan mu? pikir ku terdiam. "Hum, rasanya memang pahit, tapi aku sudah terbiasa. Lagipula, rasanya tidak seburuk itu" Ucap Wethleys singkat. "Haha, tuan muda benar sekali, Halley juga sangat menyukai rasa unik masakan ini" Balas Halley singkat.
Wah, Halley juga memakan masakan ini!? teriak ku kaget dalam hati. "Hah, tidak-tidak, aku memang tidak suka masakannya" potong pria bertubuh tinggi itu. Dia sesekali memasang wajah tak senang. "Kau sedang mengejek masakan ku yah?"
Muncul, seorang gadis berpakaian khas koki sedang membersihkan tangannya di dekat kami. "Khakk-!? Se..sejak kapan kau berada di sana!?" Teriaknya kaget. "Kau kira aku bodoh, sampai-sampai tidak tahu pembicaraan mu itu?" Lanjutnya singkat. "He..hei, Riana, jangan katakan kau akan memukuli kepala ku dengan sapu sehabis jam pulang kerja"
"Bukan hanya kepala mu yang ku pukuli, akan ku pastikan tangan mu, tak akan dapat membuat cokelat manis kesayangan mu itu" Tekannya dingin. Pfft- haha, gadis ini lucu sekali. Aku suka caranya berbicara. "Cha..Chi cuka!" teriak ku senang sambil memasang tawa kecil.
"Ah, apa anda nona Charlotte yang terkenal dengan julukan putri kita yang paling cantik di kerajaan ini?"
Heh? Darimana dia tahu panggilan tak masuk akal itu pikir ku tak senang. "Haha, kau bisa saja Riana, iya, Ini nona muda Charlotte" Balas Halley singkat. "Kalau begitu, senang bertemu dengan anda, nona" ucap Riana sambil memberikan hormat.
"Kalau anak laki-laki di belakang mu siapa?" Tanya Riana. "Wethleys, nama ku Wethleys." Balas Wethleys singkat. "Ah, kakak laki-laki Felix bukan? sebelumnya, anak kecil itu datang ke dapur" Balas Riana datar.
"Tunggu, jangan katakan jika anak laki-laki yang mencari masalah tadi adalah putra bungsu tuan besar Gartreny!?" Teriak jelas koki cokelat itu terlihat begitu kaget mendengar ucapan adik perempuannya. "Haha, yah, dia putra bungsu tuan besar Gartreny, ku dengar, kau memarahinya?"
"Felix, sempat datang kemari?" tanya Wethleys singkat. "Hah, iya tuan muda, dia datang kemari bersama teman-temannya, aku tidak tahu kenapa, anak itu terus mengambil satu persatu coklat buatan ku tanpa henti" Balas koki cokelat sambil memasang wajah syok. Pfft- sudah ku duga.
Anak kecil itu akan mengambil semua cokelat keluaran baru ini. "Aku sudah memintanya untuk berhenti, tapi dia tidak mendengarkan ku, untung saja, seorang pria berpakaian ksatria menghentikan niat buruknya itu"
"Maksudmu, Cross? Dia sudah berada di sini sedari tadi pagi?"
Nampak, Wethleys memasang wajah datar. "Ah, benar, namanya Cross, aku melihatnya sedari tadi sudah berada di ruang dapur" Balasnya singkat. "Dia datang membawakan beberapa bahan masakan. Dia juga membawakan ku bahan masakan yang sangat langkah" potong Riana singkat. "Hah? Dia membawakan bahan masakan?"
Wethleys memasang wajah
keheranan. "Seharusnya, dia berada di perbatasan sekarang, kenapa dia kembali?"
"Ah, lalu, aku melihat seorang pria berjubah datang kemari"
"Ah, maksud mu orang pengantar bahan pangan itu bukan? Aku sudah menemuinya tadi pagi"
"Pengantar bahan pangan? Apa kau sungguh-sungguh yakin? Dia terlihat begitu mencurigakan" ungkap koki cokelat. Halley hanya mendiamkan ucapan rekan kerja nya itu. "Aku rasa kalian semua salah, dia bukan pengantar pangan, aku rasa dia memiliki niat lain" ucap Halley singkat.
"Aku tahu, lagipula pengantar bahan pangan apa yang akan mengenakan jubah di kediaman bangsawan?"
Jubah? Apa ada penyusup? pikir ku terdiam. "Terdengar, masuk akal. Tapi, aku sudah memastikan wajahnya dengan para penjaga. Dia memang pengantar bahan pangan" ungkap Riana singkat. "Hum, apa dia sedang sakit? sampai-sampai menggunakan jubah hitam, itu tidak masuk akal" potong Wethleys singkat.
__ADS_1
Jubah hitam, pengantar bahan pangan...
Kenapa adegan ini terlihat tidak asing bagiku. Tunggu-
Jika, Tamara yang bahkan berasal dari game lain, muncul ke dalam cerita. Apa mungkin ada karakter game lainnya? pikir ku terdiam.
Jika, aku tidak salah. Ada satu Hero game yang memiliki ciri-ciri seperti ini.
"Tenang saja, tak akan terjadi apa-apa. Percayalah padaku" Ucap Riana kesal. "Baiklah, baiklah. Aku percaya, kau menyebalkan sekali hari ini" Ketus koki cokelat. Jika, Cross yang adalah ksatria perbatasan sampai datang kemari. Berarti, ada yang salah dengan jamuan makan ini. Bagaimana jika bahan masakan ini memiliki racun di dalamnya? pikir ku terdiam.
"Hey, antarkan aku ke tempat bahan pangan kalian. Aku ingin memastikan sesuatu" tekan Wethleys singkat.
Ketika, kami hendak pergi ke gudang. Tiba-tiba saja, salah seorang pelayan berlari ke arah kami. "Tuan, tuan muda Wethleys!!" teriaknya dari kejauhan. Wajahnya terlihat begitu ketakutan. "Tu..tuan muda Felix.."
Huh? Apa yang sesungguhnya telah terjadi? pikir ku terdiam. Kami semua mulai memasang wajah keheranan. "Ada apa?" tanya Wethleys sambil melangkah ke depan. "Tuan muda Felix keracunan!!" Teriak pelayan itu ketakutan. Hah? Secepat itukah dugaan ku terjadi? pikir ku terdiam. "Apa!? Apa maksud mu!" teriak Wethleys kaget.
"Be..beliau... dia memuntahkan darah di atas meja makan setelah memakan beberapa masakan para koki kediaman"
"Dan... tabib berkata jika cokelat yang tuan makan mengandung racun..."
"Apa!? Apa kau bilang! Cokelat ku mengandung racun? Berhentilah bercanda, ini bukan waktu yang tepat!" Teriak koki cokelat marah. Hah? Cokelat nya mengandung racun? Apa dia tidak lihat, aku terlihat baik-baik saja setelah memakan sekantong penuh cokelat i-
OHOOOOK-!!
"Ohok.. hok!?" Dengan cepat, aku mulai menutup bibir ku yang tak hentinya terus terbatuk-batuk. Badan ku terasa begitu panas, rasa sakit yang tanpa hentinya terus menusuk tubuh ku. Semua orang mulai menatap kaget ke arah ku. "He... hei, a..apa kau baik-baik sa-"
TSAKKKKK-!!
Huh, a..apa lagi ini pikir ku terdiam. "No.. nona, a..anda keracunan juga!?" Terlihat juga segenggam darah itu mulai mengalir dari bibirku. "Hei, apa yang telah kau masukan kedalam cokelat itu!" Dengan cepat, Wethleys memasang wajah kesal sambil menarik kerah pakaian koki cokelat. "Aku tidak melakukan apapun, jika anda tidak percaya, akan ku makan semua cokelat ini sekarang juga!" Teriaknya marah sambil memakan segenggam penuh cokelat tersebut sekaligus.
Ugh, sa..sakit, a..apa yang telah terjadi...
"Lihat, aku baik-baik sa-"
OHOOOK-!! HOOK-!!
"Alex! Apa kau baik-baik saja!?" Teriak Riana kaget. Ti...tidak mungkin, apa benar cokelat itu sungguh-sungguh mengandung racun di dalamnya teriak ku dalam hati. "Chk, sudahlah, cepat bawa mereka ke tempat tabib dan beritahu semua orang untuk berhenti mengonsumsi cokelat itu!!" Teriak Wethleys sambil memasang wajah kesal.
Para pelayan pun mulai berlarian di sekeliling tempat. Berusaha untuk mengehentikan hal mengerikan ini terus berlanjut. Halley dengan cepat membawa ku ke tempat tabib, di susul Riana yang sedang memapah kakak laki-lakinya. "Sudahlah, aku tidak terima hal ini. Aku yakin, ada yang salah di sini" Tekan Alex kesal sambil mendorong Riana menjauhi tubuh nya.
"Sudahlah, kau harus ke tempat tabib sekarang juga" tegur Halley sambil menarik lengan Alex.
Huh.
Dengan cepat, aku menoleh kearah belakang. Berusaha untuk memastikan sesuatu. Apa aku salah lihat atau baru saja ada seseorang yang mengikuti kami berempat? Perlahan, aku mulai melihat ke arah sekeliling. Tapi, tak ada seorangpun yang terlihat begitu mencurigakan di antara para pekerja di kediaman ini.
Hum, sepertinya, aku salah lihat.
"Khuhuhu, akhirnya ku temukan..."
__ADS_1
"Permata terakhir"
...Bersambung.......