
...~Happy Reading~...
.........
"Alex, berhenti bergerak, kau akan terluka lebih parah!" teriak Riana marah. "Bagaimana bisa, mereka menuduh masakan ku? Aku membuatnya dengan sepenuh hati ku!" bentak Alex. Kami berempat sedang berada di ruang tabib dan yah, hanya ada murid para tabib yang berada di sini.
Awalnya, Halley tak ingin aku yang adalah putri bangsawan di obati oleh murid yang belum resmi menjadi tabib. Tapi, mau bagaimana lagi. Tubuhku terasa semakin memburuk sejak keracunan dan juga mimisan sebelumnya. Dan pada akhirnya, Halley hanya dapat mengizinkan murid tabib mengobati diriku. Dengan syarat, hanya murid terbaik yang boleh mengobati Charlotte.
Para tabib lainnya sedang berada di ruangan lain. Mengobati para bangsawan yang keracunan juga. Karena, tuan Marquez orang yang cukup dingin, ia tidak terlalu memusingkan masalah ini. Tapi, bukan berarti Alex akan baik-baik saja setelah ini. Cepat atau lambat, pria itu akan memutuskan tindakan mengerikan seperti yang ia lakukan.
Mungkinkah, Alex akan mendapatkan hukuman berat seperti pelayan lainnya? pikir ku terdiam. Melihat, tuan Marquez belum bertindak. Aku rasa, kejadian ini belum terdengar ke telinganya. Aku yakin, dia sedang mengurusi pekerjaannya di ruang kerja.
Jika, tidak. Mungkinkah pria itu menyadari sesuatu?
"Nona, minumlah ramuan herbal ini, saya membuatnya untuk nona Charlotte"
Huh? Dengan cepat, aku menoleh ke arah samping, seorang pria muda seusia dengan Halley datang ke arah ku sambil memberikan ku segelas air herbal. Membuat kaget saja, aku kira siapa. Aku masih, berpikir, jika karakter game lain selain Tamara akan datang kemari.
"Ma'acih!" balasku ceria sambil mengambil gelas itu.
Nampak, Halley memasang wajah serius, menatap dalam ke arah gelas ku. Aku yang melihat wajahnya seperti itu. Mulai, bertanya-tanya mengenai sesuatu. Minuman?
.........
Tunggu-
Apa mungkin racun itu!?
"Kau tidak meletakkan racun pada minuman nona, bukan?" tanya Halley singkat sambil menatap tajam ke arah murid tabib itu. "A..apa!? Tidak! Hamba tidak berani!" sahutnya kaget sambil menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku akan mencicipi minuman herbal ini terlebih dahulu" ucap Halley singkat sambil mengambil gelas itu dari tangan ku. Tapi, pikiran ku terus memikirkan hal ini. Tunggu, bagaimana jika minuman di tempat ini mengandung racun? Tentu saja, hampir semua tamu di pesta ini akan meminum air bukan?
Tapi-
Jika, memang begitu. Semua orang sudah pasti akan keracunan sekarang. "Hum, sepertinya ini tidak mengandung racun. Baiklah, kau sudah boleh pergi dari sini" ucap Halley singkat sambil memberikan minuman itu padaku.
Minuman...
Hari ini, aku hanya meminum air putih sebanyak 2 kali, itu karena aku terlalu banyak meminum teh hari ini. Teh milikku memang tidak di hidangkan di acara kediaman ini. Lalu, bagaimana caranya aku dan Felix keracunan?
Aku memang mengkonsumsi cokelat itu, tapi, Kelly juga memakan cokelat itu. Tapi, aku tidak melihat namanya di atas papan tabib. Hanya orang-orang yang terluka ataupun yang tidak sehat akan di tulis di sana. Itu berarti, Kelly dalam situasi baik-baik saja.
Wethleys juga memakan cokelat itu, bahkan jumlahnya tidak berbeda jauh denganku. Hah, apa ada yang aku lewatkan. Apa saja yang telah aku makan hari ini? Cokelat, air putih, teh, juga sarapan pagi yang biasanya selalu aku konsumsi setiap pagi.
Berbeda denganku, Wethleys hampir mengkonsumsi semua hidangan di dapur. Kalau memang makanan di sini mengandung racun. Situasi nya sudah jauh pasti lebih buruk di bandingkan dengan ku.
.........
Tidak, bagaimana jika ada penawar bersamaan dengan racun pada makanan di sini? Jika, cokelatnya memang mengandung racun. Mungkinkah ada penawarannya di hidangan lain? Hidangan yang terakhir kali Wethleys cicipi adalah... masakan pahit Riana.
"Nona, apa nona tidak suka minuman herbal nya?" tanya Halley pelan. Ah, ternyata begitu-!!
Pengantar pagan itu kemungkinan besar memiliki niat tertentu di sini. Tapi, kenapa harus cokelat milik Alex?
Apa karena dendam terselubung? pikir ku terdiam sambil meminum minuman herbal itu. "Hoek! Phayit!" teriak ku kaget sambil menahan rasa pahit dari minuman herbal itu. "Maafkan hamba, hamba terpaksa harus membuat minuman herbal yang pahit, karena nona akan lebih cepat pulih dengan racikan herbal ini" sahut murid tabib itu singkat.
"Haha, tidak apa-apa..." ucap Halley singkat sambil tertawa kecil. "Halley, bagaimana denganmu, apa kondisi mu baik-baik saja?" tanya Riana dari kejauhan. "Ah, yah, saya baik-baik saja" ucap Halley singkat. "Ngomong-ngomong, setelah aku pikir-pikir lagi, aku sempat memakan beberapa cokelat milik Alex" lanjut Halley tersadar. "Tunggu, sejak kapan, kau mencicipi nya!?" teriak ku dalam hati kaget.
__ADS_1
Hampir 1 hari penuh ini aku bersama Halley, aku tidak melihatnya sekalipun mencoba cokelat milik Alex. Ah, benar juga, kami sempat berpisah ketika Wethleys hendak membawa ku ke ruang tabib. "Dan anehnya, aku tidak merasa ada yang aneh pada kondisi ku, Alex, apa mungkin kau membuat cokelat itu di hari yang berbeda?"
"Tidak, aku membuat semua cokelat itu di hari yang sama, kecuali cokelat yang ku buat beberapa hari yang lalu"
Alex mulai memasang wajah lesu. Sepertinya, dia sudah pasrah dengan situasi ini. Mungkin saja, posisinya sebagai koki cokelat akan tercoreng setelah ini.
"Hum, sebelumnya aku sempat teringat, para tamu lainnya juga memakan cokelat buatan mu dan terlihat baik-baik saja..."
"Aku rasa, bahan pangan yang di bawa tadi pagi itu memang sengaja dibawa dari kota lain" ucap Alex singkat. "Tunggu, apa?" tanya Halley kebingungan. "Aku mengecek bahan pangan itu sebelum akan memasaknya, bahan-bahannya memiliki banyak perbedaan dengan bahan yang biasanya ku gunakan"
"Akhh- sudah ku katakan bukan!? Pengantar bahan pangan itu sudah pasti memiliki niat buruk"
"Mengenakan jubah hitam di kediaman bangsawan, apa itu masuk akal!?" teriak Alex marah. Jubah hitam, aku terus memikirkan karakter game Hanmai.. Mungkinkah, dia menyusup di kediaman Marquez untuk membuat kekacauan?
"Riana, kau sudah memastikan orang itu adalah pengantar bahan pangan, bukan?" tanya Halley lagi. "Aku telah memastikannya bersama para ksatria lainnya, dia memang sih pengantar" sahut Riana serius. Hum, sepertinya ada yang salah. "Lalu, apa kau mengecek bahan pangan yang dia bawa? Bisa saja dia menaruh sesuatu pada mereka"
"Aku sudah meminta para tabib mengeceknya, semuanya aman, tak ada yang aneh" lanjut Riana singkat. "Tapi, pengantar bahan pangan itu membawa seseorang"
Huh? Dengan cepat, aku menoleh ke arah Riana dengan wajah penuh keheranan. Membawa seseorang? "Aku tidak sempat mengecek wajahnya, karena sibuk mengurusi bahan pangan itu"
"Katanya, orang itu temannya dari tempat asing"
"Karakter game ini dapat memanipulasi orang-orang di sekitarnya, bahkan dapat meniru suaranya"
.........
"Siapa orang di belakang mu itu?"
"Ah, dia teman ku-"
BRAKKK-
Dengan cepat, aku menjatuhkan gelas minuman herbal itu dari tangan ku. Bagaimana jika, orang itu masih berada di sini? Berkeliling di kediaman Marquez berpura-pura sebagai tamu. Karena, tamu yang datang kemari sudah pasti adalah para bangsawan dan orang-orang penting di kerajaan. Hanya orang-orang yang di undang saja yang dapat menghadiri acara ini.
Tapi, jika dia berpura-pura menjadi pelayan atau pengantar bahan pangan, bisa saja.
Dia akan masuk ke kediaman bangsawan tanpa harus dicurigai lebih jauh.
"Astaga, nona, tangan anda!" perlahan, aku mulai merasakan rasa panas pada tangan kanan ku. Tapi, aku tidak memperdulikannya. Karena, aku harus melakukan sesuatu sebelum orang itu melakukan biar buruknya. Sesuai, tebakan ku, dia memang berada di sini sahut ku dalam hati.
Dengan cepat, Halley langsung meraih kain basah di dekatnya, mendinginkan tangan ku dari air hangat. "Biar hamba obati, tangan nona akan mengalami luka bakar yang cukup parah" sahut pria di dekat itu sambil memperhatikan tanganku dengan seksama. Sepertinya, orang ini cukup handal dalam pekerjaannya.
"Bagaimana dengan kondisi nona? Apa nona Charlotte baik-baik saja?" tanya Halley khawatir.
Astaga, perempuan ini. Bukankah sudah jelas aku baik-baik saja saat ini? pikir ku terdiam sambil memasang wajah tak senang. Tapi, tak heran, jika ia khawatir seperti itu. Tubuh Charlotte memang sangat lemah dalam situasi apapun. Dan karena hal itulah, ia jadi harus mengkonsumsi banyak minuman herbal juga obat-obatan sejak ia masih kecil.
Gadis berkulit putih pucat ini terpaksa harus menahan semua kegiatan kesukaannya sejak tahu ia mempunyai penyakit parah pada tubuhnya.
Jika, di dunia asli ku, biasanya orang-orang menyebut penyakit ini dengan sebutan leukemia. Benar, Charlotte memiliki darah putih jauh lebih banyak dibandingkan darah merah miliknya. Karena, itulah tubuhnya menjadi sangat lemah. Tak hanya itu, dia juga memiliki penyakit mengerikan lainnya.
Tubuh yang lemah. Padahal, keluarga Marquez terkenal dengan putra atau putri bangsawan yang memiliki tubuh yang sehat dan Manna yang kuat. Tapi, lihatlah gadis kecil ini. Tak hanya memiliki tubuh yang lemah, dia juga penyakitan. Meski demikian, aku tak pernah mendengar Charlotte memiliki Manna yang lebih lemah dibandingkan bangsawan muda lainnya.
"Nona, baik-baik saja, hanya perlu menunggu beberapa menit saja, luka bakarnya tak akan membekas" sahut murid itu dengan nada tenang. "Ma'acih" ucap ku sambil melihat ke arah pria itu. Wajahnya terlihat sedikit kaget mendengar ucapan ku itu, tapi perlahan dia mulai tersenyum ramah padaku.
Hum? Apa dia mengenali diriku? Atau dia memang terlihat tidak asing untukku?
Sedari tadi, jika, aku lihat-lihat. Pria itu cukup tampan untuk seorang murid tabib di kediaman bangsawan. Apa mungkin dia seorang bangsawan? Sama seperti dengan Halley?
__ADS_1
"Haha, nona, anda membuat hamba gugup, mengapa nona melihat hamba dengan tatapan seperti itu?" tanyanya pelan sambil tertawa kecil. Halley mulai melihat ke arahku. "Haha, sepertinya nona tertarik pada anda" tutur Halley singkat sambil itu tertawa.
"He...heeh!?"
Dengan cepat, pria itu memasang wajah kemerahan setelah mendengar ucapan Halley. Hum, tidak juga. Aku tidak akan tertarik dengan seorang murid tabib. Terlebih lagi, kepala ku terus memikirkan kejadian tadi. Apa aku minta orang ini untuk mengecek lebih dalam cokelat milik Alex? pikirku terdiam sambil mengambil cokelat dari tas kecil milik ku.
"Heyh, cokyat-"
BRAKKKK-
Huh?
Tanpa basa-basi, aku mendengar suara keramaian dari luar ruangan ini. Itu... para ksatria. Tepat pada saat itu juga, Alex yang sedang meminum racikan obat langsung di hampiri oleh mereka. "Hei!" teriak Alex kaget. "Apa yang sedang kalian lakukan!?" teriak Riana sambil berlari menghampiri Alex. "Ikuti kami! atas kasus percobaan pembunuhan terhadap para bangsawan juga pekerjaan di kediaman ini, kami para ksatria di perintahkan untuk membawa anda sekarang juga!!"
DEG-
"Hentikan, jika itu memang Alex, dimana buktinya!" teriak Halley tak senang sambil meniggalkan ku di atas sofa. "Pelayan tak penting, tak perlu ikut campur!" sahut para ksatria sambil mendorong tubuh Halley dengan kuat. "Hu..huuah!" dengan cepat, pria di dekat ku itu langsung menahan tubuh Halley yang hampir saja akan terjatuh itu.
"Hei, jangan bersikap kasar kepada wanita!" sahutnya marah sambil memukul wajah ksatria itu dengan kuat.
BUAKKKKKKK-
Gila, pukulannya kuat sekali... pikir ku terdiam. "Dasar kepar*t, terima ini!" ucap ksatria lainnya sambil melempar pukulan kepada murid itu. Dengan sigap, Alex yang berada di dekat sana langsung menahan serangan itu dan menendang cepat tubuh ksatria itu ke arah lantai. "Chk, kalau mau bertengkar, jangan pakai senjata donk!!" teriak Alex tak senang.
"Kau-! Terima ini!" teriak ksatria lainnya sambil mengambil gelas kaca di dekatnya lalu melemparkannya ke arah Alex dengan cepat
"Alex!" teriak Riana cepat sambil berlari ke arahnya.
PRANGGG-
Wo...woah, gila. Aku harus menghentikan ini. Meskipun, aku ini anak kecil, tetap saja aku ini putri bangsawan, mereka akan mendengarkan ku ucap ku dalam hati sambil turun dari sofa. "Kau, berani-beraninya kau hendak melempari ku dengan gelas kaca itu!" teriak Alex marah sambil berlari ke arah ksatria itu dengan balok kayu di tangan kanannya.
"Tidak, hentikan, Alex berhenti membuat kekacauan!" teriak Halley sambil berdiri dari lantai.
BRUAKKKK-
Tanpa basa-basi, tubuh Alex langsung terlempar ke arah dinding dengan kuat. "Alex!" teriak Halley kaget. "Dasar orang-orang rendahan ini..."
Dari kejauhan aku dapat melihat ksatria itu mulai menarik ujung pegangan pedang miliknya. Dengan cepat, aku memasang wajah kaget. Tidak, Halley sedang dalam masalah, aku harus menghentikan ini! teriak ku dalam hati.
SRINGGGG-
"Charlotte, apa kau tahu, kenapa kau tak akan pernah menjadi kuat?"
"Itu karena, kau terlalu lemah."
"Hencyi...kan!!" teriakku dari kejauhan.
TAKKK-
Huh.
Tepat pada saat itu juga aku melihat darah segar tapi itu buka berasal dari Halley. Itu...
"Apa yang sedang kalian lakukan disini." Tekan cross sambil menatap tajam ke arah pada ksatria. Di..dia menahan serangan itu hanya dengan tangan kanannya!? teriak ku kaget dalam hati.
...Bersambung......
__ADS_1