Olympic Participants

Olympic Participants
Menjadi yang terkuat.


__ADS_3

...~Happy Reading~...


.........


"Halley, aku dengar, ada banyak bangsawan muda berlatih di sini, apa itu benar?"


.........


Mau sampai kapan anak ini terus berbicara omong kosong ini. Ingin sekali rasanya, memukul wajahnya jika bisa. Aku tarik kata-kata ku, ia sama sekali tak mirip dengan Felix, temanku. Lagipula, mustahil anak itu suka merayu pada anak perempuan di sini. Hal yang selalu ia pikirkan hanya permainan game miliknya. Menyebalkan sekali, anak ini sama sekali tak pernah berubah sejak terakhir kali kami bertemu.


Meskipun ini, baru pertemuan kedua kami. Aku sudah tahu jelas. Ia berbeda jauh dengan Bleszynski ketika ia sudah berada di upacara kedewasaan. Mata emas dengan rambut putih keperakan. Itulah Bleszynski yang ku kenal. Wajah dingin dengan kata-kata blak-blakan yang tiada tandingannya.


Berbakat dalam berperang, dimulai dari berpedang, memanah, berkuda hingga menyusun rencana. Seharusnya, ia terlihat seperti itu. Tatapan murung dengan pikiran yang banyak. Tingkahnya yang membuat semua pembaca perempuan tergila-gila padanya.


Aku sudah lelah mendengar namanya sebelum datang kemari. Teman-teman ku terus membicarakan tentangnya.


"Bleszynski, astaga! Aku tahu pria itu, ia sangat tampan, bukan? Ilustrasinya saja sudah membuat jantung ku berdetak, kyaa!!"


"Kya!! Kau ingat, saat dimana ia duduk di atas kursi raja itu, astaga, dia tampan sekali!!"


.........


Menyebalkan, aku sudah bosan mendengar namanya di sana. Kini, aku harus mendengarkan ocehan tak masuk akalnya di sini. Apa ini yang kau maksud dengan pria dingin idaman itu, hah? Ia hanyalah anak kecil dengan pikiran pendek, membicarakan banyak hal yang tak penting, merayu semua anak perempuan.


Apa anak ini sungguh-sungguh Bleszynski!? Teriak ku marah dalam hati. "Haha, yah, apa tuan muda tertarik untuk berlatih di sini?" tanya Halley ceria sambil membuka satu persatu berkas pembayaran.


Blezynski mulai memasang wajah diam, sepertinya, ia sedang memutuskan untuk berlatih di sini. Meskipun demikian, aku tahu, anak ini sudah cukup berbakat di usia mudanya ini. Di katakan, di dalam novel, Bleszynski memang sangat pandai dalam bertarung. Ia sangat berpotensi besar untuk menang dalam perang.


"Haha, aku dengar Wethleys berlatih di sini, apa tidak masalah jika aku berlatih di sini juga?" tanyanya ceria.


Sudah ku duga, ia masih ingin berlatih di sini. Tunggu, jika ia berlatih di sini, jangan katakan kami berdua akan terus-


.........


Tidak, tidak, tidakk!! Jangan izinkan dia Halley! teriakku kaget dalam hati. Jika, anak itu berlatih di sini, mungkin saja, untuk kedepannya kami berdua akan sering bertemu karena dia rekan kerja Wethleys. Terlebih lagi, pria ini suka sekali merayu pada anak perempuan. Ia pasti akan terus menganggu ku pikir ku kesal. Meskipun, ia seorang pangeran mahkota dari negeri lain, tetap saja, aku ini seorang putri bangsawan di kerajaan barat!


Halley mulai terdiam, lalu mengetuk-ngetuk ujung lemari dengan tangannya. Sepertinya, ia sedang memikirkan situasi yang akan terjadi nanti. Karena, Bleszynski harus memberikan informasi pasti ketika akan berlatih di sini. Tapi, sepertinya akan ada cara lain, karena ia sedang berpura-pura menjadi seorang pengawal pribadi Wethleys.


"Haha, baiklah, saya akan meminta izin kepada kepala pelayan dan pengurus lainnya" balas Halley ceria.


TIDAKKKKKKKKKKK-!!


Ini namanya pengkhianat, apa dia tak memikirkan situasi ku juga? Aku tak menyukai anak ini pikirku kesal. "Ah, kalau begitu, saya sangat berterima kasih atas bantuan anda" balas Bleszynski sambil memberikan tanda terima kasih. Halley mulai tersenyum kecil, "Haha, sebuah kehormatan bagi saya, tuan muda" balasnya ramah sambil kembali membuka tiap lembar buku di sekitar.


Aku terdiam, sesungguhnya kami bisa saja meminta pelayan lain untuk mencari kertas itu, tapi, jika kami memberitahu fakta langsung jika kepala koki seorang penjahat. Bisa saja, orang lain akan terseret ke dalam sini.


BRAKKK-

__ADS_1


Dengan cepat, kami menoleh ke arah pintu. Seorang pria berambut kemerahan mulai masuk dengan wajah lesu. Sepertinya, banyak hal yang terjadi padanya. "Ah, Wethleys, apa kau telah menangkap sih kepala koki?" tanya Bleszynski singkat sambil melangkah ke arahnya.


"Ah, bagaimana dengan Ellios, apa dia baik-baik saja?"


Wethleys mulai memasang wajah keheranan.


"Hah, apa yang sedang kalian bicarakan ini." tekannya kesal. Huh, kenapa reaksinya seperti ini, bukankah tadi ia sedang mengejar kepala koki bersama Ellios? Tunggu, ada dimana pria itu? pikirku terdiam.


"Ah, bukankah kau sedang mengejar pria tua itu karena ia kabur?"


Kali ini Wethleys kembali memasang reaksi yang sama. "Aku tidak paham maksud ucapan mu itu, Bleszynski. Berhentilah bercanda, aku baru saja datang dari ruang tabib bangsawan" balasnya singkat.


DEG-


Tunggu, jika Wethleys baru saja berasal dari ruang tabib bangsawan, lalu... siapa yang baru saja kami temui tadi? pikirku terdiam kaget. Tidak mungkin, apa kami semua baru saja di-


BRAKKK-


"Ta..tak...tak mungkin..."


Dengan cepat, Halley menjatuhkan tumpukan buku-buku itu dan berlari ke arah luar. "Apa!? Jadi aku sungguh-sungguh telah keliru!?" teriak Bleszynski tak percaya, sambil ikut berlari bersama Halley. "He...hei, mau kemana kalian bertiga!?" teriak Wethleys dari kejauhan.


Woah, aku kira, hanya aku saja yang menyadari hal ini. Ternyata, mereka cepat tanggap. "Hei, apa yang terjadi!" teriak Wethleys sambil menarik bahu Bleszynski dengan wajah marah. "Ada penyusup, dia menyamar menjadi dirimu!" teriak Bleszynski singkat.


"Hah, dan kau tertipu oleh nya!?" teriak Wethleys marah. "Mana ku tahu, jika itu penyusup!?" bentak Bleszynski marah.


"Kau ini, aku ini rekan kerja mu, bagaimana bisa kau tertipu, hah!!" teriaknya lagi sambil mengigit kuat ujung giginya. "Sudahlah, kalau kau ingin bantu kami, diam saja!" teriak Bleszynski.


Licik sekali cara berpikirnya, dengan berpura-pura menjadi Wethleys. Aku sempat tertipu, karena gaya bicaranya yang terdengar sangat mirip dengannya. Tapi, ketika ia mulai mengejar sih kepala koki, aku cukup kaget. Karena, sihir yang ia keluarkan itu sangat-sangat berbeda dengan Manna milik Wethleys.


Tapi, aku terlalu fokus pada pertarungan itu dan kemunculan Bleszynski. Hah, aku sangat-sangat tidak peka dengan situasi. Aku kira, semua akan berjalan sesuai rencana. Tapi, lihatlah sekarang. Kami semua tertipu oleh rupanya yang sama dengan Wethleys. "Kau berlari tanpa arah tujuan bukan, akan aku berikan sedikit saran, kalian tutup semua gerbang, aku akan mencari seseorang" balas Wethleys singkat.


"Menutup pintu gerbang, sama saja dengan kejahatan jika itu bukan perintah langsung dari kepala pelayan ataupun bangsawan itu sendiri"


"Aku dan kau itu orang penting di kerajaan" balas Wethleys singkat.


"Tidak, ini kediaman Marquez-"


"Kalau begitu, gunakan perintah ini atas nama orang lain"


"Apa maksud dari ucapan mu, memangnya siapa yang akan membantu kita sekarang?"


Wethleys menatap diam ke arahku. Ah, dia, sepertinya dia hendak menggunakan posisiku.


"Katakan saja, perintah itu berasal dari ku."


Huh, dia tak menggunakan namaku? Apa mungkin, karena ia tahu jika posisiku tidak sebagus itu? "Hah, aku kira kau memiliki jalan keluar yang lebih pasti"

__ADS_1


"Ayahku cukup dekat dengan tuan besar Marquez, pria itu pasti paham mengapa aku menutup semua pintu gerbang"


Halley mulai berlari menaiki tangga, tapi Wethleys juga Bleszynski berlari ke arah sebaliknya. "Itu ide yang buruk, kau tahu itu bukan?" tanya Bleszynski singkat. Gila, mereka membicarakan hal seperti ini sambil berlari dan tidak melihat situasi sekitar. "Kalau begitu, aku akan meminta izin dari ayahku, jika kau mau" balas Wethleys santai.


"Jarak ruang tengah dari sini sangat jauh, kita tutup saja gerbangnya"


DRAPP- DRAPPP-


Kedua anak laki-laki ini dengan cepatnya, berlari menuju tiap sudut gerbang. Meskipun, mereka tak dapat menutup langsung pintu itu. Tapi, Wethleys mengeluarkan perintah untuk menjaga setiap sudut gerbang dengan seksama. Tentu para prajurit kebingungan karena hal ini. Meski demikian, perintah seorang bangsawan tak dapat di biarkan begitu saja.


"Tinggal beberapa gerbang lagi, Bleszynski, kau pergilah ke arah sana!" Wethleys mulai melempar kertas perintah miliknya berisikan namanya. "Baiklah!" Bleszynski mulai berlari ke arah samping. Sejauh ini, mereka belum menemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Jika, mereka tak berlari ke arah sini, lalu?


Kemana mereka?


Pria dengan safir keemasan ini mulai melompati tumpukan padi juga gerobak makanan yang sedang di bawa oleh para pelayan. Sejenak, ketika melewati mereka, aku merasakan sesuatu.


Aku tak tahu itu apa. Tapi, sepertinya ada yang salah.


.........


Hum, mungkin pikiran ku saja pikirku singkat, kembali melirik ke arah depan.


DRAPP- DRAPP-


Ctik... Ctik...


.........


"Baiklah, aku sudah memberikan perintah itu kepada para ksatria, sekarang aku hanya perlu kembali ke titik awal" sahut Bleszynski santai.


"Tapi, cukup aneh, kenapa kita tak menemui mereka?" tanyanya lagi. Heeh, ternyata dia suka bicara sendiri. Kami berdua mulai melewati sebuah taman besar, itu taman pribadi milik tuan Marquez. Taman yang sering muncul di alur cerita, karena ini tempat yang sering di datangi Margareth dengan tuan besar Marquez.


Wah, indah sekali... pikirku terpukau.


Tanpa sengaja, Bleszynski menyadari wajah terpukau ku terhadap taman itu. Ia mulai melirik ke arah sana. "Heeh~ Ternyata, kau suka bunga yah?" tanyanya sambil berhenti melangkah.


He..hei! Mengapa kau berhenti berlari sekarang! teriak ku marah dalam hati. "Karena, kita sedang sibuk, aku hanya bisa bisa membawa mu hingga di sini" ucapnya santai sambil mendekatkan ku pada bunga-bunga di pinggiran taman itu. Kau gila yah, apa kau berniat membuat ku tertusuk oleh duri pada tangkai bunga ini!? teriak ku lagi.


"Jangan sungkan-sungkan, jika kau mau mengambil beberapa, ambil saja, aku pasti akan membayar~"


Hei, ini bukan bunga yang biasa kau beli di pasar malam! teriak ku marah dalam hati.


"Hehe, ambil saja!" ucapnya ceria.


DRAKK- DRAKKK-


"Bleszynski!" teriak seseorang dari kejauhan.

__ADS_1


Hum?


...Bersambung......


__ADS_2