
...~Happy Reading~...
.........
"Duduk."
Huh? Perlahan, aku mulai mengangkat kedua kepala ku. Masih teringat jelas saat dimana ia hendak memukuli kepala Kelly. Tapi, entah bagaimana kejadian itu tidak sungguh-sungguh terjadi seperti dugaan ku. "A..Ah, ba.. baiklah" ucap Kelly sambil melangkah ke arah kami. Ternyata, pria ini tidak segila dugaan ku. Yah, memang benar yah, hanya pria tak waras itu yang gila di sini.
Sejenak, suasana canggung ini mulai menghantui kami. "Ngomong-ngomong, kenapa kalian semua datang ke kamar Margareth? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Kelly tiba-tiba. "Tidak, bukan seperti itu." Potong Wethleys singkat. Hah, tunggu, aku teringat sesuatu. Di katakan dalam cerita, jika pertemuan pertama Bleszynski dengan Margareth bukanlah saat dimana mereka bertemu di pesta dansa. Tapi...
Ah, sekarang, teka-teki itu sudah terjawab! Ternyata, mereka telah bertemu sebelum pesta dansa itu yah!? Pantas saja, Bleszynski mengajak Margareth untuk berdansa tanpa ragu sedikitpun. Ternyata, mereka berdua saling mengenal. Kalau begitu, aku sedang berada di pertengahan di bagian cerita itu. Meskipun, alur ceritanya belum dimulai. Setidaknya, aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk kedepannya.
Aku hanya perlu mendekati Wethleys.
Dengan begitu, hubungan ku dengan Bleszynski tidak ambigu untuk kedepannya. "Jadi, maksud ku, pria di belakang mu itu adalah pangeran Bleszynski!?" Terlihat jelas, Kelly terdiam kaget tak mempercayai kata-kata Wethleys. "Yah, dia Bleszynski, karena itu, aku meminta mu untuk tidak memberi tahu siapapun sampai beredarnya kabar akan kehadirannya pangeran" Ucap Wethleys singkat
"Ah, ka..kalau begitu akan saya laksanakan", Perlahan Kelly mulai berdiri dari kursi. "Maafkan, saya karena datang tanpa memberi anda hormat, pangeran Bleszynski" Ucapnya sambil memberikan hormat kepada kami. Sejenak, pria berkulit gelap itu mulai tertawa kecil. "Haha, santai saja, aku bukan pria yang akan menghukum seseorang hanya karena hal sepele seperti itu" Tawanya kecil.
"Lagipula, kau cantik sekali. Apa kau punya kekasih?"
Hah. Dasar pria aneh, dia selalu begitu ketika bertemu dengan para perempuan cantik. Mau dia kalangan bangsawan atau tidak. Semuanya akan dia rayu. "Bleszynski, kau masih belum ingin diam? Cepat turun" Potong Wethleys dingin. "Jadi, pangeran akan berpura-pura menjadi pengawal pribadi anda, Wethleys?"
Tunggu, apa? Apa dia bilang? Pengawal pribadi?
"Hum, karena itu, aku mohon bantuannya, jangan biarkan siapapun tahu. Jika, mereka tahu jika Bleszynski sudah tiba lebih awal. Bisa-bisa semuanya tidak fokus untuk mengurusi acara kerajaan karena Bleszynski."
Ah, bukankah ini memang bagian flashback di mana pertemuan pertama Bleszynski dengan Margareth? Kalau begitu, ceritanya akan segera di mulai. Kira-kira, 2-3 bulan lagi acara itu akan diadakan bukan? Hum, kalau begitu, umur ku menginjak usia 3 tahun? sejenak aku terdiam mendengar ucapan ku itu. "Baiklah, kita harus keluar sekarang, Kelly, aku harap kau memanggilnya dengan panggilan Jessy"
"Jessy? Tunggu, bukankah nama itu terlalu..."
Hah, apa aku sungguh-sungguh berusia 3 tahun!? Cepat sekali, padahal, hari itu aku masih bayi kecil yang belum bisa apa-apa!! Perlahan, aku mulai memikirkan banyak hal, sampai-sampai tanpa aku sadari. Darah segar itu mulai mengalir dari hidung ku. "He... hei! apa kau baik-baik saja gadis kecil!?" Teriak Bleszynski kaget. Hah? Perlahan, aku mulai melihat kedua tangan ku sudah penuh dengan darah. "Astaga, nona Charlotte, apa anda baik-baik saja!?" Teriak Halley kaget.
Ah, aku mimisan lagi yah? Sudah yang ke berapa kali yah? sahut ku dalam hati. "Charlotte, apa dia adik Margareth?" Sejenak, aku melihat wajah Kelly yang terlihat begitu serius. "Dia sedikit berbeda dengan nya" lanjutnya lagi.
DEG.
Kata-kata itu lagi. Aku mendengar ucapan keji itu lagi. Aku tahu, dia hanya anak kecil tapi.
"Bukankah nona muda kita ini adalah tuan putri yang paling cantik di kerajaan ini?"
"Haha, kau benar, tapi-"
"Jika, dibandingkan dengan kakak perempuannya, Margareth jauh lebih bersinar dibandingkan nona muda."
Jauh lebih bersinar. Sial*n, apa nya yang lebih bersinar, dia hanya perempuan menyebalkan yang tidak tahu cara untuk berterima kasih kepada adik perempuannya. Sudah berapa kali adiknya dibuat hampir mati karenanya.
Dasar orang-orang menyebalkan. Mereka mengira, hanya karena aku anak kecil yang belum tahu caranya berbicara dnegan benar. Aku sudah dianggap lebih buruk dibandingkan kakak perempuannya? Kalian semua salah! Akan aku tunjukkan! Akan segera tunjukan! Jika, aku jauh lebih baik. Perasaan yang terasa begitu berapi-api mulai muncul di dalam hati ku.
Terasa begitu sakit. Aku tak paham apa yang sesungguhnya telah terjadi. Tapi, aku sangat ingin memukuli wajahnya sekali saja. Sekali saja, sampai aku tak akan melihat wajahnya lagi. "Haha, bukankah semua orang itu berbeda. Nona muda Kelly saja berbeda dengan Tuan Zhereia" Potong Halley singkat.
Huh. Sejenak, aku mulai melihat ke arah Halley. Wajahnya terlihat tidak senang, tapi dia berusaha untuk terlihat tenang. "Lagipula, bukankah nona muda kita ini adalah putri yang paling cantik di kerajaan kita?" Lanjutnya lagi. Ugh, Halley, kau- Apa kau sedang membela ku?
"Hum, kau benar, dia adalah gadis yang paling cantik yang pernah aku lihat sejauh ini" potong Bleszynski santai. "He..hei!" Nampak Kelly terlihat tidak senang mendengar ucapan Bleszynski. "Haha, tenanglah nona bangsawan, kau juga, merupakan perempuan tercantik yang pernah aku temui di kerajaan ini"
"Aku tidak suka cara mu berbicara, lagipula, aku sudah memiliki laki-laki idaman ku" Ketus Kelly kesal. "Apa!? Kau sudah memiliki kekasih!?" teriak Bleszynski kaget sambil berjalan mengikuti Kelly yang terlihat begitu marah. "Hah. Dasar pria aneh. Halley, aku akan membawanya ke ruang tabib, kau temani lah mereka berdua" potong Wethleys singkat. "Baik, tuan muda" Halley pun mulai melangkah pergi, meninggalkan kami berdua.
__ADS_1
"Hei, apa kau baik-baik saja anak kecil" Ucapnya sambil menutup pintu kamar yang jelas-jelas masih terbuka lebar itu. Aku hanya mendiamkan pertanyaan. Dia menyebalkan pikir ku kesal. Kami berdua pun mulai melangkah menuju tempat yang sangat jauh. Sampai-sampai, aku ingin menangis di buatnya.
Serius, ini rumah atau apa jalan raya sih!? Kenapa kami berdua belum sampai-sampai juga!? Teriak ku marah. "Maaf, jika ini akan memakan waktu"
Huh? Tangan putih bersih itu mulai menggelap pelan tetesan darah di wajah ku. "Kita terpaksa harus lewat jalan belakang, jika para bangsawan melihat mu terluka parah seperti ini bisa-bisa terjadi sebuah kesalahpahaman."
Aku paham niat baik mu itu, pria menyebalkan. Tapi, bisakah kau berhenti menatap ku seperti itu!? "Ugh, darahnya banyak sekali.." Ucapnya sambil menatap ke arah lain. Tunggu, apa jangan-jangan pria ini...
"Waa..." Ucap ku singkat sambil menatap ke arahnya.
Apa jangan-jangan dia tak tahan melihat darah!? Teriak ku dalam hati. "Uh, serius, aku tak tahan, kenapa aku harus membawa gadis ini bersama ku" Ucapnya tiba-tiba.
Hah.
Dengan cepat, aku mulai memasang wajah tak senang. "Seharusnya, aku meminta Felix saja membawa mu, dia pasti akan dengan senang hatinya mengantarkan mu ke tempat tabib..."
"Aku harus apa sekarang.."
He..hei... ada apa dengan anak ini pikir ku terheran-heran. "Mengapa tempat ini besar sekali, aku jadi tak tahu harus kemana.."
Apa-!? Jangan bilang sekarang ini kita berdua sedang... TERSESAT!? Teriak ku lagi salam hati. Hei, orang tak waras, jika kau tak tahu jelas tempat ini, kenapa kau dengan sombongnya berkata akan membawa ku ke tempat tabib, sial*n. Sejenak, aku mulai memasang wajah marah. "Hah, sebaiknya, kita duduk di sana untuk sejenak, mungkin akan ada orang yang lewat"
Pohon besar. Tunggu, pohon besar di tengah rumah seperti ini, apa itu wajar!? teriak ku lagi. Kami berdua mulai duduk di atas kursi kayu tersebut. Suasananya canggung sekali, mengingat kami berdua juga tersesat. "Hah, aku harus kemana sekarang. Aku lelah sekali" Lanjutnya lagi.
Aku sedikit merasa bersalah karena tak dapat menolongnya sedikit pun. Andaikan, aku dapat sudah belajar berlari...
Aku sudah pasti akan mencari jalan keluar bersamanya sekarang, tanpa harus di gendong olehnya.
Hum... tanpa di gendong, bukan?
Tap...
Uh, ternyata sulit sekali. Aku tidak takut jika aku akan terjatuh, tapi mimisan ini menyebalkan sekali pikirku kesal. "Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Wethleys sambil menatap ke arah ku. Ah, dia sedang berbicara dengan ku. Tapi, aku masih belum bisa membalasnya dengan benar.
"Lha...Yi..." ucap ku pelan.
"Hum? apa kau baru saja berbicara denganku?"
"Hum!" Balas ku singkat sambil mengangguk-anggukkan kepalaku. "Kau sedang belajar berjalan yah? Apa kau yakin dengan situasi itu, kau masih ingin belajar?" Tanyanya sambil tersenyum kecil ke arah ku. Jangan menghina ku, keparat sial*n!! teriak ku marah. "Cha..cuh.. bhi...ca!!" teriak ku marah sambil melepaskan pegangan tangan ku dari kursi.
Woah, aku sedang berdiri! Mengejutkan sekali, aku tidak terjatuh sama sekali!
BRUKKKH!!
Uh... Ku tarik kata-kata ku, aku sudah terjatuh sekarang. "Haha, tubuh mu lemah sekali yah! Anak-anak di usiamu, biasanya sudah berlari kesana-kemari, tapi lihatlah dirimu itu" Ejeknya sambil tertawa kecil. Sudah ku katakan, jangan hina aku! Dasar pria menyebalkan! perlahan aku mulai berusaha untuk berdiri kembali. Tapi, ucapannya memang benar.
Charlotte memiliki tubuh yang lemah.
Huh, lalu? Salah, jika aku ingin belajar sekarang? Tentu saja, tidak! Perlahan, aku mulai berusaha untuk melepaskan genggaman ku dari kursi ini. Ah, aku berhasil! Sekarang aku hanya perlu melangkah ke depan saja.
BRUKKKH-!!
"He..hei, apa kau baik-baik saja!?" Teriak Wethleys kaget. "Huh, cha.. cik..." ucap ku kesal sambil memegangi ujung siku kaki ku. Ah, ternyata kaki ku terluka yah. Lagipula, pakaian ku juga sudah kotor begini karena tanah. Ah, masa bodoh, yang pasti aku harus bisa berjalan sekarang juga! Aku sudah bosan di gendong terus!
Aku mulai berusaha untuk berdiri sendiri, tapi, entah bagaimana caranya, aku dapat merasakan genggaman tangan seseorang di telapak tangan ku.
__ADS_1
Mata kami berdua mulai bertemu. Astaga, apa dia sedang mencari masalah dengan ku! Teriak ku marah. "Cobalah sekarang..." Ucapnya malas. Ugh, jadi, dia sedang berusaha untuk membantu ku? Ini cukup menyebalkan. Perlahan, aku mulai mengerakkan satu persatu kaki ku.
Hum, ternyata begini rasanya belajar berjalan? Dulu, ketika aku masih kecil. Aku tidak terlalu ingat bagaimana rasanya. Ternyata, sulit juga. "Hei, kaki mu kurang tegak" Tegur nya singkat. Iya, iya, berhentilah menasehati ku pikir ku kesal. Perlahan, aku mulai berdiri dengan tegak, karena malas dimarahi olehnya lagi. Hah, tiba-tiba saja, ketika aku sedang melangkah dia mulai melepaskan genggaman tangannya dari ku.
Aku nyaris akan terjatuh jika tidak menyadarinya tadi. Haish- dasar menyebalkan ucap ku kesal.
"Di sini! Coba berjalanlah ke arah sini!" Teriaknya senang. Aku mulai mengerakkan kaki ku ke depan. Woah, aku... aku baru saja berjalan pikir ku terdiam. "Di sini! Cepatlah!" Teriaknya lagi. Aku mulai mengerakkan salah satu kaki ku lagi. Hei, kau jauh sekali, apa kau sudah gila! Teriak ku marah dalam hati. Huh!?
"He..hei!!"
TAPPPPP-!!
"Astaga, Untung saja aku masih bisa menangkap mu."
Hah, dia berhasil menangkap ku? Aku kira, wajah ku akan terjatuh mengenai tanah lagi. Karena, itulah aku sudah bersiap-siap tadi. Tapi, lihat ini. Kenapa kini aku justru ada di dalam pelukan nya. "Che..pash!! kan!!" teriak ku marah sambil mendorong tubuhnya. Dia hanya menatap heran ke arah ku. Lalu, melangkah mundur dari ku. "Sekarang coba datang kemari! Kau sudah bisa kan?" teriaknya dari jauh. Chk, lihat saja, jika aku bisa sampai ke arah sana. Akan ku pastikan, aku akan menginjak kaki mu sekuat mungkin.
"Astaga, tuan, saya telah mencari anda di mana-mana!" Teriak Halley kaget. Ah, Halley! Teriak ku senang sambil melangkah ke arahnya. "He..hei! Kau mau kemana! Datang ke arah sini!" Teriak Wethleys kaget. "Astaga, Nona! Apa anda sedang berjalan!" Teriak Halley kaget. Wajahnya terlihat begitu senang.
Dengan sigap, aku mulai berusaha untuk mempercepat langkah ku. Dan yah, aku dapat melihat Wethleys hanya berjalan melewati ku, lalu berdiri di dekat Halley. "Ayo cepat datang kemari, nona!" Ucap Halley senang. Hehe, senang sekali aku sudah mulai bisa berjalan dengan baik.
Aku dapat mendengar Halley terus memanggil ku dengan bangganya.
Huh.
"Eun jin! Ayo cepat! Ibu akan menangkap mu jika kau terjatuh nanti, jadi tenang saja!!"
"Ibu ada di sini untuk mu!"
Ah, ibu. Aku.
"Haha, lihatlah putri nakal ibu ini! Dia ketakutan sekali!"
Perlahan, aku mulai memperlambat langkah ku. Meskipun, itu hanya sejenak. Aku jadi teringat ibu. Perlahan, Wethleys mulai melangkah ke arah ku dan berusaha untuk mengangkat tubuh ku. Tapi, aku menghentikan niatnya. Dan mulai berlari ke arah Halley. Ini bukan waktu yang tepat untuk memikirkan itu.
Aku harus menyelesaikan cerita gila ini.
Lalu, kembali untuk bertemu ibu! teriak ku dalam hati sambil berlari ke arah Halley. "Astaga, nona!!"
BRUKKKH-!!
Kaki ku terjatuh lagi, tapi-
Setidaknya, aku sudah sampai ke titik akhir ku, bukan? pikir ku senang sambil menari ujung pakaian Halley.
"Nona, apa anda baik-baik?" Tanya Halley khawatir, lalu mengangkat tubuhku. "Dia baik-baik saja" Balas Wethleys singkat sambil memasang wajah cuek. "Ngomong-ngomong, mengapa tuan Wethleys dan nona muda berada di sini?" Tanya Halley keheranan sambil menggendong tubuh ku.
"Ah, itu-"
"Ji..jah... Yu..pah!!" Teriak ku senang. Haha, terima itu pria menyebalkan! pikir ku. "Haha, apa tuan muda baru saja tersesat di tempat ini?" Tanya Halley sambil tertawa. Wethleys hanya memasang wajah datar, lalu menatap ke arah lain. Berusaha untuk tidak membicarakan mengenai hal ini.
"Kalau begitu, ikuti hamba, akan Halley antar kan tuan ke ruang tamu..."
"Baiklah" Balas Wethleys singkat. Khuhu, rasakan itu, coba saja lain kali kau membuat masalah dengan ku. Aku pasti akan membalasnya dua kali lipat pikir ku senang sambil tertawa kecil ke arahnya.
...Bersambung......
__ADS_1