Olympic Participants

Olympic Participants
Gadis gurun itu.


__ADS_3

...~Happy Reading~...


.........


Tap... tapp...


Ku dengar suara langkah kaki mulai datang kemari, jubah gurun yang terlihat begitu indah itu mulai menyilaukan mataku, perlahan-lahan, aku dapat melihat sesosok perempuan bertubuh tinggi dengan safir keunguan itu mulai menatap kesal ke arah kami berdua.


"Apa yang sedang terjadi di sini." tekannya serius.


"Pe.. pelatih?!!"


"Se..sejak kapan kau berada di sini?!" teriak Bleszynski kaget, memasang keringat dingin.


Perempuan itu mulai mengernyitkan alisnya, memasang wajah marah, "Apa maksud mu, tentu saja, aku sudah berada di sini sejak a-"


ARGHHHHH-!!!


"Ah, tidak!" Tepat pada saat itu juga makhluk mengerikan ini langsung melompat kemari, menunjukkan gigi taringnya kepada kami.


BRUAKKKK-


"Kali ini aku pastikan, kau akan mati..."


"ARGHHHHH-!!!!"


"Huh?!"


Dengan cepat, Bleszynski langsung menatap kaget ke arah samping, ia baru tersadar dari pikirannya tadi. "A..apa lagi ini?!" teriaknya cepat, memasang wajah kaget.


BRUK....


TRAKKKKKKKKKKKKK-?!!


Apa?! Terlihat jelas, aku langsung memasang wajah kaget, ku lihat sebuah percikan api kecil melewati tubuhku, Benda keemasan yang terasa seperti baja itu terlihat menahan gigitan monster itu dengan mudah.


"Argh... Harghh..."


Ta..tak mungkin, perempuan ini baru saja menahan serangan tadi hanya dengan salah satu tangannya?! teriakku kaget dalam hati, tersadar dengan apa yang baru saja ku lihat. Tak hanya ku, dari kejauhan, terlihat para ksatria juga orang-orang lainnya menatap kaget dengan pemandangan yang baru saja terjadi.


Gigi taring itu jaraknya tak jauh dari ku, tapi baja keemasan ini berhasil menghalau nya


"Bagaimana mungkin bisa...?" ucap Wethleys singkat.


SRAHHHH-


Sembari, menahan gigitan monster itu, perempuan itu mulai menarik salah satu tangannya ke arah belakang.


"Aku tak mengerti makhluk apa kau ini, tapi-"


BRUAKKKK-


"Enyahlah dari hadapanku."


BLGARRRR-!!


"A...apaa?!!" Wethleys kembali terperangah tak percaya melihat apa yang baru saja ia lihat. Perempuan itu baru saja melempar tubuh monster itu ke arah langit-langit, bagaimana bisa?! Padahal, perlu banyak sekali bagi mereka untuk melawan monster itu sebelumnya.


"ARGHHHHH-!!"


Dengan cepat, perempuan itu langsung meraih sesuatu pada ujung saku pakaiannya.


PLAKKKKK-


"A..apa?!"


Terlihat jelas, tubuh monster itu langsung di kelilingi oleh benda tajam bergerigi, yang perlahan mulai tertuju cepat ke arahnya.


"Aku harus menghindari ini!!"


SRAKKKKK-

__ADS_1


"ARGHHHHH-?!!"


Nasib buruk, rantai itu jauh lebih cepat dibandingkan usahanya untuk kabur. "Haah- mau kemana kau." tekan perempuan senang, menahan cepat ujung pegangannya rantainya itu.


"Aku akui... kau kuat, tapi-"


SRAKKKKK-


"KAU HANYALAH MAKHLUK RENDAHAN BAGIKU!!"


"Apa?!"


Terlihat jelas, tubuh perempuan itu langsung tertarik ke arah atas karena tarikan tiba-tiba itu.


"Tidak, pelatih!!"


Dengan cepat, Bleszynski langsung berlari cepat ke arah depan, menghancurkan semua tembok-tembok yang berada didekatnya ini.


Tak hanya dia, Wethleys pun ikut melompat dari atas atap kediaman Marquez, mengarahkan dirinya tepat ke arah sana. "Terima ini, makhluk tak masuk akal!!" teriaknya marah, menarik cepat ujung pedangnya yang sudah tertancap di atas sini.


"ARGHHH, LAWAN AKU JIKA KAU BISA!!"


Makhluk mengerikan itu mulai mengeluarkan kobaran api yang sangat banyak, tapi Wethleys dengan baik dapat menghindarinya dengan baik. "Aku berhasil-!" teriak Wethleys senang.


"Tak secepat itu..."


"Apa?"


BRAKKKKKKK-!!


"AKHHHHHH-!!!"


"Wethleys!" Terlihat jelas, Bleszynski berteriak kaget dari kejauhan, saat ini ia berada di situasi paling buruk, gurunya sedang terlempar tinggi di atas langit, tapi Wethleys sedang di tahan oleh dua bongkahan dinding besar secara bersamaan. Siapa yang harus ia selamatkan?!


"Kau selamatkan perempuan itu, aku akan menyelamatkan tuan muda Wethleys!' teriak Ellios cepat.


"Hah?" Sembari berlari, terlihat jelas Bleszynski mulai menatap kaget dengan orang yang baru saja mengajaknya bicara ini. "Aku Ellios, akan menyelamatkan teman mu, jadi cepat, selamatkan gurumu!" teriaknya lagi, sembari berlari ke arah lain.


Mendengar ucapannya, Bleszynski kembali memasang senyum senang, ini terasa seperti tantangan juga permainan adu cepat baginya.


"Kalian makhluk-makhluk tak berguna rasakan ini!!"


Brakk... Brakk... bruakkkkk-!!


"Wohouu!!" Dengan cepatnya, Bleszynski langsung melompat tinggi, melewati semua bongkahan bebatuan itu dengan mudahnya. "Ini sangat-sangat menyenangkan!!" teriaknya lagi. Huh? Memang dugaan ku benar, ia terlihat seperti Felix bagiku.


Mungkinkah, anak ini memanglah-


BRAKKK-?!!


Eh.


Baru saja, aku memikirkan hal lain, wajah anak ini langsung terkena bongkahan batu lain, karena keasikan bermain-main dengan situasi ini. Dengan cepat, tubuhnya langsung terdorong ke belakang.


"Khooekk-"


Tidak lagi?!! teriakku marah dalam hati. Hei, hei, cepat bangun! Jika, kau tidur lagi di sini, bisa-bisa kau, tidak kita berdua akan kehilangan nyawa di sini!! Sembari memasang wajah tak senang, aku mulai menarik-narik cepat kerah pakaiannya.


Brakkk-


"Akhh-"


Dapat ku rasakan, sebuah bayang-bayang gelap mulai mengelilingi tubuhku, tidak, aku tertangkap... tekan ku terdiam, memasang keringat dingin.


"HAHAHAA-"


"AKU MENDAPATKAN MU, GADIS KECIL!!"


...SRAHHHH-!!?...


"Rasakan ini, makhluk aneh!!"

__ADS_1


"OHOOKKKKK-?!!"


Baru saja berbicara, monster itu langsung terlempar ke arah samping, karena tendangan tiba-tiba yang baru saja ia terima. Membuar tubuhnya itu langsung terdorong cepat ke arah belakang, nasib baik, ia tak sempat menarik tubuhku tadi!!


"Ba.. bagaimana bisa?!"


Dapat ku lihat bayang-bayang tubuh makhluk itu kembali menunjukkan sosok tubuh anak laki-laki itu kembali, sepertinya, bayang-bayang itu adalah pelindung tubuhnya, kalau begitu, kita hanya perlu merusak bayangan itu, bukan?! teriakku cepat dalam hati.


"Aku ini dapat membaca situasi dengan baik. Ternyata, dugaan ku benar, kau mengincar anak itu."


Terlihat jelas, perempuan itu langsung melompat ke arah belakang, kembali menarik cepat ujung rantainya.


"Haah... dasar makhluk rendahan, memangnya untuk apa kau tahu. Kau akan mati setelah ini!!"


Crakk... krakk...


E...eh, apa yang baru saja terjadi?! Ku lihat rantai keemasan itu mulai hancur berkeping-keping, terbakar kobaran api yang cukup besar.


Perempuan itu mulai menarik kembali rantainya, memasang wajah kesal. "Berani-beraninya, kau merusak rantai yang sudah ku beli dengan kupon gratis belanja yang telah ku kumpulkan selama ini."


Hah?


Aku kembali memasang wajah keheranan mendengar ucapan tiba-tiba perempuan itu. Ku kira, ia baru saja akan mengatakan kata-kata yang terdengar begitu mengintimidasi bagiku.


Tapi, tak ku duga, ia justru membicarakan hal lain di situasi seperti ini.


Dapat ku lihat, ia memasang wajah kecewa, tapi ia kembali mengangkat kepalanya.


"Hah, memangnya, barang gratisan itu tak ada bandingannya dengan rantai buatan ku"


TRA...RAKK...


Apa?! Rantai keemasan lainnya lagi?! Dengan cepat, aku memasang wajah kaget, tak percaya dengan apa yang baru saja ku lihat ini. Bu.. bukankah, rantai itu baru saja rusak karena terbakar api?!


"Khooekk..."


PLAKKKKK-!!


Dengan cepat, perempuan itu langsung melempar sebuah pukulan ke arah bawah, kembali memasang wajah serius. "Hah- Ini baru senjata milik ku." Ku lihat tawa kecil dari ujung bibirnya kemerahannya itu, sepertinya, kini, ia akan bersungguh-sungguh pikirku terdiam.


Pertarungan seorang ksatria tingkat tinggi dengan penyihir sihir gelap.


Ini... ini pertarungan yang akan sangat menyenangkan, aku yakin, kami akan menang! Monster itu tak ada bandingannya dengan ka-


Srak... rakk...


Ku lihat, beberapa bayangan dari anak itu mulai terbang keluar dari dalam tubuhnya, membuat beberapa tubuh manusia dari dalam sana.


Aghh... ku rasa, aku tarik kembali kata-kata ku. Ini bukanlah hal yang dapat aku kira akan terjadi saat ini.


"5 lawan 1, kau kira kau masih dapat menang?"


Tidak-tidak, ini buruk sekali, hei, cepatlah bangun anak kecil! Dengan cepat, aku kembali menarik-narik kerah pakaian Bleszynski. Heii, guru mu sedang dalam masalah, kau harus membantunya!!


"Hoekk..."


Tidakk!!


Tap... tapp...


Ku lihat perempuan itu mulai memasang kuda-kuda, tapi senyum kecil masih terlihat jelas pada ujung wajahnya. "Hah- kemenangan ini tetaplah milikku."


KHOEKKKKK...


He..hei, yang benar saja kau mau bertarung dengan 5 penyihir secara langsung?! Ini tidak benar!! teriakku marah dalam hati.


Tak... taks...


"Maju, anak kecil." Tekan perempuan itu lagi.


Apa?! Apa kau sudah gila?!

__ADS_1


Mereka akan membunuhmu jika kau terlalu gegabah seperti ini. Ini bukanlah saat yang tepat untuk bercanda!!


...Bersambung......


__ADS_2