One Heart

One Heart
01. MPLS


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar ya:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Pagi hari, di sebuah perkarangan rumah mewah yang luas, terdapat sepasang remaja yang akan memulai kehidupan putih abu-abunya. Kini, di hadapan mereka sudah ada mobil mewah terparkir.


“Menurut lo bakalan asik nggak masa putih abu-abu kita?” tanya si cewek.


Orang yang ditanya mengedikkan bahunya, “Nggak tau juga gue, Ra. Tapi… kayaknya bakalan seru!” jawabnya bersemangat.


"Semoga aja kita dapet temen-teman yang satu frekuensi."


“Iya, semoga aja.”


Hening…


"Yakin lo mau temenan sama yang lain?" tanya si cowok ke sahabatnya.


"Kalau mereka nggak munafik, apa salahnya kita coba?"


"Iya-iya, gue ikutin apa kata lu aja dah!"


Asik mengobrol, mereka berdua tak sadar jika seseorang berpakaian serba hitam menghampiri mereka. "Tuan muda dan nona, sudah waktunya kita berangkat ke sekolah baru kalian," ucapnya sopan.


"Oke, Pak," jawab mereka serentak.


...💌💌💌...


Sekarang disinilah mereka berada, berdiri menatap sekolah yang akan mereka tempati selama tiga tahun kedepan. SMK FIGHTER. Sekolah swasta yang cukup terkenal di kota mereka. Banyaknya gedung yang menjulang tinggi membuat sekolah tersebut terlihat sangat megah dan luas.

__ADS_1


"Segeralah masuk, Tuan muda dan Nona. Jika tidak, kalian akan terlambat," kata laki-laki berjas hitam itu.


"Oke. Bapak boleh pergi. Nanti kita telpon aja kalau udah pulang," kata Earth.


"Baik, Tuan muda."


Setelah Earth mengatakan itu, pria paruh baya tersebut segera pergi dari lingkungan sekolah.


Earth dan Cyra menatap satu sama lain sambil tersenyum. Senyum yang tidak seorang pun tau artinya. "Let's start the game," gumam mereka bersamaan.


Earth Egda. Nama pemuda itu. Sedangkan gadis yang tengah bersamanya merupakan sahabat terdekatnya, Cyra Chalissa. Mereka berdua merupakan anak dari dua pengusaha industri yang sukses di Asia, terutama bagian Asia Tenggara.


Kini mereka tengah memasuki masa putih abu-abu. Mereka berdua juga sepakat untuk memilih jurusan teknik sebagai tahap pertama untuk menata masa depan. Dan pilihan mereka jatuh ke Smk Fighter.


...💌💌💌...


Terlihat para OSIS sedang sibuk mengatur siswa-siswi yang mengikuti MPLS. Berbagai teriakan terdengar. Seperti sudah tradisinya seperti itu, OSIS yang akan berakting sangat tegas didepan adik kelas, berharap mereka semua takut sehingga gampang diatur.


"Lah? mana gue tau, Ra. Ini kek anak ayam semua," jawab Earth mengundang gelak tawa Cyra.


"Sialan, lo! nggak ada yang lebih berkelas dikit apa?" Lagi-lagi Cyra tertawa tanpa memperhatikan lingkungannya.


"EH ITU KENAPA MASIH NGOBROL?! NGGAK LIAT APA TEMEN-TEMENNYA UDAH PADA BARIS!"


Mendengar bentakan kakak kelas tersebut, Cyra langsung menghentikan tawanya. Ternyata anak-anak yang lain sudah pada berbaris dengan rapi. Hanya Earth dan Cyra yang belum masuk barisan.


"Iya... maaf, kak," kata Cyra meminta maaf.


"Sini ke depan!" Perintah anak OSIS itu.


"Saya, kak?" tanya Cyra bingung.


"Ya, elo, lah! Siapa lagi emangnya yang ketawa tadi?!"

__ADS_1


"Gue juga ikutan ketawa kok tadi,” celetuk Earth santai.


Kini semua mata terarah kepada Earth. Pemuda itu dengan santai maju kedepan menghadap Cizee —kakak kelas yang sudah membentak mereka berdua tadi.


"Eh, gue nggak ada nyuruh lo ikut campur, ya!" ujar Cizee.


Earth melangkah mendekati Cizee, membuat cewek itu memundurkan langkahnya perlahan. "Kenapa? Kenapa gue nggak boleh ikut campur? Bukannya gue juga ketawa tadi?” Tantang Earth semakin maju.


“Kok mundur, sih, kak? Takut?” Earth menatap Cizee remeh.


"Eng-enggak... ngapain gue tak—" ucapan Cizee terpotong karena, Malvin—Ketua OSIS— datang melerai.


"Zee stop! Nggak guna lo debat sama anak baru, yang ada first impression lo jelek di mata mereka!" ujar Malvin yang ada benarnya.


Sial! Bisa-bisanya mereka senyum sok manis di depan gue! batin Cizee kesal karena melihat Cyra dan Earth tersenyum mengejek ke arahnya.


Malvin mengalihkan pandangannya ke Earth dan Cyra, "Dan kalian!" tunjuknya, "Kalian tidak pernah di ajarin sopan santun oleh orang tua kalian sendiri? Bagaimana cara berbicara yang sopan terhadap orang yang lebih tua?"


Earth dan Cyra tidak pernah suka jika ada seseorang yang menyangkut-pautkan permasalahan mereka dengan embel-embel orang tua. Terutama Cyra, gadis itu menganggap topik orang tua itu terlalu sensitif bagi dirinya.


Cyra berdehem sebelum menjawab pertanyaan Malvin. "Gini, ya, kakak-kakak kelas gila hormat, kita tidak akan memulai, jika tidak ada yang memancing keributan duluan disini," jawab Cyra dibuat se-formal mungkin.


"Lagian apa salahnya, sih, bicara baik-baik dengan kita? Kan kalian bisa nyuruh kita berdua berbaris dengan baik. Tapi cara kalian salah dan juga kita nggak akan ngomong LO-GUE kalau nggak ada yang mulai duluan. Emang pantes kakak kelas terlebih OSIS berbicara seperti itu?" tanya Cyra yang membuat mereka semua bungkam.


"Oh, ya, satu lagi jangan kira dengan kalian akting yang berlagak sok tegas, sok galak itu bisa ngebuat gue takut. Itu nggak akan mempan bagi gue!" lanjut Cyra.


Perkataan Cyra sukses membuat suasana di lapangan tersebut hening. Banyak tatapan kagum yang terpancar dari teman seangkatan Cyra dan Earth, pikiran mereka kini seolah-olah sedang terwakilkan oleh pembicaraan Cyra tadi.


Malvin berdehem, setelah tercengang dengan perkataan Cyra. Tidak mau membuat suasana menjadi canggung, ia segera menyuruh Earth dan Cyra masuk kedalam barisan yang sudah di tentukan. Lalu kegiatan MPLS kembali dilanjutkan.


..._______________________...


Tbc,

__ADS_1


__ADS_2