One Heart

One Heart
17. Holiday (3)


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


"Cerita cepetan!" desak El. Sedari awal mereka masuk restoran El dan Galen selalu mendesak Earth dan Cyra untuk bercerita.


"Iya-iya! gue minum dulu bisa nggak?!" Earth menepis tangan El yang bergelayutan di lengannya. Cyra tersenyum geli melihat pemandangan didepannya itu.


"El kalau udah kepo nggak ada obat dah!" ujar Kenzo yang disetujui semua teman-temannya.


"Makanya jangan pernah nyimpen rahasia dari gue."


"Duain-duain!" timpal Galen.


"Kaliannya aja yang bego nggak nyadarin. Liat Krist noh!" kata Andrew melihat Krist, "Dia aja nyadar. Masa kalian nggak, sih?!"


"Bodo amat! Cepet cerita!"


Earth menghela nafas sebelum memulai sesi cerita, "Jadi, gue sama Cyra itu udah pacaran dari lama. Dari kita SMP kelas 8. Gue nggak tau kenapa tiba-tiba aja gitu ngajak dia pacaran." Earth berhenti bercerita sebentar untuk minum.


"Udah? gitu doang?" tanya El dan Galen serentak.


"Sabar dulu bego! Gue haus!" sinis Earth.


"Terus Cyra kira gue bercanda doang waktu itu, jadinya, ya, dia ngasal dong ngasih jawaban." Earth terkekeh mengingat kejadian itu.


"Di terima?" tebak Galen.


Earth mengangguk, "Yes, lo bener! Diterima tapi dia masih anggep gue bercanda waktu itu. Tapi karena gue ganteng, baik, kaya, dan rajin menabung. Makanya diterima beneran," lanjut Earth.


"Endingnya sedikit nggak terima gue," bisik El ke Galen.


"Tapi itu fakta," balas Galen berbisik.


"Terus kenapa banyak yang bilang kalo kalian cuma sahabat?" tanya El menekan di bagian sahabat.


Cyra menyengir, "Kalo itu gue yang minta."


"Kenapa, sih?" giliran Galen yang bertanya.


"Males aja banyak yang tau. Nanti banyak yang mau ngerusak hubungan gue," jelas Cyra.


El dan Galen mengangguk-angguk, "Oke, kita paham," ucap Galen.

__ADS_1


"Udah kan? Udah terjawab kan rasa penasaran kalian?!" tanya Earth ketus.


El dan Galen tersenyum manis, "Udah kok."


"Najis!"


"Wait... wait..." kata Kenzo tiba-tiba.


Semuanya menoleh ke arah Kenzo.


"Kenapa, bang?" tanya krist.


"Earth ada ngelewatin satu hal," ucapnya kemudian menatap Andrew, "Yakan, An?"


Andrew mengangguk kuat, "Bener anjir! Parah lo Earth kalo beneran lupa." Andrew menatap Earth tajam.


Cyra mengernyitkan dahinya, "Apaan tu? perasaan nggak ada yang kelewat deh."


"Wah parah, Ken! Bahkan Cyra aja kaga inget jasa kita," Adu Andrew.


"Sedih gue, An. Hiks...." Kenzo memasang raut sedih dan diikuti Andrew. Krist, Elano, dan Galen hanya menikmati drama yang diciptakan oleh sahabatnya.


"Padahal kalau bukan karena gue dan Andrew mereka nggak bakal pacaran sampai sekarang," gumam Kenzo.


"Apa, bang?" tanya Cyra yang mendengar gumaman Kenzo.


"Nggak... itu... kalo gue sama Andrew nggak turun tangan, yakin, deh! Mereka nggak akan pacaran sampai sekarang," jelas Ken lalu ber-tos ria dengan Andrew.


"Eh aturannya lo berterimakasih ke kita!" ujar Andrew.


"Misalnya dengan cara mentraktir gue sebulan!" tambah Kenzo.


Sontak ucapan Kenzo mengundang sorakan.


"Emang lo kesini siapa yang bayarin, bang?" tanya Cyra.


Kenzo cengengesan, "Earth, hehe...."


"Udah ah! Ayo jalan-jalan. Nggak bosen apa lo semua di sini mulu." Krist beranjak pergi.


...💌💌💌...


"Gimana? Bagus nggak?"


"Bagus banget sumpah!" jawab Cyra berbinar.


Earth terkekeh. "Serasa pantai milik sendiri, ya, Ra."

__ADS_1


Kini mereka berdua berada di salah pantai di Bali, Gunung payung. Earth mengajak Cyra ke pantai tersebut dengan alasan sudah lama mereka tidak jalan berdua. Hanya berdua.


"Btw, lo yakin anak-anak nggak bakal ngikutin kita?"


"Lo kayaknya trauma banget yah jalan sama gue diikutin mereka."


Earth tertawa terbahak-bahak. Pasalnya Cyra masih parno sewaktu jalan berdua dengan Earth diikuti oleh sahabat-sahabatnya. Ntah apa motifnya, yang pasti Cyra marah besar waktu itu. Marah untuk menutupi rasa malunya. Cyra yang biasanya terlihat songong dan angkuh ternyata bisa berperilaku manja juga.


"Gue malu!"


"Iyadeh. Cyra yang songong bisa salting juga tadi," ledek Earth.


Cyra menutup wajahnya, "Earth! jangan ngeledek gue trus..." rengeknya.


Earth meraih tangan Cyra, kemudian menciumnya. "Maaf, sayang."


Blushh


Earth kembali tertawa, "Merah mulu tu muka."


Cyra kembali kesal, "Ih sebel, deh!"


"Gue cium, ya, Ra?" tanyanya tiba-tiba.


"Gue tabok, ya?!" Tangan Cyra sudah siap memukuli Earth.


"E-eh gue bercanda anjir!" ujar Earth panik. Pukulan Cyra itu tidak main-main.


"Sama kok! gue cuma bercanda mau mukul lo," ucap Cyra membelai rambut Earth.


"Udah lama lo nggak gini." Earth memejamkan mata, menikmati belaian lembut dari gadis-nya.


"Mau diginiin terus tiap hari?" Pertanyaan Cyra sukses membuat Earth terbelalak. Jarang-jarang kan Cyra bersikap lembut gini.


"Boleh?" tanya nya balik.


Sekejap belaian itu berubah menjadi sebuah toyoran. Cyra menoyor Earth.


"Mimpi, lo!"


Cyra menjulurkan lidahnya. Kemudian berlari ke arah ombak yang datang. Hancur sudah harapan Earth. Seharusnya, ia tak berharap banyak pada omongan Cyra.


"Udah gue duga," gumamnya datar.


"Earth sini! fotoin gue!"


"Siap, queen!"

__ADS_1


..._______________________...


Tbc,


__ADS_2