
...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...
...Terima kasih:)...
...❝ Happy Reading❞ ...
...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...
Hari ini adalah hari terakhir Earth dan Cyra mengikuti kegiatan MPLS. Setelah beberapa hari mengikuti kegiatan itu dengan setengah hati, akhirnya mereka akan terbebas juga dari jeratan para kakak kelas itu. Dan sepertinya, Cizee masih dendam terhadap Earth dan Cyra atas permasalahan di hari pertama MPLS mereka.
Setelah turun dari mobil yang mengantarkan mereka, Earth dan Cyra segera memasuki gerbang sebelum mereka terkena omelan Malvin, pemuda satu itu selalu mengawasi pergerakan Earth dan Cyra.
"Akhirnya MPLS ini akan segera berakhir," kata Cyra mendramatisir.
Earth mendengus mendengar perkataan lebay Cyra, "Nggak usah lebay, Ra!"
"Gue nggak lebay, tapi gue udah muak sama teriakan babu-babu sekolah itu!"
Earth mengangguk membenarkan perkataan Cyra. Tidak mau memperpanjang, segera ia tarik tangan Cyra untuk berbaris. Barisan mereka terpisah, sehingga Earth mengantar Cyra terlebih dahulu.
"Mana name tag kamu, dek?" tanya kakak kelas yang bernama Fahri.
"Ha? name tag?" tanya Cyra bingung.
Fahri mengangguk, "Iya... mana? Kenapa nggak di pakai?" tanyanya lembut.
"Ada kok, kak ini—" jawab Cyra sambil menunduk, "EH?! Kok nggak ada, ya? Perasaan udah gue pakai, deh, tadi," gumam Cyra setelah melihat tidak adanya name tag itu tergantung di lehernya.
“Jadi?” Fahri menaikkan sebelah alisnya.
Cyra mendongak, lalu menyengir, “Sorry, kak, kayaknya punya gue ketinggalan, deh,” tutur Cyra.
“Kamu bisa kena hukum, lho, kalau keting—“
"Ada apa ini?!" Tiba-tiba Cizee datang lalu bertanya kepada Fahri.
"Ah, enggak... cuma masalah kecil doang kok, Zee." Fahri berusaha menutupi kesalahan Cyra.
Cizee menatap Fahri dan Cyra secara bergantian, "Yakin lo?" tanyanya tak percaya.
Fahri mengangguk membenarkan ucapannya. Dalam hatinya ia berdoa semoga saja tidak ketahuan Cizee. Tapi sepertinya dewi fortuna tak berpihak pada dirinya.
"Tapi gue nggak percaya!" ujarnya cepat kemudian menatap Cyra dengan curiga, "Sini lo!" katanya menarik tangan Cyra.
__ADS_1
"Mana name tag punya lo?" tanyanya setelah memperhatikan Cyra dari atas sampai bawah.
"Ketinggalan kak,"jawab Cyra santai. Hal itu mengundang emosi Cizee.
Ini anak nggak ada takutnya, ya, sama gue, batin Cizee berkata.
"Enak banget lo ngomong ketinggalan!"
Cyra mendelik, "Lah? terus lo maunya gue gimana? nangis-nangis sambil minta maaf gitu?!" tanya Cyra dengan nada meninggi.
"Lo nggak tau sopan santun, ya!" ujar Cizee semakin memanas.
Fahri yang melihat keduanya menjadi bingung. Buset dah ini kucing betina kek nya mau berantem lagi nih, batinnya.
"E-eh udah dong... jangan berantem! Kalian jadi bahan tontonan sekolah, lho," kata Fahri berharap emosi keduanya meredam bak disiram air dingin.
"RA!"
Teriakan Earth membuat seluruh perhatian siswa-siswa yang berada di lapangan teralihkan. Kini, mereka menatap Earth penasaran. Apa yang akan di bicarakan oleh cowok ganteng itu.
"GAS AJA, RA! JANGAN KASIH KENDOR! GUE DUKUNG LO! SEMANGAT!" teriaknya sambil mengepalkan tangan ke udara. Membuat orang yang ada di lapangan tersebut menatapnya tak percaya. Tidak menyangka Earth akan berteriak seperti itu.
"Sial! Gue kira itu anak bakal misahin Cyra sama kak Zee," bisik cowok yang berada di barisan belakang kepada temannya.
Setelah berbisik-bisik tetangga, mereka mulai menatap kedepan lagi, tidak ingin menyia-nyiakan drama yang ada di depannya itu. Lumayan, memotong waktu.
Sementara, Cyra yang mendengar teriak Earth hanya tersenyum lalu memberikan jempol. Memberikan tanda bahwa ia setuju dengan ucapan sahabatnya itu. Cyra mulai menatap 'lawan' nya. Memandang dengan tatapan remeh. Tidak ada rasa takut yang terpancar di matanya itu sedikitpun.
"Jadi mau lo sekarang apa kakak kelas-ku tersayang?" tanya Cyra penuh tekanan.
Cizee sebenarnya gugup, tapi dia tidak ingin memperlihat kan kegugupannya. Itu akan menghancurkan wibawanya. Cizee tak ingin hanya karena Cyra image-nya sebagai wakil ketua OSIS hancur gitu aja.
"Mau gue?! mau gue lo sekarang lari keliling lapangan sebanyak 15 kali!" perintahnya tanpa pikir panjang.
Semua orang yang ada di lapangan terkejut mendengar perkataan Cizee yang tidak masuk akal itu. Tidak semuanya yang terkejut, buktinya Earth biasa-biasa saja. Tidak khawatir terhadap perkataan Cizee tehadap Cyra. Sebab, ia tau kalau sahabat cantik-nya itu tidak akan mudah di perintah oleh orang lain. Lagi pula ini juga termasuk bagian 'rencana' mereka. Membuat kekacauan semasa MPLS.
"Zee! Cukup ya! Gue udah diem dari tadi ngedengerin lo!" Malvin mulai ikut campur, ia takut perdebatan Cizee dan Cyra akan menarik perhatian guru.
"Apa?! lo mau belain dia, Vin?! Asal lo tau, ya, ini bocah nggak tau diri banget! Lagi pula keliling lapangan 15 kali nggak terlalu buruk kan?" tanya Cizee melihat Cyra.
"Inget, ya! Kita ini anak teknik, lho... Lari 15 kali putaran itu hal yang biasa menurut gue, nggak bakal buat lo meninggal," lanjutnya tersenyum senang. Ia merasa kali ini akan mengalahkan Cyra.
"Oh, jadi gini, ya, wakil OSIS kita temen-temen... baik banget, sih, ngajarin kita kalau jurusan teknik itu nggak main-main, harus kuat mental dan nggak boleh lemah," ucap Cyra dengan mata yang berbinar, tidak lupa memberi tepuk tangan.
__ADS_1
Cizee yang mendengar ucapan Cyra menjadi bingung, kenapa Cyra mudah sekali membalikkan keadaan. Ia pikir Cyra sudah tidak akan bisa membalas omongannya. Ternyata, ia salah menduga, Cyra tidak mudah di kalah kan.
"Oke, Gue bakalan lari. 15 putaran bukan kakak cantik?"
Perkataan Cyra sukses membuat mereka terkejut. Terkecuali, Earth. Tidak menyangka Cyra akan menuruti perintah Cizee. Malvin yang notabenenya ketua OSIS ingin menghentikan drama yang dibuat oleh Cizee tersebut. Tapi niatnya terhenti setelah mendengar lanjutan perkataan Cyra.
"Gue mau sih lari... Tapi, gue tiba-tiba mager banget, nih, kak, gimana dong? Lain kali aja, ya, gue ngelakuinnya." Cyra berkata seperti itu, tidak lupa pula ia mengedipkan matanya. Membuat kaum adam yang ada disana terpesona. Kali ini, Earth juga ikutan terpesona melihat Cyra.
Cakep banget sahabat gue, batin Earth kagum.
Malvin tersadar dari lamunannya, kemudian melihat jam tangannya,"Shit! waktu nya tinggal dikit lagi," gumamnya.
"Semuanya kembali ke tempat masing-masing!" teriak Malvin menggunakan toa.
Tidak butuh waktu lama, barisan kembali rapi.
"Karena hari ini terakhir kita menjalani MPLS, saya berharap kalian semua betah berada di sekolah ini. Inget ya! Jurusan teknik dari tahun ke tahun selalu mendapat kan award jurusan terbaik dalam hal akademik maupun non akademik. Tidak semua orang sanggup berada di jurusan ini, kita harus kuat secara fisik dan mental. Ini tidak berlaku hanya untuk cowok, tetapi cewek juga. Tidak ada yang namanya mengeluh, kita semua pasti bisa! and the last, saya sebagai ketua OSIS mengucapkan Welcome to the Fighter Vocational High School Engineering Family, kita semua keluarga. Tidak ada permusuhan disini. Paham semua?!"
"Paham kak!"
“Baiklah! Terima kasih sudah mengikuti kegiatan ini dengan baik. Terima kasih juga atas kerja samanya.” Malvin segera meinggalkan podium. Dan kini mereka semua resmi menjadi murid Smk Fighter.
Setelahnya hanya suara tepukan tangan dan sorakan yang terdengar.
...💌💌💌...
"Gimana tadi gue?" tanya Cyra ke Earth.
"Seperti biasa... cakep dah!" Earth memberikan dua jempol untuk Cyra.
"Rencana awal udah jalan, selanjutnya apalagi?"
"Nanti pas malem minggu, deh, gue kasih taunya."
"Alah, bilang aja lo mau malem mingguan bareng gue," bales Cyra malas.
"Kan setiap malem minggu lo bareng gue mulu, Ra."
"Iyain, dah. Kuy balik! Udah di jemput noh."
Earth dan Cyra segera masuk ke dalam mobil. Lalu, mampir ke sebuah restoran untuk makan siang. Besok hari Sabtu dan sekolah mereka libur, jadi tidak perlu tergesa-gesa pulang kerumah. Lagi pula kegiatan MPLS sudah berakhir. Tidak ada hal penting lagi untuk di kejar.
..._______________________...
__ADS_1
Tbc,