One Heart

One Heart
22. Terlambat


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Hari ini hari kedua siswa-siswi SMK Fighter mengikuti kegiatan MPLS. Itu artinya anak kelas 11 dan 12 masih belum belajar secara efektif. Hal itu membuat para troublemakers kita ini datang terlambat.


...____________________________________...


...[Sultan Squads]...


Kenzo


Udah disekolah belum?


Chalissa


Masih dirumah lagi makan


Earth


2in


Kenzo


Ye lu berdua mah sepaket


Earth


😂😂😂


Kenzo


Buset dah yang lain mana nih?


Sombong bener


Andrew


Sorry, gue baru selesai mandi


Chalissa


Keren bang jam segini baru mandi👍🏻


Andrew


Andrew gitu lho😎


Galen


Gue di toilet


Kenzo


Ngapain lo?


Galen


Boker


Earth


Anjir Galen jorok


Chalissa


Jorok banget


Galen


Lo semua kek nggak pernah aja boker bawa hp


Galen


@elanooo @krist mana dah


Kenzo


Lah iya, belum absen nih


Andrew


Masih mandi atau sarapan kali


Earth


Atau masih molor


Chalissa


@elanooo @krist Mana nih muncul dong


Elanooo


El dateng ges😆


Kangen ya lo semua


Chalissa


Kaga


Earth


2


Kenzo


3


Andrew


4

__ADS_1


Galen


5


Krist


6


Kenzo


Nah muncul manusia nya


Krist


Gue baru bangun


Chalissa


Tumben?


Krist


Semalem ribut sama Abang


Chalissa


Oh gitu


Andrew


Jam berapa berangkat sekolah?


Earth


1 jam lagi lah, Krist baru bangun


Kenzo


Oke, gue mau makan dulu


Galen


Berarti masih bisa boker dengan tenang


Elanooo


Galen ajg


...____________________________________...


"Temen lo kaga ada yang bener, ya, Earth," ujar Cyra.


Earth menatap Cyra sebentar, lalu melanjutkan makannya lagi. "Temen gue temen lo juga kali, Ra," katanya.


"Bener juga," balas Cyra.


"Cepet makan! Ngapain lo bengong gitu, ntar lagi kita berangkat," ucap Earth.


Cyra mendengus, "Iya-iya."


...💌💌💌...


Cyra tampak memilih-milih, "Itu aja, deh!" katanya sambil menunjuk BMW berwarna silver.


"Oke. Kalau gitu gue warna hitam," putus Earth.


Cyra menaikkan sebelah alisnya, "Nggak satu mobil aja?"


"Lah? Lo mau satu mobil? Gue kira mau sendiri-sendiri," jawab Earth, lalu berjalan menuju mobil yang ditunjuk Cyra tadi.


"Ntar!" teriak Cyra membuat langkah Earth terhenti.


"Apalagi?"


"Lo kalau mau sendiri juga nggak apa," ucap Cyra pelan.


Earth melihat Cyra seperti itu menjadi gemas sendiri, pasalnya gadis itu sulit sekali menurunkan gengsinya.


Earth berjalan mendekati Cyra, "Bilang aja lo mau berduaan sama gue, ya, kan?" tanya Earth kemudian mencolek pipi Cyra.


Cyra membuang muka, "Dih! Ngapain gue mau berduaan sama lo? Bosen kali gue ngeliat muka lo mulu 24 jam," ucapnya lalu melihat kearah Earth, "Lagian gue cuma males nyetir!" lanjutnya lagi.


Earth mengangguk-angguk mengiyakan, padahal dirinya tau maksud Cyra bukan itu.


"Gini-gini gue pacar lo kalau lo lupa, Ra," ucap Earth mulai membuka kan pintu mobil untuk Cyra.


"Lo kira gue lupa?" sinis Cyra.


Earth mengangkat bahu acuh, "Gue ngingetin doang, sih."


Setelah menutup pintu Cyra, Earth segera berjalan menuju kemudinya. Lalu mobil bergerak keluar garasi.


"Hati-hati, tuan muda dan nona," ucap salah satu satpam yang membuka gerbang.


...💌💌💌...


"Kok sepi?" tanya Earth.


Cyra menghela nafasnya, "Lo kira sekarang jam berapa? Ya, pasti mereka semua ada di kelas lah. Gimana, sih, lo?!"


"Buset galak bener lo, Ra! Pms lo, ya?" tebak Earth.


"Udah tau nanya!"


Earth lebih memilih diam daripada terkena pukulan Cyra.


"Yang lain udah sampai belum?" tanya Cyra.


"Nggak tau, coba lo telpon," usulnya.


Cyra mengangguk, lalu mengeluarkan handphone nya. Tak berapa lama panggilan tersebut tersambung.


"Lo dimana?" tanyanya.


"Kita di kantin nih, liatin adek kelas minta tanda tangan," jawab seseorang seberang sana.


"Oke. Gue sama Earth kesana."

__ADS_1


"Sip!"


"Gimana?" tanya Earth menatap Cyra.


"Mereka semua lagi di kantin."


"Oke. Yok kesana!"


Earth dan Cyra keluar dari mobil mereka, lalu berjalan ke arah kantin.


"EARTH! CYRA! SINI!" teriak El yang membuat mereka menjadi sorotan.


"Nggak usah teriak bisa nggak, sih?" sinis Cyra sambil berjalan mendekati meja.


"Bukan Elano namanya kalau nggak heboh," celetuk Kenzo.


"Yang ngomong harap berkaca, ya," sindir Andrew.


"Sama aja lo semua," kata Earth.


"Gue jangan disamain," sela Krist.


"Kecuali Krist," ralat Earth.


"Yaelah lebay banget!"


"Shutt... Diem El," ancam Andrew.


Elano menyengir, "Iya, deh, diem nih gue."


"Gitu kek dari tadi," komentar Cyra.


"Nggak masuk kelas lo, bang?" tanya Earth.


Kenzo dan Andrew serentak menggeleng, "Gurunya nggak ada. Katanya, sih, rapat."


"Lagian ada guru pun, lo bakal bolos."


"Krist kalau ngomong suka bener, deh." Kenzo menoel-noel pipi chubby Krist, membuat sang empu segera menepis tangan Kenzo.


"Bangsat! Jangan gitu dong!" umpatnya.


"Jangan galak-galak, Krist. Nanti adek kelas pada takut sama lo." El berusaha menasehati Krist.


"Emang ada yang mau deketin Krist?" tanya Galen.


El mengangguk-angguk.


"Siapa?" tanya mereka semua. Termasuk Krist.


El memajukan tubuhnya, membuat temannya yang lain melakukan hal yang sama. "Tapi jangan kasih tau siapa-siapa, ya," katanya pelan, seolah-olah takut terdengar sama yang lain.


Terlihat mereka semua mengangguk, "Cepetan kasih tau siapa!" desak Cyra.


"Sebenernya..." gantung El, membuat semua temannya menjadi tambah penasaran.


"Sebenernya apa?" tanya Kenzo,


"Sebenernya gue juga nggak tau siapa yang suka sama Krist. Hehe..." jawabnya tanpa dosa yang disertai kekehan.


Cyra menatap El datar, "Seharusnya dari awal gue nggak usah percaya sama lo."


"Cukup kali ini gue percaya sama lo."


"Lain kali gue nggak mau ketipu lagi."


"Bisa-bisanya tadi gue percaya sama makhluk macam lo."


Dan berbagai ucapan nyelekit lainnya yang harus El terima.


"Jangan diemin gue dong!" El menampilkan wajah memelas.


"Males gue sama lo," ketus Cyra.


El makin menampilkan wajah memelasnya, "Jangan, Ra. Masa lo tega nyuekin bestie lo yang ganteng ini."


"Dih, ganteng apanya," celetuk Earth.


"Eh, gue gan—"


"Permisi, kak..."


Perkataan El terpotong karena sekelompok cewek datang menghampiri meja mereka.


"Kenapa?" tanya Andrew ramah.


Mendengar pernyataan Andrew membuat mereka saling dorong mendorong untuk menyampaikan tujuan mereka datang.


Cyra berdecak, "Kok malah dorong-dorongan, sih?!" tanyanya membuat semua adik kelas itu mematung.


"Lo aja sana!" terdengar bisik-bisikan. Dan akhirnya salah satu dari mereka maju menyampaikan tujuannya.


"Ki-kita boleh minta tanda tangannya Kak Earth sama Kak Cyra?"


"Buat apa?" tanya Earth.


"Ka-kami disuruh kak Malvin untuk minta tandatangan semua ketua ekskul, k-kak," jawabnya gugup.


"Ketua tapi kok Cyra juga diminta tadi?" tanya Kenzo.


"E-eh beserta wakil, kak," jawabnya cepat.


"Ya udah, sini bukunya."


Earth dan Cyra mulai menandatangani buku mereka semua.


"Makasih, kak."


"Iya, sama-sama," balas Earth dan Cyra.


Earth dan Cyra memang Ketua dan wakil di ekstrakulikuler basket. Entah bagaimana caranya mereka bisa diangkat menjadi ketua dan wakil. Yang pastinya pada saat itu mereka terpilih oleh mantan kapten basket yang kini sudah lengser.


"Gue juga mau dong jadi ketua ekskul," celetuk El setelah adik kelasnya pergi.


"Gayaan aja lo. Ekskul aja numpang nama," ejek Galen.


"Diem! Jangan buka kartu gue!"

__ADS_1


...__________________...


Tbc,


__ADS_2