One Heart

One Heart
04. Malam Minggu


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D ...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞ ...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Sabtu sore Earth telah mengungsi ke rumah Cyra. Kegiatan ini wajib dilakukan setiap sore, terlebih lagi malam ini malam Minggu.


Rumah mewah itu tampak sepi, seperti tidak berpenghuni. Percuma mempunyai rumah mewah, jika tidak ada kehangatan dan kasih sayang di dalamnya. Orang tua mereka tidak pernah peduli terhadap keadaan keduanya. Yang orang tuanya tahu, mereka harus mengirimkan uang setiap bulan kepada anaknya. Bahkan sejak kecil, Earth dan Cyra telah di asuh oleh para maid.


Jika masalah fasilitas dan keuangan, Earth dan Cyra tidak mengalami kekurangan. Jika masalah penjagaan dan pelayanan, mereka juga mempunyai ratusan bodyguard dan para maid.


Orang lain yang melihat kehidupan mereka pasti akan langsung berfikir kehidupan mereka itu sangat menyenangkan, karena penuh dengan kekayaan yang melimpah. Kalau ditanya apa yang kurang jawabannya cuma dua, yaitu: cinta dan kasih sayang.


Karena hal itu lah Earth dan Cyra sangat dekat, mereka saling menjaga satu sama lain. Tidak ingin ada orang asing menyakiti salah satu dari mereka berdua. Mereka juga sudah saling menjaga satu sama lain sejak kecil. Sungguh mempunyai ikatan yang kuat. Dan mereka juga mempunyai banyak kesamaan, salah satu nya; sama-sama biang onar.


"Earth," panggil Cyra.


Earth tidak merespon panggilan Cyra. Dirinya sibuk meladeni chat dari berbagai macam cewek. Dasar fuckboy! pikir Cyra. Tidak menyadari dirinya juga seperti itu.


"Woi Bumi!"


BRUK


Earth terjatuh secara mengenaskan. Untungnya lantai tersebut beralas kan karpet yang cukup tebal, jadi tidak terlalu sakit jika terjatuh.


"Jahanam emang lo, Ra!" ujar Earth sambil mengeluh pinggangnya sakit. Hal itu sering terjadi, jika Earth tidak merespon Cyra, gadis itu akan menendangnya seperti tadi atau bahkan menjambak rambut Earth.


"Ya, elo, sih... Nggak ngerespon panggilan gue, cukup bokap nyokap yang nggak merhatiin kita. Lo jangan ikutan."


"Iya-iya,” balas Earth.


"Mana yang sakit? Sini gue pijitin." Cyra mendekat ke arah Earth.


Earth menunjukkan pinggangnya yang lumayan nyeri karena Cyra menendangnya terlalu kuat. "Nih! Pinggang gue nyeri banget, lo kalau nendang pelan dikit kek," keluhnya.


“Mana ada tendangan pelan.”


“Terserah, lo, deh.”


"Yaudah, maaf, deh, Bumi. Sini, gue pijitin,” ucap Cyra merasa bersalah.


"Pijet yang bener, jangan pake 'plus-plus', ya, Ra."


Tidak sampai 5 detik, Earth kembali mengaduh kesakitan. Kali ini yang menjadi korban rambutnya. Ya, Cyra menjambak rambut Earth.


"Heh! Gue udah baik, ya, nawarin lo untuk di pijet! Tapi mulut laknat lo minta di lem banget kayak nya!" Teriak Cyra kesal lalu membuang muka kearah lain. Tidak ingin menatap Earth.


Melihat itu Earth hanya menghela napas, "Hufftt... maaf, Ra," sesalnya.


"Nggak!"


"Lo mau apa? Gue turutin, deh," tawar Earth.


"Apa aja?"


Earth tersenyum lebar, "Anything for you, Baby."


Cyra tampak berpikir, "Besok temenin gue ke salon. Oke?"

__ADS_1


Mata Earth membulat mendengar permintaan Cyra, "Waterpark! Yang lain deh..." bujuk Earth.


Earth menolak bukan tanpa sebab, biasanya Cyra kalau sudah mengajak ke salon, hal yang tidak di ingin kan Earth akan terjadi. Dirinya akan ikut terlibat. Dan itu sangat-sangat menyebalkan.


"Nggak mau! Pokoknya besok lo temenin gue ke salon!"


Keputusan Cyra mutlak. Tidak bisa di ganggu gugat.


"Ah, lo mah... nggak asik, Ra." Earth masih memelas. Meminta belas kasihan Cyra, tetapi dihiraukan gadis cantik tersebut.


...💌💌💌...


Malem ini Earth dan Cyra berencana melihat temannya balapan motor. Saat ini Cyra sudah berdiri di depan pintu sembari menunggu Earth bersiap-siap.


"BUMIII...."


"Lama banget, sih, lo!"


"Tuker baju doang lama!"


"Kek cewek deh lo!"


"Gue udah—" sebelum Cyra menyelesaikan perkataannya, mulut gadis tersebut telah di bungkam oleh Earth.


"Kalem dikit bisa nggak lo, ******!"


Bukannya menjawab, Cyra malah menggigit telapak tangan Earth yang membekap mulutnya itu.


"Anjing sakit!"


Bukannya takut, Cyra malah menjulurkan lidahnya. Kemudian berkata, "Nggak boleh ngomong jorok, sob."


"Ngapain lo liat-liat?!"


"Cuma memastikan," jawab Earth cuek.


Cyra yang merasa kurang puas atas jawaban Earth bertanya lagi, "Apaan, sih, nggak jelas lo, Bumi gersang."


"Niat gue kan baik, Ra. Cuma memastikan kalau sahabat gue ini pake baju yang layak, bukan baju yang kurang bahan," jelasnya.


Cyra hanya mendengus mendengar perkataan Earth yang menurutnya lebay itu.


“Besok gue mau pake baju haram aja, deh.”


Earth melihat Cyra sinis, “Ntar gue colok mata-mata yang udah ngelihat aset gue.”


“Dih? Siapa lo emangnya?”


"Ayok berangkat! Nanti telat sampai sirkuit," ajak Earth menarik Cyra menghiraukan perkataan Cyra barusan.


Mereka berangkat menggunakan Lamborghini milik Earth. Sebenarnya Cyra ingin menggunakan motor, tapi Earth bersikeras melarang. Bukannya Earth tidak mau, Cyra itu kebo, suka tidur tidak peduli tempat.


Jadi, kalau mengendarai motor, bisa-bisa Cyra hanya tinggal nama. Biasanya, gadis cantik itu hanya bisa menahan matanya sampai jam satu. Jadi Earth memilih yang aman dengan membawa mobil.


...💌💌💌...


Setelah sampai disana, Earth dan Cyra menjadi pusat perhatian. Mereka memang akan selalu menjadi objek perhatian dimana pun berada. Selang beberapa menit, ada dua pemuda yang cukup tampan menghampiri mereka.


"Anak sultan udah dateng ternyata," sapa salah satu pemuda tersebut—Andrew.


"Yoi! Duo anak sultan..." ledek satunya lagi—Kenzo.

__ADS_1


"Lo berdua apaan, sih! Jangan bener-bener kek orang susah, deh!" Cyra bersuara.


"Buset! Galak bener, neng." Goda Kenzo.


"Jangan galak-galak dong, sayang... nanti aku di ambil orang lho...." Andrew ikutan menggoda Cyra.


"Masih mau pulang dengan selamat kan abang-abang gue sayang?" tanya Earth.


Andrew dan Kenzo langsung berhenti menggoda Cyra. Perkataan Earth itu tidak main-main. Ia selalu serius jika berbicara hal yang menyangkut Cyra.


"Oke. Kita berdua berhenti, pawangnya psikopat," kata Kenzo.


Earth menatap Kenzo dengan tatapan mautnya. Membuat nyali Kenzo ciut seketika.


"Jangan natap gue kek gitu dong, Earth! Takut nih manusia ganteng."


"Udah-udah! Kalau kalian ribut mulu kapan gue balapannya!" Andrew menengahi.


“Yang mulai duluan kan kalian berdua,” kata Cyra tak terima.


“Maaf, ya, queen.” Andrew meminta maaf.


"Yaudah, sih, balapan aja sana sendiri kan bisa. Jangan manja, deh," ucap Kenzo santai.


"Tega lo sama gue? Lo nggak mau dukung gue gitu? Fix lo jahat banget, Ken." Andrew mulai mendramatisir.


"Anjir malah drama!" ucap Cyra kesal.


Andrew, Kenzo, serta Earth tertawa melihat wajah kesal Cyra. Bagi mereka itu sangat lucu.


...💌💌💌...


"Senin traktir gue ya, Bang?" tanya Cyra.


"Ngapain gue traktir lo?" tanya Andrew balik.


"Kan lo menang tadi balapannya."


Andrew mengangguk, "Oke, cantik."


"Kita berdua juga jangan dilupain!" Earth dan Kenzo juga tidak mau kalah.


"Kampret emang! gue doain miskin beneran baru tau rasa lo pada!" ujar Andrew kesal. Cyra, Earth, dan Kenzo hanya tertawa melihat Andrew yang kesal.


"Yaudah, kita balik dulu, Bang," pamit Earth.


Kelihatannya Cyra sudah mengantuk, wajar sekarang sudah jam 2 pagi. Pulang jam segitu sudah biasa bagi mereka berdua. Toh,tidak ada juga yang melarang atau memarahi mereka.


"Hati-hati lo berdua! Jagain juga Princess gue, ya, Earth," kata Kenzo.


Earth mengangguk datar. Kenzo tidak akan berubah, selalu berkata sesuka hatinya. Tanpa berpikir konsekuensi apa yang akan ia dapatkan.


“Hati-hati juga lo berdua pulangnya.” Earth mulai menjalankan mobilnya.


“Iya.”


Kenzo dan Andrew merupakan kakak kelas Earth dan Cyra sewaktu SMP dan sekarang mereka bertemu lagi di SMK Fighter. Jurusan mereka juga sama. Jadi tidak heran mereka sangat akrab. Lagi pula mereka berada di satu circle pertemanan yang sama.


..._______________________...


Tbc,

__ADS_1


__ADS_2