One Heart

One Heart
14. A Plan


__ADS_3

...Sebelum membaca tekan tombol suka dulu yuk! Jangan lupa kasih komentar juga:D...


...Terima kasih:)...


...❝ Happy Reading❞...


...✄✄✄✄✄✄ 💌 ✄✄✄✄✄✄...


Malam harinya...


"Rey udah lo hubungi?" tanya Cyra sambil memberi makan ikan peliharaannya.


"Udah kok, Ra." Earth ikut membantu Cyra memberi makan ikan.


Hening sejenak,


"Kapan, ya, mama papa yang ngambilin rapor gue?" tanya Cyra lirih. Lebih tepatnya bertanya kepada dirinya sendiri.


Earth menoleh, mendengar lirihan sahabatnya itu membuat ia juga bertanya-tanya.


"Kadang gue penasaran, ada nggak, ya, mereka mikirin gue? Satu menit aja gitu mikirin gue, ada nggak, ya? Menurut lo ada nggak, Earth?" tanya Cyra lagi.


"Ada nggak, ya, mereka—"


"RA!" bentak Earth.


"Udah, Ra! Udah!" teriak Earth sembari memeluk Cyra. "Gue mohon, Ra... Jangan mikirin hal yang buat lo sakit hati."


"Hiks... Tapi Earth—"


"Please... Jangan lemah, Ra. Cyra yang gue kenal bukan Cyra yang lemah."


"Gue capek, Earth," lirihnya.


Earth melepaskan pelukannya, kemudian membawa masuk Cyra kedalam rumah.


"Lo istirahat, ya, besok gue kesini," ucap Earth sambil mengelus rambut Cyra lembut.


Cyra mengangguk, "Good Night, Earth," katanya.


"Good night too, my queen," balas Earth tersenyum lebar.


"Jangan mikirin hal yang buat lo sakit hati lagi. Oke?!" tambahnya.


Kemudian dibalas anggukan oleh Cyra.


...💌💌💌...


Paginya Earth dan Cyra berangkat ke sekolah ditemani Rey yang berstatus sebagai wali mereka berdua.


"Ayok, berangkat!" ajak Rey yang hanya diangguki Earth dan Cyra.


"Lesu amat lo berdua," ejek Rey.


Cyra mendengus, "Ngeselin amat lo!"


Rey terkekeh, "Semangat dong adek-adek gue! Habis ini bukannya mau liburan bareng sahabat-sahabat kalian?"


Mendengar perkataan Rey membuat Earth dan Cyra sedikit lebih semangat.


"Ya udah, ayo berangkat!" ajak Cyra.


...💌💌💌...


Kini Smk Fighter telah dipadati oleh para orang tua yang ingin mengambil rapor anaknya. Hal itu membuat Earth dan Cyra sedikit iri. Kenapa orang tua mereka tidak bisa seperti yang lainnya. Namun keirian itu tidak berlangsung lama, beruntung para sahabat mereka datang menghibur. Rey yang melihat interaksi sekelompok remaja itu tersenyum. Betapa beruntung nya Earth dan Cyra memiliki sahabat seperti mereka.


"Kusut amat tu muka!" celetuk El.


"Mereka kenapa, Rey?" tanya Andrew.


"Lo sama Kenzo kek nggak tau aja drama tiap tahun," jawab Rey sedikit tertawa.

__ADS_1


Mendengar jawaban Rey membuat Galen, El, serta Krist sedikit penasaran.


"Drama apaan, bang?" tanya Galen penasaran.


"Kepo lu, bunglon!" Cemooh Kenzo yang langsung mendapat tatapan sinis dari Galen.


"Kok bunglon?" tanya Galen heran


"Ya, sifat lo suka berubah-ubah," jelas Kenzo yang sudah tidak bisa menahan tawa.


"Ribut banget, sih, kalian!" bentak Cyra.


"Gua duluan ke kelas! Permisi!" pamitnya ketus. Kemudian disusul oleh Rey.


"Buset! Galak bener tu bocah," gumam Kenzo.


Andrew tertawa, "Lu baru kenal Cyra apa gimana, Ken?"


"Heran gue. Galaknya dari dulu kaga pernah ilang," keluhnya.


"Gue yang baru kenal Cyra setahun ini aja udah tau galaknya gimana," imbuh El.


"Lo bener, El!" Galen menyetujui ucapan El.


"Lo pada ngapain gibahin Cyra njir!" kesal Earth.


"Hayolo pawangnya marah nih," kompor Krist.


"Lu diem-diem tukang kompor, ya, Krist?" tanya Kenzo.


"Kok lo tau sih Bang? Tanya krist pura-pura kaget.


"Pagi gue bener-bener selalu diawali drama," gumam Andrew memperhatikan teman-temannya.


...💌💌💌...


"Congratulations, Earth dan Cyra!"


"Kok bisa, sih, juara? Padahal kan kita belajarnya barengan mulu," El cemberut. Tidak terima dengan hasil yang ia dapat.


"Makanya kamu tuh jangan keluyuran terus!" Mama El datang kemudian menjewer kuping anaknya.


"A-aduh! Mah! Sakit! Lepasin, Ma..." rengeknya.


"Rasain! Awas kamu yah kalau kelas 11 ini masih dapet nilai jelek!" ancam mama El.


"I-iya mah! El janji, mah! Tapi lepasin dulu dong! Kuping El ntar copot gimana, mah?!" heboh El. Para sahabatnya yang melihat itupun hanya tertawa tak berniat menolong.


"Jewer aja trus, Tan. Kuping Elano nggak bakal putus kok!" kompor Galen.


"Paling makin lebar," tambah Krist.


"Ah, lo pada rese amat!" rajuk El. Dan sekali lagi, mereka tertawa menikmati penderitaan El.


...💌💌💌...


"Jadi mau liburan kemana, nih?" tanya Earth.


Kini mereka semua berada dirumah Cyra. Mendiskusikan kemana mereka semua akan berlibur.


"London? Perancis? Korea? Thailand? Jepang?" usul Galen.


Usulannya membuat semua remaja yang ada disana berdecak.


Tuk!


Krist memukul kepala Galen, "Cinta Indonesia dikit bisa nggak, sih, lo?"


"Anj— sakit bego!" bentak Galen sambil mengusap pelan kepalanya.


"Diem! gue puyeng, nih!" sentak Cyra yang sedang sandaran di bahu Earth.

__ADS_1


"Maaf-maaf."


Andrew melihat Kenzo yang sedari tadi sibuk terhadap handphone nya, "Ken," panggilnya. "Lo jangan handphone mulu dong!"


Mendengar seruan teman nya itu, Ken membuang handphonenya kesamping.


"Buset dibuang!" kaget El namun dihiraukan Kenzo.


"Bali aja gimana?" tanya Kenzo.


Semuanya tampak berpikir dengan usulan Kenzo.


"Setuju!" ucap mereka serentak kecuali Earth.


"Kok lo diem?" tanya Cyra heran.


"Itu kejauhan nggak, sih, Ra? lo lagi sakit gini," jelasnya.


Cyra menahan tawa mendengar perkataan Earth. "Lo lebay banget. Gue nggak apa-apa kali."


"Pacaran tau tempat dong!" kesal El.


"Yang pacaran siapa anjir!" pelotot Cyra.


"Ya, lo berdua lah! siapa lagi emang," balas Galen santai.


"Nggak ada pacar-pacaran!" tegas Cyra.


"Iyain aja sih, Gal!" bisik Kenzo.


Galen mengangguk, "Iya, Ra. Maafin gue yak."


Andrew berdiri, "Jadi fix, nih, ya, kita liburan di Bali. Gue balik dulu," pamitnya kemudian berlalu.


"Eh gue ikut! Bye semua!" kata Kenzo kemudian berlari mengejar Andrew.


"Lo bertiga nggak ikutan balik?" tanya Earth.


El menampilkan cengirannya, "Gue numpang makan malem disini ya?"


"Gue ikutan juga ya, Earth? Hehe..." tanya Galen juga.


Earth mendengus, kemudian menatap Krist, "Lo numpang makan juga, Krist?"


Krist menggeleng, "Nggak, gue males balik."


"Kenapa?" tanya Cyra yang sedari tadi diam.


"Biasa. Berantem sama abang."


Cyra hanya mengangguk-angguk saja. Sejak pagi, kepalanya sudah sakit. Sepertinya dia akan demam.


"Ya udah, kalian mau makan apa? tanya Earth. "Bilang sana sama bibi yang ada di dapur. Biar cepet dimasak," lanjutnya.


El dan Galen bersorak senang, kemudian berlari ke dapur.


"Gue ada dirumah Cyra atau Earth, sih," gumam Krist.


Earth mendengar apa yang diucap Krist. "Rumah Cyra juga rumah gue," jawabnya.


Krist memutar bola matanya, "Nikah aja, deh, lo berdua!"


"Ntar lagi."


"Jangan macem-macem lo, ya!" ancam Cyra.


Earth mengangkat dua jarinya, "Damai, Ra." cengirnya.


Krist yang memperhatikan tingkah laku kedua remaja itu, menggelengkan kepala nya. "Gue ngontrak!" gumam nya lagi kemudian fokus ke handphonenya.


..._______________________...

__ADS_1


Tbc,


__ADS_2